I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kebenaran Yang Terungkap


__ADS_3

Jack, Max dan Billy benar-benar sednag merasa sangat penasaran dengan apa yang ingin mereka buktikan kebenarannya. Tentang kebenaran asal Deni yang harus terungkap. Mereka bertiga dengan bergegas masuk ke dalam ruangan darah. Max membawa sebotol air mineral yang berisi setengah liter dari


tangannya.


Ruangan yang sangat tertutup tanpa pentilasi udara. Hanya ada beberapa pasang kamera yang terpasang dan beberapa AC yang terpasang. Dinding baja di sekeliling ruangan kecuali di depan pintu dengan kaca tembus pandang searah. Kaca yang bisa melihat isi dalam ruangan namun orang yang berada di ruangan tidak dapat melihatnya.


Ruangan itu benar-benar bersih dan juga tidak bau. Ada satu meja dengan empat kursi yang mengelilinginya. Tara dan Tari di ikat di kedua kursi tersebut. Jack dan Billy duduk di dua kursi lainnya. posisi mereka saling berhadapan. Sedangkan Max berdiri membawa botol yang ada di tangannya untuk di tuangkan ke wajah Tara dan Tari.


Jack dan Billy sudah duduk di kursi menunggu Tara dan Tari sadar setelah di siram air oleh Max dengan Jack menggunakan kedua topeng yang di double di wajahnya. Wajah pertama menggunakan topeng dengan identitas Billy dan kedua adalah identitas Jimmy. Sedangkan Billy dan Max tidak menggunakan topeng melainkan dengan menampilkan wajah asli mereka berdua.


Max membuka tutup botol mineral sambil berjalan menuju kursi Tara dan Tari yang sedang terikat. Max menyiramkan setangah botol air pada Tara kemudian setengah botol lainnya pada Tari. Tidak menunggu lama, Tara dan Tari membuka matanya dan melihat siapa yang sedang di hadapan mereka berdua.


“Au kepalaku sedikit pusing.” Ucap Tara pada kalimat pertama yang sedang dia keluarkan.


“Aku juga. Kakak kenapa kita berada disini.” Jawab Tari melihat Tara berada di sampingnya.


“Apa yang kalian lakukan kepada kami berdua?” tanya Tara yang melihat sekeliling.


“Duduk cantik dan sedikit tenanglah.” Jawab Max yang memegang kedua pundak mereka berdua dari belakang dengan mendekatkan kepalanya di tengan mereka berdua.


“Tara, Tari!” panggil Jack yang membuat mereka diam dan tidak bergerak.


“Jimmy!” panggil Tara.


“Kau mengetahui wajah di balik topeng ini?” tanya Jack.


“Tentu saja. Walaupun kita sering bertemu dengan kau yang selalu menggunakan topeng. Tapi aku mengetahui kau adalah Jimmy pemilik perusahaan Sandreas yang terkenal itu.” Jawab Tara.


“Lalu jika ini?” tanya Jack membuka topeng satunya lagi.


“Billy! Tapi kau bukan dia, mengapa kau menggunakan topeng milik Billy sedangkan Billy berada di sampingmu. Siapa kau sebenarnya?” Tanya Tari.

__ADS_1


“Kalian tidak pantas untuk mengetahui siapa yang berada di balik topeng itu.” Ucap Billy.


“Kenapa?” tanya Tari.


“Jika kalian ingin mengetahuinya aku akan membantu kalian melihat wajah asli yang selama ini kalian cintai itu.” Jawab Max dari belakang.


Tara dan Tari sama-sama menoleh ke arah tengah dimana suara


Max berasal.


“Katakan padaku bagaimana kalian mendapatkan kedudukan ahli waris grup D di Paris? Apakah kebenaran tentang pembunuhan yang kalian rencanakan sejak kecil hingga umur belasan tahun membunuh keluarga asuh kalian?” tanya Max dengan to the point.


“Darimana kau mengetahui hal itu?” tanya Tari yang kecepelosan.


“Itu tidak benar. Kami memang ahli waris tunggal dari grup D.” Jawab Tara.


“Berhenti berbohong kepadaku atau pisau kecil ini akan merusak wajah cantik kalian berdua.” Jawab Max yang sudah mengeluarkan pisau kecilnya.


“Sebenarnya kalian itu siapa? Dan kau Billy Sandreas bos mafia Dragon Black?” tanya Tara.


“Walaupun aku adalah laki-laki yang banyak mendekati perempuan tapi aku selalu ingat dengan apa yang aku lakukan dan siapa saja wanita yang pernah aku temui. Tapi aku benar-benar tidak mengingat kalian berdua.” Jawab Billy dengan senyum sinisnya.


Max dengan cepat memberikan segaris sayatan di pipi mereka berdua. Tara pada bagian pipi sebelah kiri dan Tari pada bagian pipi sebelah kanan. Darah segar keluar dari pipi mereka berdua, dan suara kesakitan terdengar dari mulut mereka berdua karena merasakan rasa amat perih.


“Apa yang sudah kami lakukan kepada kalian sebenarnya sehingga kalian membuat kami berdua dengan posisi seperti ini?” tanya Tari.


“Kalian tanya kesalahan kalian?” tanya Jack.


“Iya. Aku hanya mencintaimu Jimmy, selama ini apa yang aku inginkan selalu aku dapatkan. Jadi aku tidak akan melepaskannya.” Jawab Tara.


“Kau berbicara cinta? Apakah kau pernha berbicara tentang rasa kemanusian dan balas budi walaupun hanya sedikit saja?” tanya Jack.

__ADS_1


“Apa yang kau maksud?” tanya Tari.


“Kalian berdua ingin menghancurkan pesta pernikahan Jimmy dengan mensabotase arus listrik? Kalian ingin membunuh semua orang dalam api? Atau ingin membunuh Siska dengan begitu kau akan mendapatkan Jimmy yang kau cinta?” tanya Billy.


“Tentu saja. Aku ingin membunuh siapapun yang menghalangi jalanku.” Jawab Tara.


“Billy kenapa kau berkata seperti itu. Kami hanya mencintai kalian berdua. Apakah itu salah?” tanya Tari.


“Lagi-lagi cinta? Itu bukan cinta tapi obsesi. Apakah belum cukup kalian membunuh keluarga yang merawat kalian berdua dari kekejaman menjadi anak jalanan di kota besar? Apakah kalian tidak pernah menyesal membunuh mereka dengan begitu kejam?” tanya Billy.


“Apa yang kau maksud?” tanya Tara dan Tari bersamaan.


“Seperti yang aku tanyakan sejak tadi. Jawab dengan benar atau sayatan kedua akan terjadi di wajah cantik kalian berdua lagi. Katakan apakah itu benar? Membunuh Ibu dan anaknya dari tangga dan membunuh ayah asuh kalian dengan membakarnya dalam mobil lalu menjatuhkannya di jurang?” Jawab Max.


“Bagaimana kau mengetahui semua itu?” tanya Tari.


“Kau bertanya tentang bagaimana mengetahui hal itu. Perlu aku ingatkan tentang siapa itu Dragon Black kepada kalian?” tanya Max.


“Jika kalian mengenalku di dunia hitam berarti kalian mengetahui bagaimana kekuasaan dan uang bisa membeli informasi yang begitu gampangnya pada kalian?” tanya Billy.


“Kakak katakan saja yang sejujurnya, lagian kita tidak memiliki pilihan.” Jawab Tari yang sudah menyerah dengan melihat sekitar yang tidak bisa kabur, di tambah dengan identitas Dragon Black dan juga melihat situasi mereka bernar-benar tidak bisa melawan.


“Baiklah. Apa yang kalian katakan itu adalah kebenarannya. Jadi kalian bisa lepaskan kami. Lagian itu tidak ada kaitannya dengan kalian berdua?” jawab Tara.


“Tidak ada kaitannya?” tanya Billy lagi.


“Jadi itu benar? Jadi apa yang aku dapatkan dari informanku itu adalah kebenaran? Jadi Deni sebenarnya adalah pewaris tunggal grup D di Paris?” Tanya Jack dalam hatinya.


“Tentu saja tidak. Lagian kesalahan yang akan kami rencanakan bukannya sudah kalian batalkan. Soal masa lalu kami apakah itu


penting bagi kalian?” tanya Tara yang masih sombong.

__ADS_1


Ponsel Jack berdering dengan layar yang berteliskan mylotus. Caca menelpon Jack sehingga Jack harus mengangkatnya untuk tidak membuat Caca khawatir.


“Kalian tangani dulu aku ingin mengangkat telepon darinya.” Ucap Jack kepada Max dan Billy.


__ADS_2