
Billy membawa dua rangkap file yang berisi tentang kesepakatan saham kepemilikan Grup D yang akan di tanda tangani atau cap jempol dari Tara dan Tari. Dan akhirnya Billy dan Max memutuskan untuk mengambil tindakan paksa yang membuat Tara dan Tari memberikan cap jempolnya dalam pemberian saham itu.
Tara dan Tari terus menggoyangkan tubuhnya untuk memberontak kepada mereka berdua. Namun, Max dan Billy memberikan kesempatakan kepada mereka berdua untuk berbicara. Billy membuka penutup mulut Tara dan Tari setelah mendapatkan cap jempol di dokumen itu.
“Katakan apa yang ingin kalian katakan!” perintah Billy kepada Tara dan Tari.
“Apa yang ingin kalian katakan?” tanya Billy.
“Kenapa kalian melakukan semua ini, aku tidak menerimanya kalian mengambil semua hartaku.” Ucap Tara yang memikirkan harta yang selama ini dia perjuangkan.
“Kau bilang ini adalah hartamu? Apakah kau tidak salah mengatakan hal itu?” tanya Billy.
“Kakak mereka hanya ingin mengambil harta kita, maka biarkanlah. Jika kalian ingin mengambil harta kami maka ambilah. Tapi lepaskan kami sekarang juga.” Jawab Tari.
“Kalian telah mengambil hak orang lain tapi kalian mengatakan bahwa itu adalah harta kalian? Dan lagi aku juga mengerti tentang pemikiran kalian wanita iblis. Kalian mendekati keluarga Sandreas hanya untuk meraup kekayaan juga. Apa yang aku katakan benar bukan?” tanya Max yang mencengkam wajah Tara.
“Urusan kami dengan kalian sudah beres, soal hukuman apa yang akan kalian dapatkan itu tidak ada hubungannya dengan kami. Seseorang yang lebih pantas akan datang untuk menghukum kalian.” Jawab Billy yang membungkam mulut mereka kebali dengan kain.
Mereka menyelesaikan semuanya dan meninggalkan wanita itu di ruangan. Mereka berdua bergegas pergi meninggalkan markas dan memberikan tugas kepada beberapa orang untuk menjaga mereka. Max dan Billy ke mansion.
Jack yang sudah tiba di mansion langsung masuk kedalam kamar dan melihat Caca yang sudah menunggu dirinya.
“Kenapa tidak tidur?” tanya Jack yang tiba di dalam kamar.
“Aku tidak bisa tidur lagi.” Jawab Caca.
“Maaf mylotus sudah membuatmu khawatir.” Jawab Jack yang memeluk Jack.
“Kenapa badanmu bau darah?” tanya Caca yang mencium di mana baunya.
“Darah?” tanya Jack.
“Iya, bau amis darah. Lihat ini, kenapa ada percikan darah di lengan kanan mu? Apakah kau terluka?” tanya Caca yang membuka kancing lengan Jack dan mencari luka yang mengakibatkan darah pada lengan baju itu.
“Apakah ini percikan darah yang di akibatkan dari sayatan Max terhadap Tara tadi?” tanya Jack dalam hatinya.
“Oh tadi aku di jalan bertemu dengan pemulung yang terluka. Aku membantunya membawa ke rumah sakit. Iya begitulah ceritanya, mungkin itu kenapa darahnya lengket di lengan baju.” Jawab Jack yang berbohong.
“Syukurlah jika kau tidak kenapa-kenapa. Bersihkan dirimu setelah kita kita sholat bersama.” Jawab Caca.
__ADS_1
“Iya mylotus.” Jawab Jack yang bergegas masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.
“Sepertinya dia sedang menyembunyikan sesuatu kepadaku?” tanya Caca dalam hati dengan perasaannya yang mengatakan bahwa Jack sedang berbohong.
Setelah selesai sholat, Jack langsung mengajak Caca untuk tidur karena dia terlalu lelah tidak ada tidur sama sekali selama seharian. Caca juga ikut tertidur setelah subuh. Max dan Billy kembali ke mansion dan ikut tertidur juga. Mereka bertiga tertidur karena lelah hingga melupakan untuk
memberitahu kepada Deni kebenaran yang ada. Mereka terbangun saat siang hari.
Meriska, Lauren, Katie dan lainnya bersiap untuk kembali ke tempat mereka masing-masing pada siang hari. Mereka sarapan tanpa Jack, Caca, Max dan Billy. Namun mereka kembali makan siang dan berkumpul semua.
“Dari mana saja kalian? Mengapa kompak sekali tidak ada di meja makan saat pagi hari?” tanya Katie.
“Kami tertidur dengan pulas bu.” Jawab Caca yang mewakili semuanya dengan tersenyum.
“Jika itu adalah alasannya dari mu sayang, bu percaya karena kau sedang mengandung. Tapi jika dengan Jack, Max dan Billy itu bukanlah alasan yang benar. Mereka biasanya tidak tidur sama sekali selama 3 hari.” Jawab
Katie.
“Sudah jangan di bahas lagi, lebih baik kita makan.” Jawab Andrew yang menghentikan pertanyaan Katie.
“Sebenarnya apa yang mereka lakukan bertiga hingga tertidur begitu lama.” Jawab Caca dalam hatinya.
Mereka selesai makan siang dan kembali mengobrol di meja makan.
“Tidak apa-apa. Aku istirahat saja lebih banyak.” Jawab Meriska.
“Kalian pergilah bersama-sama ke bandara. Atau mau menggunakan pesawatku?” tanya Jack.
“Tidak perlu Jack, lagian kita tidak terlalu terburu-buru.” Jawab Katie.
“Baiklah.” Jawab Jack.
“Lauren akan ikut kembali ke Tiongkok atau kembali ke Italia?” tanya Caca.
“Aku akan kembali ke Italia. Karena urusan di Tiongkok sudah selesai.” Jawab Lauren.
“Billy kau antar dia dengan baik. Tidak baik wanita kembali sendirian.” Jawab Caca.
“Baiklah jika itu adalah paksaan dari nyoya besar.” Jawab Billy tersenyum.
__ADS_1
“Jadi aku akan kembali sendirian ke Tiongkok?” tanya Max.
“Jadi kami tidak kau anggap Max?” tanya Katie.
“Hahaha, tidak-tidak bukan seperti itu maksudku bu.” Jawab Max.
Mereka tertawa bersama.
“Jadi aku akan ikut abang Deni ke Paris? Yes, akhirnya liburan ke Paris sebelum liburanku berakhir.” Jawab Bagas.
“Berapa lama lagi liburanmu?” tanya Caca.
“Seminggu lagi.” Jawab Bagas.
“Baiklah, pergilah bertravel sepuasmu selagi ada yang membiayainya.” Jawab Caca.
“Terimakasih abang ipar.” Ucap Bagas kepada Jack.
“Tidak apa-apa itu karena kau sudah mengelolah perusahaan yang ada di Indonesia. Anggap saja itu adalah bonusmu.” Jawab Jack.
“Benarkah? Rezeki anak sholeh.” Jawab Bagas.
“Pergilah bersiap-siap.” Ucap Bagas.
“Jamberapa penerbangan mereka?” tanya Jack kepada Son.
“Dua jam lagi tuan.” Jawab Son.
“Terimakasih sudah menyiapkannya.” Jawab Andrew.
“Sama-sama tuan Andrew.” Jawab Son.
Setelah mereka berbincang di meja makan itu, mereka bubar dan kembali ke kamar untuk bersiap-siap pergi ke bandara. Jack dan Caca tetap berada di dalam mansion dan tidak ikut mengantarkan mereka ke bandara.
Semua orang sudah membawa kopernya masing-masing dan memasuki mobil yang sudah di siapkan oleh Son dan Riki. Mereka pergi berpamitan satu sama lain di depan pintu mansion dengan Caca. Memberikan doa-doa baik kepada Caca dan bayinya.
“Bu hati-hati.” Ucap Caca.
“Iya.” Jawab Katie kemudian masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Saat mereka di bandara masing-masing berpisah dengan tujuan pesawatnya masing-masing. Mereka juga bertemu dengan Jimmy dan Siska beserta keluarganya untuk kembali ke Indonesia. Mereka pergi ke jalan tujuan pesawat maisng-masing.
Max, Katie dan Andrew pergi menuju ke Tiongkok. Deni, Meriska dan Bagas pergi menuju ke Paris. Jimmy dan keluarga Siska pergi ke Indonesia. Sedangkan Jack dan Caca yang berada di dalam mansion sedang bergegas untuk pergi ke rumah sakit memeriksa kandungan.