I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Akhir Cerita Masa Lalu


__ADS_3

John berlari sekuat tenaga untuk segera sampai di kuil dimana Andrew dan Kagami ada di sana.


“Ada apa dengan mu John?” tanya Andrew ketika melihat John datang.


“Dimana Jack?” tanya Kagami.


“Dimana kamar Jack?” tanya John tanpa menjawab pertanyaan mereka berdua.


“Kearah itu,” jawab Kagami.


John langsung berlari menuju kamarnya dan diikuti oleh Kagami dan Andrew.


“Sepertinya ada yang tidak beres.” Jawab Andrew.


“Iya, ayo ikutin John.” Jawab Kagami.


John masuk ke dalam kamar Jack kemudian mengaktifkan laptop yang berada di meja belajar Jack.


“Ayah segera siapkan orang-orang yang bisa


menyelamatkan Jack. Begitupula dengan paman Kagami. Karena Jack telah di


culik.” Ucap John.


“Apa?” Kagami dan Andrew terkejut dengan pernyataan John.


“Oke akan aku siapkan, kau berhutang cerita padaku.” Ucap Andrew.


“Aku akan siapkan beberapa bawahanku di sini Andrew. Dan lebih baik jangan libatkan pihak berwajib,” jawab Kagami.


“Ayah sepertinya kita tidak ada waktu untuk itu, kita harus segera ketempat Jack. Aku sudah menemukan lokasinya.” Jawab John.


“Baiklah, kita jangan gegabah. Aku akan menghubungi bawahanku. Kita bertiga kesana mengunakan mobilku.” Jawab Kagami.


“Oke itu lebih baik, dan sepertinya kita berdua saja sudah cukup untuk menyelesaikan tugas ini seperti biasanya.” Jawab Andrew.


“Ayo ikutin aku,” jawab Kagami.


Andrew dan John mengaggukkan kepalannnya menandakan paham. Mereka kemudian berjalan ke bagasi mobil Kagami dan mengendarai mobil itu menuju titik lokasi Jack. Di dalam perjalanan John menceritakan kejadian yang detail kepada Kagami dan Andrew.


“Paman ini gprsnya,” ucap John yang menunjukkan titik lokasi di layar laptop yang bisa di cabut menjadi tablet.


“Baiklah aku mengetahui tempat ini, sepertinya tidak jauh dari sini.” Ucap Kagami.


“Benarkah?” tanya Andrew.


“Iya, sekitar 400meter dari sini tapi kita harus


masuk kedalam hutan.” Jawab Kagami.


“John ceritakan dengan detail apa yang terjadi?” tanya Andrew.


“Aku dan Jack hanya pergi untuk menelusuri jalan disini, namun entah kenapa aku tertangkap oleh dua orang dan di masukkan kedalam mobil.”


“Lalu kenapa Jack yang terculik?” tanya Kagami.

__ADS_1


“Jack mengetahui itu dan menggantikanku di mobil itu. Dan seperti yang menyuruh penculik itu adalah ibu tiriku.” Jawab John.


“Maksudmu Jessi?” tanya Andrew.


“Aku belum bisa memastikan dengan akurat. Namun saat itu kami berdua melihat yang di telepon orang itu adalah wajah Jessi.” Jawab John.


“Dasar perempuan licik! Apalagi mau dia? Belum cukup puaskah dia menyiksa anak-anak James?” tanya Andrew dengan emosi.


“Jadi dia wanita yang sudah merusak psikologi pribadi Jack?” tanya Kagami.


“Iya, kita harus segera menjempun Jack karena aku khawatir jika dia bertindak dengan buruk. Jawab Andrew.


“Baiklah sebentar lagi kita sampai.”


Dalam perjalanan itu mereka mendengarkan pernyataan John tentang detail kejadian. Saat mereka hampir sampai di tempat kejadian mereka bertemu dengan Jessi dan 2 pengawalnya di dalam mobil.


“Belok ke kanan Kagami,”ucap Andrew yang memegang stir untuk mengarahkan ke kanan.


“Ada apa?” ucap Kagami yang terkejut.


“Matikan mesin mobil dan lihat itu,” ucap Andrew yang melihat 30meter sebuah mobil hitam menuju jalan yang ingin dituju oleh mereka.


“Siapa mereka?” tanya Kagami.


“Lebih baik kita berdua turun dan cegah mobil itu, kemungkinan di dalam mobil itu ada Jack.


“Baiklah, ambil senjata di bagasi mobil belakang.” Ucap Kagami.


“Baik. John kau tetap disini dan kunci mobilnya dari dalam sampai kami berdua kembali.” Ucap Andrew.


Andrew dan Kagami keluar dari mobil dan mencegah mobil yang sedang menuju kearah mereka.


Mereka bersembunyi di semak-semak dedaunan pinggil jalan kemudian menembakkan peluru ke arah ban mobil yang di naiki oleh Jessi.


Dor……


Dor….


“Ada apa?” tanya Jessi.


“Sepertinya ban mobil kita bocor, dan suara tembakan itu jangan-jangan….”


“Nyoya tetap disini saja biar kami yang


memeriksanya.”


Saat kedua pengawal itu keluar satu peluru mendarat di jantung mereka masing-masing dimana Andrew menyerang di sebelah kanan dan Kagami dari sebelah kiri.


“Apa yang terjadi, siapa mereka dan kenapa menyerang kami. lebih baik aku menelpon suamiku.”


Jessi menelpon Akira untuk memberitahukan situasi yang sedang dihadapinya. Saat Jessi menelpon ternyata Andrew dan Kagami keluar dari persembunyian dan memecahkan kaca mobil.


“Kau!” Ucap Jessi melihat wajah Andrew yang masuk kedalam jendela kaca mobil.


“Keluar!” Ucap Andrew yang hanya melihat Jessi saja.

__ADS_1


“Kenapa kau ada di sini?” tanya Jessi.


“Karena kau menculik anak teman kami. Dimana dia?” tanya Andrew sambil menarik baju Jessi.


“Apa maksudmu?” tanya Jessi pura-pura tidak mengerti namun mengambil sebuah pistol di saku bajunya.


“Dor….”Suara tembakan mengarah ke tangan Jessi.


“Untunglah kau tidak apa-apa Andrew?” tanya Kagami yang baru saja menembakkan tangan Jessi karena Jessi ingin menembak Andrew.


“Terimakasih,” jawab Andrew pada Kagami.


“Berani-beraninya kau mau membunuh ku, katakan di mana Jack?” tanya Andrew pada Jessi.


“Aku bilang tidak tau,” ucap Jessi dan berusaha melepaskan tangannya dari Andrew dan melarikan diri.


“Dor…” Andrew menembak sisi dada kiri Jessi dari belakang tubuhnya dan membuatnya terjatuh.


“Kau juga akan terlambat jika terus membunuhku.”Ucap Jessi dengan terbatah-batah.


“Sudahlah Andrew lebih baik kita segera menuju lokasi Jack dari GPRS yang sudah kita ketahui itu sebelum terlambat.” Jawab Kagami.


“Hahah, pergilah dan kalian tidak akan mendapatkan apa-apa.” Jawab Jessi sebulm menutupkan matanya.


“Kau pantas pmendapatkan ini,” ucap Andrew.


“Sekarang ayo pergi Andrew!” Ucap Kagami.


“Baiklah, ayo.” Jawab Andrew.


Mereka menuju mobil di mana Jhon ada di dalamnya.


“Tok…Tok…Buka!” Ucap Andrew yang memberikan ketukkan di jendela mobil untuk membukakan pintu mobil kepada John.


John membukannya dan kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat Jack sesuai dengan gprs. Saat mereka sampai di tempat mereka di kejutkan dengan pemandangan yang sangat tidak di sangka-sangka.


“Ada apa dengan mayat-mayat ini?” tanya Andrew.


“Aku juga tidak mengetahuinya, sepertinya mayat ini baru beberapa menit saja meninggal.” Jawab Kagami yang sedang memeriksa keadaan yang ada.


“Ayo kita masuk dengan hati-hati.” Ucap Andrew.


“John kembalilah kedalam mobil lagi, kami tidak akan menanggung resiko jika kau juga ikut masuk kedalam.” Ucap Kagami.


“Baik,” jawab John.


Kagami dan Andrew masuk kedalam secara hati-hati untuk melihat keadaan sekitar, dan ternyata yang mereka temukan lagi-lagi tidak ada ancaman hingga kaki mereka melangkah ke dalam kamar di mana Jack dan Caca tidak sadarkan diri di lantai kamar.


“Jack!” panggil Andrew yang melihat sosok Jack.


“Sepertinya dia hanya tidak sadarkan diri,” jawab Kagami yang memeriksanya.


“Ada apa dengan semua mayat-mayat ini? Siapa yang melakukannya?” Andre bertanya-tanya.


“Lebih baik kita segera membawanya kerumah sakit karena kondisi Jack yang sudah banyak mengeluarkan darah.” Ucap Kagami yang mengangkat tubuh Jack.

__ADS_1


Mereka semua pergi dari tempat itu tanpa memeriksa keadaan Caca yang masih bernapas karena terlalu khawatir dengan keadaan Jack yang memiliki luka memar di wajah dan mengeluarkan darah segar.


__ADS_2