
-Penjelasan tentang Jacob di Episode berikutnya, hehhehe biar makin penasaran. Wkwkwk-
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.
“Apa yang kau katakan Bil?” tanya Deni.
“Bisa gawat jika kita membiarkan dia pergi,” ucap Max.
“Jadi tatapan itu adalah diri Jacob?” tanya Jimmy yang tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
“Sekarang kita harus berpencar mencarinya, jika tidak ada hal yang mengerikan akan terjadi.” Ucap Max lagi.
“Percuma, di antara kita tidak akan ada yang bisa menghalanginya.” Ucap Billy.
“Jadi kita harus bagaimana?” tanya Max dengan panik berjalan mondar mandir.
“Sebenarnya apa? kenapa kalian semua panik?” tanya Deni yang masih belum mengerti situasi.
“Prak,” satu pukalan kecil melayang di kepala Deni yang di lakukan oleh Jimmy.
“Kau tidak sadar jika tadi itu Jacob telah menguasai tubuh Jack,” ucap Jimmy menjelaskan.
“Apa? gawat, gawat, bagaimana ini?” tanya Deni yang sudah mengerti situasi juga ikut panik.
“Di luar juga ada pesta aku takut dia akan mengacau di sana?” ucap Jimmy.
“Sepertinya tidak, dia akan pergi untuk berburu di bar.” Ucap Max.
“Sepertinya kalian salah semua. Aku yakin dia akan ke hutan di tempat biasa dia mencari kesenangan di hutan.” Ucap Billy yang lebih mengetahui sifat Jacob.
“Kalian semua membuat ku pening dengan mondar mandir disitu. Walaupun kita tidak bisa menidurkannya kembali tapi kita masih bisa mencegahnya berbuat sesuatu yang mengerikan.” Ucap Deni.
“Iya betul,” jawab Jimmy.
“Tapi bagaimana?” tanya Max.
“Satu satunya cara adalah seperti biasa kita mengikutinya.” Jawab Billy.
“Lalu kenapa kalian masih mondar mandir dari tadi? Bukankah sebaiknya kita segera menyusul untuk mencari keberadaannya?” tanya Deni.
“Kau benar,” ucap Jimmy sambil memukul kepala Deni lagi.
“Auuuu,” ucap Deni.
“Ide yang bagus,” ucap Max sambil memukul pundak Deni.
__ADS_1
“Ayo kita berpencar mencarinya,” ucap Billy sambil memukul kepala Deni juga.
“Kalian kenapa suka sekali memukul ku?” tanya Deni yang sudah di tinggalkan oleh Jimmy, Billy dan Max di kamar Jack.
Merekapun berpencar mencari keberadaan Jacob. Sementara Jacob yang sudah keluar dari kamar pergi berjalan keluar dari mansion.
Saat keluar manison Jacob melihat ada sebuah pesta yang berada di halaman mansion.
“Cukup lumayan, sebaiknya aku akan meminum anggur. Sudah lama aku tidak menikmati ini.” Ucap Jacob yang berjalan menuju pesta.
Jacob yang diberi penghormatan pada orang-orang yang ditemuinya. Jacob tidak menghiraukannya bahkan membalas sapaan mereka dan lanjut menuju meja minuman anggur yang sudah tersedia di sana.
“Kenapa aura yang di keluarkan tuan Jack lebih menakutkan dari biasaya.” Ucap salah satu mafioso yang menyapanya.
Bukan hanya satu orang mafioso yang merasakan itu namun juga orang-orang yang menyapa dirinya.
“Cuih.... tidak enak,” ucap Jacob yang mencicipin botol anggur pertama di meja itu tanpa menggunakan gelas.
Kemudian ia mencicipin hampir setengah jenis botol anggur yang sudah ada di sana namun tidak ada yang ia temukan sesuai dengan lidahnya.
“Membosankan, kenapa semuanya tidak enak. Coba aku lihat dulu jenisnya dari semua yang ada di sini.” Ucap Jacob.
“Ahhh.....” Jacob menjerit sambil menarik kain yang ada di meja itu. Sehingga semua botol anggur yang ada di sana pecah jatuh ketanah.
Semua orang melihat kejadian itu sehingga semua tatapan itu tertuju pada Jacob.
Son yang melihat situasi ini dia langsung mengetahui bahwa yang saat ini berada di depan matanya bukan Jack melainkan Jacob. Son memerintahkan Riki dan pelayan kepercayaan untuk membubarkan diri dari pesta.
“Apakah tidak ada lagi anggur yang berkualitas tinggi yang kita punya Son?” tanya Jacob.
“Maaf tuan,” ucap Son.
“Sudahlah,” ucap Jacob kemudian pergi meninggalkan pesta.
Jacob berjalan menuju halaman belakang mansion, ia berjalan melewati kolam teratai seperti akan menuju pintu ke hutan. Caca yang melihat sosok yang ia kenal sedang berjalan di kolam teratai. Kemudian Caca berjalan untuk mengikutinya.
“Kalian di sini saja,” ucap Caca.
Caca di halangi oleh tiger untuk berjalan.
“Kau kenapa seperti menghalangiku?” tanya Caca sambil mengelus kepala tiger.
Tiger menggelengkan kepalanya untuk mencegah Caca mengikuti sosok Jack. Sosok itu sudah masuk pintu lift hutan. Tiger mengerti bahwa itu adalah sosok Jacob bukan Jack makanya ia menghalangi Caca untuk mengikuti.
“Tidak apa-apa, aku hanya ingin meminta maaf kepada tuan kalian.” Ucap Caca pada tiger.
Tiger tidak bisa menghalangi Caca, Caca segera berjalan menuju pintu hutan.
__ADS_1
Sementara Billy, Max, Jimmy dan Deni baru saja keluar dari mansion dan melihat keadaan pesta sudah sunyi.
“Son, jangan bilang ini ulah Jacob?” tanya Billy memastikan feeling ya.
“Iya benar tuan,” jawab Son.
“Jadi sekarang dia di mana?” tanya Max.
“Seingat ku tuan Jacob berjalan ke arah sana,” jawab Son sambil memberi petunjuk arah menggukan tanggannya menuju hutan.
“Apa gue bilang.” Ucap Billy.
“Syukurlah jika dia memang ke hutan. Setidaknya tidak membahayakan manusia melainkan hewan buas yang ia pelihara sendiri di hutan.” Ucap Max.
“Iya benar,” ucap Billy.
“Di mana Caca?” tanya Jimmy yang tiba-tiba teringat tentang Caca.
“Saya tidak mengetahuinya Jim, bukan kah tadi dia duduk bersama kau?” tanya Son.
“Gawat, sekarang cek di kamar Caca dan seluruh daerah untuk mencari beradaan Caca.” Ucap Jimmy.
“Kalau dia ke kamar pasti sudah bertemu kita tadi,” ucap Max.
“Lebih baik kita sekarang berpencar untuk mencarinya. Aku dan Deni akan mencari Caca, kalian pergilah melihat Jacob.” Ucap Jimmy.
“Baik,” jawab mereka semua.
Son dan pelayan membersihkan keadaan pesta yang sudah kacau. Deni dan Jimmy mencari Caca. Billy dan Max berjalan menuju hutan.
Jacob yang sudah keluar dari lift menuju jalan kayu vinus yang di hiasi lampu-lampu itu. Tidak beberapa lama kemudian Caca sampai di tempat itu juga. Caca berjalan agak cepat untuk mengejar langkah Jack.
“Jack! Tunggu, aku ingin bicara.” Ucap Caca berulang kali untuk memanggil Jack.
“Au...” Kaki Caca keseleo akibat berjalan cepat untuk mengejar Jack.
“Sepatu sialan,” Caca membuka sepatu highlist ya dan mencampakkan keduanya.
Caca kesakitan karena kakinya keseleo, namun ia tetap berdiri dan berjalan lagi untuk mengkejar Jack. Sampai akhirnya ia meraih tangan Jack untuk memberhentikan langkah Jack.
“Jack tunggu, aku ingin bicara. Fiuh....” ucap Caca dengan nafas yang terengah-engah.
“Kau siaaaaa...pa?” ucap Jacob dengan membalikkan badannya kemudian melihat Caca.
“My lotus? Kau kembali.” Ucap Jacob yang langsung mememeluk Caca ketika melihat Caca.
“Jack lepas, kau apa-apaan memelukku.” Ucap Caca yang memberontak untuk melepaskan dirinya dari pelukkan Jacob.
__ADS_1
Max dan Billy juga sampai di taman hutan tersebut. Mereka melihat situasi di situ. Max dan Billy melihat Jacob memeluk Caca dengan erat kemudian menciumi wajah Caca berulang kali lalu memelukknya kembali walaupun Caca sudah berusaha untuk melepaskan dirinya.