I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Keberangkatan Caca


__ADS_3

Terimakasih sudah berkunjung ke story saya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah


membaca 🙏🏻🙏🏻


Happy Reading guys❤️


Nama : Muhammad Joko Baskara


Umur :  57 tahun


Tinggi: 170 cm


Sifat : Tegas dan  penyayang


Status : Ayah Kandung Wika Chalista


”Aku akan segera mengirimkan lokasi tempat tinggal ku Jack,” jawab Caca di telepon lalu menutupnya kemudian mengirimkan lokasi kepada Jack.


Setelah Caca menutup panggilan Jack, Caca bergegas masuk kedalam rumah dan bersiap-siap untuk berangkat ke negara Kannada menjumpai Bella yang sedang demam. Saat Caca menyusun barang-barangnya Bunda Aisyah bertanya.


“Boleh Bunda masuk?” tanya Aisyah kepada Caca di depan pintu.


“Boleh Bun,” jawab Caca.


“Terburu-buru masuk kerumah dan menyusun pakaian di koper? Bukankah tadi sedang bermain ayunan di tepi pantai? Apakah Caca mau kembali ke Kanada?” tanya Aisyah yang heran dengan Caca.


“Bun, Caca harus segera kembali karena ada seseorang yang membutuhkan Caca di sana.” Jawab Caca.


“Maksudnya Caca sudah memiliki kekasih?” tanya Aisyah yang langsung menebak.


“Hahahha, bukan Bun.” Caca menjawab kepada Aisyah sambil memegang tangannya.

__ADS_1


“Lalu?” tanya Aisyah penasaran.


“Bunda ingat Caca pernah cerita tentang 2 anak kembar bernama Kenzo dan Bella?” selama sebulan Caca tinggal di kampung halaman Caca menceritakan apa yang terjadi di negara perantauannya itu kepada keluarganya. Karena memang Caca sudah di ajarkan semenjak kecil untuk terbuka kepada seluruh keluarga tentang dirinya. Jadi tidak ada hal yang bisa ia sembunyikan dari keluarganya apalagi oleh sang Ibunda. Bagi Caca sang Ibunda bukan hanya saja sebagai sosok Ibu baginya namun juga sahabat bagi dirinya.


“O iya Bunda ingat, Kenzo si anak jenius yang pernah di tolong oleh mu dari kejadian penculikan?” ucap Aisyah.


“Iya Bun, tadi Caca mendapat telepon dari Jack bahwa Bella sedang demam. Bella sudah di periksa oleh dokter namun selama dua jam panasnya tidak turun-turun dan selalu memanggil nama ku. Jadi Jack menyuruh ku untuk datang segera mungkin ke sana. Dia khawatir tentang kondisi Bella jika di biarkan terus menerus.” Jawab Caca dengan singkat sambil menyusun pakaiannya di dalam koper.


“Sampai seperti itu mereka menganggap diri mu Ca?” tanya Aisyah yang heran dengan kondisi Bella.


“Aku pun tidak mengetahui Bun mengapa mereka sampai seperti itu terhadap ku?”


“Apakah mungkin mereka sudah menganggap dirimu sebagai Ibu mereka? Karena semenjak kecil mereka tidak mendapatkan kasih sayang seorang Ibu yang seharusnya anak seusia mereka memerlukan kehangatan dari sosok Ibu.” Jawab Aisyah yang menebaknya.


“Mungkin Bun, maka dari itulah aku merasa iba terhadap mereka berdua. Mereka adalah anak-anak yang baik dan pintar yang seharusnya seusia mereka harus lebih banyak mendapatkan perhatian dari seorang Ibu. Makanya Caca menerima tawaran mereka sebagai Ibu mereka walaupun suatu saat nanti mereka akan mendapatkan sosok Ibu yang sebenarnya. Apakah tindakkan Caca ini salah Bun?” tanya Caca.


“Menurut Bunda ini adalah pilihan yang baik untuk mu dan mereka. Namun yang harus Caca ingat adalah jangan sampai hal-hal yang tidak dinginkan terjadi. Ingat bahwa kamu pergi ke negara itu untuk menyelesaikan pendidikan mu dan juga membantu mereka seperlunya saja. Dan ingat kita dengan mereka itu berbeda. Jangan sampai terjerumus ke jalan yang salah.” Ucap Aisyah yang memperingatkan Caca.


Caca yang sudah menjelaskan banyak hal tentang keluarga Jack membuat sang Ibunda paham dengan posisi anaknya. Aisyah memperingatkan bahwa Caca harus lebih berhati-hati dan bertindak sewajarnya saja. Caca adalah anak perempuan Aisyah satu-satunya makanya Aisyah sangat memperhatikan perkembangan Caca di negara orang yang jauh dari dirinya. Sosok perempuan yang tinggal sendiri di negara orang lain harus bisa mandiri dan menjaga kehormatanya.


Aisyah hanya menginginkan yang terbaik bagi anak perempuan satu-satunya. Caca pun mengerti maksud dari kalimat sang Ibundanya.


“Iya Bun, Caca ingat apapun nasehat yang sudah Bunda dan Ayah berikan kepada Caca selama ini. Caca juga tidak akan pernah mengecewakan Bunda dan Ayah.” Jawab Caca sambil memeluk Aisyah.


“Sebelum pergi, sarapan bersama dan pamitan dengan Ayah dan adik mu.” Ucap Aisyah kepada Caca yang sudah selesai menyusun pakaiannya di koper.


Mereka berdua pun pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. Aisyah memerintahkan Caca untuk memanggil sang ayah di belakang rumah yang sedang membelah kayu bakar dan membangunkan sang adik yang masih tidur di dalam kamarnya. Kemudian mereka duduk di bawah lantai untuk menyantap makanan yang sudah di sediakan oleh Aisyah. Sambil menikmati makan pagi tersebut Aisyah memberitahu tentang keberangkatan Caca hari ini oleh suaminya dan Bagas.


“Caca akan berangkat hari ini?” ucap Aisyah.


“Ha? Kenapa tiba-tiba Kak mau kembali? “ ucap Bagas yang terkejut dengan kabar keberangkatan Caca.


“Bella demam dan aku harus segera bertemu dengan dirinya karena.....” Caca pun menjelaskannya dengan singkat.

__ADS_1


“O begitu. Cie-cie ada yang merindukan Kakak gue yang cerewet ini ternyata. Hahhaha,” goda Bagas pada Caca.


“Bagaimana dengan keberangkatan mu? Apakah sudah memesan tiket pesawanya dan lagi sepengetahuan Ayah kau tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membeli tiket pesawat. Bahkan kemarin bilang ke Ayah untuk membantu setengah harga tiket pesawat jika kau akan berangkat?” ucap Bagas dengan tegas di situasi saat ini.


“Ayah tenang saja, Jack sudah mengurus semua itu. Aku hanya tinggal mengikuti saja arahan darinya.” Jawab Caca pada sang Ayah.


“Baiklah, hati-hati. Dan telepon ketika sudah sampai.” Ucap Joko pada Caca.


“Iya Ayah.” Jawab Caca.


“Aku akan ikut bersamamu sampai di bandara.” Ucap Bagas yang khawatir dengan Kaknya.


“Tidak usah, nanti pulangnya bagaimana?” ucap Caca.


“Tenanglah, aku hanya akan memastikan kau berangkat sampai di pesawat dengan baik. Bolehkan Bun, Yah?” tanya Bagas pada sang Ibunda dan Ayahnya.


“Ide bagus, antarkan Kak mu sampai bandara.” Ucap Joko.


“Baiklah.” Ucap Caca.


Bagas pun bergegas mandi dan bersiap-siap untuk mengantar Caca kebandara. Saat Bagas masih memakai pakaian ternyata ada seorang tamu yang mengetuk pintu Caca dan ternyata itu adalah anak buah Jack untuk menjemput Caca. Caca dan Bagas pun berpamitan kepada kedua orang tuannya untuk berangkat ke bandara. Sampai kebandara Caca langsung masuk ke dalam pesawat setelah memberikan tiketnya pada petugas.


“Nona ini tiket anda. Setelah sampai di bandara tujuan nona akan di jemput oleh Riki supir pribadi Tuan Jack. Dan tuan Bagas akan saya antarkan kembali ke rumah.” Ucap orang yang mengantarkan Caca ke bandara.


“Baiklah, terimakasih.”


“Fii amanilah Kak, jangan lupa setelah sampai kabarin kami.” Ucap Bagas.


“Oke.”


Mereka pun berpisah.


Jangan Lupa Like + Votenya Teman-teman 🙏🏻

__ADS_1


Salam Manis dari W😉


***Jangan Lupa Senyum Hari ini ***😊


__ADS_2