I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Memberitahukan Deni Kebenaran


__ADS_3

Deni dan Bagas berada di kota Paris hanya dua hari. Ada waktu mereka beberapa jam untuk menikmati keindahan kota Paris yang di pandu oleh Meriska. Bagas benar-benar sangat senang karena bisa menikmati travel gratis di beerbagai tempat selama liburan perkuliahannya. Bahkan dia tidak harus bekerja di perusahaan cabang Sandreas yang berada di Jakarta.


Mereka berpamitan kepada Meriska sebelum pergi kebandara. Bagas langsung masuk ke dalam mobil taksi duluan dan membiarkan sepasang kekasih ini mengobrol romantis sebentar.


“Jangan lama-lama.” Jawab Bagas yang masuk ke dalam taksi.


“Masuklah!” ucap Meriska.


“Katakan kepadaku jawaban yang aku tunggu darimu. Setelah kau memikirkannya dan mendapatkan jawabannya jangan sungkan-sungkan untuk menghubungiku dulu.” Ucap Deni.


“Iya.” Jawab Meriska yang menundukkan kepalanya.


“Baiklah. Jaga kesehatanmu.” Jawab Deni yang mengelus kepala Meriska sebagai perpisahan.


Deni masuk kedalam taksi dan membuka kaca taksi untuk melambaikan tangannya kepada Meriska.


“Jadi bagaimana?” tanya Bagas.


“Apanya yang bagaimana?” tanya Deni.


“Bagaimana dengan jawabannya?” tanya Bagas menggoda Deni.


“Dia belum memberikan jawabannya.” Jawab Deni.


“Abang yang sabar. Tapi aku yakin dia akan menerimamu cepat atau lambat. Mungkin dia masih terkejut dengan pernyataan cinta yang tiba-tiba.” Jawab Bagas.


“Semoga.” Jawab Deni.


Taksi mereka menuju bandara untuk kembali.


Jack baru saja pulang dari kantor. Dia benar-benar sangat kelelahan untuk dua hari ini karena Jimmy belum kembali. Jadi beberapa pekerjaan yang seharusnya adalah pekerjaan Jimmy harus dia yang menghandlenya. Namun tidak terlalu banyak hingga harus lembur. Caca selalu menyambut Jack ketika pulang.


Caca sudah menyiapkan air hangat untuk Jack mandi, membuatkan minuman hangat untuk Jack dan bahkan memijat pundah Jack.


“Nanti mylotus lelah setelah memijatku?” tanya Jack.


“Tidak apa-apa. Hubby sudah bekerja dengan keras beberapa hari ini.” Jawab Caca.

__ADS_1


“Jadi inilah kenikmatan seorang suami, setelah lelah bekerja di sambut dengan baik oleh istri. Istriku memang paling baik di dunia ini. Kemarilah gentian aku memijatmu, kau juga lelah seharian.” Jawab Jack yang


memanjakan Caca.


“Hahah, tidak usah. Lagian aku tidak mengerjakan pekerjaan yang terlalu berat. Tapi Jack bolehkah aku meminta izinmu untuk pergi ke perpustakaan kampus? Aku sangat rindu suasana di sana.” Jawab Caca.


“Dengan satu syarat.” Jawab Jack.


“Apa itu?” tanya Caca.


“Yang mengantarkanmu adalah Aku.” Jawab Jack.


“Bukanya harus ke kantor?” tanya Caca.


“Aku akan setengah hari saja bekerja, setelah itu menjemputmu dan kita bersama-sama ke sana.” Jawab Jack.


“Baiklah.” Jawab Caca tersenyum.


“Ya sudah, tidurlah. Besok kita akan ke sana.” Jawab Jack.


“Bukanya Bagas dan Deni harusnya sudah sampai?” tanya Caca.


“Baiklah. Katakan padaku jika mereka sudah kembali.” Jawab Caca yang membaringkan badannya.


Jack memeluk sambil mengelus kepala Caca saat di atas kasur. Dengan belaian tangan Jack yang selalu di rambut Caca membuatnya cepat dan mudah untuk tertidur. Membutuhkan waktu lima menit saja Caca sudah tertidur dengan pulas.


Jack yang belum bisa tertidur, beranjak pergi ke ruang kerjannya. Jack membuka laptopnya dan melakukan videocall ke markas. Beberapa hari ini dia lupa mempertanyakan bagaimana keadaan Tara dan Tari. Tidak lama setelah memastikan keadaan mereka berdua, Deni dan Bagas tiba di mansion.


Jack bergegas untuk mendatangi Deni di dalam kamarnya tanpa sepengetahun Bagas yang sudah duluan tertidur karena kelelahan.


“Ada apa kau kemari?” tanya Deni.


“Ikutlah denganku. Ada yang ingin aku katakan.” Jawab Jack yang menyuruh Deni pergi ke ruang kerjanya.


Jack menyerahkan sebuah map yang sudah di urus dengan baik oleh pengacaran dan badan hukum atas kepemilikan perusahaan D yang berada di Paris atas nama Deni.


“Apa ini? Mengapa ada namaku di sertakan dalam kepemilikan?” tanya Deni.

__ADS_1


“Ini adalah perusahaan kedua orangtua kandungmu.” Jawab Jack.


“Maksudnya?” tanya Deni yang tidak paham dengan pernyataan Jack.


Jack duduk di kursi dan mulai menjelaskan semuanya kepada Deni. Deni yang mendengarkan hal itu meneteskan air mata yang tidak bisa di bendung olehnya. Tangan Deni yang mengepal sangat keras karena menahan emosi dan kesedihan.


“Maaf jika aku baru mengatakan hal ini kepadamu. Aku baru saja mengetahuinya beberapa hari ini. dan mereka berdua ada di markas. Aku serahkan mereka berdua kepadamu.” Jawab Jack yang memeluk Deni.


“Terimakasih atas segala kebaikkan yang sudah kalian lakukan untukku. Aku tidak menyangka ternyata orangtuaku di bunuh dengan begitu kejamnya.” Jawab Deni.


Deni yang tidak memeliki emosi yang meledak-ledak seperti Jack, Max dan Deni. Dia lebih bisa bersikap tenang walaupun dengan emosi, dirinya sama seperti Jimmy yang tetap tenang dan menyimpan emosinya dan berfikir lebih kedepan. Jack meninggalkan Deni dan masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat. Sedangkan Deni langsung pergi bergegas untuk ke markas.


Deni menghapus airmata dan bersikap tenang untuk menghadapi kedua iblis ini. Setelah mengetahui kebenarannya, Deni yang di penuhi dengan dendam melakukan pembalasannya dengan sangat keji juga.


“Siapa lagi kau?” tanya Tara.


“Kau siapa?’ tanya Tari.


“Kalian tanya aku siapa? Sebut saja aku adalah adik yang kalian bunuh. Anak dari orangtua asuh yang sudah kalian bunuh.” Jawab Deni tegas.


“Apa? Tidak mungkin, bukannya kau sudah meninggal bersama..” ucap Tari.


“Bersama dengan ibuku setelah kalian berdoa mendorongnya di tangga?” tanya Deni.


“Bagaimana kau bisa mengetahui itu?” tanya Tari.


“Apa yang salah dengan mereka, bukannya mereka sudah baik mengangkat kalian menjadi anaknya? Bukannya seharusnya kalian sebagai Kakak menjagaku? Kenapa kalian melakukan itu? Apakah harta terlalu penting bagi kalian?” tanya Deni yang berjalan mengelilingi mereka berdua dengan emosi kata-katanya.


“Iya. Kami tidak ingin kembali ke kolong jembatan dan hidup susah untuk makan. Kami tidak ingin setiap hari harus berjuang untuk hidup. Kami tidak ingin hal itu lagi terulang.” Ucap Tara dengan keras.


“Kakak tenanglah! Kami minta maaf jika melakukan itu, semua itu hanya untuk bertahan hidup. Mereka berdua tidak menyayangi kami lagi setelah kau hadir dalam rahim.” Jawab Tari.


Deni tertawa dengan keras dan kemudian menarik kedua rambut mereka hingga kepala mereka mendangak.


“Lalu dengan mudahnya kalian mendorongnya untuk membuatku mati dan dia mati?  Lalu membuat rencana membunuh ayahku agar dia tidak menikah dan mendapatkan anak lagi. Dengan begitu kalian bisa mendapatkan seluruh hartanya dan hidup dengan enak?” tanya Deni.


“Mungkin aku tidak akan sesadis rekan lainnya. Tapi kalian berdua tidak akan pernah mendapatkan pengampunan dariku. Aku tidak akan membuat kalian menahan rasa sakit karena luka, tapi aku akan membuat kalian menahan rasa sakit dari dalam.” Jawab Deni.

__ADS_1


Seseorang membawa sebuah botol kecil yang berisi cairan sekitar 15ml. Cairan itu adalah narkoba dengan kualitas dosis tinggi yang diciptakan oleh Max untuk membunuh seseorang dengan rasa sakit yang luar biasa. Dosis itu akan menghancurkan sel-sel dalam tubuh dengan waktu 24 jam.


Deni mensuntikkan dosis itu ke tubuh Tara dan Tari, membiarkan mereka berdua menahan rasa sakit sedikit demi sedikit sel dalam tubuh mereka mati.


__ADS_2