I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kedatangan Max ke Jepang


__ADS_3

Nama :Akashi


Umur :  25 Tahun


Tinggi: 178cm


Sifat : Misterius


Status : Sahabat Max sekaligus rekan kerja Jack


“Paman ini sudah malam, anak-anak juga sudah lelah ingin tidur. Ku harap paman dan Abang bisa datang di pernikahan ku.” Ucap Caca.


“Insyallah paman akan datang bersama dengannya,” jawab Budi.


Caca menyalami paman Budi untuk berpamitan pulang. Dan diikuti oleh Bella dan Kenzo. Setelah itu mereka pergi ke mobil dan meninggalkan Jacob yang masih bersama dengan Paman Budi.


“Ku harap kau akan menjaganya dan melindunginya dengan baik,” ucap Budi pada Jacob.


“Insyallah,” jawab Jacob.


“Jika kau menyakitinya aku dan anakku akan datang untuk membunuhmu walaupun aku mengetahui siapa kau sebenarnya.” Ucap Budi sambil mengancam.


Jacob tidak mengerti apa yang di maksud dengan bisikan paman Budi padanya itu, namun dia mengetahui bahwa paman Budi sangat menyayangi Caca. Namun dirinya masih berfikir tentang ucapan paman Budi mengenai dirinya.


Apa yang dimaksud dengan mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Namun saat itu Jacob tidak ingin mengambil pusing tentang hal itu. Jacob langsung mengejar Caca dan anak-anaknya ke mobil.


“Apa yang sedang kalian bicarakan tadi?” tanya Caca.


“Tidak ada,” jawab Jacob.


“Mengapa lama sekali?” tanya Caca.


“Hanya perjanjian antara sesame lelaki saja.” Jawab Jacob.


“Baiklah jika tidak ingin memberitahuku.” Ucap Caca.


Jacob memutarkan kunci mobil lalu menginjakkan gas untuk melaju. Mereka pergi dari kedai ramen  paman Budi menuju rumah Caca.


***Jepang***


Pukul 5 pagi hari Max sampai di Negara Jepang menggunakan helikopternya. Helikopternya turun di atas gedung rumah sakit milik Sandreas yang ia kelola juga di Negara itu. Kehadirannya sudah tunggu oleh kepala rumah sakit tersebut.


“Selamat datang kembali di Negara ini Bos,” ucap Akashi.


“Jangan sok ramah pada ku Akashi, kau tidak ingin memeluk sahabat mu ini?” tanya Max.


Akashi memeluk Max yang saat itu sudah di depannya. Akashi merupakan salah satu sahabat Max saat massa perkuliahan dulu. Akashi juga merupakan salah satu orang terkaya di Negara itu. Tidak heran jika ia berteman dengan Max.


“Kau pasti lelah, ayolah kita istrahat.” Ucap Akashi.

__ADS_1


Mereka memasuki lift kemudian pergi memasuki sebuah ruangan seperti apartemen mewah.


“Jadi kau membangun ini semua untuk dirimu sendiri?” tanya Max.


“Hahaha, selamat datang di kediaman ku. Silahkan di minum!” ucap Akashi sambil tertawa dan menawarkan bir pada Max.


“Kau memang tidak pernah berubah,” ucap Max.


“Sudah jangan bahas tentangku lagi. Jadi ngomong-ngomong kau kemari karena alasan apa? Aku sungguh terkejut kau menghubungiku mendadak 4 jam sebelum kedatanganmu.” Tanya Akashi.


“Ini soal Jack. Beberapa bulan yang lalu dirinya hampir terbunuh oleh seseorang…..” Max menjelaskan segala hal tentang kedatangannya pada Akashi.


“Jadi seperti itu ceritanya. Aku akan bantu sebisaku, akan ku perintahkan semua orang-orangku untuk membantumu.” Ucap Akashi.


“Terimakasih,” jawab Max.


“Kau istrahatlah dulu, ketika matahari terbit nanti aku akan menemanimu ke tempat itu. Aku juga ada jadwal operasi sebentar lagi.” Ucap Akashi.


“Baiklah,” jawab Max.


Max pergi untuk istirahat sementara Akashi pergi untuk melaksanakan tugasnya untuk jadwal operasi. Setelah beberapa jam mereka bersiap-siap pergi ke tempat lokasi yang sesuai dari petunjuk Kenzo.


“Kau sudah siap?” tanya Akashi.


“Sudah, kita bisa berangkat sekarang!” jawab Max.


Mereka berdua keluar dari apartement Akashi yang berada di lantai teratas gedung rumah sakitnya menuju tempat lokasi yang dituju.


“Aku sudah memberikan perintah pada anak buahku untuk mencari informasi tentang lambang kalajengking itu. Dan aku juga sudah memerintahkan seseorang menyelidiki gedung tersebut sebelum kita ke sana.” Ucap Akashi yang sedang membawa mengemudi mobilnya.


“Jadi apa rencana kita?” tanya Max.


“Kita akan menyamar menjadi insvetor untuk perusahaan itu.” Jawab Akashi dengan senyuman liciknya.


“Bagaimana dengan persiapannya?” tanya Max.


“Sudah aku siapkan seluruhnya,” jawab Akashi.


Sebelum Akashi mengoperasi pasiennya, Akashi sudah memerintahkan anak buahnya untuk mencari informasi tentang lambang kalajengking tersebut. Dan Akashi memerintah anggotanya untuk mempersiapkan dirinya dan Max untuk memasuki gedung games tersebut.


Akashi berencana untuk menyusup gedung tersebut sebagai insvetor di sana. Rencananya Akashi akan menyamar menjadi investor sementara Max diam-diam akan mencuri data gedung tersebut.


Saat mereka sampai di gedung tersebut, mereka langsung di sambut oleh pemilik gedung di depan pintu masuk. Semuanya berjalan lancer, Max dan Akashi di ajak berkeliling gedung tersebut dan diberi keterangan mengenai gedung tersebut.


Saat mereka tiba di server besar games tersebut Max langsung mentancapkan sebuah flashdisk yang diberikan oleh Akashi padanya. Tidak ada yang mengetahui aksinya tersebut karena Akashi mengahlikan semua orang yang sedang bersama mereka.


Hanya membutuhkan waktu 5 menit saja Max sudah dapat mengambil flashdisk itu kembali.


“Barang sudah di tanganku,” bisik Max pada Akashi.

__ADS_1


Akashi mengerti maksud Max lalu dia menyelesaikan pembicaraan pada pemilik gedung tersebut.


“Uhuk uhuk…” ucap Akashi.


“Maaf tuan tidak mempersilahkan duduk dan minum terlebih dahulu. Ayo tuan saya antar keruangan saya.” Ucap Ceo yang bertanggung jawab di perusahaan games tersebut.


“Tidak apa-apa,” ucap Akashi.


Mereka pergi meninggalkan ruangan server itu kemudian duduk.


“Silahkan dinikmati minumannya tuan. Boleh saya bertanya tuan?” tanya Ceo.


“Apa itu?” tanya Akashi kembali.


“Tuan muda Akashi adalah seorang dokter ahli bedah dan pewaris tunggal perusahaan robot terkenal di Negara ini. Kenapa ingin berbisnis dengan perusahaan game kecil seperti ini?” tanya Ceo.


“Tidak ada alasan, mungkin karena aku ingin hal yang baru.” Jawab Akashi.


“O seperti itu,” jawab Ceo.


“Siapkan semua berkasnya. Untuk kerjasama pertama ini selama setahun aku akan memberikannya 1M. Aku hanya akan meminta keuntungan sebanyak 10% saja.” Ucap Akashi.


“Ha? Apakah itu tidak terlalu sedikit 10%?” tanya Ceo.


“Tidak, itu lebih dari cukup.” Jawab Akashi.


Merekapun menyepakati hal tersebut namun semuanya masih dalam bentuk pembicaraan masih belum tertulis pada kertas. Belum adanya perjanjian yang tertulis yang dapat menjadi penguat kerjasama ini.


“Terimakasih atas tawarannya. Kami akan segera memberikan surat kontrak perjanjian tersebut pada tuan.” Ucap Ceo.


“Baiklah,” jawab Akashi.


Mereka bersalaman kemudian pergi meninggalkan gedung tersebut. Saat di dalam mobil Max bertanya  tentang kerjasama tersebut.


“Apakah itu tidak akan membuang-buang uang mu Akashi,” tanya Max.


“Hahahha, itu hanya 1M bro. Bahkan bos mu bisa memberikanku 100 x lipat dari apa yang aku keluarkan. Sudahlah itu pun tidak akan terjadi.” Jawab Akashi.


“Jadi kau bermaksud hanya bercanda pada mereka?” tanya Max.


“Tentu, kita sudah mendapatkan apa yang kita mau. Serahkan pada anak buahku tentang data yang ada di flashdisk itu. Kau tenang saja secepatnya aku akan memberikan kabar padamu.” Ucap Akashi.


“Baiklah aku tunggu hal tersebut.” Jawab Max.


“Jadi sekarang kita bisa ke Bar? Sekaligus untuk mencari informasi yang sudah di dapatkan oleh anggotaku.” Ucap Akashi.


“Oke, sekalian kita bersenang-senang.” Jawab Max.


Mereka pergi ke Bar.

__ADS_1


__ADS_2