I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kabar Buruk


__ADS_3

Nama : Bagas Baskara


Umur :  17 tahun


Tinggi: 170 cm


Sifat : egois, badboy, penyayang


Status : Adik kandung Wika Chalista


Billy melihat Jack yang tertidur dengan nyeyak, hingga Billy pun ikut tertidur setelah mempersiapkan keberangkatan Jack besok pagi. Ketika pukul tiga tiba-tiba Jack terbangun dari tidurnya.


“Ha, sudah pukul tiga. Sial, aku tidak di bangunkan oleh Billy.” Ucap Jack yang langsung pergi dari kasur mencari keberadaan Billy yang sedang terridur di meja hotel itu.


“Pantas saja aku tidak di bangunkan olehnya ternyata ia sedang tertidur di sini.” Ucap Jack yang melihat keberadaan Billy.


“Billy, bangun.” Ucap Jack sambil memukul bahu Billy.


“Hmmm, ada apa si Jack aku masih ingin tidur.” Ucap Billy yang sedang mengucek kedua matanya.


“Kenapa kau tidak membangunkan ku, aku ingin segera kembali ke mansion dan menjemput anak-anak.”


“Aku sudah siap mengatur jadwal mu di jam tujuh pagi. Jadi kembalilah untuk tidur Jack.”


“Tidak bisa, aku tidak mau tau satu jam dari sekarang harus sudah siap. Aku akan mandi dulu.” Ucap Jack yang kemudian pergi meninggalkan Billy dan pergi masuk ke dalam kamar mandi.


Billy yang sudah tau bahwa Jack sedang kesal dengannya buru-buru menelpon orang untuk menjemput mereka sekarang di hotel untuk ke bandara. Merekapun bersiap-siap untuk berangkat menuju mansion. Billy hanya mengantarkan Jack ke bandara, tidak ikut kembali ke mansion karena urusannya di sini masih banyak.


Sementara di rumah Caca, Caca sudah bangun untuk memasak masakkan sahur di hari pertama puasa. Saat Caca sedang asyik memasak teleponnya berdering membuat Kenzo terbangun. Kenzo pun mengambil gadged Caca dan memberikannya ke dapur.


“Bunda, ada yang menelpon.” Ucap Kenzo.


“Siapa?” tanya Caca yang sedang memasukkan tumis wortel dan brokoli ke dalam mangkok kaca.


“....” Kenzo hanya menunjukkan gadget Caca yang tertulis di situ bernama adikku.


“Bisa tolong terima dan speakerkan sayang.”


“Oke,” Kenzo pun menerima panggilannya itu dan menspeakerkan.


“Kak, Bunda terjatuh di kamar mandi tadi.” Ucap Bagas.


“Jadi bagaimana keadaannya?” Caca yang langsung meletakkan mangkok yang di tangannya kemudian meneteskan air mata.


“Tidak apa-apa, hanya lebam di beberapa bagian. Dokter bilang darah tinggi Bunda kumat dan syukur alhamdulilah Bunda gak sampai struk.” Ucap Bagas.


“Alhamdulilah, mana Bunda sekarang?” ucap Caca yang lega mendengarkan kondisi sang Bunda.

__ADS_1


“Di kamar bersama ayah. Aku di dalam kamar, tadi Bunda dan Ayah menyuruh ku tidak memberitahu Kak karena takut Kak akan khawatir. Tapi aku tidak mendengarkan mereka, Kakak kan juga berhak tahu kondisi Bunda dan Ayah yang disini.”


“Terimakasih, Kakak akan menguasahakan untuk segera kembali ke kampung halaman. Jaga dan rawat Bunda baik-baik ya?”


“Oke Kak, ya sudah asalamualaikum?”


“Wa’alaikumusalam.”


Kenzo yang terlihat sedih melihat Caca menjatuhkan air matanya, ia pun bertanya.


“Bunda kenapa?” tanya Kenzo,


“Ibu Bunda sakit.” Jawab Caca.


“Nenek sakit?”


“Iya, Bunda harus segera kembali ke rumah namun uang Bunda belum cukup untuk memesan tiket pesawat.”


“Bunda tenanglah, Kenzo akan bantu. Sekarang lebih baik Bunda tenangkan diri dulu.”


“Tidak perlu Kenzo, ini urusan Bunda. Ya sudah sekarang bangunkan Bella kita akan Sahur.”


Mereka bertiga pun sahur untuk puasa pertama hari ini. Caca yang memimpin niat puasa di meja lalu di ikuti Bella dan Kenzo. Kemudian mereka menikmati masakan sahur yang di masakah oleh Caca. Caca yang terlihat murung semenjak menerima panggilan dari Bagas dan hanya berdiam diri ketika sedang sahur dengan Bella dan Kenzo. Setelah selesai Caca memerintahkan Kenzo dan Bella untuk sikat gigi lalu tidur kembali. Sementara dirinya mengambil wudhu kemudian membaca Al-qur’an hingga waktu subuh datang. Caca melakukan itu untuk membuat dirinya tenang dan karena memang sudah menjadi kebiasaan dirinya setiap pagi. Kenzo dan Bella yang baru mendengar suara Caca membaca Al-qur’an sangat terkejut, merasa ketenangan ketika mendengarnya. Setelah mendengar Azan dari handpone Caca yang menjadi pengingat ketika waktu sholat, Caca pun berhenti membaca Al-qur’an. Caca heran melihat kedua anak ini yang memandangi dirinya dari atas tempat tidur.


“Kalian sedang apa, mengapa melihat Bunda seperti itu?”


“Boleh sayang,” jawab Caca sambil tersenyum.


“Ada ketenangan yang Bella rasakan ketika Bunda membacanya,” ucap Bella.


“Masyallah, Bella juga ingin belajar membacanya?” tanya Caca.


“Iya Bun,” ucap Bella.


“Bunda bolehkah kami ikut Bunda Sholat?” Kenzo yang sudah mengetahui tentang sholat 5 waktu namun belum mengetahui tatacara dan bacaannya.


“Boleh sayang, ayo ikut Bunda untuk bersuci terlebih dahulu.” Caca yang dengan sabar dan telaten mengajarkan tata cara berwudhu kepada Bella dan Kenzo. Caca juga memimpin Sholat yang di ikuti mereka berdua. Setelah mereka selesai mengerjakan sholat, Caca mengajarkan Kenzo dan Bella membaca Al-qur’an yang di mulai dengan huruf Ijaiyah.


Saat mereka sedang asyik belajar mengaji tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar dari kamar Caca.


“Tok...Tok...Tok....!”


 “Bunda, biar Kenzo saja yang membuka pintu?”


“Baiklah.”


Kenzo pun berlari untuk membuka pintu tersebut. Kenzo segaja mengajukan diri karena takut jika ada orang tidak di kenal muncul di rumah Caca. Kenzo pun melihat ternyata Jack yang mengetuk pintu itu.

__ADS_1


“Daddy, mengapa cepat sekali?”


“Kau tidak senang dengan kehadiran ku?” ucap Jack


“Siapa yang datang Kenzo?” ucap Caca sambil pergi menuju pintu tanpa menggunakan khimar.


“Daddy, Bunda.”


“......” beberapa detik Jack dan Caca saling tatap.


“Cantik seperti bidadari,” ucap Jack tanpa sadar melihat Caca tanpa di tutupin balutan kain. Terlihat jelas rambut panjangnya yang terurai membuat Jack terlihat terpana dengan kecantikkannya.


Caca yang melihat ekspresi Jack melihat dia dengan tatapan yang membuatnya risih, ternyata dirinya tidak menggunakan khimar(penutup kepala bagi seorang muslimah yang biasa di sebut jilbab di negara ini). Ketika sadar dirinya tidak menggunakan khimar dia langsung berlari masuk ke dalam kamar dan mengambil khimar berwarna hitam. Sedangkan Jack masih dalam tatapannya yang kemudian di kejutkan dengan Bella yang memeluk Jack.


“Daddy?” panggil Bella.


“Daddy?” panggil Bella lagi denga berlari memeluk Jack.


“Ha iya sayang.”


“Daddy mengapa cepat sekali datangnya?”


“Kenapa anak Daddy semuannya tidak suka dengan kehadiran Daddy?”


“Bukan seperti itu Daddy, tapi...”


“Sudahlah, duduk terlebih dahulu.” Ucap Kenzo memotong pembicaraan Bella dan Jack.


“Maaf jika aku menunjukkan aurat ku?” ucap Caca yang kemudian datang.


“....” mereka bertiga hanya terdiam karena tidak mengerti apa yang di maksud dengan Caca.


“Daddy apakah sudah selesai urusan di luar kotanya,” tanya Bella untuk memecahkan suasana yang tiba-tiba hening itu.


“Sudah sayang, bagaimana dengan keadaan kalian di sini?”


“Kami bahagia,” ucap Bella.


“Terimakasih telah menjaga anak-anak ku ketika aku pergi keluar kota Ca, bagaimana cara ku membalasnya?” ucap Jack yang selalu berfikir setiap kebaikan itu harus di balas olehnya dengan uang.


“Berikan tiket ke kampung halaman Bunda,” ucap Kenzo.


Janganlupa kritik dan sarannya guys. 🙏🏻🙏🏻


Salam manis dari W.😊


Jangan lupa senyum hari ini.🙂

__ADS_1


__ADS_2