
Delapan Belas Tahun Yang Lalu
Mengapa Jacob yang ada? Karena semenjak Ibunya meninggal mereka dipisahkan dari sang Ayah, John ikut dengan Katie dan Jack ikut dengan Ayahnya di camp pelatihan militer.
Namun saat usia mereka lima tahun Jack dan John sering bertukar tempat tanpa sepengetahuan Ayah mereka ataupun Katie dan Andrew.
Jack yang hidup dari lahir sudah mendengar suara tembakan, bom dan segala sesuatu di
camp pelatihan tersebut membuatnya terbiasa dengan hal-hal seperti itu.
Sedangkan John yang sejak lahir di asuh oleh Katie dengan kasih sayang yang
membuatnya memiliki sifat yang penurut dan berbeda dengan Jack.
John juga belajar bela diri dan pelatihan camp yang sering di ajak oleh Andrew
bertemu dengan Jack dan Ayahnya ketika berumur lima tahun hingga besar. Namun
soal kemampuan Jack selalu unggul dari John sang adik.
Saat Ayah mereka memutuskan untuk menikah dengan wanita sebagai pengganti ibu mereka, yang di perkenalkan hanyalah John karena Jack tidak pernah menerima
wanita manapun yang akan menggantikan sosok sang Ibu yang tidak pernah ia temui
itu. Jack juga selalu dingin pada Katie namun dia selalu menghargai Katie.
Yang menjadi Ibu tiri mereka berdua hanya mengetahui bahwa anak suaminya hanya satu yaitu John. John yang memiliki kepribadian penurut dan tidak mau membantah membuat ibu tirinya semena-mena dengannya. Hal ini di ketahui oleh Jack, sehingga Jack menggantikan posisinya di rumah itu dan John menggantikan dirinya di camp pelatihan dengan sang Ayah.
Siksaan seperti di kurung di ruang gelap, tidak di beri makan seharian, di pukul
menggunakan kayu bahkan di rendam di bak mandi oleh ibu tirinya hingga demam.
Semua itu sering kali Jack yang menerimanya untuk melindungi John. Semua
siksaan itu di lakukan oleh Ibu tiri mereka karena amarahnya yang menikahi sang
__ADS_1
Ayah yang selalu di tinggal karena tugas dan hanya di berikan tugas menjaga
John di rumah.
Sang ibu tiri juga memiliki alasan khusus menjadi istri ayah mereka, yaitu ingin balas dendam dan mengambil seluruh harta
yang di miliki oleh sang ayahnya. Karena hal itulah yang membuat kepribadian ganda Jack yaitu Jacob muncul.
Sebelum kejadian penculikan Jacob saat usinya 9 tahun dan Saat usia Caca 7 tahun. Kejadian masa lalu itu sudah delapan belas tahun lamanya. Saat itu Caca dan keluarganya yang sedang berlibur di salah satu kota di Negera Jepang, yaitu kerumah paman Budi. Sedangkan Jacob sudah mulai hidup sendiri tanpa meminta bantuan orangtua asuhnya yaitu Katie dan Andrew.
Saat itu Jacob berada di Negara Jepang untuk berlatih samurai dan bela diri lainnya. Jacob meminta hal ini kepada Andrew dan juga Katie tanpa di damping oleh mereka setelah dua tahun meninggalnya Ayah kandung Jacob. Untuk pertama kalinya Jacob mau berbicara dan meminta hal ini kepada Andrew dan Katie. Oleh karena itu, mereka menyetujuinya.
Saat itu Jacob tingal di sebuah kuil di dekat hutan untuk belajar beladiri dan samurai. Jacob sudah berada di Jepang sekitar 3 bulan yang lalu. Dan di tempat itulah pertama kali Jacob bertemu dengan Caca dan keluarganya.
Saat itu keluarga Caca tidak di jemput oleh paman Budi dari bandara. Mereka mencari alamat Budi dengan alamat yang sudah diberikan pada Budi setelah turun dari bandara dan menaiki taksi mereka harus berjalan kaki beberapa kilometer dari jalan besar.
“Mas apa tidak apa-apa kita tidak memberikan kabar kepada Budi terlebih dahulu?” tanya Aisyah yang sedang berada di dalam mobil.
“Tidak perlu, karena dia juga pasti sedang sibuk mempersiapkan pesta untuk anak perempuannya.” Jawab Joko.
“Sudah ada alamatnya jadi tenanglah kita akan mencarinya.” Jawab Joko.
“Baiklah.” Jawab Aisyah.
Mereka yang sudah menaiki taksi dari bandara menuju alamat yang sudah di berikan kepada Budi kepada mereka. Namun mereka di turunkan si sebuah jalan di desa tersebut, ternyata arah rumah Budi harus berjalan beberapa meter dari pasar besar.
“Maaf pak taksii ini hanya bisa sampai disini, selanjutnya anda bisa berjalan menuju alamat yang sudah bapak tunjukkan tadi.” Ucap sang supir taksi.
“Apakah alamat ini benar?” tanya Joko.
“Benar. Tidak terlalu jauh dari sini hanya beberapa meter saja, bapak bisa mempertanyakannya pada orang-orang yang akan bapak jumpai.” Ucap sang supir.
“Baiklah terimakasih atas informasinya.” Jawab Joko.
Mereka berjalan beberapa meter bersama-sama. Joko, Aisyah, Bagas yang di gendong oleh Aisyah dan Caca yang berjalan sendiri dengan Joko yang memegang tangannya. Beberapa meter mereka berjalan, mereka tidak menemukan seseorang yang bisa di jumpai karena saat itu memang sunyi dengan jam yang semua orang sudah bekerja.
__ADS_1
Saat itu Joko bertanya kepada Jacob tentang arah jalan yang dituju, saat Jacob sedang berlatih lari meraton dari hutan ke pedesaan tempat tinggal Budi. Karena saat itu yang mereka jumpai hanyalah seorang anak-anak yang sedang berlari pagi di sekitar jalan yang sedang mereka lalui.
Walaupun dikatakan desa namun sebenarnya tidak seperti desa pada umumnya karena semua hal di sana sudah maju namun karena dekat dengan hutan makanya dikatakan sebagai desa.
“Apakah kalian tersesat?” tanya Jacob yang sedang berlari melihat keluarga Caca .
“Mungkin, nak apakah kamu mengetahui alamat ini?” tanya Joko sambil memberikan alamat yang ditulis di kertas.
“Oh, ikutin saya.” Jawab Jacob setelah melihat alamat tersebut.
“Ayah!Caca lelah berjalan,” ucap Caca manja.
“Baiklah ayah akan menggendongmu,” jawab Joko.
“Dasar anak manja,” ucap Jacob sambil melirikkan matanya pada Caca.
“Ayah apa yang di katakannya?” tanya Caca.
“Katanya kau manja,” jawab Joko.
“Ayah turunkan aku, aku tidak manja. Aku bisa berjalan sendiri.” Jawab Caca.
Joko menurunkan Caca dan kemudian Caca membuktikan bahwa dirinya tidak manja kepada Jacob. Jacob hanya tertawa melihat tingkah Caca yang begitu imut menurutnya. Kemudian Joko menjelaskan apa yang terjadi bahwa putri tidak suka dikatai manja olehnya.
Jacob hanya tersenyum dan berkata dalam hati.
“Mungkin jika Ayah dan Ibu masih hidup aku akan mengalami hal yang sama seperti mereka.”
Tidak beberapa lama kemudian mereka berjalan, mereka sampai di tempat tujuan sesuai dengan alamat yang di tunjukkan oleh Joko. Joko menyuruh Jacob untuk masuk kerumah Budi namun dirinya menolak karena harus melanjutkan latihannya.
“Di sini alamatnya,” ucap Jacob yang berhenti di sebuah rumah sesuai dengan alamat yang di lihatnya tadi di kertas Joko.
“Abang! Kenapa tidak memberi kabar jika kemari, seharusnya kami bisa menjemputmu di bandara.” Ucap Budi yang saat itu keluar mau membuang sampah.
“Hahah, kau pasti repot makanya kami berinisiatif sendiri saja. Dan anak ini sudah menunjukan arah ini.” Ucap Joko.
__ADS_1