I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Makan Siang Di Kantor Jack


__ADS_3

Lantai atas kantor pusat Sandreas hanya ditempati oleh Jack dan Jimmy saja beserta beberapa pengawal yang menjaga lantai itu. Tidak ada satu karyawapun yang ruangnnya menetap di lantai itu hanya beberapa karyawan kantor yang akan melaporkan beberapa hal kepada Jimmy. Ruangan Jack sama sekali tidak di perbolehkan karyawan kantor masuk bahkan untuk mengintipnya.


Rumor yang beredar di dalam kantor itu sudah terkenal bahwa ruangan Jack itu di sebut sebagai ruangan hitam sandreas yang berarti ruangan yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Jadi tidak ada satu orang pun yang mengetahui apa yang ada di dalam ruangan itu sebenarnya. Namun beberapa gossip mengatakan bahwa ada seorang pria yang tinggal di situ.


Kedatangan Caca, Kenzo dan Bella menjadi pusat perhatian orang-orang ditambah dengan ada satu orang karyawan yang saat itu selesai mengantarkan berkas kantor ke ruangan Jimmy. Saat dirinya keluar dari ruangan Jimmy, ia melihat Caca dan yang lainnya masuk ke ruangan Jack. Ruangan yang di sebut dengan ruangan hitam.


Gosip di dalam kantor itu mulai menyebar keseluruh gedung atas kedatangan Caca yang masuk kedalam ruangan yang selama ini tidak pernah ada orang masuk kecuali Jimmy. Namun saat itu mulai tersebar oleh orang-orang kantor Deni dan Jimmy datang untuk meredam gossip itu.


“Kenapa kau ada disini?” tanya Jimmy.


“Nyoya kita sedang ingin bertemu dengan tuan besar.” Jawab Deni.


“Maksudmu Caca ingin bertemu dengan Jack?” tanya Jimmy.


“Iya. Caca mengatakan sangat bosan di dalam mansion jadi dia berinisiatif memasak makan siang untuk Jack. Lalu mengajak Kenzo dan Bella datang ke sini dan aku menawarkan diri untuk mengantar mereka.” Jawab Deni.


“Hahaha, tidak aku sangka Caca bisa seromantis itu pada Jack. Pantas saja Jack menyukainnya. Sifat keibuanya itu yang membuat Caca menjadi yang terbaik.” Ucap Jimmy.


“Husssss, sudahlah. Itu istri bos besar kita, jika dia mengetahui kita membicarakannya bisa-bisa kita akan menjadi bubur. Hahahhaha, ayolah kita makan siang di kantin kantor.” Ucap Deni.


“Kita tidak boleh makan siang bersama dengan mereka?” tanya Jimmy.


“Biarkan saja mereka menikmati kekeluargaan. Kita pergi ke kantin kantor untuk makan siang.” Jawab Deni.


“Baiklah, ayo.” Jawab Jimmy.


Saat mereka berjalan menuju ke kantin kantor, ada beberapa hal yang terdengar dari mulut karyawan kantor tentang kedatangan Caca, Kenzo dan Bella.


“Mengapa mereka melihat ku seperti itu?” tanya Deni.


“Sepertinnya mereka juga menyebut namaku dan namamu.” Jawab Jimmy.


“Iya, tunggu aku tanyakan langsung.” Ucap Deni.


Deni sudah sering datang ke kantor itu untuk bermain-main mengeluarkan sifat playboy dirinya merayu gadis-gadis kantor. Saat dirinya mulai bertanya pada beberapa karyawan kantor yang mengenal dirinya, Deni mengetahui apa yang sedang mereka gosipkan.


“Apa hasilnya?” tanya Jimmy saat dirinya sudah duduk di kantin dan memesan makanan untuknya dan Deni.

__ADS_1


“Jika aku katakana padamu kau pasti akan ketawa.” Ucap Deni.


“Apa itu?” tanya Jimmy.


“Mereka bertanya-tanya siapakah yang datang kemudian masuk keruangan hitam.” Jawab Deni.


“Hahhaha, jadi mereka semua heran dengan kedatangan Caca, Kenzo dan Bella.” Ucap Jimmy.


“Iya, apalagi dengan adannya Kenzo dan Bella.” Jawab Deni.


“Pantas saja. Biar aku saja yang akan memadamkan gossip itu.” Jawab Jimmy.


“Silahkan tuan kantor.” Ucap Deni kemudian mengambil hidangan yang baru saja tiba.


“Perhatian semuannya? Aku mengatakan hal ini hanya sekali saja maka dengarkan baik-baik.” Ucap Jimmy kemudian suasana kantin itu senyap yang tadinya berisik sekali.


“Jangan coba-coba untuk bergosip tentang siapa yang datang dan apa yang terjadi di ruang hitam itu. Jika hal itu terdengar kembali di telinga ku bahkan di telingan sang penguasa kantor ini yang selama ini tidak kalian ketahui maka siap-siap kehilangan pekerjaan kalian.” Ucap Jimmy.


Semua orang jadi membukam mulutnya. Padahal mayoritas karyawan pusat adalah laki-laki dan hanya ada beberapa wanita yang ada di setiap bidang kantor itu. Namun ternyata gossip itu tidak bisa di bayangkan bahkan bukan wanita saja yang menyukai gossip.


Setelah Jimmy mengatakan itu mereka semua menjadi diam dan makan siang di kantin kantor menjadi seperti biasanya. Sedangkan Jack, Caca, Kenzo dan Bella sedang makan siang bersama di kantor Jack.


“Hanya ingin menjadi istri yang baik saja. Lagian aku bosan tiap hari di mansion saja. Bolehkan aku minggu depan sudah mengurus persiapan disertasiku di kampus? Agar cepat selesai.” Jawab Caca sambil mengekspresikan wajah yang imut untuk memohon izin kepada Jack.


“Hmmm, baiklah tapi kau harus di kawal oleh Riki atau Charles.” Jawab Jack.


“Benarkah boleh?” tanya Caca.


“Iya aku izinkan. Tapi dengan syarat setelah selesai urusan langsung kembali ke mansion.” Jawab Jack.


“Siap boss,” jawab Caca sambil tersenyum.


Jack mengelus kepala Caca dengan lembut. Sedangkan Caca hanya memberikan senyuman kemudian Kenzo dan Bella memberikan isyarat untuk menghentikan lamunan mereka berdua yang sedang mesra.


“Bunda, Bella ingin makanan itu.” Ucap Bella meminta veal marsala.


“Sini sayang.” Ucap Caca yang tersadar dari tatapan mesra Jack dan dirinya kemudian memberikan makanan tersebut.

__ADS_1


Veal Marsala adalah makanan italia yang terbuat dari daging ayam.


“Makanan ini kau yang memasaknya sendiri?” tanya Jack.


“Tidak, tadi aku meminta Bibi Selly untuk membantu memasak makanan khas italia kesukaanmu.” Jawab Caca.


Jack tersenyum dengan menyembunyikan sesuatu dalam senyumannya.


“Kenapa senyumnya seperti itu?” tanya Caca.


“Tidak apa-apa ini sangat enak.” Jawab Jack.


Setelah mereka selesai makan siang, Kenzo dan Bella kelelahan dan merasa sangat mengatuk.


“Kenzo, Bella pergilah ke kamar daddy di pintu itu untuk istirahat.” Ucap Jack.


“Aku akan menemani mereka,” ucap Caca.


“Istirahatlah kalian aku akan meneruskan pekerjaanku disini.” Ucap Jack.


Caca, Kenzo dan Bella masuk kedalam ruangan itu untuk beristirahat. Namun saat Kenzo dan Bella sudah tertidur, Caca keluar dari kamar kantor Jack dan duduk di sofa depan meja kantor Jack.


“Ketika dia serius menjadi sangat tampan.” Ucap Caca yang sedang berdiri di depan pintu setelah keluar dari kamar itu.


Jack yang merasa dirinya sedang di perhatikan melihat ke arah Caca.


“Kenapa tidak istirahat juga?” tanya Jack.


“Aku belum mengantuk. Tidak apa-apa lanjutkan saja pekerjaanmu aku tidak akan menggangunya” Jawab Caca.


Jack berdiri dan berjalan melangkah ke arah Caca.


“Terimakasih atas segela yang kau lakukan untuk hari ini.” Ucap Jack.


“Sudah menjadi kewajibanku. Sudahlah, kembali saja dengan tugasmu.” Jawab Caca lalu mendorong Jack untuk kembali duduk di tempat duduknya.


“Tapi aku ingin di dekatmu saja.” Jawab Jack manja kepada Caca sambil memeluknya.

__ADS_1


“Jack…..” ucap Caca dengan nada panjang.


“Baiklah, baik aku akan menanjutkannya.” Jawab Jack.


__ADS_2