
Dont Forget Like guys sebelum membaca, hehehhe🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Seluruh cerita hanyalah imajinasi Author tidak ada unsur apapun yang menimbulkan kerugian dari berbagai pihak.
Dengan tembakan yang di luncurkan oleh anggota Max memancing musuh berdatangan kepada mereka, mafioso dan Max pun bergegas untuk bersembunyi di balik dinding. Sekitar 50 orang musuh muncul di ruangan itu membawa senjata AK47 di tangan mereka masing-masing.
“Pesta di mulai,” ucap Max dalam hati.
Max memberikan aba-aba untuk penyerangan mereka kepada anggota mafioso. Sedangkan musuh di pimpin oleh seseorang yang memiliki perawakan wajah amerika itu menjerit.
“Siapa yang menyuruh kalian datang ke markas ini?” ucapnya dengan nada berteriak.
“Keluar kalian brengsek!!!” ucapnya kembali.
“Dor....Dor...Dor,” suara tembakan yang tidak ada henti selama 10 menit itu.
Seluruh ruangan yang ada di dalam pabrik itu di penuhi dengan suara tembakan yang bergantian antara mafioso Max dengan musuh. Pertumpahan darah pun terjadi sangat tragis dengan kematian musuh seluruhnya, sedangkan mafioso Max hanya 2 orang yang terluka tembak namun tidak ada yang kehilangan nyawa. Padahal perbedaan musuh dengan mafioso Max 1 : 10 dengan Max yang hanya membawa 10 orang sedangkan musuh ada 50 orang. Mafioso yang berpisah di pintu masuk tadi pun kemudian bergabung dengan Max karena telah membasmi musuh yang berada di sekitar luar gedung pabrik.
“Bagaimana dengan anggota kita?” tanya Max.
“Bagian utara aman bos,” ucap mafioso yang membasmi di sebelah utara.
“Bagian Barat aman bos,” ucap mafioso yang membasmi di sebelah barat.
“2 orang terluka boss, tapi tidak parah,” ucap mafioso yang tadi bertarung di ruangan.
“Baiklah aku mau kalian kembali ke markas untuk mengobati luka kalian. Kalian masih bisa berjalan kan?” ucap Max.
“Bisa bos, kami berdua hanya tertembak di tangan.”
“Bos aku mau melaporkan ada ruangan rahasia di belakang gedung ini yang berada di bawah tanah,” ucap salah satu mafioso dari bagian barat tadi.
“Kau sudah mengecek apa yang berada di ruangan itu?” tanya Max.
“Sudah bos, ada puluhan peti uang dollar dan ada 5 peti berisi berlian kualitas bagus.”
__ADS_1
“Wow! Harta karun tersembunyi,” ucap Max.
“Jadi, bagaimana bos?”
“ Oke sisakan 3 orang saja ikut bersama ku ke dalam Laboratorium sedangkan yang lainnya pergi pindahkan peti berlian itu dari sini menuju ke kapal kita. Dan jika ada waktu ambil beberapa peti uang dollar itu, hitung-hitung buat bonus kalian. Hahhaha,”ucap Max sambil tertawa.
“Baik bos,”
Setelah menghabiskan semua orang yang menghalangi anggota Max masuk kedalam ruangan Laboratorium pembuatan narkoba. Max memerintahkan yang lain untuk mengobati luka mereka dan memindahkan peti berlian dan uang yang berada di belakang gedung pabrik ini. Sementara Max juga sedang menghubungi beberapa mafioso yang sudah menyamar di Laboratorium itu.
“Bos kami sudah menghack CCTV semua pulau ini jadi aman. Kami sudah memasang beberapa Bom di sekitar pulau dan pabrik ini hanya tinggal mengaktifkannya saja. Sementara 2 orang dari kami berada di dalam Laboratorium untuk mengikuti uji narkoba yang akan di pasarkan seminggu lagi. Ketua sekaligus dokter peracik narkoba ini sekarang berada di dalam Lab dengan 2 orang kaki tangannya. Kemampuan mereka sebanding dengan Charles dan Robert Bos.” Isi pesan dari mafioso yang berada di Laboratorium.
“Baiklah sepertinya makanan penutup akan segera di mulai,” ucap Max dalam hati.
Ia pun merencanakan untuk masuk ke dalam Laboratorium bersama anggotannya. Mereka menyamar menggunakan baju Laboratorium kemudian masuk kedalam. Ketika mereka masuk terlihat beberapa jenis narkoba yang berada di meja produksi. Narkoba yang di produksi bukan hanya ganja kering yang ada di ladang mereka, namun juga narkoba Jenis Purple Drank, Scopolamine, Heroin, Crack Cocaine, Crystal Meth, Flakka, Bath Salts dan Krokodil. Sedangkan Ketua yang dimaksud dengan anak buahnya berada di ruang kecil bersama 2 pengawal dan 2 asisten lainnya.
“Ini tempat memang benar-benar gilak! Hampir semua jenis narkoba ada di sini bos?” ucap salah satu mafioso dengan nada pelan sedang berbisik dengan Max.
“Justru itu aku ingin menghancurkannya,” jawab Max.
“Baiklah bos kami akan melaksankannya dengan cepat,” ucap salah satu mafioso.
Mereka membuka sebuah kaleng gas asap yang berisi bius yang di lempar ke bawah, sehingga ada sekitar 30 orang yang sedang bekerja pingsan dalam 5 menit. Kemudian Max berjalan dengan menggunakan masker ke arah ruang kecil berkaca yang didalamnya Bos yang mengendalikan pabrik ini. Max juga melemparkan kaleng gas asap yang berisi bius ke ruang kecil itu. Namun dalam waktu 2 menit di ketahui oleh sang dokter.
“Tutup hidung kalian semua?” ucap sang dokter.
“Ada apa bos?” ucap salah satu bodyguardnya.
“Gas asap bius, cek keluar apa yang terjadi!” ucapnya setelah melihat dari kaca ruangan dengan keadaan di luar mengapa semua pekerja tertidur di meja produksi.
“Baik,” satu bodyguardnya keluar dari ruangan.
“Dor...” satu tembakan di kepala ketika bodyguard itu keluar dari pintu. Tembakan yang berasal dari peluru Max.
“Argh.....Bruk,” bodyguard itu terjatuh lalu kehilangan nyawanya.
__ADS_1
Sementara Max langsung masuk dan mengangkat pistolnya ke arah orang-orang yang berada di dalam ruangan.
“Dor...Dor...Dor...” tembakan dari mafioso Max yang menyamar dari pekerja di Laboratorium yang menembak semua anggota di sana sehingga tersisa hanya 4 orang karena kehabisan peluru.
“Dor...Dor...” dua tembakan yang di tembakan Max pada bahu dan kaki sang dokter.
Ketika Max mau menembak bodyguardnya, Max kehabisan peluru yang ada di pistolnya.
“Sial!” ucap Max.
“Bruk....” satu pukulan melayang ke wajah tampan Max dari bodyguard itu.
“Argh...lumayan,” ucap Max.
Saat ingin di bantu oleh mafiosonya, Max menghalangi dan memerintahkan untuk menjaga dokter itu saja agar ia introgasi. Dan anggota mafioso Max mengerti perintah dari bosnya.
“Loe ngajak berantam pada orang yang salah,” ucap Max dengan bibir berdarah akibat pukulan itu sebagai senyuman sadisnya.
“Argh....Argh....Argh....” pukulan dan tendangan yang terus di gerakkan oleh Max pada bodyguard itu tanpa memberikan cela untuk membalas.
Dengan waktu yang singkat Max membuat bodyguard itu telah terjatuh di lantai.
“Hahaha, kau membuat wajah tampan ku terluka maka harus di bayar dengan siksaan yang luar biasa,” ucap Max yang kemudian mengambil pisau di kantong celananya.
Max dengan gilanya mengiris wajah bodyguard itu dengan sadis lalu menusuk-nusuk jantungnya hingga mati.
“Gawat, bos dengan mood yang buruk,”ucap mafioso yang melihat kejadian itu dengan suara yang pelan kepada temannya, dan temannya hanya menggaguk saja.
“Haha giliran mu, jawab dengan baik-baik dan benar atau kau bernasib sama dengan bawahan mu itu. ” Max yang duduk di kursi yang di sediakan mafiosonya menghadap sang dokter yang ingin di introgasinya.
Sementara Deni yang telah selesai mengebom dan membakar seluruh lahan tumbuhan ganja yang berada di pulau itu menyusul Max yang sudah berada di dalam ruangan.
“Bom!!!” seluruh lahan tumbuhan ganja rata dengan tanah dan terlihat kobaran api pada ganja-ganja kering yang di jemur.
Jangan lupa kritik dan sarannya guys.
__ADS_1
Salam manis dari W. 😉
Jangan lupa senyum hari ini.😊