I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Pertama Kali Makan Ramen


__ADS_3

“Sebentar aku akan menyelesaikan makanku terlebih dahulu,” ucap Deni yang piring makannya tinggal sedikit makanannya.


“Oke,” jawab Jimmy sambil makan.


Setelah piring Deni kosong dengan makanan yang sudah masuk kedalam perutnya, Deni mulai bercerita kepada Jimmy tentang kejadian hari ini. Sedangkan Max hanya santai sambil makan mendengar gossip mereka.


“Siap-siap untuk tidak kaget mendengarnya,” ucap Deni pada Jimmy.


“Apaan sih bikin penasaran. Ceritakanlah!” ucap Jimmy yang masih menguyah makanannya.


“Caca?” ucap Deni berhenti ketika menyebutkan nama Caca.


“Kenapa dengan dia? Jangan setengah-setengah dalam bercerita.” Ucap Jimmy pada Deni.


“Plak!” satu pukulan kepala pada Deni yang di berikan oleh Max.


“Hahah, dasar pria suka bergosip!” ucap Max.


“Kau! Sakit Max.” Ucap Deni.


“Itu untuk mu yang suka bergosip. Ya sudah kalian lanjutkan. Aku ingin ke kamar membersihakan diri lalu pergi ke club malam.” Ucap Max yang meninggalkan mereka berdua.


“Dasar, psiko!”ucap Deni.


“Aku dengar, jangan sampai aku kembali padamu dan mengiris lidah mu.” Ucap Max yang berjalan menuju lift.


“Hais,” ucap Deni.


“Hahahah,” Jimmy yang tertawa kecil dengan tingkah mereka.


“Kau menertawakan ku Jim? Sudahlah aku tidak jadi bercerita.” Ucap Deni yang kesal.


“Hahaha, oke-oke aku berhenti tertawa. Jadi sekarang bisakah kau bercerita?” jawab Jimmy.


“Caca itu wanita ajaib?” ucap Deni.


“Maksud mu memberikan sebutan itu?” jawab Jimmy yang tidak mengerti maksud dari ucapan Deni.


“Kau tau Tiger yang tidak pernah mau kita dekati dan hanya mau menuruti perintah Jack saja?” ucap Deni.


“Iya, karena kan Tiger sudah dari lahir di rawat oleh Jack di hutan belantara saat Jack bertugas dulu di hutan. Seperti itulah kira-kira yang kudengar dari Billy.” Ucap Jimmy


“Itu dia, Caca bisa mendekati Tiger. Bahkan Tiger bisa tidur sambil menjilati kaki Caca.”


“Apa? Benarkah?” tanya Jimmy yang terkejut.


“Iya. Dan kau tau White da Black merupakan jenis ular berbisa nomor satu di dunia ini? Mereka juga bisa menurut oleh Caca.” Jelas Deni lagi pada Jimmy.


“Apa? ini mustahil.” Ucap Jimmy yang tersedak dengan makanannya lalu minum dan berkata kalimat ini.


“Kalau kau tadi bersama kami melihat kejadian ini kau pun bakalan terkejut dengan apa yang kau lihat.” Ucap Deni.

__ADS_1


“Bagaimana detail ceritanya?” tany Jimmy penasaran.


“....” Deni pun menceritakan dar awal kejadian sampai akhir kejadian.


“Hahahahah, pantasan saja kau mengatakan bahwa dia adalah gadis ajaib. Ternyata seperti itu cerita detailnnya.” Jawab Jimmy sambil tertawa setelah mendengar cerita detailnya.


“Seperti itulah? Aku jadi penasaran dengan asal muasal Caca?” ucap Deni pada Jimmy.


“Hahahah, jangan heran dan penasaran. Kau lihat saja teman kita itu( Jack yang di maksud)? Wanita itu juga mampu menaklukan seorang Jack Sandreas berserta keluarga kecilnya.” Jelas Jimmy.


“Hahaha, kau benar juga. Naga hitam yang terlahir dari kegelapan telah menemukan cahaya untuk terbang melihat dunia.” Ucap Deni.


“Hahahahah,bahkan kita yang sudah mengenalnya lama tidak dapat menaklukan pemikirannya. Bahkan hewan-hewan peliharaannya. Pantas saja dia jatuh cinta pada Caca. Pilihan Kenzo untuk Jack memang sangat pas. Semua ini seperti takdir tuhan untuk Jack.” ucap Jimmy.


“Aku juga berfikir seperti itu.” Jawab Deni pada Jimmy.


Mereka pun berbincang seperti lelaki yang suka dengan gosip. Setelah itu mereka masing-masing masuk kedalam kamar untuk membersihakan diri. Dan Deni pergi ke mansion sebelah untuk mengerjakan beberapa hal yang harus di lakukan.


***Resto Ramen Icharaku***


Jack yang mengikuti arahan jalan yang di katakan Caca dalam mengemudi mobil akhirnya sampai di sebuah restoran kecil ramen dekat dengan pemandangan danau di sebuah pedesaan kecil yang tidak jauh dari kampus Caca.


“Disini saja kita memarkirkan mobil ini,” ucap Caca.


“Baiklah,” jawab Jack.


Caca yang memakirkan mobil dengan baik kemudian membukan pintu mobil Caca dan anak-anaknya.


Mereka pun bergandengan tangan menuju restoran kecil itu.


“Paman naruto,” ucap Caca menyapa orang yang memiliki restoran itu.


“Hy, himawariku.” Jawab pemilik yang di panggil Caca dengan sebutan paman Naruto.


“Sudah hampir setengah tahun kau tak pernah berkunjung kemari?” tanya Paman Naruto.


“Biasa paman, mahasiswi tingkat akhir kan sibuk tak menentu. Hahaha.” Jawab Caca sambil tertawa.


“Okelah, jadi apa yang membawamu kemari?” tanyanya.


“Rindu masakan ramen paman,” jawab Caca.


“Jadi mau pesan apa?” tanyanya.


“Seperti biasanya paman, kalian mau ramen apa?” tanya Caca yang menunjukkan sebuah flayer besar bertuliskan macam-macam ramen.


“Aku seperti mu saja,” jawab Jack.


“Aku juga Bun,” ucap Kenzo dan Bella bersamaan.


“ 4 porsi seperti biasa paman,” ucap Caca.

__ADS_1


“Siapa mereka? Biasaya kau kemari hanya sendiri saja?” tanyannya yang penasaran.


“O ya aku sampai lupa. Paman kenalkan ini Jack, Kenzo dan Bella. Jack ini paman Naruto pemiliki restoran kecil ramen icharaku ini.”


Mereka pun berjabat tangang untuk memperkenalkan diri. Namun Jack memasang wajah yang seram karena terlihat cemburu tentang kedekatan Caca dengan paman ini.


“Kau berhutang penjelasan pada paman nanti,” ucap paman Naruto pada Caca dengan berbisik di telinganya.


“Oke paman,”


“Baiklah tunggu sebentar disini makanan akan segera datang.” Ucapnya.


“Siapa dia? Kenapa kalian terlihat akrab?” tanya Jack dengan sinis.


“Dia adalah satu-satunya keluarga kandung ku yang tinggal di negara ini. Dia adik dari Ayahku. Dia dulu tinggal jepang bersama istri dan anaknya. Namun karena sebuah kecelakaan 10 tahun yang lalu ia sangat terpukul atas kepergian istri dan anak perempuanya. Jadi dia pindah ke sini bersama putranya dan memulai hal baru di sini.” Jawab Caca.


“Jadi dia saudara mu?” tanya Jack.


“Seperti itulah, dia dan anaknyalah yang menjagaku selama disini. Kalau tidak mana mungkin aku di perbolehkan untuk pergi jauh dari orangtua.” Ucap Caca.


“Kenapa kau tidak tinggal bersamanya saja?” tanya Jack lagi penasaran.


“Dari awal aku datang ke negara ini untuk mandiri dengan usahaku sendiri. Lagian Roy sibuk dengan bisnisnya dan paman sibuk dengan  restoran ini jadi aku tidak ingin menjadi beban. O ya sebenarnya nama aslinya adalah paman Budi. Namun sejak kecil aku sudah memanggilnya paman naruto karena kami sama-sama suka serial anime naruto. Hahahha.....” Caca menceritakan dengan tawa kecil semua tentang paman Budi pada Jack.


“Begitu ceritanya?” ucap Jack sambil tersenyum dan ekspresinya berubah dari emosi menjadi ceria.


“Bunda memang hebat,” ucap Kenzo.


Kemudian pesanan pun datang.


“Silahkan di nikmati, paman tinggal dulu karena masih banyak pelanggan.” Ucap paman Budi.


“Oke paman, terimakasih.” Ucap Caca.


Mereka pun menikmati makanan ramen tersebut.


“Ini sangat lezat. Aku baru pertama kalinya mak ` ramen seenak ini.” Ucap Jack.


“Bella setuju, ini lezat.”


“Sangat lezat,”ucap Kenzo.


“Hahah, tentu dong kan masakkan pamannya Bunda.” Jawab Caca.


Mereka pun kenyang memakan ramen buatan paman Naruto. Setelah selesai makan merek berniat untuk pergi.


Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah


membaca.

__ADS_1


Happy Reading guys


__ADS_2