
Sebuah bar yang di penuhi dengan tamu-tamu orang yang berstatus tinggi di Tiongkok. Suasana mewah dan megah namun klasik di tawarkan di bar tersebut. Pengintaian di lakukan oleh Billy dengan sangat pro sekali untuk menargetkan mangsanya. Jenni, sebagai mangsa Billy yang akan di targetkan mendapatkan informasi.
Hampir setiap malam Jenni pergi ke tempat ini untuk bersenang-senang. Yang di lihat dari kamera pengintai yang di pasang oleh Billy di kamarnya adalah kelakukan Jenni yang akan pulang tengah malam dengan keadaan mabuk. Billy berfikir bahwa wanita ini hanya ingin bersenang-senang. Dan untuk memastikan pemikirannya itu dirinya mangikuti Jenni malam ini.
Ternyata pemikiran Billy setengah benar dan setengah tidak benar. Misi utama Jenni berada di sini ternyata untuk bertemu dengan beberapa client dunia bawah untuk melakukan transaksi illegal. Billy sudah memasang penyadap suara di tas yang digunakan Jenni.
Saat itu, Billy berada di lift yang sama dengan Jenni. Tanpa sepengetahuan Jenni, Billy sudah memasukkan alat penyedap suara yang sangat kecil dan transparan itu di tasnya. Billy juga memesan ruangan yang ada di sebelah Jenni memesan.
Billy mendengarkan semua percakapan Jenni dengan tamunya. Dan ia menyimpulkan bahwa ternyata latar belakang Jenni wajib untuk di korek. Hal ini untuk mencari kebenaran siapakah wanita iblis berwajah malaikat ini. Saat sekilas melihat Jenni, orang akan menilai bahwa dia adalah wanita yang
sangat cantik dan lemah lembut.
Tenyata asli dari topeng kecantikkan ini adalah kebusukkan yang tidak akan di sangka-sangka orang lain. Yang di bicarakan dalam obrolan Jenni dengan tamunya adalah tentang obat-obatan illegal yang akan mereka sebarkan di sini. Benar-benar sebuah taktik wanita licik.
Billy yang sudah emosi dengan apa yang ia dengarkan harus menahan emosinya. Boleh saja menggunakan obat-obatan itu untuk kesehatan seperti anjuran dokter. Tapi tidak untuk merusak generasi yang ada. Itulah yang di fikirkan oleh Billy, walaupun mereka adalah geng mafia namun mereka tidak berurusan dengan hal-hal illegal terutama obat-obatan. Walaupun terkadang wajib illegal untuk membasmi kejahatan.
Mereka memiliki ladang ganja yang sangat luas, namun semua itu digunakan untuk pengobatan dan memegang kendali itu adalah Max. Karena dirinyalah yang memiliki kecerdasan untuk mengelolahnya di rumah sakitnya. Dan itu digunakan untuk pengobatan bukan untuk kejahatan. Itu yang menjadi perbedaan dari yang lain.
“Kita lihat bagaimana aku akan menggagalkan mu.” Ucap Billy dalam hatinya setelah mendengarkan semua percakapan itu.
Setelah pembicaraan itu, tamu yang bersama dengannya pergi meninggalkan bar. Sedangkan Jenni masih di dalam bar tersebut menikmati hasil transaksinya untuk uang muka. Dia minum-minum sepuasnya di dalam sana.
Billy yang berencana akan menjadi brandmaid pengantar bir itu sudah bersiap. Dia sengaja menggunakan kacamata untuk tidak menampakkan wajah aslinya namun tetap terlihat tampan. Billy berjalan menuju pintu room yang di tempati Jenni, dengan penjagaan pengawalnya di luar dua orang. Billy dengan mudahnya lolos dari mereka dan masuk ke dalam.
__ADS_1
Billy mengambilkan gelas kosong dan membuka tutup bir yang akan dia tuangkan kedalam gelas. Jenni menerima gelas bir yang di berikan Billy. Jenny melihat Billy dari ujung kaki sampai ke atas, Jenni benar-benar mangagumi wajah tampannya itu.
“Saya permisi nona,” ucap Billy yang sudah mengantarkan dan menuangkan bir kepada Jenni.
“Tunggu jangan pergi, temani aku di sini minum. Kau akan aku berikan tip yang memuaskan.” Jawab Jenni kepadannya.
“Tapi nona,” ucap Billy yang berlagak menolak.
“Sudah duduklah diam, tugasmu tuangkan saja bir itu di gelasku.” Jawab Jenni menarik tangan Billy hingga terjatuh di soffa, tepatnya di sampingnya.
Di dalam ruangan itu hanya tinggal Jenni dan ke empat pengawalnya yang berjaga untuk dirinya. Namun di soffa itu hanya ada dia yang duduk sementara pengawalnya berdiri saja.
“Kalian tinggalkan aku dengannya.” Ucap Jenni kepada pengawalnya.
“Apakah kalian lihat tampang cupu dia ini bisa membahayakanku?” tanya Jenni.
“Baiklah nona.” Jawab mereka kemudian pergi meninggalkan Jenni di dalam ruangan itu bersama dengan Billy.
Di dalam ruangan itu Jenni berusaha menggoda Billy dengan tubuh seksi dirinya. Namun, Billy tetap tenang dan berusaha acting dengan bagus di hadapannya. Kancing di depan kemejanya dia buka agar memperlihatkan payudara. Rok hitam yang digunaknnya di buka seleting pinggirnya agar memperlihatkan paha putih mulusnya.
“Aku tidak akan tertari dengan tubuhmu itu.” dalam hati Billy walaupun dia sebenarnya ********.
Tangan yang menerima bir itu sengaja di tumpahkan ke dalam baju kemeja pada dirinya sendiri.
__ADS_1
“Maaf nona sudah menumpahkan.” Ucap Billy.
Billy mengambilkan tisu untuk membersihkan bir yang tumpah di baju Jenni. Dengan cepat Jenni mencium bibir Billy yang saat itu memang sudah sangat dekat dengan Billy. Billy benar-benar tidak bisa menolak saat Jenni ******* bibirnya, tapi ia tidak membalasnya dan melepaskannya.
“Nona tidak baik seperti ini. Hentikan minumnya, nona harus kembali.” Ucap Billy sambil mengambil kunci yang dia butuhkan di dalam tas Jenni.
“Kenapa kau menolakku? Apa aku kurang cantik dan seksi?” tanya Jenni.
“Tidak begitu. Nona sangat cantik, namun nona harus menjaga diri nona dari lelaki berhidung belang.” Jawab Billy yang masih dalam aktingnya.
“Hahahaha, jika saja kau membuka kacamatamu itu aku yakin kau tampan seperti Henry. Dan aku ingin memakanmu.” Jawab Jenni.
Karena sudah mendapatkan apa yang ia inginkan. Billy memanggil pengawalnya agar masuk dan dia dapat melarikan diri dengan gampang. Kemudian dengan rencananya, Billy membuat Jenny mabuk atas tuangan birnya kemudian mengambil kunci berangkas miliknya.
Billy yang sudah berteriak tapi tidak di dengar oleh pengawalnya. Billy bergegas menjatuhkan tubuh Jenni yang sudah lemah itu di soffa dan berjalan menuju pintu untuk keluar.
“Tuan, nona kalian ingin menyerangku. Aku takut jadi maaf.” Jawab Billy bermuka polos.
Seluruh pengawalnya bergegas masuk semua melihat keadaan tuannya yang sudah tidak berdaya itu. Billy bisa kabur dengan cepat menuju apartementnya. Billy langsung ke parkiran dan menuju hotel. Mematikan kamera CCTV hotel saat memasuki kamar Jenni, lalu mengambil photo semua isi berangkat yang di milikinya agar tidak meninggalkan jejak.
Sesuai dengan transaksi bahwa tamu Jenni dan anak buah Jenni akan bertemu lagi di pelabuhan setelah tiga jam. Billy bergegas ke pelabuhan dan membawa sniper jarak jauh. Billy menembakkan zat pelarut untuk koper berisi obat-obatan itu dan membunuh beberapa orang dengan ke ahlian dirinya yang menembak dari jarak jauh.
Transaksi obat terlarang itu gagal dengan begitu saja. Ada beberapa orang yang selamat dari tembakkan Billy, namun Billy tidak peduli. Yang terpenting sudah mengagalkan rencana mereka. Billy yang berada di atas continer itu bergegas untuk menyembunyikan dirinya dan meninggalkan tempat.
__ADS_1
Mereka tidak bisa menebak dari mana asal tembakan itu berasal, karena waktu masih gelap dan juga sunyi di sana. Mereka memilih menyelamat diri terlebih dahulu dari pada menyerang kembali dan mereka juga sudah kehilangan jejak Billy.