
Setelah selesai bercerita di telepon Caca kembali memikirkan keputusan apa yang harus dia ambil. Caca memantapkan pilihan dia yang sudah ia simpan di dalam hatinnya. Semua ia lakukan untuk keluaraganya dan memikirkan masa depan dirinya.
Hari-hari pun terus berlanjut seperti biasanya, Caca dengan kegiatan kampusnya dan Jack dengan kegiatan kantor dan mafia. Waktu pagi berganti dengan malam dan terus seperti itu. Tibalah hari penentuan Caca yang harus memberikan jawaban dari tawaran Jack.
Caca yang masih bekerja di perpustakaan untuk menyusun buku-buku itu hingga hampir selesai menatanya. Namun ia tidak ingat dengan hari ini bahwa dirinya harus memberikan jawaban pada Jack sesuai dengan waktu yang dimintanya.
Charles yang selalu mengawasi kegiatan keseharian Caca ini sudah menjadi tugasnya. Kali ini tugas dirinya sudah di bawah komando Jack, bukan lagi dari perintah Kenzo. Charles menghubungi Jack untuk memberitahukan kepada Jack bahwa Caca yang sudah berada di rumahnya melalui pesan telepon.
Jack menerima pesan tersebut dan kemudian bergegas untuk datang kerumah Caca sebelum Caca sampai di rumahnya. Jack membawa beberapa tangkai bunga mawar dengan berbagai warna kepada Caca.
Caca yang sampai di depan rumah sangat terkejut dengan seseorang yang berdiri dengan membawa bunga hingga menutupi wajah orang yang membawanya.
“Sedang apa kau di depan rumah ku dan kau siapa?” tanya Caca yang tidak mengetahui bahwa itu adalah Jack.
“Ini aku,” jawab Jack yang kemudian memperlihatkan wajahnya yang tertutup bunga mawar.
“Kau!” Ucap Caca yang terkejut.
“Ini untuk mu!” ucap Jack yang memberikan bunga yang ada di tangannya.
“Maksudnya?” tanya Caca dengan pemberian bunga mawar oleh Jack.
“Aku kemari tidak akan lama-lama dan tidak akan masuk juga, karena aku mengerti pasti kau tidak akan mengizinkanku untuk masuk ke rumah. Jadi bagaimana dengan jawabannya?” tanya Jack.
“Jawaban?” tanya Caca yang masih belum mengerti.
“Kau pasti lupa, ini sudah seminggu.” Jawab Jack yang kemudian tersenyum dan membelai kepala Caca.
“Astagfirullah, jadi kau kemari untuk meminta
jawaban pilihanku?” ucap Caca yang menghindari tangan Jack di kepalanya lalu tanya Caca yang baru saja sadar.
“Iya,” jawab Jack.
“Sebentar,” ucap Caca yang sedang membuka pintu rumahnya.
“Aku akan selalu menunggu,” jawab Jack.
“Ini untuk siapa?” tanya Caca yang menunjukkan bunga mawar yang di pegangnya.
“Sudah ku katakan ini untuk mu,” jawab Jack dengan santai.
“Oh, terimakasih.” Ucap Caca.
“Jadi apa jawabannya?” tanya Jack yang tidak sabar.
“Sebelum aku menjawabnya. Aku ingin bertanya satu hal untuk menyakinkan jawaban yang akan aku berikan.” Ucap Caca.
“Apa itu?” tanya Jack.
“Kau yakin dengan semua kekuranganku, maksudku masa lalu ku yang sudah kau ketahui?” tanya Caca.
“Aku yakin, akan selalu menunggu hingga kau siap melakukan semua itu. Aku tidak akan pernah memaksa walaupun aku ingin.” Jawab
Jack.
“Dan satu hal lagi, jika selama itu kau tidak tahan dan berhubungan dengan wanita lain. Aku harap kau akan melepaskanku.” Ucap
Caca.
“Kenapa kau berkata seperti itu?” tanya Jack.
“Karena aku tidak pernah bisa jika di madu baik itu secara halal maupun tidak. Walaupun dalam islam poligami itu di perbolehkan.” Jawab Caca.
“Ca, kau ingat dengan penyakit OCD ku?” tanya Jack.
__ADS_1
“Iya,” jawab Caca.
“Selama aku di hidup ini, hanya kaulah wanita Yang mampu ku sentuh tidak terjadi apa-apa selain 3 wanita lainnya.” Jawab Jack.
“3 wanita lainnya?” tanya Caca.
“Ibuku, Katie dan Bella.” Jawab Jack.
“Siapa itu Katie?” tanya Caca.
“Nenek Bella.” Jawab Jack.
“Oh. Kita tidak akan pernah mengetahui masa depan yang akan mendatang. Bisa saja kau akan mencintai orang lain karena aku tidak bisa memenuhi hasrat lelaki mu. Dan saat itu terjadi, bicara jujurlah pada Ku agar itu tidak terlalu menyakitkan.” Ucap Caca.
“Percayalah Ca, aku berusaha untuk tidak akan pernah menyakitimu. Jika aku mendua aku akan memberikan seluruh harta ku untuk mu sebagai jaminannya.” Ucap Jack.
“Tidak perlu, bagi ku kau setia itu sudah cukup.” Ucap Caca.
“Jadi bagaimana dengan jawaban mu?” tanya Jack.
“Baiklah….( Caca mengucapkan basmalah dalam hatinya kemudian menjawabnya). Ini untuk mu,” jawab Caca yang memberikan satu tangkai mawar yang di pegang olehnya.
“Maksudnya?” tanya Jack yang tidak mengerti apa maksud dari Caca.
“Apa yang menjadi milik ku adalah milik mu dan sebaliknya.” Jawab Caca.
“Jadi kau menerima ku?” tanya Jack untuk
memastikannya.
“….” Caca yang memberikan anggukan kepala menandakan kata iya.
“Alhamduliah, terimakasih.” Ucap Jack yang
“Maaf karena terlalu senang hampir saja memelukmu,” jawab Jack.
“Besok datanglah bersama dengan anak-anak dan Jimmy. Kita bicarakan selajutnya.” Jawab Caca yang kemudian masuk ke rumah dan menutup pintunya.
“Terimakasih, aku pasti akan datang.” Jawab Jack dengan kuat dari luar pintu dimana Caca ada di balik pintu itu sambil tersenyum memandangi mawar di tangannya.
Jack kemudian pergi meninggalkan rumah Caca berjalan menuju mobilnya.
Malam yang sangat indah dengan sebuah jawaban yang selama ini diingikan oleh Jack. Perasaan yang berbunga-bunga saat ini sedang di rasakan oleh Jack. Jack dengan kecepatan sangat cepat untuk kembali ke mansion dan memberikan kabar baik ini kepada Kenzo dan Bella.
Sedangkan Caca duduk di kursi tamu sambil memandangi bunga yang di terima oleh Jack.
“Semoga ini adalah pilihan yang terbaik untukku atas segala istikharah yang selama ini sudah aku lakukan. O ya lebih baik aku menelpon Bunda,” ucap Caca yang kemudian mengambil teleponnya dan menghubungi
Bunda Aisyah.
“Tutt…Tutttt…Tuttt…” suara dering telepon.
“Asalamualaikum Bun,” salam Caca pada Bunda Aisyah.
“Waalaikumusalam.” Jawab Bunda Aisyah .
“Bun, ada yang ingin aku bicaran. Apakah Bagas dirumah?” tanya Caca.
“Iya, Bagas sedang menonton film.” Jawab Bunda Aisyah.
“Baiklah aku akan VC saja ya,” ucap Caca.
“Baiklah,” jawab Aisyah.
Aisyah merasakan bahwa ada hal yang penting sampai-sampai Caca ingin VC dengan dirinya. Aisyah memberitahukan kepada Bagas bahwa Caca akan VideoCall.
__ADS_1
“Dek, Kakak Caca akan VC di handponemu.” Ucap Bunda Aisyah.
“Baiklah Bun,” ucap Bagas yang kemudian mengambil handponenya di kamar.
Kemudian video call Caca sudah terhubung dengan handpone Bagas.
“Ada apa?” tanya Bagas.
“Ada yang ingin Kakak bicarakan pada Ayah dan Bunda.” Jawab Caca.
Joko dan Aisyah di panggil oleh Bagas untuk
berkumpul. Mereka duduk di ruang tamu dengan Bagas yang memegang handpone
mengarahkan kamerenya kepada mereka semua.
“Ayah, Bunda. Aku sudah memutuskan untuk menerima Jack.” Ucap Caca.
“Kau yakin dengan keputusan mu?” tanya Bunda Aisyah.
“Iya Bunda, itulah jawaban istikharah yang sudah aku lakukan.” Jawab Caca.
“Baiklah jika itu keputusan mu. Kami selalu
mendukung apapun yang akan menjadi keputusanmu.” Ucap Joko.
“Betul Kak, kami akan selalu mendukungmu.” Jawab Bagas.
“Terimakasih Bunda, Ayah dan adikku yang paling badung.” Ucap Caca yang sambil tertawa.
“Caca, ingat semakin cepat semakin bagus. Apalagi kau jauh dari kami, semakin ada orang yang menjagamu itu lebih baik.” Jawab
Aisyah.
“Jadi menurut Bunda dan Ayah bagaimana?” tanya Caca.
“Kau itu anak perempuan yang jauh dari orangtuamu. Jika kau segera menikah dengan Jack itu akan membuat kami lebih tenang. Karena ada seseorang yang akan menjagamu ketika kami tidak ada di dekatmu.” Ucap Joko.
“Baiklah Bun, besok aku akan membicarakan semua ini pada Jack.” Jawab Caca.
“Baiklah.” Ucap Bunda Aisyah.
“Bun, aku sedikit takut untuk menghadapi pilihanku ini.” Ucap Caca.
“Tenangkanlah fikiran mu dengan hal-hal yang baik. Serahkan semua masa depanmu bersama dengan Jack kepada Allah. Dan ingat alasan mengapa kau akan menikah dengan dirinya.” Ucap Bunda Aisyah.
“Menyempurnakan setengah dari agamaku. Dan semua karena Allah.” Ucap Caca.
“Sudah waktunya kau harus membuka hati mu nak,” ucap Joko.
“Sudah saatnya Kak untuk mengenal cinta.” Ucap Bagas.
“Insyallah,” jawab Caca.
“Tenanglah Kak, kami akan selalu ada di setiap waktu untuk mu. Apapun yang akan terjadi di masa depan aku akan menjadi orang pertama yang akan memberikan pembelajar padanya jika dia tidak membuat kak bahagia.” Ucap Bagas.
“Aku menyayangi kalian,” ucap Caca.
Kemudian mereka bercanda lewat videocall setelah bercerita serius tentang pernikahan Caca dan Jack. Caca sedikit tenang setelah
bercerita kejadian hari ini kepada keluarganya.
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.
__ADS_1