
Max berencana untuk mengebom markas keluarga Kevin agar menjadi tanah. Namun saat dirinya ingin melemparkan bom di ruangan itu angina berhembus kuat dari luar jendela hingga masuk kedalam ruangan. Kertas-kertas berterbangan sehingga berjatuhan ke atas lantai dan satu lembar kertas jatuh di bawah sepatu Max.
Max mengambil kertas itu dan melihat sesuatu yang tidak asing. Max mendekat ke arah jendela di mana di samping jendela itu terdapat sebuah meja kecil dengan satu laptop yang ada. Max menggeleda laci-laci meja untuk menemukan sesuatu. Tumpukkan surat-surat yang ada kaitan dengan kertas itu ia ambil. Tidak lupa Max mengambil laptop yang ada di depan meja tersebut.
Setelah mengambil hal itu, Max memerintahkan timnya untuk memasang bom di setiap sudut ruangan.
“Bommmmmm!!!!” Markas itu telah rata menjadi kepingan-kepingan bangunan hancur lebur di tanah.
Max mengambil ponselnya dan menelpon Billy.
“Aku selesai,” jawab Max.
“Kau kalah dariku, aku sudah menunggu mu di bar untuk merayakannya.” Jawab Billy yang memang sudah berada di room VIP .
Billy sudah menyewa 1 tempat bar untuk merayakan kemenangan mereka bersama dengan Mafioso lainnya.
“Brengsek, aku selalu saja kalah dari mu.” Ucap Max.
“Soal berkelahi aku pemenangnya, soal mengobati pasti kau yang jadi dewanya. Hahahha,” jawab Billy sambil tertawa.
“Kau sudah memberi kabar kepada Jack?” tanya Max.
“Belum, kau saja yang lakukan itu.” Jawab Billy.
“Oke,” jawab Max.
“Cepatlah kalian kemari, kami sudah menunggu kalian.” Ucap Billy.
“Oke kami segera ke sana.” Jawab Max.
Max menutup panggilannya dengan Billy kemudian menekan tombol panggil nomor Jimmy.
“Kami berdua sudah selesai,” jawab Max kepada Jimmy.
“Baiklah, aku akan memberitahukan kepada Jack. Kalian baik-baik saja kan?” tanya Jimmy.
“Tentu, hanya beberapa anggota yang terluka ringan. Namun tidak ada yang kehilangan nyawa.” Jawab Max.
“Kerja bagus.” Ucap Jimmy.
Pembalasan dendam dalam rencana di negara Jepang itu sudah di selesaikan oleh Billy dan Max dengan baik. Sementara Jack yang masih di dalam ruang tamu bersama dengan anak-anak dan istrinya makan malam.
__ADS_1
Jimmy datang ke meja makan untuk memberikan kabar tentang keberhasilan saudara-saudara yang lain telah membereskan perusahaan dan markas Kevin.
“Wah, seru nampaknya. Bagaimana keadaan mu Ca?” Ucap Jimmy yang datang kemudian duduk.
“Lebih baik,” jawab Caca.
“Jadi bolehkah aku dan Jack keluar sebentar malam ini?” tanya Jimmy yang mengambil buah apel.
“Kalian mau ke mana?” tanya Caca.
“Ada keperluan kantor, pertemuan beberapa petinggi collega yang bekerjasama dengan perusahaan kita.” Jawab Jimmy sambil melihat Jack.
Jack mengerti tatapan itu.
“Iya mylotus, bolehkan? Kau dan anak-anak tidur saja duluan jangan menungguku pulang. Setelah selesai aku akan segera kembali.” Jawab Jack yang mengelus kepala Caca.
“Iya bunda, Kak Kenzo dan Bella akan menemani bunda di kamar.” Jawab Bella dan Kenzo.
“Baiklah, tapi jangan terlalu lama.” Jawab Caca.
“Tentu. Terimakasih mylotus.” Jawab Jack yang tersenyum.
Jimmy mempercepat makan buah apelnya dan menunggu Jack bersiap.
“Oke,” jawab Jack.
Jack mengganti pakaiannya dengan pakaian formal agar Caca tidak curiga. Dan Jimmy sudah menyiapkan semua keperluan untuk mendatangi Kevin di apartemennya. Mereka berangkat menggunaka mobil Jimmy dan Jack mengganti pakaiannya yang lebih bisa bebas bergerak.
“Kau sudah siap berganti?” tanya Jimmy.
“Sudah.” Jawab Jack.
“Billy dan Max sudah menyelesaikan tugasnya. Sekarang giliran kita untuk mencari dalang semuannya dan membereskan akar permasalahan sebenarnya.” Jawab Jimmy.
“Kerja mereka selalu bagus.” Jawab Jack.
“Kita akan ke apartemennya.” Jawab Jimmy.
Mereka melajukan mobilnya untuk segera sampai di apartemen Kevin. Sedangkan Kevin baru saja selesai mandi kemudian mengambil ponselnya. Ketika ia melihat ponselnya ia terkejut.
“Apa! Tidak aku sangka dia secepat itu untuk bertidak. Sial!” ucap Kevin yang sudah melihat pesan singka dari Max dan melihat berita tentang perusahaan Ayah bangkrut dan perusahaan dirinya hancur terbakar.
__ADS_1
Kevin tidak terima dengan perbuatan Jack yang telah menghancurkan dirinya sampai seperti itu. Kevin berfikir pasti Jack akan mendatangi dirinya. Kevin mengambil sebuah pistol dalam laci meja kerjanya dan mengambil pisau yang di simpan di samping ya.
Kevin sudah menunggu kedatangan Jack dengan duduk di dalam apartemennya. Sementara Jack dan Jimmy sudah sampai di tempat. Jack membuka pintu kamar Kevin yang tidak terkunci.
“Ada yang tidak beres. Sepertinya dirinya sudah mengetahui rencana kita Jim?” tanya Jack kepada Jimmy ketika membuka pintu apartemen Kevin yang tidak terkunci.
“Sepertinya, kita harus hati-hati.” Jawab Jimmy yang mengikuti Jack memasuki.
“Hahaha, akhirnya kalian datang juga. Aku hampir sudah bosan menunggu kalian.” Jawab Kevin sambil tertawa berdiri dari kursi.
“Bagus jika kau sudah menunggu kami berarti kau siap untuk mati.” Jawab Jack.
“Aku tidak menyangka kalian secepat itu menghancurkan perusahaanku, markasku dan juga perusahaan ayahku.” Jawab Kevin.
“Karena kau telah menganggu istri seorang Jack Sandreas.” Jawab Jack.
“Aku tidak menyangka bahwa kau benar-benar mencintainya, aku hanya ingin merebut Caca dari tangan adik tiriku. Tapi aku tidak menyangka bahwa dia adalah wanitamu. Dan yang tidak aku sangka bahwa aku mencintai istrimu itu. Hahaha.” Jawab Kevin dengan jujur kepada Jack tentang alasannya dia berbuat seperti itu.
“Brengsek! Jadi kau memperlakukan istriku seperti itu karena kau mencintainya?” tanya Jack yang saat itu mereka sama-sama menodongkan pistolnya.
“Tentu, aku sangat mencintai istrimu yang unik itu. Tidak aku sangka saat aku membuka jilbabnya ada bekas cintamu di lehernya. Itu yang membuatku sangat frustasi, tapi tidak aku sangka juga ternyata dia bisa menyerang bagian bawahku.” Jawab Kevin menjelaskan situasi waktu itu.
“Kau memang tidak mengetahui bagaimana dirinya yang sebenarnya.” Jawab Jack.
“Jadi itukah yang membuatmu mencintainya?” tanya Kevin.
“Tentu saja seluruhnya.” Jawab Jack.
“Kau benar-benar beruntung. Tapi jika kau mati dia bisa ku rebut. Dor!!” satu tembakkan dari Kevin yang mengarah ke kepala Jack.
Jack dengan cepat menghindarinya. Kemudian Jimmy menembakkan ke arah Kevin dengan asal saja. Sementara itu Kevin mengeluarkan pelu kedua ke dada Jack. Namun saat itu Jack sudah menggunakan anti pelu sehingga tidak tembus. Tembakan yang sudah di laying oleh Jimmy terkena perut Kevin.
Jimmy dengan cepat menendang pistol yang di pegang oleh Kevin. Kemudian mengkunci tangan Kevin dari belakang. Jack medatangi Kevin yang sudah di pegangi oleh Jimmy. Jack mengeluarkan sebuah pisau di hadapan Kevin.
“Kau telah menyentuh bagian leher istriku kan?” tanya Jack yang menggoreskan pisau itu di leher Kevin dengan perlahan.
“Dasar psikopat akut.” Ucap Kevin memuncratkan air liurnya.
“Brengsek kau!” ucap Jack kemudian menusukkan pisau itu ke luka tembak yang di akibatkan oleh peluru Jimmy.
Kevin benar-benar kesakitan akibat perbuatan Jack. Dan lagi Jack memberhentikan segala tindakkannya karena ada sesuatu yang mengalanginya namun ia tidak mengetahuinya.
__ADS_1
“Jimmy kau bereskanlah, aku sudah puas.” Jawab Jack kemudian meninggalkan tempat.
Jimmy memegangkan pistol Kevin ke tangan Kevin kemudian menembakkan kepalanya. Seolah-olah Kevin bunuh diri. Kemudian Jimmy menghidupkan gas di dapur untuk membuat seolah-olah kebakaran apartemen.