
“Sebentar, jadi maksud daddy bahwa perempuan yang bernama Jessi itu adalah Jessi yang sama yang telah membunuh ibu Jack?” tanya Billy.
“Kenapa kau merahasiakan hal ini? Jadi inilah mengapa kau tidak menghalangiku ketika mencari informasi tentang mereka?” tanya Katie.
“Maaf sayang, aku melakukan semua ini agar kau tidak semakin membenci orang yang sudah meninggal.” Jawab Andrew.
“Bu jangan salahkan daddy. Dan daddy jangan selalu menyembunyikan hal seperti ini kepada ibu. Jadi kalian jangan berantam gara-gara hal ini. Tapi yang aku fikirkan saat ini malah hal yang berbeda.” Jawab Billy.
“Maksudnya?” tanya Andrew dan Katie.
“Ibu dan daddy pernah mencari informasi siapa yang mendukung dia selama ini?” tanya Billy.
“Bisa saja dia menyewa orang-orang itu. Dia seorang anak dari pengusaha di Jepang.” Jawab Katie.
“Justru karena itu. Daddy lihat ini,” ucap Billy yang membuka aplikasi coretan di tablet ya.
Billy menggambar beberapa kata yang di hubungkan dengan semuanya tentang apa yang akan mereka bicarakan.
“Jessi, Pengusaha, Simbol kalajengking, pembunuhan dan balas dendam. Daddy lihat, ini bukanlah sebuah pemikiran yang sederhana, jika dia memiliki banyak uang namun tidak semudah itu dia menyewa symbol kalajengking itu. Bahkan kami mencari informasinya saja sulit apalagi untuk menyewa mereka.” Jawab Billy.
“Jadi maksudmu bahwa dia sangat erat dengan symbol ini? ini bukanlah bayaran untuk seorang pesuruh pembunuhan namun bos mereka?” tanya Andrew.
“Itulah yang aku fikirkan. Aku yakin seseorang yang mendukung dia adalah bos dari symbol ini.” Jawab Billy.
“Kau benar Bil,” jawab Katie yang juga berfikir atas pernyataan keterangan yang di berikan oleh Billy.
“Baiklah dengan semua informasi yang aku dapat dari kalian berdua aku sudah mendapatkan lebih banyak informasi lagi untuk memulai pencarian ini kembali.” Jawab Billy.
Terlalu banyak diskusi yang dilakukan mereka bertiga di pesawat dalam perjalanan menuju ke tiongkong. Setelah selesai diskusi mereka beristirahat, begitu pula dengan Billy yang memikirkan rencana berikutnya yang akan dia ambil.
***Indonesia***
Deni dan Meriska kembali ke Vill dengan senyuman bahagia yang terlihat dari wajah mereka masing-masing. Siska dan Jimmy sudah bersiap-siap masuk ke dalam mobil namun melihat Deni dan Meriska masuk kedalam pagar villa.
“Dari mana saja kalian?” tanya Jimmy.
“Hanya keliling saja. Kalian sudah mau berangkat?” tanya Deni yang mengahlikan pembicaraan.
“Iya, kemungkinan aku akan kembali bersama Siska setelah kami meminta restu keluarganya.” Jawab Jimmy.
“Baiklah. Semoga kalian berhasil.” Ucap Deni.
“Kalian jangan macam-macam di Villa sendirian.” Ucap Siska.
“Hati-hati ya Siska.” Jawab Meriska.
“Iya, kau hati-hati juga ketika kembali.” Jawab Siska.
__ADS_1
Mereka berpisah di depan pintu pagar villa. Siska dan Jimmy pergi menggunakan mobil sendiri untuk ke kampung halaman Siska yaitu rumah nenek dan kakeknya. Sedangkan Deni dan Meriska kembali ke kamar.
“Kalian juga akan kembali?” tanya Deni yang melihat Kazumi dan Max sudah berpakaian rapi.
“Iya karena kami akan segera kembali.” Jawab Max.
“Yah gue tinggal sendirian dong.” Jawab Deni.
“Bilang saja sudah PDKT terhadapnya.” Bisik Max.
“Haahhaa, tau saja.” Jawab Deni.
“Hati-hati Kazumi,” ucap Meriska.
“Ayo bertemu kembali suatu saat nanti.” Jawab Kazumi.
“Baiklah. Datanglah ke francis.” Jawab Meriska.
“Iya nanti aku mengumpulkan uang dulu untuk liburan ke sana. Hahaha,” jawab Kazumi yang tertawa dan memeluk Meriska.
“Baiklah aku tunggu.” Jawab Meriska.
Mereka berpisah di villa itu dan pergi ke tujuannya masing-masing.
Membutuhkan waktu empat jam perjalanan menggunakan mobil hitam mewah itu sampai di kampung halaman Siska. Jimmy dan Siska yang bergerak menggunakan mobil untuk sampai di tujuan. Saat sampai di sana, nenek dan kakek Siska benar-benar tidak mengenali cucunya lagi.
“Sebentar lagi kita sampai, di depan belok kanan dan rumah paling ujung dengan di kelilingi kebun itu.” Jawab Siska.
“Baiklah.” Jawab Jimmy.
Seorang lelaki yang mencangkul di kebun bayam itu Dan seorang wanita yang sedang membawakan teko air ke kebun tersebut. Jimmy memberhentikan mobilnya tepat di depan rumah dan di samping kebun. Siska dan Jimmy keluar dari mobil dan berjalan menuju kebun tersebut.
“Siapa yah nak? Sedang mencari siapa?” tanya kakek.
“Kakek ini aku Siska.” Jawab Siska yang berlari memeluk sang kakek dengan mata yang berkaca-kaca.
“Siska!” panggil nenek dengan wajah yang sudah mengeluarkan air mata.
“Akhirnya kau pulang nak.” Jawab kakek.
“Bagaimana kabar kalian?” tanya Siska yang melepaskan pelukkannya kepada nenek.
Mereka saling berpelukkan untuk melepaskan kerinduan. Siska yang tidak pernah pulang sejak melanjutkan studinya ini benar-benar di rindukan oleh nenek dan kakeknya. Jimmy tidak ingin mengganggu mereka karena tidak di hiraukan keberadaannya, Jimmy hanya tersenyum menyaksikan semuanya.
“Ini siapa?” tanya Nenek.
“Lebih baik kita ke rumah dulu.” Ucap sang Kakek.
__ADS_1
Mereka berjalan masuk ke rumah.
“Duduklah nak,” ucap nenek kepada Jimmy dan berjalan menuju dapur untuk membawakan minuman.
“Nenek, kakek!” panggil Siska.
“Ini adalah Jimmy, calon suami Siska.” Jawab Siska.
“Biar aku saja yang menjelaskannya.” Ucap Jimmy.
“Kakek, nenek maksud kedatanganku ke sini untuk meminta restu kalian. Aku adalah teman kuliah Siska sekaligus bos Siska bekerja sekarang. Aku sudah menyukai cucu kalian sejak pertama kali bertemu dengannya dan baru memberanikan diri mengatakan semuanya tadi malam.” Jawab Jimmy.
“Jadi kalian sudah kenal lama dan baru saja jadian?” tanya kakek.
“Iya kek. Jadi kami memutuskan untuk menikah, karena aku tidak ingin lama-lama atau hanya sekedar hubungan biasa.” Jawab Jimmy.
“Itu jauh lebih baik dari pada pacaran terlalu lama.” Jawab Sang nenek.
“Jadi apakah kalian menyetujui niat baik kami?” tanya Jimmy.
“Tentu saja nenek dan kakek menyerahkan semua itu kepada Siska. Dia menyukaimu maka kami akan menyetujuinya.” Jawab sang kakek.
“Iya nak, semua adalah keputusan Siska. Kami hanya mendukungnya saja.” Jawab nenek.
“Bagaimana sayang?” tanya Jimmy yang tersenyum kepada Siska.
“Tentu saja aku mau. Nenek, kakek terimakasih telah. menyetujui hubungan kami.” Jawab Siska.
“Cucu kami sudah besar dan dewasa. Jadi sudah bisa menentukan pilihannya.” Jawab nenek.
“O ya nenek, kakek. Aku dan Jimmy berniat untuk membawa kalian ke negara kami, apakah nenek dan kakek akan menyetujuinnya?” tanya Siska.
“Kami sudah nyaman di sini dan tidak ingin meninggalkan tempat tinggal kami.” Jawab Kakek dan Nenek.
“Sudah aku duga.” Jawab Siska.
“Kalian akan menginapkan disini?” tanya sang nenek.
“Tentu saja.” Jawab Siska yang menyenggol perut Jimmy.
“Iya nenek. Kami akan menginap beberapa hari di sini, tapi kemungkinan hanya sehari saja. Kami tidak bisa terlalu lama.” Jawab Jimmy.
“Hmm. Baiklah begitu juga sudah cukup karena nenek dan kakek masih merindukan cucu kami.” Jawab Nenek.
“Iya nenek.” Jawab Siska yang tertawa.
Mereka tertawa dan bersenda gurau menceritakan bagaimana Siska di waktu kecil. Oh ya kakek dan nenek Siska mendengarkan percakapan Jimmy ini dengan translet Siska.
__ADS_1