I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Penculikan Caca


__ADS_3

***Happy reading guys!!!


Jangan lupa Like dan Komennya***.


Mendorong tong sampah itu untuk keluar dari mansion namun bertemu dengan Son.


“Mengapa tong sampah itu di bawa keluar? Bukankah seharusnya nanti akan langsung di masukkan kedalam mobil sampah seperti biasanya?” tanya Son yang curiga.


“Maaf tuan ini adalah sampah kotoran ikan yang tidak bisa di gabungkan dengan sampah lainnya. Jadi saya menelepon mobil sampah untuk segera membawa dari sini, karena jika di biarkan akan segera menimbulkan aroma busuk.” Ucap orang itu dengan memberikan alasan yang masuk akal.


“O seperti itu, baiklah. Kerja bagus!” ucap Son tanpa memeriksannya.


“Baik tuan saya permisi,” ucapnya.


“Hampir saja,” ucapnya dalam hati.


Mereka berhasil membawa Caca keluar dari mansion menuju tempat yang sudah di tentukan oleh Jeni. Tempat yang berada di tengah hutan tidak jauh dari mansion.


Saat mereka membawa Caca ke dalam mobil berwarna hitam itu tanpa sepengetahuan mereka seekor ular putih masuk kedalam mobil, benar dia adalah ular peliharaan Jack,White. Black dan White mengetahui kejadian penculikan dan mereka membagi tugas.


White mengikuti penjahat yang menculik Caca sedangkan Black memberikan kabar kepada Tiger agar memberitahu Jack. Dengan cepat Black dan Tiger menuju pesta untuk bertemu dengan Jack.


“Mengapa lama sekali Caca ke toilet, aku akan mengeceknya.” Ucap Jack pada mereka yang masih duduk di meja tersebut.


“Jemputlah dia karena acara inti akan segera di mulai,” ucap Katie.


“Iya,” jawab Jack.


Saat Jack tiba di toilet tidak menemukan Caca ada di dalamnya dirinya panik. Jack berlari ke atas mansion menuju kamar mereka, Jack berfikir mungkin Caca ke kamar mereka makanya tidak ada di toilet lantai 1.


Namun saat di sana juga tidak di temukan, dirinya semakin khawatir. Jack mempertanyakan semua orang satu persatu dengan berjalan cepat.


“Son kau melihat Caca?” tanya Jack.


“Tidak tuan,” jawab Son.


Jack berlari lagi bertemu dengan Selly dan mempertanyakan hal yang sama.


“Selly! kau melihat Caca?” tanya Jack.


“Tidak tuan,” jawab Selly.


Jack berlari lagi ke sahabat-sahabatnya.


“Billy kau melihat Caca?” tanya Jack.


“Tidak, apa yang terjadi?” tanya Billy yang melihat wajah Jack yang panik.


“Tidak ada waktu menjelaskan kejadian, sekarang cari di mana keberadaannya.” Ucap Jack.

__ADS_1


“Baik,” jawab Billy.


Jack berlari lagi menuju orangtua Caca dan


keluarganya sedangkan Billy mencari Caca yang meminta bantuan  Deni, Max dan Son.


“Caca menghilang?” ucap Jack yang tiba-tiba datang.


“Maksudnya apa?” ucap Bunda Aisyah yang terkejut.


Jack menjelaskannya dan mereka semua menjadi panik mencari keberadaan Jack.


“Tuan aku sudah mencari kedalam mansion utama dan mansion pelayan namun kami tidak menemukan nona,” ucap Son yang baru saja datang.


“ Aku sudah memeriksa ke taman belakang namun tidak menemukan Caca,” ucap Deni.


“Aku sudah mencari di depan mansion dan lokasi pesta bersama dengan Siska namun tidak menemukan Caca,” ucap Jimmy.


“Di mana Max dan Billy?” tanya Jack.


“Mereka sedang di ruang CCTV untuk mencari keberadaan Caca.” Jawab Jimmy.


“Oke semua jangan panik karena sebenarnya yang seharusnya panik adalah aku. Jadi aku mohon Bunda, Ayah, Katie, Andrew, Jimmy dan Son tetap beradadi pesta dan bubarkan segera mungkin. Yang lain ikut aku ke ruang CCTV.” Ucap Jack.


“Baik,” ucap mereka semua yang mengerti instruksi Jack.


“Aku ikut denganmu,” ucap Bagas.


Mereka mengurus pesta dan memohon maaf untuk membubarkan dengan cepat, sementara Jack dan lainnya pergi menuju ruang CCTV.


“Apa yang sudah kalian temukan?” tanya Jack.


“Jack lihat video ini,” ucap Billy.


“Setelah Caca masuk kedalam toilet, ada dua orang pelayan yang juga masuk. Namun saat 2 pelayan itu masuk mereka mengangkat sebuah kantong plastic sampah berwarna hitam.” Ucap Max.


“Namun saat kita melihat durasi berikutnya tidak ada tanda-tanda Caca keluar dari toilet itu sampai kau tiba di toilet itu. Dan aku curiga pada dua pelayan tersebut.” Ucap Billy yang menunjukkan video tersebut dengan jari-jarinya yang cepat di keyboard itu.


“Dan kami berdua mengikuti jejak dua pelayan itu dengan melihat semua video yang ada di mansion kita. Dan kami menemukan ini,” ucap Max sambil memberikan kode kepada Billy untuk menekan tombol enter.


“Dua pelayan itu memasukkan kantong plastik itu kedalam tong sampah dan membawanya ke luar mansion, bahkan mereka sempat di cegah oleh Son.” Ucap Billy.


“Dan kami melihat CCTV di pintu gerbang mansion bahwa mereka membawa kantong plastic itu kedalam mobil. Saat ini Billy sedang menghacker CCTV kota untuk menemukan keberadaan mobil itu.” Ucap Max.


“Jadi maksud kalian saat ini Caca di culik oleh orang yang tidak di ketahui dan yang di dalam kantong plastic itu adalah Caca?” tanya Jack.


“Yah, kami menebaknya seperti itu.” Ucap Max.


“Jadi belum ada hasil dari CCTV kota?” ucap Jack.

__ADS_1


“Sebentar aku akan berusaha!” ucap Billy.


“Tunggu Jack, kami juga khawatir dengan kondisi Caca.” Ucap Max.


“Mengapa Kak Caca di culik oleh mereka? Mereka siapa dan apa maksdunya menculik kakak aku?” tanya Bagas.


“Mungkin musuhku di dunia bawah,” jawab Jack.


“Dunia bawah?” tanya  Bagas.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan Bagas karena mereka sudah menemukan arah mobil yang membawa Caca.


“Aku menemukannya!” ucap Billy.


“Di mana keberadaannya?” tanya Jack.


“Tidak jauh dari mansion ini.” Ucap Billy.


“Hutan itu? Sepertinya ada sebuah rumah yang berada di tengah hutan itu yang sudah lama tidak berpenghuni.” Ucap Jack.


“Benarkah?” tanya Billy.


“Karena CCTV ini berhenti di jalan menuju hutan itu, kemungkinan Caca di bawa ke dalam hutan.” Ucap Max.


“Sepertinya iya, kalian cari tahu tentang latar


belakang pelayan itu dan siapa bos mereka. Sedangkan Caca serahkan saja


padaku.” Ucap Jack.


“Tidak bisa kau jangan sendirian menghadapi mereka,” ucap Max.


“Kita tidak mengetahui kekuatan musuh Jack jangan gegabah. Biarkan Max ikut dengan mu, sedangkan aku akan mencari tahu dalang di balik semua ini.” Ucap Billy.


“Baiklah,” jawab Jack kemudian berjalan keluar dari ruang CCTV.


“Aku harus ikut dengan mu dan jangan larang aku karena dia adalah kakak ku satu-satunya.” Ucap Bagas yang ikut emosi dengan keadaan yang tidak di ketahuinnya namun mengkhawatirkan keadaan Kakaknya.


“Lebih baik kau di sini dan tunggu kabar dari kami, karena hal ini terlalu berbahaya.” Ucap Max.


“Tidak aku harus ikut,” jawab Bagas.


“Biarkan dia ikut dank au lindungi dia.” Ucap Jack yang sudah marah dengan kejadian penculikan Caca.


“Jack Tiger mengamuk di acara pesta dan untung saja semua orang sudah meninggalkan acara.” Ucap Jimmy yang menyusul mereka.


“Apa?” Jack terkejut.


“Hanya kau yang bisa menenagkannya jadi segera ke sana terlebih dahulu.” Ucap Jimmy.

__ADS_1


“Baiklah, Max siapkan kendaraan sekarang juga. Kita pakai sepeda motor saja karena itu akan mempercepat kita ke sana. Setelah aku membereskan keadaan tiger kita segera kesana!” Ucap Jack.


“Baik,” jawab Max.


__ADS_2