I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Liburan Pertama Part 3


__ADS_3

Setelah dari wahana tersebut, terik matahari semakin bersinar. Mereka mencari tempat untuk berteduh di sitar taman hiburan sambil menunggu waktu zuhur. Jack menelpon Riki untuk mencari tempat yang teduh di bawah pohon yang rindah. Tepat di taman hiburan ini ada sebuah taman dengan pepohonan yang rindang untuk tempat bersantai.


Riki telah selesai menyediakan tempat yang di minta oleh Jack dan segera memberi kabar Jack. Jack dan lainnya berjalan menuju tempat setelah di beritahukan Riki.


Sebuah karpet yang terbentang di atas rumput-rumput halaman taman dan di bawah pohon yang rindang sehingga menutupi cahaya matahari. Di atas karpet bercorak bunga mawar itu tersedia keranjang kayu yang berisi makanan. Dan ada beberapa peralatan sholat yang sudah di siapkan oleh Riki. Sebuah suasana seperti piknik di sebuah tempat wisata alam namun kali ini yang terlihat adalah taman hiburan.


“Tuan semuannya sudah di siapkan.” Ucap Riki.


“Kamu boleh pergi,” ucap Jack.


“Terimakasih Rik, kenapa kau tidak bergabung saja dengan kami?” tanya Caca dengan memberi ajakan kepadanya.


“Maaf nyoya saya harus kembali ke mobil.” Ucap Riki yang pergi begitu saja setelah mengatakan alasannya.


“Kau sih terlalu menyeramkan. Apa salahnya mengucapkan terimakasih.” Jawab Caca kepada Jack.


“Itu sudah pekerjaan dia.” Jawab Jack seenaknya.


“Tuh kan, mengucapkan terimakasih bisa membuatmu lebih tampan dan tidak akan berkurang apapun.” Ucap Caca.


“Baiklah, lain kali tidak akan.” Ucap Jack kemudian membuka keranjang kayu tersebut.


Jack mengeluarkan semua isi yang ada di dalamnya. Buah-buahan, nasi, lauk, jajanan berkemas dan air putih. Mereka menikmati isi keranjang itu sebagai makan siang. Sambil tertawa sesekali dan bercerita ketika menikamati makanan. Kehangatan dan kebahagia sudah menjadi hal yang terasa di lihat orang lain pada mereka.


Setelah selesai makan mereka bergantian untuk mengambil whudu guna mengerjakan sholat zuhur. Mereka sholat berjamaah di taman tersebut walaupun dalam keadaan tidak sunyi. Dan prilaku mereka ini dilihat banyak orang. Orang yang melihatnya sangat heran karena sangat jarang bisa melihat pemandangan tersebut. Namun mereka tidak menghiraukan dan terus melanjutkan hingga selesai.


“Setelah ini kita akan ke mana?” tanya Caca.


“Bagaimana jika di rumah hantu. Ayolah!” Ajak Kenzo.


“Baiklah kita ke sana.” Jawab Caca.


Mereka meninggalkan tempat itu begitu saja dan kembali ke lapangan taman hiburan dengan memasuki wahana rumah hantu. Mereka bersama-sama dengan bergandengan tangan untuk memasuki ruangan tersebut. Namun tidak seperti yang difikirkan oleh Kenzo dan Jack. Ternyata Caca sama sekali tidak takut dari awal masuk hingga keluar malah Bella yang sangat takut sehingga dirinya di gendong oleh Jack.


“Daddy! Aku sangat takut.” Ucap Bella yang memasuki pintu awal rumah hantu.


“Kemarilah agar daddy menggendongmu.” Jawab Jack.

__ADS_1


Hantu yang ada di dalam sengaja menakuti pengunjung dengan mendekati namun tidak menyetuh pengunjung. Seorang hantu dengan memakai jubbah hitam dan topeng mulut yang lebar seperti film the conjuring 2 itu mendekati Caca.


“Apakah kau takut?” tanya Jack.


“Tidak. Ayo jalan terus hingga kita akan keluar dari rumah hantu ini.” Jawab Caca.


“Aku sengaja membawa bunda ke sini agar lebih dekat dengan daddy. Tapi kenyataannya bunda tidak takut sama sekali.” Gumam Kenzo dalam hatinya.


“Ini wanita kok gak ada takut-takutnya. Padahal aku ingin sekali di peluknya ketika dia ketakutan. Huh ekspetasi tidak sesuai dengan realita.” Gumam Jack dalam hatinnya juga.


“Bunda kenapa tidak takut si, aku saja takut.” Bisik Bella kepada Jack.


Jack memberikan anggukan dan mereka malah di tinggal Caca berjalan terlebih dahulu. Caca terus berjalan hingga keluar dari rumah hantu. Namun wajah Caca terlihat pucat dengan keringan yang terlihat dari wajahnya.


“Kenapa dengan wajahmu? Kau takut?” tanya Jack.


“Sedikt.” Jawab Caca.


“Kenapa tadi tidak bunda bilang tidak takut.” Ucap Kenzo.


“Bunda bukan takut dengan hantu-hantu itu, hanya saja ketika di terowong terakhir itu sama sekali tidak ada cahaya, hanya sebuah satu lampu lilin yang di pegang oleh pengunjung.” Jawab Caca.


Caca mengaggukkan kepalannya. Jack menurunkan Bella dan mengajak mereka duduk di suatu tempat dekat pintu keluar wahana rumah hantu.


“Tunggu di sini,” ucap Jack.


Jack pergi untuk membeli minum dan di berikan oleh Caca.


“Minumlah terlebih dahulu,” ucap Jack yang memberikan sebotol air minum yang sudah di buka tutupnya.


Jack memegang kedua telapak tangan Caca kemudian dia pijat dengan perlahan.


“Bagaimana sudah mendingan?” tanya Jack.


“Sudah Jack tidak perlu di teruskan aku suda baik-baik saja.” Jawab Caca.


“Bunda Kenzo minta maaf karena sudah membawa kesini.” Ucap Kenzo.

__ADS_1


“Tidak apa-apa sayang. Tunggu sebentar kita istirahat dulu.” Jawab Caca.


Mereka duduk di bangku itu sekitar sepuluh menit. Setelah Caca mulai membaik  dirinya mengajak Kenzo, Bella dan Jack untuk kembali mencoba hal lainnya.


“Bagaimana jika kita membeli es cream dan gulali itu?” tanya Caca yang menunjukkan sebuah tempat orang yang sedang memesan es cream dan gulali.


“Kau sudah bisa berjalan?” tanya Jack.


“Tentu. Kamu kira kaki aku patah.” Ucap Caca sambil tersenyum.


“Ayo!” ajak Caca yang mengulurkan tangannya kepada Kenzo dan Bella.


“Asik.” Ucap Bella yang menerima uluran tangan Caca.


Mereka semua berjalan menuju tempat es cream dan gulali. Jack membelikan mereka apa yang mereka mau. Gulali berbentuk bola besar di beli oleh Jack. Mereka bersama-sama memakan satu buah gulali berbentuk bola besar itu sambil bercanda gurau.


Setelah habis dilanjutkan dengan memakan es cream bersama. Caca dan Bella yang memakan es cream rasa vanilla sedangkan Kenzo dan Jack memakan es cream rasa cokelat. Caca yang memiliki sifat jail meletakkan es cream ke wajah Jack sambil tertawa. Kemudian memberikan hal yang sama kepada Kenzo dan Bella.


Bella, Kenzo dan Jack ingin membalas kejahilan Caca dengan cara memberikan es cream mereka ke wajah Caca bersamaan dengan Caca yang di tahan dalam pelukkan Jack.


“Hahahha, lepaskan. Aku salah, maaf-maaf.” Ucap Caca.


Kemudian di lepaskan oleh Jack. Mereka berempat sama-sama tertawa melihat wajah mereka yang bercelemotan es cream. Saat itu Caca berinisiatif untuk mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan wajah mereka berempat. Dan tidak sampai di situ, mereka membersihkan wajah ke semula dan berselfi kembali.


“Bagaimana jika kita masuk ke dalam ruangan photo itu?” ucap Caca yang menunjukkan tempat photo langsung tercetak.


“Ayo,” jawab Jack, Kenzo dan Bella bersamaan.


Mereka berempat memasuki ruangan dan menekan tombol start memulainya. Dengan ekspresi berpose dalam selfi yang tidak teratur itu akhirnya mereka selesai dan tertawa bersama melihat hasil yang di dapat.


Mereka memilih beberapa photo yang lucu, imut dan bagus menurutnya untuk di print out. Setelah itu mengambil hasil print ya untuk di bawa ke rumah.


“Tidak terasa ini sudah sore.” Ucap Jack yang melihat jam.


“Kita kembali saja, nanti di perjalanan kita berhenti di masjid untuk sholat ashar.” Jawab Caca.


“Oke,” jawab Jack.

__ADS_1


Kenzo dan Bella menyetujuinnya. Tidak terasa mereka sudah menghabiskan waktu seharian untuk berlibur di taman hiburan.


__ADS_2