
Lauren yang ingin memasukkan makanan kedalam mulutnya tiba-tiba berhenti karena mendengar pernyataan yang katakana oleh Billy. Matanya melotot melihat Billy, badannya berhenti seperti sedang mode pause.
“Kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Billy.
Lauren dengan spontan menyodorkan pisau yang sedang di genggamnya di tangan kanan ke arah Billy.
“Berhenti mengingatkan kejadian itu atau kau aku bunuh!” jawab Lauren.
“Hahahhaa. Kau yakin ingin bisa membunuhku?” tanya Billy lebih menggoda dengan memberikan ekspresi wajah tersenyum tipis dengan posisi tangan yang memegang gelas.
“Aish!” ucap Lauren sangat kesal.
“Tenanglah aku berkata jujur. Kau sangat imut saat ini.” Ucap Billy kemudian minum.
Lagi-lagi Lauren menjadi tersipu malu namun berusaha untuk tidak menunjukkannya.
“Aku kira kau akan menjemputku di siang hari tapi malah di pagi hari.” Jawab Lauren.
“Jadi aku datang di waktu yang salah?” tanya Billy.
“Ehmmm. Jadi kita akan kemana setelah ini?” tanya Lauren yang tidak ingin menjawab.
“Mencoba mengahlikan pembicaraan.” Jawab Billy.
“Bukan, bukan seperti itu tapi..” jawab Lauren.
“Hahaha. Okelah, kau sudah siap menghabiskan makananmu?” tanya Billy.
Lauren menganggukkan kepalanya. Billy memanggil pelayan dan melakukan pembayaran atas makanan mereka. Setelah itu mereka kembali menuju mobil dan bergegas pergi.
“Sebenarnya kita akan kemana?” tanya Lauren lagi saat masuk kedalam mobil.
“Sudah aku katakan kita akan ke rumahku.” Jawab Billy yang mengambil tali sabuk pengaman di kursi Lauren.
“Aku bisa sendiri.” Jawab Lauren yang akan di pasangkan sabuk pengamannya oleh Billy.
“Baiklah.” Jawab Billy kemudian menghidupkan mobil dan melaju mengemudinya.
Mereka berdua hanya berdiam tanpa berbicara selama perjalanan. Billy yang terus fokus dengan mengemudinya sedangkan Lauren sudah berfikir yang aneh-aneh. Tapi dia berusaha untuk tetap tenang. Beberapa menit perjalanan mereka tiba di sebuah rumah yang cukup besar dan mewah terlihat dari depan, itu adalah rumah Katie dan Andrew.
“Ini rumahmu?” tanya Lauren.
“Ayo masuk!” Ucap Billy yang keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untuk Lauren.
Lauren melihat bagaimana dua patung harimau ada di depan teras pintu rumah dengan jajaran pohon hias dan sebuah kolam air ikan yang ada di sebelah kanan. Lauren menaiki beberapa anak tangga menuju pintu rumah yang berwarna emas. Mereka berdua masuk kedalam rumah.
Rumah dengan dekorasi tiongkok modern ini terlihat jelas didalamnya. Billy membawa Lauren untuk duduk di ruang tamu yang terdapat di dekat pintu masuk.
“Duduklah disini dulu.” Jawab Billy.
__ADS_1
“Baiklah.” Jawab Lauren.
Billy memerintahkan pembantunya untuk membuatkan makanan dan minuman kepada Lauren. Billy bergegas untuk memanggil Katie yang saat ini tidak pergi bersama dengan Andrew. Saat itu Katie berada di dalam kamar sedang merapikan perhiasannya.
“Bu!” panggil Billy setelah masuk kedalam kamar Katie.
“Ada apa Bil?” tanya Katie yang memberhentikan aktivitasnya.
“Ikut denganku, aku ingin memperkenalkan seseorang kepadamu.” Jawab Billy.
“Siapa? Teman-temanmu itu?” tanya Katie.
“Bukan. Dia sedang di ruang tamu.” Jawab Billy.
“Baiklah, pergilah dulu. Aku akan membereskan pekerjaanku dulu.” Jawab Katie.
“Baiklah.” Jawab Billy.
Billy kembali menghampiri Lauren yang sedang berada di ruang tamu. Pelayan sudah menyediakan minum dan cemilan untuk Lauren.
“Minumlah dan makan cemilannya. Anggap saja rumah sendiri.” Ucap Billy.
“Iya.” Jawab Lauren.
Lauren mendengar pembicaraan para pelayan tentang Billy yang pertama kali membawa seorang wanita ke rumah ini. Dan itu membuat Lauren terkejut. Seorang Billy Sandreas tidak pernah bermain dengan wanita?
“Oh, jadi wanita cantik ini yang ingin kau perkenalkan denganku Billy?” tanya Katie yang datang menghampiri Lauren dan Billy.
“Duduklah bu!” ucap Billy yang memerintah Katie duduk.
“Bu ini Lauren. Lauren ini Katie, bu ku.” Jawab Billy.
“Hallo Bu!” sapa Lauren.
“Jangan terlalu sopan, biasa saja.” Ucap Katie yang tersenyum.
“Iya bu.” Jawab Lauren.
“Bu kau tidak ingin shopping? Kemarin kau memintaku untuk menemanimu?” tanya Billy yang memberikan kode dengan mengedipkan matanya sebelah.
“Ah iya. Kenapa? Sekarang kita akan shopping dengan Lauren juga? Itu benar-benar akan menyenangkan.” Jawab Lauren.
“Bu, bisa aku meninggalkan dia denganmu? Aku masih ada pekerjaan.” Jawab Billy yang sengaja untuk pergi melihat Richard yang ada di kamarnya.
“Kenapa kau pergi?” tanya Lauren yang menghentikan Billy untuk pergi.
“Tidak apa-apa, bicaralah padanya.” Jawab Billy.
“Kau!” ucap Lauren yang tidak nyaman.
__ADS_1
“Bu, pergilah bersama dengan Lauren untuk shopping. Bu sudah lama tidak keluar berbelanjakan?” tanya Billy.
“Ide yang bagus. Bagaimana jika kita belanja dan menghabiskan uang Billy?” Katie yang berjalan mendekati Lauren.
“Tapi aku..” jawab Lauren yang terbata-bata.
“Tenang saja, saya tidak akan jahat padamu. Kita hanya perlu bersenang-senang tanpa laki-laki yang sibuk kerja ini.” Jawab Katie.
“Ehm, baiklah.” Jawab Lauren yang masih malu-malu.
“Ini kartu kreditku, gunakan semaumu.” Billy membuka dompetnya dan memberikan kartu kepada Lauren.
“Tidak perlu, aku juga memiliki cukup uang.” Jawab Lauren.
“Berikan pada ibu. Lauren jangan menolak kebaikkannya. Ayo kita belanja sepuasnya hingga menghabisi harta miliki Billy.” Jawab Katie tertawa sambil menunjukkan kartu kredit yang sudah dia rebut dari Billy.
Billy tersenyum dan meninggalkan mereka. Lauren dan Katie pergi berangkat berbelanja ke pusat pembelanjaan di antar oleh supir pribadi Katie.
“Tunggu di sini, saya mengambil tas dulu di kamar.” Jawab Katie.
“Iya bu.” Jawab Lauren.
Katie yang pergi masuk ke kamar dan Lauren mengambil ponselnya menelpon Billy.
“Ada apa? Belum saja aku tinggal lima menit.” Jawab Billy.
“Apa kau gila? Kau membiarkan aku dengan ibu mu?” jawab Lauren.
“Tidak apa-apa. Kau besok akan berangkat kembali ke Italia, jadi carilah oleh-oleh yang akan dibawa ke sana. Ibuku juga pasti sangat senang jika ada teman yang berbelanja bersama dengannya.” Jawab Billy.
“Tapi ini sangat canggung Billly?” ucap Lauren.
“Nikmati saja. Tidak apa-apa. Sudah dulu aku akan mulau meeting online.” Jawab Billy yang mematikan panggilan itu.
“Dasar pria brengsek ini.” Lauren yang mengutuk Billy ketika panggilannya di matikan.
Lauren memang benar-benar sedang tidak nyaman dengan semua ini. Pertama kali dia datang ke rumah seorang lelaki dan di pertemukan dengan ibunya. Semua ini adalah hal yang benar-benar sangat canggung. Dan saat dia sangat panik, Katie sudah mengambil tasnya.
“Ada apa Lauren?” tanya Katie.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hy Readers …
Semoga dalam keadaan sehat dan lancar setiap aktivitasnnya….
Author hanya ingin memberikan pesan singkat pemberitahuan bahwa besok sepertinya Author tidak up karena mau fokus dengan dunia nyata. Tapi tenang, setelah semuanya sudah selesai Author berusaha untuk up banyak. Mohon doa kelancaraan Author besok Sidang Skripsi yah? Doakan Author segera meraih gelar Sarjana.
Jangan lupa terus dukung dengan like dan komentarnya.
__ADS_1