
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.
Tempat, waktu dan kejadian hanyalah sebuah karya fiksi author.
Setelah diskusi tanggal penentuan pernikahan dengan keluarga Caca, Jack dan Jimmy di ajak untuk makan siang bersama dengan Caca.
“Kalian makan siang terlebih dahulu sebelum kembali,” ucap Caca dengan singkat.
“Sepertinya dia sedikit marah denganmu Jack,” bisik Jimmy.
“Dia terlihat imut seperti itu,” jawab Jack dengan santai.
Caca yang sedang mengambil beberapa makanan yang sudah ia masak tadi untuk ditata di ruang tamu. Saat Caca sedang mengambil makananya Jack datang menawarkan bantuannya. Jimmy duduk dengan tenang memperhatikan kelakukan mereka di dapur.
“Kau masih marah dengan keputusanku?” tanya Jack.
“Fikir saja sendiri,” jawab Caca yang mengambil lauk makanan.
“Berikan padaku!” perintah Jack.
“Tidak perlu,” jawab Caca.
“Sini,” ucap Jack yang merebutnya dari tangan Caca kemudian meletakkannya di meja tamu.
“Menyebalkan,” jawab Caca.
“Sejak kapan kau jadi pelayan Jack?” tanya Jimmy yang menggoda.
“Kau diam saja, ini taktik untuk membuatnya memaafkan ku.” Jawab Jack.
“Baiklah,” ucap Jimmy.
Jack kembali ke dapur.
“Ada lagi yang bisa aku bantu untuk meluluhkan hati mu?” tanya Jack.
“Berhenti menggoda ku Jack. Aku tidak marah, hanya saja kenapa tidak mempertanyakan hal tersebut terlebih dahulu padaku? ” tanya Caca.
“Sebagai kejutan untukmu, akku berharap kau akan menyukainnya.” Jawab Jack dengan jujur.
“Lain kali pertanyakan terlebih dahulu padaku. Karena yang menikah adalah kita berdua bukan kamu seorang. Itu sama saja kau tidak menghargai diriku,” ucap Caca.
“Baiklah aku mengakui kesalahanku, jadi sekarang bisa tersenyum padaku?” goda Jack.
“Hais, sudahlah.” Jawab Caca.
Caca membawa beberapa gelas dan sebuah teko kecil yang berisi teh manis dingin. Sementara Jack mengikuti Caca dari belakang saja.
“Berhenti mengikutiku, bawa ini!” Ucap Caca yang memberikan piring kaca dan beberapa sendok.
“Baik nyoya.” Jawab Jack sambil tersenyum.
Jack kemudian meletakkannya lagi di meja. Kemudian Caca mempersilhakan Jimmy dan Jack untuk makan siang. Namun tiba-tiba Jacob kembali mengambil ahli tubuh Jack.
“Makanlah sepuasnya, semua ini aku persiapkan untuk kalian.” Ucap Caca.
“Buatan my lotus pasti sangat enak,” ucap Jacob dengan pelan namun terdengar oleh Caca.
“Mylotus?” ucap Caca spontan yang mendengar Jacob memanggil dirinya.
__ADS_1
“Maksudnya?” tanya Jimmy yang tidak mengerti.
“Tadi Jack menyebutku my lotus,” jawab Caca.
“Mungkin kau salah dengar Ca, aku tidak ada berkata apa-apa.” Jawab Jacob.
“Apakah aku salah dengar?” tanya Caca dalam hatinya.
“Baiklah silahkan makan, mungkin aku saja yang salah mendengar.” Jawab Caca.
Suasana yang hening karena kegiatan mereka sedang makan bersama tanpa ada diskusi sama sekali. Namun di dalam fikiran dan hati Jacob ia sedang mengkagumi masakan Caca. Caca memasakkan sop ayam jamur dan sambal kecap pedas, makanan kesukaan Caca di kampung halamannya.
“Masakkan ini sangat enak, ternyata mylotus sangat pandai memasak. Apa nama masakkan ini ya? Ini pertama kalinya aku mencicipi masakan mylotus berarti Jack sudah sering menikmatinya. Ternyata pilihanku tidak salah begitu pula denganmu Jack.” Ucap Jacob yang ada dalam fikirannya sambil menikmati makanan yang dihidangkan Caca.
Jimmy hanya berdiam diri dan tidak membuka suara. Jimmy juga menikmati masakkan Caca tanpa menyadari lingkungan sekitar. Kemudian Caca mulai membuka suara.
“Kenapa kalian berdua berdiam diri tanpa ada suara?” tanya Caca yang heran.
Mereka berdua memandangi wajah Caca sambil menguyah makanan yang ada dalam mulut mereka.
“Kenapa kalian memandangiku seperti itu? Apakah makanannya tidak enak?” tanya Caca.
Caca kemudian mencicipin makanannya kembali karena dari tadi dirinya hanya berdiam diri melihat gerak-gerik Jimmy dan Jack yang sedang makan siang itu.
“Biasa saja rasanya,” ucap Caca.
“Ini masakkan kau sendiri yang memasakknya Ca?” tanya Jimmy.
“Tentu, lalu siapa lagi yang memasakkannya. Aku tidak memiliki banyak uang untuk memperkerjakan seseorang bahkan hanya sekedar membelinya di restoran.” Jawab Caca.
“Apa nama masakkan ini?” tanya Jacob.
“Enak,” jawab mereka berdua dengan kompak.
“Hahahahha,” tawa Caca mendengar kejujuran mereka.
Jacob dan Jimmy tersenyum melihat tawa Caca yang spontan itu.
“Jadi dari tadi kalian diam karena menikmati makan siang ini?” tanya Caca.
Mereka berdua mengaggukan kepalanya karena masih mengunyah makanan di mulut mereka.
“Baiklah habiskan dulu makanan kalian,” jawab Caca.
Beberapa menit kemudian mereka telah siap makan lalu mulai berbicara kembali.
“Masakkan ini sungguh enak Ca. Bagaimana jika kita membuka restoran khas Indonesia?” tanya Jimmy.
“Aku tidak akan membuat istri ku kerja,” jawab
Jacob.
“Ini hanya masakkan biasa, sudah jangan berdebat.” Jawab Caca.
“Tapi ini kedua kalinya aku mencoba masakkanmu Caca, dan ini lebih enak daripada bubur ayam waktu itu (lihat episode 51).” Ucap Jimmy.
“Bubur ayam?” tanya Jacob yang tidak mengetahuinya karena Jack tidak menuliskan di bukunya.
“Iya waktu Caca pertama kali datang ke mansion dia membuatkan kita semua bubur ayam.” Jawab Jimmy dengan santai tanpa curiga.
__ADS_1
“Saat nanti kita menikah aku tidak akan pernah mengizinkan mu untuk bekerja, cukup memasakkan aku seorang setiap harinya.” Jawab Jacob yang cemburu.
Jacob cemburu karena Jimmy sudah dua kali merasakan masakkan Caca sementara dirinya baru pertama kali ini.
“Itu sudah jadi kewajibanku sebagai istri. Tapi
jangan pernah larang aku untuk bekerja Jack.” Jawab Caca.
“Kenapa kau harus bekerja lagi? Bahkan kekayaanku bisa memenuhimu seumur hidup dan tujuh generasi keturunan kita bahkan lebih.” Jawab Jacob.
“Jangan jadikan aku wanita yang lemah dan manja, aku ingin mandiri.” Jawab Caca.
“Apa yang salah dengan wanita yang manja? Kau harus manja padaku setiap waktu karena kau adalah istriku satu-satunya.” Jawab Jacob.
“Sudahlah kalian jangan berdebat lagi, itu semua bisa di bicarakan nanti. Sekarang yang harus kalian fikirkan bagaimana dengan tahap selanjutnya untuk pernikahan kalian?” tanya Jimmy yang melerai mereka berdua.
“Atur jadwalku besok untuk pergi ke butik. Dan kau harus ikut bersamaku besok Caca untuk mencari gaun pengantin untuk kita.” Ucap Jacob.
“Tapi besok aku harus meminta tanda tangan
professorku untuk ACC tesis ku,” jawab Caca.
“Batalkan semua jadwalmu selama sebulan ini,” jawab Jacob.
“Tapi…” jawab Caca.
“Jangan tapi-tapi, ini pernikahan kita jadi fokuslah itu dulu.” Jawab Jacob.
Caca yang merasa diri Jack sedikit kasar sama seperti saat pertama kali bertemu.
“Yang dikatakan oleh Jack benar. Lebih baik focus terlebih dahulu pada pernikahan kalian Caca. Karena waktu kita hanya seminggu.” Jawab Jimmy.
“Baiklah,” jawab Caca yang pasrah lagi.
“Tenang saja aku akan menyuruh seseorang untuk menyelesaikan urusan perkuliahanmu,” ucap Jacob.
“Itu tidak perlu.” Jawab Caca.
“Tidak apa-apa jangan menolak kebaikanku.” Jawab Jacob.
“Baiklah, kalian hanya perlu untuk mencari baju pengantin saja. Selebihnya biar aku yang mengurusnya.” Jawab Jimmy.
“Tidak, kau juga harus mempertanyakan segalanya padaku.” Jawab Caca.
“Baiklah,” jawab Jimmy.
“Baiklah semua sudah diputuskan, aku akan kembali nanti malam untuk makan malam dengan mu bersama anak-anak. Karena mereka sudah rindu padamu.” Ucap Jacob yang mencari alasan untuk selalu berjumpa dengan Caca.
“Kenzo dan Bella?” tanya Caca.
“Iya,” jawab Jacob.
“Oke,” jawab Caca.
“Kami pamit Ca,” ucap Jimmy.
“Iya,” jawab Caca.
Jacob dan Jimmy pergi meninggalkan rumah Caca setelah menikmati makan siang yang dibuat oleh Caca sendiri.
__ADS_1