I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Ucapan Terimakasih Meriska


__ADS_3

Maaf Readers Telat Up. Eh sebenarnya bukan telat tapi salah ngatur waktu ya wkwkwkwkwk. Selamat membaca jangan lupa dukungannya


Meriska hanya bisa menerima begitu saja perlakuan yang sudah diberikan oleh Deni kepadanya. Bagas yang mengikuti langkah mereka dari belakang setelah mengejek para preman. Mereka masuk ke dalam taksi dengan posisi Bagas duduk di depan bersama dengan supir dan Deni berada di kursi belakang dengan Meriska.


Bagas memberikan air botol mineral kepada Deni untuk memberikannya kepada Meriska. Deni menerima botol itu dan membukakan tutup botol dan memberikannya kepada Meriska untuk langsung diminumnya.


“Minumlah.” Ucap Deni setelah membuka tutup botol.


“Terimakasih.” Jawab Meriska yang meminumnya untuk menenangkan dirinya.


“Sudah mulai tenang?” tanya Deni kepada Meriska.


Meriskan menganggukkan kepalanya, Deni juga melihat tubuhnya sudah tidak bergemetaran lagi. Meriska melanjutkan dengan pertanyaan kepada mereka berdua yang tiba-tiba bisa muncul di gang sempit itu.


“Bagaimana kalian bisa berada disana?” tanya Meriska yang heran dan ingin mengetahuinya.


“Tentu saja karena kami sedang mencarimu.” Jawab Deni.


“Lalu untuk apa kalian kemari?” dengan penasaran Meriska bertanya lagi.


“Untuk membawamu ke Italia.” Jawab Deni dengan singkat.


“Dalam rangka?” tanya Meriska.


“Siska dan Jimmy akan segera melangsungkan pernikahan. Dan kau di undang untuk datang menghadiri acara mereka.” Jawab Deni.


“Kapan?” tanya Meriska.


“Sekitar 20 jam lagi dari sekarang?” jawab Deni.


“Apa? Mengapa begitu mendadak?” tanya Meriska.


Deni tidak bisa menjawab dengan jujur bahwa dirinya datang langsung untuk menjemputnya sehingga Bagas membantunya untuk menjawab pertanyaan Meriska.


“Karena beberapa alasan abang Jimmy dan kakak ipar ingin segera melaksanakannya. Jadi kami berinisiatif untuk segera menjemputmu Kakak Meriska.” Jawab Bagas.

__ADS_1


“Oh seperti itu.” Jawab Meriska yang sudah mengerti.


Bagas dan Deni saling melirik satu sama lain bahwa jawaban yang sudah di katakana itu bisa diterima dan dipercayai oleh Meriska.


“Kakak aku sangat lapar. Bisakah kita mencari makan?” tanya Bagas yang memang sejak turun dari bandara mereka belum ada makan apa-apa.


“Baiklah, aku akan mengajak kalian untuk makan malam sebagai ucapan terimakasihku kepada kalian yang sudah menyelamatkan aku.” Jawab Meriska.


“Ide yang bagus.” Jawab Bagas dengan semangat.


“Kau benar-benar tidak ada yang terluka karena mereka?” tanya Deni.


“Tidak ada. Aku baik-baik saja, kalian juga datang tepat pada waktunya.” Jawab Meriska.


“Baguslah jika seperti itu.” Jawab Deni.


Malam yang begitu indah di kota romantis itu telah terjadi sebuah penyelamatan tepat waktu. Meriska memberikan ucapan terimakasih kepada kedua penolongnya untuk makan malam. Bagas yang sangat bahagia karena sudah bertemu dengan orang yang dituju. Deni yang menghilangkan rasa rindu dan juga kekhawatiran atas apa yang terjadi terhadap Meriska.


Bagas sudah bisa memulai perjalanannya sesuai dengan bayangannya walaupun sekarang memiliki waktu yang cukup singkat ini. Di dalam taksi itu Bagas membuka kaca mobil taksinya dan mengeluarkan kamerannya. Bagas memphoto beberapa objek dalam perjalan menuju restoran yang menurutnya sangat bagus jika di abadikan.


Mobil taksi yang ditumpangi mereka berhenti di sebuah restoran yang cukup bagus dan terkenal di kota itu. Saat ini sudah agak terlalu malam sehingga pengunjungnya juga sangat sedikit. Suasana yang begitu tidak ramai dan tenang menjadi pilihan utama bagi Meriska untuk mengajak mereka menikmati makanan di kota ini.


Saat mereka masuk kedalam restoran dan memilih duduk di tengah-tengah jalan  ruangan itu. Mereka memesan saat maid datang mencatat pesanan mereka, Deni memesan tanpa harus melihat daftar menu. Sedangkan Meriska dan Bagas sedang melihat daftar menu yang akan mereka pilih untuk di pesan.


“Bagaimana kamu mengetahui tentang semua menu ini?” Tanya Meriska.


“ Jangan banyak tanya. Pilih saja apapun yang kalian suka, biar aku yang akan membayarnya.” Jawab Deni.


“Sudah aku katakan bawa kali ini aku yang akan membayarya.” Jawab Meriska.


“Jangan bantah apa yang aku katakan.” Jawab Deni kepada mereka berdua.


“Sudah Kaka Meriska turutin saja apa yang sudah dia katakan.” Jawab Bagas untuk membuat Meriska mengalah kepada Deni.


Akhirnya mereka memesan sesuai dengan apa yang mereka inginkan tanpa harus melihat berapa harga yang di tawarkan dari daftar menu itu. Setelah memesan mereka menunggu makanan datang dengan mengobrol. Bagas menceritakan tentang bagaimana mereka yang baru saja turun dari pesawat langsung menuju asrama Meriska untuk menjemputnya.

__ADS_1


Meriska merasa tersentuh dengan apa yang diceritakan oleh Bagas pada dirinya. Bagas juga menceritakan bagaimana niatnya Deni datang kesini untuk langsung menjemputnya dan juga bagaimana Deni yang khawatir bahwa Meriska tidak kembali ke asrama. Bagas membisikkan hal itu dan mengketiknya di ponsel miliknya agar tidak di ketahui oleh Deni.


“Apa yang sedang kalian tertawakan?” tanya Deni.


“Tidak ada. Kami sedang melihat sebuah postingan yang lucu saja.” Jawab Meriska yang berbohong. Padahal dirinya sedang membaca tulisan Bagas tentang Deni.


“Bagaimana dengan tiket pesawatku?” tanya Meriska yang berhenti tertawa dan berfikir tentang datang ke acara pernikahan Jimmy dan Siska.


“Tenang saja aku sudah memesankannya. Kau hanya perlu membawa dirimu dan membawa passport dirimu saat di bandara.” Jawab Deni.


“Benarkah?” tanya Meriska.


“Tentu saja.” Jawab Bagas.


“Berapa yang harus aku bayar?” tanya Meriska.


“Apakah kau fikir bahwa keluarga Sandreas kekurangan uang?” tanya Deni.


“Jangan bahas soal uang kepadannya.” Jawab Bagas yang berbisik kepada Meriska.


“Tapi itu untukku tentu saja aku memikirkannya.” Jawab Meriska.


“Yang terpenting itu kau ikut dengan kami. Soal yang lainnya jangan di bahas.” Jawab Deni.


Makanan yang mereka pesan datang sehingga menghentikan obrolan mereka. Bagas langsung menyantapnya karena sudah terlalu lapar dan mereka berdua yang sejak tadi canggung mengikuti menikmati hidangan. Deni yang memberanikan dirinya memberikan makanannya ke atas mangkok Meriska.


“Makanlah yang banyak untuk kesehatanmu.” Jawab Deni.


Mereka menikmati makanan dengan sangat baik. Dan saat mereka  selesai, Deni memanggil maid untuk melakukan pembayaran. Billy mengeluarkan sebuah kartu yang tertera nama restoran itu. Maid yang bekerja itu tiba-tiba heran dan langsung memberikan pelayanan yang lebih ramah lagi. Dia langsung memberi tahukan hal itu kepada


manajegernya.


Saat Deni dan lainnya bergegas untuk pergi meninggalkan restoran di panggil oleh sang manajer. Sang manajer menyalami Deni dan menyapa Bagas dan juga Meriska. Ternyata restoran ini adalah salah satu restoran milik grup Sandres yang dipegang oleh Jimmy atas nama manajer itu. Sehingga manajer


itu mengenal semua orang-orang penting bagi Jimmy termasuk salah satunya adalah

__ADS_1


Deni.


Meriska dan Bagas sangat heran dengan apa yang baru saja mereka saksikan. Pantasan saja Deni dengan gampangnya menghapal menu-menu favorite bestseller di tempat ini. Ternyata Deni sering kesini. Mereka mengantarkan Meriska terlebih dulu ke asrama kemudian memesan hotel. Mereka akan berangkat ke Kanada setelah pagi hari.


__ADS_2