I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
PDKT Deni


__ADS_3

Tiga wanita cantik itu mendekati ombak pantai. Matahari yang mulai menyinari cahayanya ke bumi perlahan-lahan. Kazumi, Siska dan Meriska yang berdiri di depan pantai untuk mencari udara segar.


“Ingin sekali aku masuk kedalam air itu.” Ucap Siska.


“Aku juga.” Jawab Kazumi.


“Silahkan saja.” Jawab Meriska.


“Apa kegiatanmu Meriska dan Kazumi?” tanya Siska.


“Kalau aku, aku hanyalah seorang mahasiswi dari universitas di francis. Mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di sana.” Jawab Meriska.


“Wah keren. Kalau kau Kazumi?” Jawab Siska.


“Jadi yang paling muda di sini adalah kau?” tanya Kazumi.


“Aku baru saja menjadi dokter. Sekitar hampir dua tahun ini.” jawab Kazumi.


“Mungkin begitu. Jadi kau seorang dokter di Jepang Kazumi?” tanya Mersika.


“Kalian berdua benar-benar gadis yang hebat.” Jawab Siska mengetahui profesi Meriska dan Kazumi.


“Semua hanyalah sebuah keberuntungan saja.” Jawab Kazumi.


“Bagaimana denganmu?” tanya Kazumi dan Meriska bersamaan.


“Aku mengelolah salah satu restoran italia milik Jack.” Jawab Meriska.


“Jadi itulah alasan kau mengenal Jack dan Caca?” tanya Mersika.


“Begitulah.” Jawab Siska.


“Jadi kau sudah lama kenal dengan Jimmy? Bagaimana kau bisa menyukainya?” tanya Kazumi yang penasaran.


“Mungkin sebuah kata pertemanan. Aku sama seperti mu Meriska, aku mendapatkan beasiswa keluar negeri untuk melanjutkan studiku. Dan aku bertemu dengan Jimmy di sekolah bisnis itu. Menjadi teman sekaligus sahabat seperti Kazumi dengan Max.” Jawab Siska.


“Jadi kau sudah cukup lama menyimpan perasaan itu?” tanya Kazumi dan Meriska.


“Begitulah.” Jawab Siska.


“Mengapa tidak berani mengatakannya terlebih dahulu?” tanya Kazumi dan Meriska bersamaan lagi.


“Tentu saja karena banyak factor. Makanya aku tidak bisa.” Jawab Siska tertawa.


“Haahaha.” Mereka bertiga tertawa di depan desir ombak yang menyapu tepi pantai.


“Begitulah kehidupan pria tampan dan kaya.” Jawab Meriska.


“Kau benar.” Jawab Kazumi.


“Ya sudah, kita kembali masuk dan bersiap. Aku dan Jimmy mungkin akan segera kembali.” Jawab Siska.


“Aku juga akan ikut denganmu. Mungkin Max akan kembali hari ini.” Jawab Kazumi.


“Kalian duluanlah. Aku masih ingin di sini.” Jawab Meriska.


“Baiklah.” Jawab Siska dan Kazumi.

__ADS_1


Mereka berdua melangkah meninggalkan tepi pantai dan kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap kembali. Sedangkan Meriska masih bermain air di sana.


Meja makan yang sudha di penuhi dengan Max, Deni, Jimmy dan Billy.


“Bu dan daddy sudah selesai. Kalian sarapanlah, kami mau bersiap-siap.” Ucap Katie.


“Jam berapa keberangkatan kita?” tanya Billy.


“Pukul sepuluh nanti.” Jawab Andrew.


“Ok.” Jawab Billy


“Di mana para wanita?” tanya Max.


“Mereka sudah sarapan dan sekarang sedang menikmati angin pagi tepi pantai.” Jawab Katie.


Katie dan Andrew pergi meninggalkan mereka. Dan mereka masih menikmati sarapan bersama.


“Kau sampai kapan di sini?” tanya Billy kepada Jimmy dan Deni.


“Kalau aku tetap mengikuti Jack. Tapi kalau Jimmy mungkin akan pergi bersama Siska dulu. Baru kembali.” Jawab Deni.


“Kalau kau Max?” tanya Billy.


“Aku sudah pesag tiket pesawat siang ini. Karena aku dan Kazumi besok sudah harus kembali bekerja.” Jawab Max.


“Hmmm. Baiklah, ingat untuk tujuan kita. Dan kau Max harus lebih memperhatikan tentang Brian di sana.” Jawab Billy.


“Iya.” Jawab Max.


“Dari mana kalian?” tanya Max.


“Hanya menikmati ombak di tepi pantai saja.” Jawab Kazumi.


“Bersiaplah karena pesawat kita pukul siang ini.” Jawab Max.


“Siska kita akan segera ke rumah nenek dan kakek siang ini.” Jawab Jimmy.


“Oke.” Jawab Siska.


“Bukannya kalian seharusnya bertiga. Di mana Mersika?” Tanya Deni.


“Di pantai.” Jawab Siska.


Mereka semua berjalan menuju kamarnya masing-masing. Tapi tidak dengan Deni, mendengar bahwa Meriska sendirian di pantai ia ingin bertindak cepar mendekati wanita itu.


Meriska yang duduk di pasir pantai dengan mempamerkan wajahnya di depan cahaya matahari. Angin pantai yang mengenai rambutnya yang sebahu membuat di lebih bercahaya ketika di pandang oleh Deni.


“Perempuan ini ada saja tingkahnya.” Jawab Deni yang melihat dari kejauhan.


Meriska menutup matanya untuk menikmati cahaya dan angin pantai. Sedangkan Deni duduk di samping Meriska tanpa di sadari.


“Boleh aku bergabung?” tanya Deni yang sudah duduk di samping Meriska.


Meriska yang terkejut dengan siapa yang berkata itu di sampingnya membuka mata dan melihat pria yang di sukainya. Meriska bingung harus menjawab apa dan hanya memadangi wajah Deni saja.


“Hey, kenapa dia saja?” tanya Deni yang melihat Meriska bengong.

__ADS_1


“Silahkan.” Jawab Meriska.


“Ke mana kau setelah kejadian itu? Apakah sudah menemukan temanmu itu?” tanya Deni.


“Aku tidak sempat bertemu denganya karena harus segera kembali ke ferancis.” Jawab Meriska.


“Pantas saja.” Jawab Deni.


“Apa?” tanya Meriska.


“Tidak apa-apa.” Jawab Deni.


“O ya soal waktu itu aku lupa untuk berterimakasih kepadamu dengan benar. Bagaimana jika meminta permintaan yang mungkin bisa aku kabulkan.” Jawab Meriska menawarkan sesuatu sebagai ucapan terimakasih.


“Sebenarnya aku menolongmu tidak ingin meminta apapun tapi karena kau memaksa. Bagaimana jika kau mengajaku berkeliling daerah sini? Bukankah itu hal yang mudah apalagi kau adalah temannya Caca.” Jawab Deni.


“Baiklah. Deal!” Jawab Meriska.


“Deal.” Jawab Deni.


“Ayo!” Ucap Meriska yang berdiri dan mengelurkan tangannya.


“Sekarang?” tanya Deni.


“Tentu saja. Mau kapan lagi, aku akan segera kembali. Maka perjalanan kita di mulai.” Jawab Meriska.


“Wanita ini benar-benar sulit untuk di tebak. Tanpa bertanya siapa nama dengan baik, tapi berani sekali berjalan dengan laki-laki asing.”


Jawab Deni dalam hati.


“Apakah kau akan seperti ini terhadap laki-laki lain?” tanya Deni.


“Tentu saja tidak. Kau adalah penyelematku sekaligus adik ipar sahabatku maka kau sudah di katagorikan sebagai pria baik. Jadi tidak ada salahnya aku menemanimu menikmati keindahakan pantai ini.” Jawab Meriska.


“Begitu?” tanya Deni.


“Tentu saja.” Jawab Meriska yang berjalan di pinggir pantai bersama dengan Deni.


“Bukan kah seharusnya kau bertanya terlebih dahulu siapa aku?” tanya Deni.


“Deni Sandreas. Seorang kepala pengawal di mansion suami Caca. Adik asuh Jack Sandreas. Apalagi yang aku butuhkan?” tanya Meriska yang jujur sudah mengetahui siapa Deni.


“Dari mana kau mengetahui semua itu?” tanya Deni.


“Tentu saja dari Caca. Itu jawaban yang benar dan jujur bukan?” tanya Meriska tersenyum.


“Hahahhaa. Kau gadis yang cerdas. Namun bukankah itu adalah hal yang tidak adil buatku. Aku tidak mengetahui apapun tentang mu?” Tanya Deni.


“Hmmmm iya juga. Baiklah kau panggil saja aku Meriska, informasi selebihnya tanyakan saja kepada Caca.” Jawab Meriska.


“Kenapa harus bertanya kepada orang lain jika aku bisa bertanya dengamu langsung.” Jawab Jimmy.


“Tapi itu tidak adil. Kau juga harus melakukan hal yang sama.” Jawab Meriska tertawa kemudian berlari ke bebatuan yang ada di depan mereka.


“Wanita ini benar-benar…” ucap Deni yang mengejarnya dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


Mereka menikmati suasana pantai pada bebatuan dan karang di sana.

__ADS_1


__ADS_2