I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kepanikan Jack Sandreas part 3


__ADS_3

Sesuai permintaan reader, author up 4 bab hari ini ya. Tapi waktunya di jadwalkan, hehee. Jangan lupa like dan komentarnya


Kenzo ingat bahwa dirinya sudah memasang pelacak di liontin medusa yang digunakan Caca di lehernya. Semua itu dilakukannya untuk hal-hal seperti ini. Antisipasi jika Caca menghilang di culik oleh orang dengan mudah Kenzo akan mendapatkan lokasi keberadaan Caca.


Kenzo terus bermain komputernya untuk mencari lokasi keberadaan Caca dari alat pelacak gprs yang sudah di pasang di liontin kalung yang dipakai oleh Caca. Membutuhkan waktu setengah jam akhirnya Kenzo mendapatkan titik lokasinya. Kenzo memastikan itu adalah titik lokasi di Indonesia di Jakarta. Dengan cepat Kenzo memanggil Jack melalui jam tangan canggihnya.


“Tenanglah Jack, jangan lakukan hal ini untuk membuat keributan di bandara.” Ucap Max kepada Jack dengan memeluknya.


“Hentikan aku Max, atau kau yang akan menerima akibatnya.” Jawab Jack kepada Max.


“Tidak aku, tidak akan membiarkanmu membuat keributan.” Jawab Max.


Jack dengan emosi melayangkan pukulannya kepada Max hingga Max terjatuh di lantai.


“Diam jika kau tidak ingin membantuku.” Jawab Jack.


Penjaga bandara semuanya datang untuk menghentikan Jack.


“Kalian tidak mengetahui aku siap? Berani-beraninya kalian menghalangiku!” ucap Jack yang siap menerima serangan.


Max mencegah keributan itu dan memohon maaf kepada pihak bandara untuk tidak memperpanjangnya dan segera akan membawa Jack keluar dari bandara. Jack akan siap bertidak namun Jack menerima panggilan dari Kenzo.


“Daddy aku mengetahui keberadaan Bunda. Jadi berhenti melakukan pencarian dan terlihat panik di sana.” Jawab Kenzo yang menebak bahwa daddy Jack pasti sudah melakukan kekacauan di suatu tempat.


“Jangan main-main Kenzo.” Jawab Jack yang tidak mempercayainya.


“Apa daddy tidak mempercayaiku? Untuk membuktinya segera kembali ke mansion.” Jawab Kenzo mematikan teleponnya.


Billy yang sejak tadi sudah melakukan hacking akhirnya berhasil dan mendapatkan nama Wika Chalista melakukan penerbangan ke Indonesia. Billy langsung memberikan kabar kepada Max dan lainnya tentang penemuannya. Tapi hal ini di dahului kabar dari Kenzo.


“Jack aku baru saja menerima informasi dari Billy bahwa Caca berada di Indonesia.” Ucap Max.


“Iya aku sudah tahu dari Kenzo.” Jawab Jack.


“Kenzo?” tanya Max yang terkejut.


Dari arah lain Deni dan Jimmy menghampiri mereka dan memberikan kabar itu juga untuk segera kembali ke mansion.


“Aku sudah menyuruh Son untuk mempersiapkan helicopter pribadi untuk langsung ke Indonesia.” Jawab Jimmy.


“Baguslah.” Jawab Jack yang langsung pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


“Kenapa dengan wajahmu?” tanya Deni.


“Sudah pasti dia sudah menghentikan Jack melakukan kekacauan.” Jawab Jimmy.


“Kalian pergilah dulu, aku akan mengurus satpam ini semua dan memberikan konpensasi.” Ucap Billy.


“Baik.” Jawab Deni dan Jimmy pergi mengikuti Jack.


Max menyelesaikan permohonan maaf kepada pihak bandara dan memerintah mereka untuk menghapus semua rekaman CCTV yang terjadi tadi. Para penonton juga sudah diberikan konpensasi untuk menghapus semua yang di rekam mereka. Max memerintah seluruh anggota Mafioso yang membantu mereka mencari Caca di bandara. Setelah itu, Max kembai mengikuti yang lainnya kembali ke Mansion.


“Bella! Panggil semua orang ke kamarku.” Jawab Kenzo dalam panggilan dari jam tangan itu.


“Baik kak.” Jawab Bella.


Bella yang masih berada di lantai bawah bersama dengan lainnya.


“Uncle Billy, Kakak Kenzo sudah menemukan titik keberadaan Bunda.” Ucap Bella.


“Apa?” tanya Billy.


Mereka semua pergi ke lantai atas dan menemui Kenzo. Kenzo menceritakan semuanya kepada mereka dan semua orang menjadi sangat terkesan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Kenzo salah satunya adalah para wanita yang baru saja bergabung dengan keluarga Sandreas.


“Bos dan anaknya sama saja. Sama-sama mengerikan.” Ucap Siska dalam hatinya.


“Sebenarnya keluarga seperti apa mereka? Mengapa anak usia ini bisa begitu pintar?” tanya Kazumi dalam hatinya.


“Siska duduk saja jangan terlalu banyak berdiri karena tidak baik dengan kandunganmu.” Jawab Kazumi yang menyuruh Siska untuk duduk di atas


tempat tidur Kenzo.


“Kau benar-benar anak Jack.” Jawab Billy yang tersenyum dan mengeluskan kepala Kenzo.


Tidak lama dari itu, Jack datang dengan yang lainnya untuk meminta penjelasan.


“Apa yang sudah kau temukan?” tanya Jack kepada Kenzo.


“Daddy ingat dengan liontin kalung yang sepaket dengan giok medusa itu?” tanya Kenzo.


“Iya.” Jawab Jack.


“Aku sudah menanamkan alat pelacak pada kalung bunda sejak bunda mendapatkan kalung itu. Jadi aku melacak keberadaan bunda dari alat itu dan ini titik keberadaan bunda.” Jawab Kenzo yang menunjukkan layar monitornya.

__ADS_1


“Kirimkan! Aku akan segera menjemputnya.” Jawab Jack.


“Sepertinya ini adalah rumah Bagas yang diberi oleh perusahaan kita sebagai fasilitas tempat tinggalnya.” Jawab Jimmy yang mengetahuinya.


“Benarkah?” tanya Jack.


“Iya.” Jawab Jimmy.


“Baguslah. Berarti dia saat ini aman. Tidak dibawak oleh orang itu. Aku akan pergi menjemputnya dan kalian jangan ada yang menghubungi Bagas. Jimmy suruh saja orang kita untuk menjaga rumah itu dan laporkan semuanya padaku.” Ucap Jack.


“Biak.” Jawab Jimmy.


“Daddy!” panggil Kenzo yang membisikkan Jack.


“Bunuh laki-laki itu dengan kejam saat kau sudah menemukannya. Aku tidak ingin melihatnya hidup di dunia ini karena sudah membuat bunda menangis karena kesalah pahaman.” Jawab Kenzo dalam bisikkannya.


“Tenang saja. Daddy akan melakukannya tanpa kau minta. Karena daddy sudah memiliki dendam sendiri.” Jawab Jack.


“Baiklah. Hati-hati dan bawa kembali bunda kami dengan selamat.” Jawab Kenzo.


“Iya daddy, bawa kembali bunda secepatnya.” Jawab Bella.


“Deni, Billy, Jimmy dan Max ikut mengantarkan aku ke helicopter. Yang lain tunggu saja di dalam mansion. Kalian jangan khawatir dan kefikiran. Aku akan menyelesaikan semua masalahku sendiri.” Jawab Jack.


“Sebenarnya kamilah yang khawatir tentang dirimu Jack.” Ucap mereka semua dalam hati tentang menjawab pernyataan Jack kepada mereka.


Mereka hanya bisa menganggukkan kepalanya dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Jack. Saat Jack dan lainnya di depan helicopter, Jack berpesan kepada mereka.


“Kalian lakukan rencana kita sebelumnya ke Tiongkok. Aku akan menyusul setelah menyelesaikan masalah ini.” Jawab Jack.


“Oke. Hati-hati dan semoga berhasil.” Jawab Jimmy.


“Max aku minta maaf telah memukulmu.” Jawab Jack.


“Tidak apa-apa, semuanya karena kau sedang emosi.” Jawab Max.


“Pergilah! Bawa kakak ipar pertama kembali.” Jawab Deni.


Akhirnya Jack pergi sendiri dengan menggunakan helicopter pribadinya dan akan turun di atas gedung perusahaan cabang miliknya yang ada di Indonesia. Yang membawa helicopter itu adalah Riki. Mereka berdua pergi bersama ke sana untuk menjemput Caca.


Sedangkan Max, Billy, Jimmy dan Deni akan segera pergi ke Tiongkok menjalankan semua rencana yang sudah mereka rencanakan. Waktu sudah sangat dekat, dua hari lagi acara pelelangan itu akan terlaksana. Jadi malam ini mereka harus berangkat. Dan mereka semua hanya akan meminta izin yang lainnya untuk pergi ke Tiongkok untuk urusan bisnis.

__ADS_1


__ADS_2