
***Terimakasih sudah berkunjung ke story saya. 😉
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca🙏🙏***
Jack yang menahan dirinya untuk tidak macam-macam pada Caca pada saat itu. Lalu setelah lama memeluk Caca tanpa sadar Jack tertidur dalam pelukan Caca.
Semua orangpun tertidur dalam pertanya yang tak bisa mereka temukan jawabannya.
Waktu malam telah berlalu dan waktu pagi di mulai. Pukul 05.00 Am yang menunjukkan waktu subuh sudah di mulai. Caca yang terbiasa terbangun di waktu sebelum subuh atau sesudah azan subuh terbangun. Saat Caca terbangun dari tidurnya ia merasa ada sesuatu yang menipanya dan di timpa olehnya.
“Aaaaaa!!!” jeritan Caca yang membangunkan Jack dari
tidurnya.
Pagi yang mengejutkan bagi Caca. Caca terbangun dengan kondisi Jack berada di satu kasur dengannya. Dan lebih parahnya yang membuatnya terkejut adalah Jack yang memeluk dirinya begitu juga dengan dirinya yang memeluk Jack.
Hal itu yang membuat Caca menjerit dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Jack yang terbangun dari tidurnya akibat jeritan Caca dengan santainya tersenyum dan mengucapkan selamat pagi pada Caca.
“Good morning my queen!” ucap Jack yang tersenyum di atas tidur setelah membuka matanya.
“Kau panggil aku apa?” Tanya Caca.
“My queen,” jawab Jack.
“Tadi malam kau menyebutku dengan sebutan my lotus dan pagi hari kau memanggilku my queen. Kau aneh,” ucap Caca.
“My lotus? Bukankah itu sebutan wanita masa kecil Jacob.” Ucap Jack dalam hatinya.
“Kenapa kau diam?” Tanya Caca.
“Tidak apa-apa,” ucap Jack yang tersadar dari
lamunannya.
“Tapi yang harus kau jawab, kenapa kau ada di sini?” Tanya Caca pada Jack.
“Tidak apa-apa kau kan calon istriku, nanti juga kita bakalan tidur bersama setiap harinya.” Jawab Jack dengan santai.
“Sejak kapan aku mau menjadi istri mu?” Tanya Caca.
“Sejak keluarga mu menyetujui ku,” jawab Jack sambil menggenggam tangan kanan Caca.
“Lepas Jack?” ucap Caca.
“Kenapa kau marah, bukankah tadi malam kau yang berinisiatif memelukku dengan erat.” Ucap Jack.
“Apa?” Caca yang terkejut dengan peryataan Jack.
“Untung saja aku bisa mengendalikan diriku dengan baik kalau tidak kau sudah habis aku lahap.” Ucap Jack dengan santai sambil bergerak untuk duduk dan menatap Caca.
__ADS_1
“Alhamdulilah, berarti tidak terjadi apa-apa. Aku sangat takut.” Ucap Caca dalam hati sambil membuka selimut mencari noda darah yang mungkin tertinggal di kasur.
“Tenang saja, sudah aku bilang aku dapat
mengendalikan diriku tadi malam. Kau saja yang selalu memelukku dan tidak membiarkan ku pergi darimu.” Ucap Jack.
“Dasar mesum, pergilah!” ucap Caca.
“Jangan malu-malu begitu, aku sudah melihat semua tubuh mu tanpa sehelai benangpun tadi malam.” Ucap Jack yang menggoda Caca.
“Kau benar-benar mesum Jack!” ucap Caca yang marah sambil melemparkan bantal di wajah Jack.
“Santai, aku tidak melakukan itu. Kau hanya memelukku dengan erat hingga aku tidak bisa pergi dan tertidur di samping mu.” Jawab Jack.
“Syukurlah,” ucap Caca.
“Bolehkah aku bertanya sekarang?” Tanya Jack.
“Apa?” Tanya Caca balik.
“Bagaimana dengan lamaranku tadi malam?” Tanya Jack mulai serius memandangi wajah Caca.
“Entahlah sedang aku fikirkan. Awalnya aku menyesal tidak menjawabnya dan ingin memberikan mu kesempatan setelah aku memikirkannya. Namun setelah kejadian tadi malam, kau yang memelukku terus-terusan sambil menciumi wajah dan bibirku membuatku sangat takut.” Ucap Caca yang menjawab dengan jujur.
“Apakah hanya itu yang membuat mu membatalkan niat untuk memberikan ku kesempatan?” ucap Jack.
“Karena kau sudah berani mengambil ciuman pertamaku dan berbuat zina dengan ku.” ucap Caca dengan tegas walaupun malu-malu.
“Kenapa kau malah tertawa?” Tanya Caca.
“Pertama, aku sudah mendapatkan ciuman pertama mu di mobil ketika kau tertidur di dalam mobilku( lihat episode 62). Kedua, karena aku mau serius padamu makanya aku melamar mu dan meminta persetujuan keluargamu. Apakah itu tidak cukup untuk membuktikan keseriusanku pada mu? Dan aku mengajak mu menikah untuk menyempurnakan setengah agama kita, niat ku menikahimu karena ingin beribadah pada Allah.” Ucap Jack sambil memegang kedua tangan Caca dan menatapnya.
“Tunggu, kenapa kau bisa menyebutkan kalimat itu?” Tanya Caca.
“Karena aku juga seorang muslim Ca,” jawab Jack.
“Sejak kapan?” Tanya Caca lagi.
“Sejak kau meninggalkan Negara ini selama sebulan. Panjang ceritanya, sekarang yang lebih penting adalah jawaban mu untuk niat baik ku?” Tanya Jack setelah menjawab pertanyaan Caca.
“….” Caca diam tanpa bersuara.
“Ca, ku mohon beri aku kesempatan untuk menjadi imam yang baik buat mu. Jika kau belum siap menjawabnya saat ini aku akan menunggu mu sampai kapanpun.” Ucap Jack.
“Sepertinya dia benar-benar,” ucap Caca dalam hatinya yang memandang tatapan Jack dengan serius dan melihat fikiran Jack.
“Beri aku waktu 1 minggu untuk memberikan
jawabannya. Tapi sekarang yang ingin aku tanyakan kapan kau mengambil ciuman
pertamaku?” Tanya Caca.
__ADS_1
“Saat kau tidur di mobil. Setelah kita habis makan ramen.” Jawab Jack dengan jujur.
“Jadi waktu itu kau menciumku?” Tanya Caca.
“Iya,” jawab Jack.
“Dan kau tidak merasa bersalah dengan apa yang terjadi?” Tanya Caca.
“Maaf jika aku diam-diam mengambil ciuman itu, tapi percayalah aku benar-benar mencintaimu.” Ucap Jack.
“Baiklah baik, sekarang aku ingin sendiri. Bisakah kau meninggalkan ku?”
“Tentu. Ya sudah, mandilah dahulu untuk menyegarkan dirimu. Nanti aku akan siapkan pakaian mu.” Ucap Jack yang mencium kening Caca kemudian turun dari tempat tidur dan pergi menutup pintu kamar.
Caca yang yang terdiam atas perilaku Jack sambil memegang keningnya dengan tangan kanan.
“Dasar cowok mesum,” ucap Caca setelah sadar apa yang terjadi.
Caca malu-malu atas perilaku Jack menutupinya dengan marah-marah pada Jack. Sedangkan Jack hanya tersenyum ketika meninggalkan Caca.
Jack duduk di sofa ruang tamu villa sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Selly.
“Ambilkan 1 set pakaian Caca dan aku, antarkan ke depan gerbang hutan sekarang!” ucap Jack lewat telepon.
“Baik tuan,” jawab Selly.
Jack kemudian pergi berjalan menuju pintu gerbang hutan untuk mengambil pakaiannya. Sedangkan Caca beradadi dalam kamar mandi untuk merendamkan dirinya di bak.
Caca berendam sambil menenangkan fikirannya.
“Kenapa tadi malam sifat Jack sangat berbeda, tidak seperti biasanya.” Ucap Caca sambil memikirkan hal-hal yang terjadi tadi malam.
“Ciuman itu bahkan pelukkan itu kenapa tidak asing?” ucap Caca sambil menyetuh bibirnya.
“Seperti sesuatu yang telah lama aku rindukan hingga aku lupa di mana?” Tanya Caca dalam hatinya.
Caca yang terus menerus memikirkan itu hingga tenggelam dalam pertanyaan-pertanyaannya sendiri.
Sedangkan Jack sudah sampai berjalan menunju pintu gerbang hutan dan bertemu dengan Selly.
“Ini tuan,” ucap Selly.
“….” Angguk Jack pada Caca tanpa bersuara.
“Saya pamit,” ucap Selly.
“Siapkan sarapa pagi hari ini,” ucap Jack tanpa menjawab Selly.
“Baik tuan,” jawab Selly atas perintah Jack.
Selly pun meninggalkan Jack dan Jack pun kembali ke villa.
__ADS_1