I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Tunda Resepsi di Indonesia


__ADS_3

...........Ayo Tebak dimanannya kamu akan baper???.............


Caca yang sudah selesai mandi melihat keadaan Jack yang sangat serius menatap laptop itu membuatnya penasaran dan bertanya.


“Kau sedang apa?” tanya Caca mendekati Jack.


“Tidak ada. Kau sudah selesai?” tanya Jack melihat Caca yang masih menggunakan handuk dan handuk di kepalanya.


“Kau sudah tidak canggung lagi kaluar dari kamar mandi dengan kadaan seperti ini dihadapan ku? Baguslah jika seperti itu.” ucap Jack untuk mengahlikan pembicaraan dan sedang mengontrol dirinya.


“Ah sudahlah,” ucap Caca yang sebal karena


pertanyaannya tidak di jawab kemudian ingin melangkah pergi ke ruang pakaian.


“Tunggu!” Jack menahan tangan Caca dan meletakkan laptopnya di atas meja.


“Kenapa?” tanya Caca.


“Duduklah, aku mengambil pengering rambut terlebih dulu.” Ucap Jack kemudian berjalanan mengambil alat pengering rambut.


Dengan sangat lembut Jack membuka handuk kepala yang digunakan oleh Caca kemudian mengarahkan alat pengering rambut itu di rambut Caca.


“Aku bisa sendiri.” Ucap Caca.


“Tidak apa-apa biar aku yang melakukannya. Ini harus kering karena jika tidak kau akan mudah masuk angin.” Ucap Jack.


“Baiklah, terimakasih.” Ucap Caca.


“Sepertinya itu tidak cukup. Mungkin kalau satu kali kiss bisa membayarnya.” Ucap Jack sambil tertawa.


“Mesum.” Ucap Caca sambil mencubit perut Jack.


“Au sakit.” Ucap Jack.


“Maaf-maaf,” ucap Caca.


“…..” Jack mencium pipi Caca dengan cepat.


“Sama-sama,” ucap Jack kemudian berlari masuk kedalam kamar mandi.


“Kau!” ucap Caca yang tersadar dengan tindakkan Jack yang cepat itu.


“Dasar laki-laki mesum.” Ucap Caca melihat Jack pergi masuk ke dalam kamar mandi.


Jack yang berada dalam kamar mandi mengkunci kamar mandi dan merasa lega.


“Untung saja aku tidak lepas kendali. Ingin sekali aku memakan habis dirimu Caca.” Ucap Jack dalam hatinya.


Jack yang membersihkan dirinya dan mengontrol jiwa lelakinnya sedangkan Caca pergi untuk memakai pakaian. Caca menggunakan baju lengan panjang berbahan rajut berwarna merah darah dan menggunakan celana longgar berwarna coklat susu.


Saat Caca menggunakan jilbab coksu di depan kaca, Jack keluar dari kamar mandi kemudian langsung masuk ke ruang pakaiannya. Ruang pakaian yang ada di kamar mereka seperti sebuah satu tokoh pakaian yang berbaris beberapa baju di gantung di lemari kaca dan beberapa barang lainnya seperti tas, sepatu, jam tangan, dasi dan sebagainnya.


Setelah mereka siap, Caca dan Jack berjalan bersama menuju ruang makan untuk sarapan pagi. Saat itu semua orang sudah menunggu kedatangan mereka berdua di meja makan.


“Selamat pagi Bunda, Ayah, Ibu…..” Caca memberikan salam ketika sampai di atas meja makan.


Sedangkan Jack hanya diam dan menarik kursi yang akan diduduki Caca kemudian duduk di kursinnya.

__ADS_1


“Bagaimana keadaanmu nak?” tanya Bunda Aisyah.


“Iya bagaimana keadaan mu Ca?” tanya Katie.


“Apa kau sudah merasa baikkan?” tanya Andrew.


“Apakah ada yang sakit?” tanya Joko.


Caca yang diserang pertanyaan bertubi-tubi setelah duduk membuatnya bingung untuk menjawab yang mana. Jack yang menjawab pertanyaan mereka semua.


“Seperti yang sudah kalian lihat, dia sudah lebih baik dari tadi malam.” Jawab Jack.


“Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku, aku baik-baik saja Ayah, Bunda, Ibu dan ayah mertua.” Jawab Caca.


“Alhamdulilah.” Jawab Aisyah dan Joko bersamaan.


“Baguslah,” ucap Katie dan Andrew.


Selain mereka, beberapa orang yang ada di meja makan itu hanya tersenyum melihat pemandangan itu.


“Bunda! Bella boleh minta suapin?” tanya Bella.


“Boleh sayang,” ucap Caca.


“Ayo di makan. Kenapa kalian semua melihat ku dengan begitu? Sudah aku katakana aku baik-baik saja..” ucap Caca kepada semua orang.


“Dasar manja,” ucap Kenzo yang melihat Bella makan di suapin oleh Caca.


“Akkkkk…” ucap Caca kepada Kenzo kemudian Kenzo menerimanya.


“Bilang saja kau cemburu karena bunda baik padaku,” ucap Bella.


“Tidak apa-apa Jack,” ucap Caca.


“Sudahlah kau makan dulu, biarkan mereka makan sendiri.” Ucap Jack.


“Iya bunda, bunda juga harus makan yang banyak.” Ucap Bella kemudian memberikan sayurannya kepada Caca.


“Bunda harus sehat,” ucap Kenzo memberikan potongan dagingnya.


“Terimakasih sayang,” ucap Caca yang tersenyum pada mereka.


Semua orang melihat pemandangan ini merasakan kebahagian juga yang di pancarkan oleh keluarga kecik Jack.


“Jack tidak salah memilih istri,” ucap Katie yang membisikkannya pada Andrew.


“Iya kau benar. Dia wanita yang sempurna, kita beruntung.” Ucap Andrew.


“Aku turut bahagia melihat mereka.” Ucap didalam hati Jimmy, Bagas, Max, Billy dan Deni di dalam hati mereka secara bersamaan.


“Bagaimana tentang perusahaan wanita itu?” tanya Jack ketika selesai makan.


“Sudah aku lakukan sesuai dengan perkataanmu.” Jawab Jimmy.


“Bagus, jalankan seluruh rencana kita.” Ucap Jack.


“Oke,” ucap Jimmy.

__ADS_1


“Aku akan berangkat hari ini ke Jepang.” Ucap Max.


“Berhati-hatilah,” ucap Jack.


“Jack sepertinya aku juga harus kembali ke Italia karena beberapa urusan masih banyak yang perlu aku kerjakan.” Ucap Billy.


“Baiklah jika seperti itu,” ucap Jack.


“O yah, bunda, ayah. Sepertinya resepsi yang akan di adakan di kampung halaman Caca kita tunda dulu sekitar sebulan lagi. Apakah boleh?” tanya Jack.


“Tapi semua sudah siapkan.” Ucap Bagas.


“Tidak apa-apa semua itu bisa kita tunda.” Ucap Jack.


“Apa alasannya menunda acara ini?” tanya Joko.


“Saat ini belum aman, aku ingin menyelesaikan masalah malam itu dulu. Aku tidak ingin kejadian itu terulang di Indonesia.” Jawab Jack.


“Baiklah jika seperti itu,itu adalah pilihan yang


baik.” jawab Joko.


“Bunda, Ayah apa boleh acara itu dilaksanakan setelah aku lulus?” tanya Caca tiba-tiba.


“Kau sudah aku izinkan cuti kuliah Ca.” ucap Jack.


“Ku mohon aku ingin segera menyelesaikannya tepat waktu. Lagian aku hanya tinggal meminta tanda tangan professor itu dan menajukan tesis ke kampus.” Ucap Caca.


“Baiklah jika memang seperti itu keinginanmu.” Jawab Jack.


“Bunda juga akan mendukungmu,” ucap Aisyah.


“Terimakasih.”


“Bund, ayah dan Bagas tetaplah tinggal di sini


sampai acara resepsi itu berlangsung. Kita akan sama-sama pulang ke Indonesia.”


Ucap Jack.


“Sepertinya kami tidak bisa Jack, ayah tidak bisa lama-lama disini karena pekerjaan ayah sebagai guru matematika.” Ucap Joko.


“Aku juga harus kembali kuliah,” ucap Bagas.


“Hmmm, baiklah. Jadi kapan kalian akan kembali?” tanya Jack.


“Jika Caca sudah baik-baik saja lebih baik kami hari ini kembali.” Ucap Joko.


“Tapi aku tidak bisa mengantarnya. Bagaimana jika kalian bersama dengan Max siang ini berangkat?” ucap Jack.


“Tidak apa-apa kami bisa menggunakan transportasi umum saja.” Ucap Joko.


“Tidak ayah, kalian kemari aku jemput dan pulang juga harus aku antar menggunakan fasilitas yang ku miliki.” Ucap Jack.


“Boleh. Kalian pergi bersama dengan ku saja.” Ucap Max.


“Iya ayah, bunda kalian pergi bersama dengan Max saja.” Ucap Caca.

__ADS_1


“Baiklah jika seperti itu,” ucap Joko.


__ADS_2