
Setelah berakhirnya balas dendam yang telah di lakukan oleh Jack dan lainnya untuk Kevin , mereka kembali ke kehidupan yang normal lagi. Sedangkan Ayah tirinya David benar-benar sangat terpukul atas kehilangan Kevin. Bukan hanya itu David juga telah mengetahui bahwa sang ayah tiri itu juga merupakan seorang yang berada di dunia bawah.
David meninggalkan rumah dan memutuskan hubungannya dengan Ayah tirinya itu karena sudah mengetahui dan mendengar sendiri tentang kebenaran siapa sebenarnya Ayah tirinya. Ibu David yang mengetahui pertengkaran suaminya dan anaknya benar-benar bimbang harus memilih siapa. Namun Ibu Kevin lebih memilih meninggalkan Kevin dan juga suaminya dan pergi ke anak perempuannya yang sedang berada di Jepang untuk kuliah.
Anak dari hasil pernikahannya dengan suami keduannya. Dia ingin menenangkan dirinya atas apa yang sedang ia hadapi. Sulit baginya untuk menerima semuanya. Kejadian itupun berakhir seperti itu. David yang memilih tinggal di asrama kampus dan belajar untuk hidup mandiri. Sedangkan sang Ibu sedang bersama sang anak perempuannya. Dan Ayah Kevin memulai usahannya mulai dari awal lagi.
***Apartement Max***
Mereka semua merayakan kemenangan di bar hingga pukul 3 pagi. Max yang sudah mabuk berat hingga tidak sadarkan diri. Sedangkan Billy yang sudah minum banyak namun masih sadar. Billy memang paling jago dalam hal minum bir dari yang lainnya. Mereka tertidur di tempat tersebut beberapa jam, karena Billy ingin membawa Max ke apartement namun tidak mengetahui alamatnya.
Beberapa jam setelah mereka tertidur, pukul 5 pagi mereka menaiki taksi untuk ke apartemen Max. Setelah sampai mereka kembali tertidur dalam keadaan yang masih bau alcohol. Dan semua Mafioso yang ikut dengan mereka ada yang sudah kembali ada yang masih di bar tersebut.
“Kau sudah bangun saja?” tanya Max yang baru terbangun sambil memegang kepalanya yang dirasa masih pusing.
“Mandilah, aku sudah membuatkan mu sop dan minuman untuk menghilangkan efek alcohol itu.” Jawab Billy yang sedang membereskan kamar Max.
“Baiklah.” Jawab Max yang berdiri berjalan menuju kamar mandir untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Max dan Billy makan bersama dan memulai obrolan mereka.
“Masakkanmu masih tetap enak.” Jawab Max kepada Billy.
“Hahaha, terakhir aku memasakkan kalian sejak terakhir kita menerima misi itu.” Jawab Billy yang mengingat kejadian saat mereka masih menjadi seorang tentara.
“Hahaha, aku juga rindu akan masa-masa itu.” Jawab Max tiba-tiba.
“Semuanya berubah. Sudah bukan seorang yang bisa di tekan lagi. Lagian kita mengikuti semua itu untuk melakukan penyamaran.” Jawab Billy.
“Hahahhaha. O ya sampai kapan kau akan di sini?” tanya Max.
“Sepertinya aku ingin berlibur di tempat ini untuk sementara waktu. O ya bagaimana dengan tempat yang sudah aku suruh awasi itu?” tanya Billy.
“Untuk seminggu pemantauan ini belum menemukan apapun dari orang yang telah ku perintahkan.” Jawab Max.
“Hmmm seperti itu. Aku putuskan akan mencari semua informasi tempat itu bahkan sepertinya aku harus menyamar untuk ke sana.” Jawab Billy.
__ADS_1
“Ide yang bagus.” Jawab Max.
“Aku akan melihat situasi dan kondisinya, setelah itu baru bertindak. Jadi aku bolehkan menumpang di sini?” tanya Billy.
“Silahkan,” jawab Max.
“Saudara terbaik. Jadi bagaimana keadaan di sini? Sudah mendapatkan wanita jepang?” tanya Billy yang tertawa setelah habis menyantap sop yang telah di buatnya itu.
“Wanita saja yang kau fikirkan.” Jawab Max.
“Tentu, tanpa mereka dunia ini benar-benar hampa.” Jawab Billy.
“Dasar playboy kelas elit.” Jawab Max.
“Hahahaha. Kau dan Jack sama-sama laki-laki yang terlalu membosankan.” Jawab Billy yang meleceh Max.
“Hahahah, karena kami laki-laki elimited edition.” Jawab Max.
“Dan sekarang Jack sudah menjadi budak cintanya. Hahahha dan aku ingin melihat
“Terserah lo.” Jawab Max yang sebal.
“Hahahhaa. Kau tidak kerja melanjutkan penyamaranmu?” tanya Billy.
“Tidak besok aku akan kembali kerja. Saat ini aku masih dalam keadaan cuti.” Jawab Max.
“Bagaimana jika kita mengelilingi kota ini.” Ucap Billy yang mengajak Max.
“Aku lelah. Aku ingin istirahat.” Jawab Max yang menolak.
“Kau itu tidak pernah sekalipun berlibur ya?” jawab Billy.
“Aku malas Bil.” Jawab Max.
“Ayolah, kau tidak asyik. Bagaimana jika kita ke pantai terdekat yang tidak jauh dari kota?” Jawab Billy.
__ADS_1
Max pergi meninggalkan Billy yang masih mencuci piring ke dalam kamar. Kemudian Billy yang tidak di jawab ajakannya itu terus membujuk Max untuk ikut bersama dengannya. Billy berjalan menuju tempat tidur Max dimana Max telah membaringkan dirinya kembali.
“Ayolah!” ucap Billy yang menarik tangan Max untuk bangkit dari tidurnya.
“Kau berisik sekali.” Jawab Max sambil memukulkan bantal gulingnya ke badan Billy.
“Hahaha, ayolah. Aku ingin berlibur di pantai Jepang.” Jawab Billy.
“2 jam lagi saja, kita sambil melihat sunset.” Jawab Max.
“Benarkah?” tanya Billy.
“Iya. Sekarang biarkan aku tidur lagi. Kepala ku masih pusing akibat pesta tadi malam.” Jawab Max.
“Baiklah. Aku akan keluar sebentar untuk membeli beberapa pakaian untuk stok ku beberapa hari di sini.” Jawab Billy.
“Pergilah.” Jawab Max yang mengusir Billy.
Kelakukan mereka berdua memang seperti itu di manapun berada. Bagi Billy Max dan Jack sudah menjadi sosok abang untuknya. Dan itulah membuat mereka bertiga sangat erat batinnya. Sedangkan dengan Jimmy dan Deni sangat kurang.
Sejak awal Jimmy dan Deni bertugas melindungi Jhon. Sedangkan dirinya dan Max melindungi Jack. Itulah pesan terakhir sang ayah yang telah mengangkat mereka menjadi bagian keluar Sandreas yaitu James Sandreas.
Billy keluar ke tempat ke mall untuk membeli beberapa pakaian untuk dirinya dan beberapa perlengkapan lainnya dengan menggunakan mobil perusahaan. Sedangkan Max melanjutkan tidurnya saja karena masih dalam keadaan pusing.
***
Caca yang duluan terbangun dari tidurnya merasa dirinya sedang di timpa sesuatu. Ternyata tangan Jack yang terus memeluknya dalam tidurnya Jack. Caca tersenyum melihat suasana tempat tidur, dimana Jack dan keduan anak-anaknya tertidur dengan sangat pulas. Ia menggeserkan tangan Jack dan beranjak dari tempat tidur.
Caca membersihkan diri dan bersiap untuk memasak nasi goreng untuk sarapan pagi bagi anak-anak dan suaminya di bantu oleh Selly. Setelah selesai dirinya membangunkan Jack dan kedua anaknya untuk membersihkan diri dan sholat subuh berjamaah. Kemudian sarapan pagi bersama.
“Jadi teringat masakkan pertamamu ketika kita bertemu.” Jawab Jack yang melihat Caca memasak goring nasi.
“Hahaha, sepertinya kejadian itu baru saja.” Jawab Caca dengan tersenyum dan mengambilkan nasi goreng itu di piring Jack.
“Kenangan nasi goreng yang membuatku lebih mencintaimu.” Gombal Jack sambil tersenyum.
__ADS_1
“Hahaha, sudahlah aku jadi malu. Makan sarapannya. Kenzo pimpin doanya.” Jawab Caca.