
Bintang bersinar di langit malam bersama dengan bulan yang memancarkan cahaya indahnya di malam purnama. Billy kembali ke Italia, Max bertugas di Jepang, Jimmy sibuk dengan urusan kantor yang beberapa hari yang lalu ditinggalkan dan Deni sibuk melatih anggota untuk memperketat pengawasan Mansion.
Sedangkan Katie dan Andrew sedang bersiap-siap untuk kembali ke rumahnnya sendiri di Negara Cina. Karena Katie merupakan gadis keturunan tionghoa bercampur kebarat-baratan.
"Bu dan daddy Andrew yakin akan kembali malam ini juga?" tanya Caca.
"Iya sayang karena kami juga harus menjalankan beberapa usaha di kampung halaman." Jawab Katie.
"Apa tidak bisa di sini dulu untuk beberapa hari lagi???" tanya Caca.
"Tidak bisa. Kalau kalian rindu kami datanglah berlibur ke sana biar Caca mengetahui tempat tinggal kami." Ucap Katie.
"Baiklah jika seperti itu, tapi bu dan daddy Andrew sering-seringlah mengunjungi kami." Ucap Caca.
"Iya kalau kami rindu kalian, kami pasti akan datang berkunjung." Jawab Katie.
"Bu janji?" Tanya Caca.
"Iya sayang," jawab Katie.
"Kakek, Nenek. Bella pasti rindu kalian." Jawab Bella.
Katie dan Andrew tersenyum dan mengelus kepala Bella dan berkata "Kami juga akan rindu Bella dan Kenzo, cucu kesayangan kami."
Jack dan Kenzo hanya diam melihat drama Caca dan Bella bersama Andrew dan Katie, karena memang sifat mereka sama-sama cuek.
"Baiklah helicopter kami sudah di depan mansion, bu dan daddy berangkat dulu." Jawab Katie.
"Hati-hati bu, kabarin kami ketika sudah sampai di sana." Ucap Caca.
"Iya." Jawab Katie.
Mereka semua memberikan salam tangan kepada Katie dan Andrew yang akan berangkat malam ini. Dan kemudian melambaikan tangan bersama ketika helicopter Andrew dan Katie mulai menjauh keatas.
Penghuni mansion kembali sunyi seperti biasannya ketika semua orang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
"Apakah Jimmy tidak kembali lagi malam ini?" tanya Caca yang mengetahui bahwa Jimmy sudah dua malam tidak kembali.
"Sepertinya terlalu banyak berkas kantor yang harus di tanganinnya. Aku juga besok harus kembali ke kantor." Ucap Jack.
"Begitu ya, terlalu sepi keadaan rumah ini. Yang biasa aku lihat ramai. Ada Deni, ada Jimmy, ada Max, bu dan daddy Andrew. Sekarang hanya tinggal kita, paman Son dan bibi Selly." Ucap Caca.
"Seperti itulah keadaan mansion ini sejak dulu." Jawab Jack.
"Jadi kau sering kesepian?" tanya Caca.
"Bisa di bilang seperti itu." Jawab Jack.
__ADS_1
"Bunda, Bunda, daddy." Panggil Bella.
"Iya sayang ada apa?" tanya Caca.
"Malam ini Bella ingin tidur bersama Bunda dan daddy. Boleh ya?" rengek Bella.
"Iya kami ingin tidur dengan kalian." Ucap Kenzo yang tiba-tiba berbicara.
"Baiklah. Ayo segera kekamar." Jawab Caca.
Bella dan Kenzo yang sangat manja kepada Caca membuat Jack cemburu dengan anak-anaknya itu. Namun Jack hanya diam saja karena hal itu wajar di lakukan oleh anak-anak seusia mereka yang sudah lama mengimpikan kasih sayang seorang ibu.
Mereka semua menaiki lift kemudian masuk kedalam kamar.
"Ambil whudu sebelum tidur, setelah itu ganti baju dan naik ketempat tidur. Akan Bunda bacakan cerita sebuah dongeng sebelum tidur." Jawab Caca saat tiba di dalam kamar.
Jack berjalan menuju lemari pakaian, sedangkan Caca mengantarkan Kenzo dan Bella ke kamar mandi. Saat mereka keluar dari kamar mandi Jack sudah menunggu mereka di depan pintu.
"Ganti pakaian kalian dengan piama ini." Ucap Jack.
Caca mengambilnnya dan melihat isi dalam tas itu, seperti piama yang dikenalnya.
"Bukankan ini piama waktu itu?" tanya Caca.
"Iya," jawab Jack cuek.
"O jadi ini piama ketika kita belanja di butik itu?" Ucap Kenzo saat melihat isi tasnya.
"Kalian, gantilah dulu ke ruang ganti." Ucap Caca sambil memberikan piama milik Kenzo dan Bella.
Kenzo dan Bella menerima piamannya dan berjalan menuju ruang pakaian untuk berganti pakaian. Sementara Caca masih di depan pintu kamar mandi bersama Jack.
"Ternyata kau bisa romantis juga, melakukan hal-hal yang diluar dugaanku." Ucap Caca sambil tersenyum.
"Apakah ini romantis?" tanya Jack.
"Tentu." Jawab Caca.
"Apakah kau menyukainya?" tanya Jack.
"Iya. Menggunakan piama couple sekeluarga sambil tidur bersama itu adalah hal romantis. Terimakasih telah menjadi suami yang baik dan sabar untuk ku." Jawab Caca sambil malu-malu.
"Akan aku lakukan hal romantis lainnya nanti untuk membuatmu jatuh cinta kepadaku." Ucap Jack sambil mengeluskan kepala Caca dengan tangan kanannya secara lembut.
"Nih," ucap Caca menyerahkah piama milik Jack kemudian berlari meninggalkan Jack karena tersipu malu.
"Wajahnnya imut sekali ketika sedang malu-malu." Jawab Jack.
__ADS_1
Jack masuk kedalam kamar mandi sambil mengganti pakaiannya dan Caca berlari menuju ruang ganti pakaian.
Beberapa saat kemudian mereka semua keluar dari pintu masing-masing dan melihat kearah masing-masing sambil tertawa.
"Couple." Ucap Kenzo.
"Bella menyukainnya. Piama couple keluarga Sandreas." Ucap Bella.
"Berhenti saling menatap ayo kita istirahat." Ucap Caca yang berjalan ke tempat tidur.
Caca mengangkat Kenzo dan Bella ke atas tempat tidur kemudian Jack menyusul. Kenzo dan Bella membaringkan tubuhnnya kemudian menarik selimut mereka.
Posisi Kenzo dan Bella di tengah-tengah Jack dan Caca. Caca kemudian berbaring juga dengan mereka sambil membacakan dongeng dan mengelus kepala mereka secara bergantian.
"Jadi kalian ingin di ceritakan apa?" tanya Caca.
"Kami ingin cerita pangeran Al-Fatih Bunda, seorang pangeran yang perkasa di masa dinastinnya dan berjuang untuk Islam." Ucap Kenzo.
"Bella juga mau dengar seperti buku yang ada di rumah Bunda dulu." Ucap Bella.
"Baiklah, sebelum itu mari kita berdoa sebelum tidur." Ucap Caca.
Setelah selesai membaca doa sebelum tidur, Caca mulai bercerita kisah yang diminta oleh Kenzo dan Bella. Jack mendengarkan Caca bercerita sambil tersenyum. Dan tidak lama kemudian Bella dan Kenzo tertidur sebelum kisah yang diceritakan oleh Caca berakhir.
Caca melihat Kenzo dan Bella sudah terlelap pulas membuat dirinya memberikan ciuman di kepala kepada mereka dan manarikkan selimutnya untuk menutup tubuh mereka.
"Aku tidak di cium juga?" tanya Jack yang menggoda Caca.
"Baiklah kemarilah," ucap Caca yang membalas perkataan Jack.
"Belum puas... seperti ini baru..." ucap Jack yang langsung melakukannya.
"Jack!" Ucap Caca terkejut.
"Aku dari tadi sudah menahan cemburu melihat mu begitu terhadap anak-anak sementara aku kau tidak seperti itu." Ucap Jack yang mengeluarkan isi hatinya.
"Kau cemburu terhadap mereka?" tanya Caca heran.
Jack mengaggukkan kepala dengan ekspresi wajah yang imut.
"Hahaha. Kau dengan mereka saja cemburu apa lagi jika aku jika aku dekat dengan lelaki lain." Ucap Caca keceplosan.
"Kau hanya milikku, dan tidak akan pernah ada yang ku izinkan lelaki lain dekat denganmu......." Ucap Jack.
"Baiklah, sekarang kita istirahat." Ucap Caca yang tidak mendengarkan omelan Jack kemudian tertidur pulas.
"Aku berbicara dia sudah tertidur saja. Istirahatlah mylotus." Ucap Jack kemudian menarik selimut Caca dan memberikan kecupan.
__ADS_1