
*****
“Sudah di telepon dady Kenzo?”
“Sudah bunda, bentar lagi dady akan menjemput Kenzo”
“Kenzo, bunda mau mandi. Kenzo mau mandi dulu sebelum bunda?”
“Tidak bunda, mandilah bunda. Kenzo tunggu di sini”
Caca pun pergi mandi dan beberapa menit kemudian Caca sudah siap dan ingin menunaikan Ibadah sholat magrib.
“Kenzo mau ikut sholat dengan bunda?” tanya Caca dengan tertawa kecil ketika melihat Kenzo selalu memperhatikannya.
“Kenzo tidak tahu bunda, dan lutut Kenzo masih sakit” ucap Kenzo dengan memberi alasan
“Hehehe, ya sudah duduk di sajanya” ucap Caca
Dan setelah selesai sholat magrib Caca siap-siap untuk pergi. Sudah setengah jam berlalu setelah Kenzo menelephone keluarganya untuk di jemput. Namun belum ada tanda-tanda kedatangan keluarga Kenzo, Caca pun
gelisah dan bertanya pada Kenzo.
“Kenzo, Pukul berapa kamu akan di jemput?” tanya Caca
“Sebentar lagi bunda” jawab Kenzo
“Kenzo, ini sudah pukul 7 malam, apakah tidak sebaiknya hubungin kembali dady Kenzo sudah di mana? Bunda mau pergi berkerja, dan ini sudah telat?” Seru Caca dengan ekspresi bingung karena Kenzo tak kunjung di
jemput juga sementara ia harus segera pergi.
“Sebentar lagi bunda, tunggulah 10 menit lagi bunda” ucap Kenzo
“Baiklah” ucap Caca
Caca pun menunggu 10menit lagi namun Jack belum sampai juga. Kenzo yang tidak bisa menahan Caca tidak pergi akhirnya ia menyuruh Caca pergi saja. Padahal Kenzo berniat mau memperkenalkan Caca pada Jack. Misinya untuk mempertemukan Caca dan Jack pun batal.
“Bunda pergilah, Kenzo di saja menunggu Dady.” Ucap Kenzo karena melihat kegelisahan Caca
“Kenzo yakin” tanya Caca
“Iya bunda” jawab Kenzo
“Kenzo yakin berani sendirian di rumah ini?” tanya Caca
“Yakin bunda, pergilah bunda” jawab Kenzo
“Baiklah, ingat pesan bunda. Gadget bunda tinggal bersama mu agar orang tua mu dengan mudah menemukan lokasi ini. Dan jika orang tua mu tidak datang-datang juga tidurlah di sini kunci pintu dan jangan sembarangan
membuka pintu buat orang lain” ucap Caca
__ADS_1
“Bunda yakin tidak membawa gadget bunda ini?”tanya Kenzo
“Tidak apa-apa sayang. Jika ada yang menelpon bilang saja bunda tidak membawanya kerja. Dan jika terjadi sesuatu pada mu langsung hubungi nomor di dalam kontak dengan tulisan perpustakaan.” Ucap Caca kembali karena khawatir meninggalkan Kenzo
“Oke bunda” ucap Kenzo sambil memberikan gerakan tangan dan tersenyum
“Maaf ya sayang, jika orang tua mu menjemput mu maka nanti ketika Kenzo pergi kunci rumah ini. Kunci rumah ini letakkan saja di bawah pot bunga mawar itu ya setelah selesai di kunci!” ucap Caca pada Kenzo. Entah kenapa Caca dengan mudahnya percaya bahwa Kenzo dari keluarga baik-baik dan tidak ada fikiran jahat tentang
Kenzo yang mungkin ini adalah modus kejahatan untuk merampok. Karena memang di Cananda merupakan negara yang paling ramah penduduknya maka tidak ada sedikitpun pikiran negatif pada diri Caca.
“Baik bunda” ucap Kenzo lagi
“Bunda pergi ya, jangan lupa kunci pintu dan jangan sembarangan membuka pintu pada orang asing, jika Kenzo lapar ambil puding yang berada di kulkas”uca Caca kembali memperingati Kenzo dan juga memberikan
kecupan kening pada Kenzo.
“Assalamualaikum” tanpa sadar Caca mengucapkan kalimat itu
Kenzo hanya diam dan melihat kepergian Caca hingga tak terlihat lagi dari penglihatannya.
“Kenapa Dady lama kali datang, sedang apa si dia? Gagal deh rencana ku untuk mempertemukan mereka” ucap Kenzo dalam hati
Tak berapa lama Jack dan Billy sampai di depan rumah Caca dengan berjalan kaki karena mobil mewah Jack tidak dapat memasuki gang rumah Caca yang sempit itu. Yah gang anggrek yang merupakan gang kejadian Caca
menyelamatkan Kenzo dari penculikan.
“Tuan Jack sepertinya mobil kita tidak bisa masuk ke gang ini” ucap Riki sang supir sekaligus bodyguard pribadi Jack itu
“Apa benar ini alamatnya, kenapa mengarah kita ke gang sempit ini” ucap Billy yang ikut melihat gang dari kaca mobil di dekat Jack duduk karena melihat mobilnya tidak bisa masuk kedalam gang.
“ Ayo kita keluar sepertinya tidak begitu jauh sekitar 20 meter dari sini.” Perintah Jack
“Baiklah, kau tunggu sini” perintah Jack pada Riki
“Ya tuan” jawab Riki
“Aku ikut kau” seru Billy yang ikut keluar dari mobil kemudian mengikuti Jack
Ketika Jack dan Billy berjalan kaki menuju rumah Caca, ada perasaan tidak asing bagi Jack pada jalanan yang ia jalani ini. Jack merasa dirinya pernah melalui jalan ini. Tapi Jack tidak mengingat kapan ia pernah berjalan menelusuri gang ini. Jack berfikir ia hanya dejavu saja karena hal itu sering terjadi pada seseorang.
“Billy, apakah kau percaya dengan hal semacam Dejavu?” tanya Jack
“Why?” tanya kembali Billy pada Jack
“Aku hanya merasa pernah berjalan kemari, tapi entah kapan”jawab Jack
“Are you sure?” ucap Billy meyakinkan pernyataan Jack
“Yes, ada perasaan tidak asing oleh jalanin ini”jelas Jack kembali
__ADS_1
“Perasaan mu saja itu, mungkin mememang benar hanya perasaan Dejavu seseorang” ucap Billy
“Sepertinya kita sampai. Tititknya menujukkan di rumah ini” Jack melihat titik gprsnya di sini dengan menunjuk ke arah rumah Caca.
“Sepertinya. Coba aku ketuk pintu rumah ini” ucap Billy
“Aku akan telepon saja” Ucap Jack
Mereka pun sampai di depan rumah Caca dan mengetuk pintu rumah itu. Gadget Caca sengaja di tingal untuk memberikan lokasi tepat pada Dady Kenzo. Kenzo pun membuka pintu itu dan segera ikut ke mansion. Jack pun
menelpon nomor Caca yang kemudian di angkat Kenzo.
“Sudah di mana Dad?” tanya Kenzo ketika menjawab panggilan Jack dari telepon
“Kami sudah di depan rumah” ucap Jack
Kenzo pun meletakkan gadget Caca di tempat tidur dan berjalan menuju pintu rumah. Kemudian membuka pintu di mana Jack dan Billy sudah berada di depan rumah Caca.
“Kenzo” peluk Jack.
“Uncle Billy, tangkap! Kuncikan rumah itu dan letakkan kuncinya di bawah pot bunga mawar itu.” Perintah Kenzo yang seenakknya saja pada Billy
“Dady, ayo kembali ke mansion” ucap Kenzo
“Kenapa kamu sendirian, di mana tuan rumahnya ?” tanya Jack penasaran
“Iya, dimana pemilik rumah ini” ucap Billy juga yang sedang mengunci pintu rumah Caca
“Bunda sudah pergi bekerja Dady” jawab Kenzo singkat
“Bunda siapa?” tanya Jack yang semakin penasaran
“Dady.... aku lelah, ayo kembali ke mansion. Aku sudah tidak nyaman dengan pakaian ini dan ingin segera mandi dady?” rengek Kenzo
“Oke baiklah” Jack pun mengurungkan niatnya untuk bertanya atas rasa penasarannya
“Uncle Billy, sudah di kunci rumahnya?” tanya Kenzo
“Sudah tuan kecil, dan kunci di letakkan di bawah pot bunga mawar kan?” Billy pun sambil mengelus kepala Kenzo dan tersenyum
“Iya uncle, terimakasih” ucap Kenzo
Kedua pria ini pun terkejut dengan ucapan seorang Kenzo mengucapkan terimakasih.
**Jangan lupa like dan komen ya 😊😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻, terimakasih dan selamat membaca episode berikutnya
* Jika Ada kesamaan tempat, nama dan kejadian hal tersebut Tanpa sengaja autor 🙏🏻🙏🏻***
Salam Literasi dan Salam Pembaca dari W
__ADS_1
Jangan lupa senyum hari ini