
Jack dan Brian yang terluka masih berada di dalam ruang operasi kecil. Jimmy dan Deni sudah berada di rumah sakit bersama dengan Lauren dan Billy.
“Bagaimana keadaan mereka terutama Jack?” tanya Deni.
“Iya, bagaimana keadaan Jack?” tanya Jimmy.
“Masih di dalam di tangani oleh Max.” Jawab Billy yang berada di depan pintu sejak tadi mondar-mandir.
Billy baru menyadari bahwa dia sedang bersama dengan Lauren, istrinya. Terlalu khawatir terhadap keadaan Jack membuat Billy tidak mementingkan keadaan sekitar. Akhirnya mereka memertanyaakan hal itu kepada Lauren.
“Lauren bisa kau jelaskan tentang kedatangan kalian dan hubunganmu?” tanya Jimmy.
“Iya, katakan padaku yang sebenarnya? Apakah kau menikahiku untuk mengetahui gerak-gerik kami?” tanya Billy yang langsung menuduh Lauren.
“Baiklah aku akan menjelaskannya. Yang kau katakan benar Billly. Itu adalah alasan awalnya.” Jawab Lauren.
“Kau yang membuat Jack seperti ini!” bentak Billy kepada Lauren dengan mengepal tangan lalu memukulkannya ke tembok.
“Abang Brian juga terluka, aku juga mengerti apa yang kau rasakan.” Jawab Lauren dengan membentak Billy.
“Tunggu! Kalian tenanglah. Lauren lanjutkan penjelasanmu.” Jawab Jimmy.
“Billy tenanglah. Kita dengarkan dulu penjelasan kakak ipar. Bagaimanapun dia juga istrimu, kau tidak boleh kasar.” Jawab Deni.
“Aku adalah adik kandung Brian. Adik yang telah diculik oleh Akira.” Jawab Lauren.
__ADS_1
“Apa? Bagaimana mungkin?” tanya Deni, Jimmy dan Billy yang terkejut.
“Akira mencintai ibuku. Tapi ibuku tidak mencintainya karena profesinya sebagai gangster di waktu itu untuk mengambil ahli kekuasaan kakek yang merupakan Yakuzu di negara kami. Ibuku pergi bersama ayah dari rumah setelah keluar dari klan dengan disetujui oleh Nenek dan Kakek karena mereka mengetahui bahwa Akira memiliki niat jahat. Singkat cerita, Akira menemukan kami kembali di Jepang.”
“Saat itu, aku masih berumur balita yang sering ikut dengan ibu ke butiknya. Kami mengalami kecelakaan yang membuat ibu meninggal di tempat dan aku selamat. Akira tidak menerima hal itu, dia membawa kami ke rumah sakit dan menukar tubuhku dengan mayat anak perempuan lainnya dan menghanyutkanku di sungai. Semua dilakukan untuk rasa puasnya melihat ayahku menderita kehilangan kedua orang yang dicintainya.”
“Dia mengincar Brian dan juga Ayah. Diketahui oleh nenek, abang dan ayah di sembunyikan di tempat lain. Abang di latih oleh nenek untuk menjadi seperti kakek. Karena kakek juga meninggal karena dibunuh oleh Akira untuk menggantikan posisi kakek di klan. Dan aku, aku ditemukan oleh nelayan yang sudah lama tidak memiliki anak.”
“Dan tragisnya, ayah dan ibuku meninggal dibunuh oleh Hanz. Dan aku ditemukan oleh abang Brian setelah kejadian kau menolongku waktu itu Billy. Ketika kau menyelamatkan aku dari bunuh diri di laut. Aku juga pernah mengatakan padamu tentang seseorang yang memberikan aku modal untuk melanjutkan hidup di saat kau meninggalkan aku di rumah sakit.”
“Awalnya aku hanya mengikuti perkataan abang Brian untuk mendekatimu kembali dari alasan pertolonganmu. Sama seperti saat kita bertemu dengan tidak sengaja di beberapa tempat. Semua itu adalah rencananya. Dia sudah lama mengikuti jejak Akira yang membunuh orang lain. Tapi dia tidak pernah bisa membalaskan dendamnya kepada Akira hingga saat ini.”
“Maaf Billy, tapi aku benar-benar mencintaimu. Dan aku mengetahui tentang kebenaran masalalu aku ini juga saat kau melamarku. Malam itu abang Brian datang untuk memberitahukan semuanya, untuk membuatku jujur bahwa aku benar-benar mencintaimu bukan karena permainannya untuk mendekatimu.”
“Jadi itu bukan salahnya, itu adalah salahku yang tidak berkata jujur padamu dari awal. Aku ingin mengkatakan semuanya setelah kami berhasil membunuh Akira. Tapi aku tidak menyangka bahwa abang Brian juga sudah menyembunyikan kebenaran tentang mengapa kalian juga mengincar Akira. Dia mengatakan semuanya saat perjalanan hari ini.”
Jimmy dan Deni memegang bahu Billy kanan dan kiri. Billy mengerti maksud dari isyarat yang dilakukan oleh Jimmy dan Deni. Billy berjalan ke arah Lauren dan menghapus airmatanya. Memeluk Lauren dengan erat dalam keadaan tangan yang terluka saat memukul tembok beton itu.
“Mulai sekarang, hapuslah masalalu itu dan kita mulai kembali. Aku memaafkanmu dan maafkan aku telah membentakmu tadi.” Ucap Billy dalam pelukkannya.
“Oke kita akhiri drama ini, sekarang kita fikirkan keadaan Jack dan Brian.” Jawab Jimmy.
“Dan aku sudah mengatakan kepada kakak ipar pertama. Dia akan segera kesini dengan ibu Katie yang baru saja tiba disana.” Jawab Deni.
“Kau memberi kabar kepadanya?” tanya mereka bertiga dan Deni menganggukan kepalanya.
__ADS_1
“Apa kau gilak Den? Dia sedang hamil?” ucap Lauren.
“Tapi aku berpendapat ini adalah alasan utama untuk membuatnya datang dan kembali dengan kita.” Jawab Deni.
Tiba-tiba Max keluar dari pintu operasi dan mengkatakan kepada mereka tentang keadaan mereka berdua.
Di Indonesia, Katie yang baru saja tiba satu jam di rumah Bagas untuk membujuk Caca. Saat mereka bercerita, Caca tiba-tiba menerima kabar dari Deni tentang keadaan Jack dan juga Brian. Caca terkejut dan langsung mengatakan kepada Katie dan Bagas. Mereka berdua segera memanggil Riki untuk mempersiapkan helicopter dan segera untuk pergi kesana.
Caca yang gemetaran tapi tetap sadar dan selalu berdoa untuk keselamatan suami dan juga abangnya. Caca yang selalu kuat dan menerima keadaan dengan tenang walaupun sangat khawatir. Mereka bertiga pergi dengan Riki yang membawanya. Katie dan Bagas berusaha untuk membuat Caca tetap tenang dalam perjalanan.
“Kakak jangan melakukan hal bodoh dengan berlari. Gunakan kursi roda ini, aku sudah menyuruh perawat membawanya atas izin ibu Katie.” Ucap Bagas.
“Tapi aku ingin segera bertemu dengan Jack.” Jawab Caca.
“Ingat tentang keselamatanmu dan juga bayimu kak.” Jawab Bagas.
“Baiklah. Cepat dorong dan bawa aku ke ruangannya.” Jawab Caca.
“Tenang sayang. Ayo kita pergi Bagas.” Jawab Katie.
Saat sampai, Bagas mengambil kursiroda untuk digunakan oleh Caca. Bagas dan Katie tidak akan mengizikan Caca untuk berlari ke sana dengan keadaan perut yang besar. Bagas mendorong kursiroda dengan cepat hingga sampai di ruangan Jack dan Brian. Mereka bersebelahan, Brian sudah sadar sedangkan Jack masih menutup matanya.
“Apa yang terjadi?” tanya Caca yang baru saja tiba.
Di dalam ruangan sudah ada Jimmy, Max, Lauren, Billy, Deni dan Brian. Ruangan Jack dan Brian di pisah hanya dengan kaca pembatas. Di sana Jack hanya sendiri di dalam ruangan, sedangkan Brian di temani mereka semua.
__ADS_1
“Kakak ipar pertama kau sudah datang?” tanya Deni dengan wajah cemasnya.