
Caca berjalan ke dapur utama untuk bertemu dengan Selly. Dengan perut besarnya itu ia berjalan dengan pelan-pelan hingga sampai.
“Kenapa kemari Caca? Bukannya bisa memanggilku kapan saja?” tanya Selly yang terkejut dengan kehadiran Caca.
“Aku hanya ingin bertanya, apakah ramuan herbal yang dikirim
oleh paman Kagami masih ada?” tanya Caca.
“Ramuan herbal untuk kehamilan?” tanya Selly.
“Iya Bi.” Jawab Caca,
“Sepertinya masih ada satu bungkus yang cukup untuk 20 kali cangkir. Karena waktu itu aku kira anda sudah tidak memerlukan lagi, jadi aku berikan kepada Shinta.” Jawab Selly.
“Shinta? Shinta sedang hamil?” tanya Caca.
“Iya.” Jawab Selly.
“Wah, selamat bibi Selly. Sebentar lagi akan menjadi nenek.” Jawab Caca.
“Anda tidak marah?” tanya Selly.
“Tentu saja tidak. Bibi tolong buatkan untuk Siska. Kemungkinan dia juga sedang hamil.” Jawab Caca.
“Apa? Nona Siska hamil?” tanya Selly.
“Iya, saat ini Kazumi sedang memeriksanya.” Ucap Caca.
“Jadi tuan Billy dan Max sudah kembali? Baiklah saya akan membuatkan.” tanya Selly.
“Terimakasih Bi, aku akan melihat mereka. Bibi tidak perlu mengantarkanku ke atas.” Jawab Caca.
“Hati-hati.” Jawab Selly.
“Iya bibi.” Jawab Caca.
Caca berjalan untuk ke lift dan mendatangi Siska yang sedang di periksa oleh Kazumi. Caca juga mengambil testpack yang dia miliki untuk memastikan kembali.
“Bagaimana?” tanya Caca.
“Yang kau katakan benar Caca. Dia sedang hamil sebulan.” Jawab Kazumi.
“Benarkah? Alhamdulilah.” Jawab Caca tersenyum dan duduk di kasur.
“Jimmy akan senang mendengarkan kabar ini.” Jawab Siska.
“Tentu saja. Ini, pakailah. Untuk barang bukti memberikan kabar baik untuk Jimmy saat dirinya pulang kerja.” Jawab Caca memberikan testpack itu.
Mereka berempat tertawa bersama disana karena Billy dan Max masih berada di kamarnya.
__ADS_1
“Terimakasih Kazumi. Lebih baik kalian istirahatlah, kalian juga baru saja tiba.” Jawab Siska.
“Iya. Istirahatlah kalian. Siang nanti kita makan bersama.” Jawab Caca yang di setujui oleh mereka semua.
Kazumi dan Lauren pergi dari kamar Siska dan bertemu dengan Billy, Max dan Selly.
“Sudah jangan ganggu Siska untuk istirahat, kita ke kamar saja.” Jawab Kazumi.
“Iya ke kamar. Aku ingin mengetahui kamarmu.” Jawab Lauren yang juga merangkul tangan Billy berjalan meninggalkan kamar.
Selly hanya memberikan senyuman sapa kepada mereka semua dan masuk ke dalam kamar Siska membawa ramuan herbal itu. Caca memberikan itu kepada Siska untuk diminum. Setelah Siska meminumnya, Caca dan Selly berpamitan untuk pergi meninggalkan Siska istirahat. Caca kembali ke kamarnya.
Kenzo dan Bella kembali dari sekolah langsung membersihkan diri dan bergegas untuk pergi ke kamar Caca. Mereka berdua sangat suka berbicara dengan bayi yang ada di perut Caca tentang apa yang terjadi hari ini
di sekolah. Setelah Deni mengantarkan Billy dan lainnya ke mansion, dia kembali ke sekolah Kenzo dan Bella untuk menemani mereka.
“Untuk hari ini, lebih baik kalian berdua menyapa uncle Billy dan Max yang sudah tiba ke mansion bersama dengan istrinya masing-masing.” Jawab Caca yang mencegah anak-anaknya untuk bercerita.
“Uncle Billy dan uncle Max?” tanya Bella.
“Iya sayang. Pergilah ke sana. Oh ya satu lagi, kalian juga akan mendapatkan adik lainnya dari tante Siska. Saat ini dia juga sedang mengandung anak uncle Jimmy.” Jawab Caca.
“Benarkah bunda?” tanya Bella.
“Tentu saja.” Jawab Caca.
“Aku akan tetap disini dengan adik kecilku dan yang lain tidaklah penting.” Jawab Kenzo.
“Pergilah!” ucap Kenzo.
“Kalian berdua, jangan seperti itu. Tapi temuilah mereka untuk kerinduan kalian, bersikap yang sopan kepada yang lebih tua.” Jawab Caca.
“Baik bunda.” Jawab Kenzo dan Bella.
Akhirnya mereka berdua pergi bergegas ke kamar-kamar uncle satu persatu. Dan mereka kembali berkumpul untuk makan siang, namun Caca dan Siska tidak ikut karena lebih memilih tidur. Selly membawakan makan siang untuk Caca dan juga Siska.
Matahari sudah terbenam dan sudah waktunya Jack dan Jimmy pulang dari kantor. Mereka tiba di mansion dengan melihat meja makan sudah ramai penghuninya.
“Kalian sudah tiba?” tanya Jimmy.
“Iya. Pukul sepuluh pagi tadi.” Jawab Billy.
“Sudah diputuskan untuk tetap tinggal di mansion?” tanya Jimmy.
“Untuk sementara iya.” Jawab Max dan Billy.
“Lebih baik kalian tetap disini. Lagian mansion ini terlalu luas jika hanya aku, Kenzo, Bella dan Jack yang ada di sini.” Jawab Caca.
“Iya. Lebih baik uncle Billy, Max dan Jimmy tetap di sini.” Jawab Bella.
__ADS_1
“Jadi aku tidak termasuk?” tanya Deni.
“Segera menikahlah dengan tante Meriska.” Jawab Bella.
Mereka semua tertawa dengan apa yang dikatakan oleh bocah ini. Membuat Deni benar-benar cemburut.
“Tenang saja, aku akan membantumu mendapatkannya.” Jawab Caca.
“Benarkah?” tanya Deni.
“Tentu saja.” Jawab Caca.
“Kakak mu ini juga akan membantumu.” Jawab Siska.
“Aku juga.” Jawab Kazumi.
“Dan aku juga.” Jawab Lauren.
“Kalian benar-benar kakak ipar yang baik kepadaku.” Jawab Deni yang terharu.
“Jangan membuat istriku kesusahan atau kau yang akan kubuat susah.” Jawab Jack.
“Kakak ipar pertama, lihatlah. Dia ingin membunuhku.” Jawab Deni yang meminta perlindungan pada Caca.
“Tenang saja, dia tidak akan berani melakukan itu. Sudah-sudah, lebih baik kalian mendengarkan sebuah pengumuman berita gembira.” Jawab Caca.
“Apa itu?” tanya Jimmy.
“Siska katakanlah.” Jawab Caca.
“Sayang aku hamil.” Jawab Siska yang memberikan testpack garis dua kepada Jimmy.
“Apa? Benarkah? Aku sayang bahagia.” Jawab Jimmy yang mencium istrinya.
“Kenapa hanya aku yang terkejut, apakah kalian sudah mengetahuinya?” tanya Jimmy.
Semua orang menganggukkan kepalanya begitupula dengan Jack.
“Kau juga sudah tau Jack dan kau tidak memberitahuku?” tanya Jimmy.
“Akan lebih baik jika kau mendengarnya dari istrimu sendiri.” Jawab Jack yang berdiri dan memeluk Caca.
Lagi-lagi mereka semua tertawa sebelum makan malam. Saat itu, Caca memberitahu Jack saat makan siang. Jack setiap ada waktu luang akan selalu menelpon Caca, bahkan dia akan membiarkan ponselnya menyala saat dia memeriksa beberapa berkas. Sudah menjadi 24jam seorang yang ada untuk Caca.
Setelah kabar kehamilan Siska di umumkan, mereka semua menikmati makan malamnya bersama.
“Sepertinya tidak baik untuk memberitahu Jack dan Jimmy malam ini.” ucap Billy dalam hatinya.
“Besok saja kita membicarakan hal ini.” Ucap Max yang mengetahui isi fikiran Billy.
__ADS_1
Billy menganggukkan kepalanya. Mereka akan menceritakan semua yang mereka dapatkan selama empat bulan terakhir ini kepada Jack dan lainnya. Mereka juga harus mempersiapkan segalannya karena waktu semakin dekat. Waktu acara pelelangan kapal pesiar itu menjadi salah satu kesempatan untuk melihat Akira, Jenny dan Henry.
Mereka tidak ingin menghilangkan kesempatan bagus ini. Mereka juga sudah mempersiapkan segala hal yang akan membantu mereka untuk masuk kedalam kapal pesiar itu dengan mengambil resiko pada identitas mereka. Identitas sebagai 5 pembunuh legendaris.