
Max yang baru saja keluar dari bandara langsung menaiki taksi. Dia pergi ke sebuah toko antik yang sudah menjadi langganan dirinya saat berada di Tiongkok. Alamat yang berada jauh dari keramaian kota dan terletak di sudut kota yang jarang dilewati orang-orang. Bangunan yang cukup tua dan klasik.
Max berjalan memasuki toko tersebut dan langsung duduk di depan sebuah jarring-jaring besi dimana seseorang duduk disitu. Semuanya terlihat jelas barang-barang antik berjajar di beberapa tempat di ruangan toko itu. Max membunyikan lonceng yang ada di depan besi jaringan itu.
“Silahkan lihat-lihat jika ada benda yang tertarik silahkan di ambil dan langsung di bayar kesini.” Jawab seseorang yang ada di dalamnya.
“Black.” Jawab Max.
Seseorang yang dipanggil dengan kode itu oleh Max membuka tirainya dan melihat sosok dirinya.
“Max!” panggil Black.
“Hahahaha. Keluarlah dari sana.” Jawab Max.
Black langsung membuka kunci pintunya dan membukanya menemui Max. Black langsung memeluk Max dengan sangat senang. Dua orang yang saling mengenal ini saling berpelukkan.
“Ada apa kau kemari?” tanya Black.
“Mungkin ingin bertemu denganmu si tua.” Jawab Max.
“Hahaha. Duduklah dulu, kita minum.” Jawab Black mempersilahkan Max untuk duduk di atas kursi meja tamu yang ada di ruang tokonya itu. Dia memanggil pelayannya yang berada didalam untuk keluar membawakan minuman dan makanan untuk Max.
Mereka bercerita banyak tentang kabar masing-masing. Sudah hampir lima tahun mereka tidak bertemu. Mereka bercerita tentang masa lalu dan apa saja yang sudah dilakukan selama lima tahun belakangan ini.
“Kita sudah bercerita banyak hal. Aku juga sudah mengenalmu, apa yang sebenarnya kau inginkan?” tanya Black kepada Max.
“Aku menginginkan beberapa senjata api dan beberapa bahan obat yang harus kau penuhi dalam dua hari kedepan. Harus bisa secepatnya.” Jawab Max.
“Baiklah. Mana listnya?” tanya Black meminta daftar yang dibutuhkan oleh Max.
Max menabil sesuatu dari saku jaketnya dan memberikan selembar kertas yang sudah dia persiapkan untuk hari ini kepada Black. Black menerimanya dan melihat semua yang diperlukan oleh Max.
“Aku coba untuk memnuhi semuannya dengan cepat.” Jawab Black.
“Terimakasih.” Jawab Max.
“Apa yang ingin kau lakukan lagi?” tanya Black.
“Sedikit kekacauan di Tiongkok.” Jawab Max.
“Hahaha. Jadi bagaimana dengan bos kita?” tanya Black tentang Jack.
“Tentu saja dia baik-baik saja. Saat ini dia sudah menikah dan akan segera menjadi ayah.” Jawab Max.
“Benarkah? Akhirnya dia memiliki cinta?” tanya Black yang tidak percaya karena tidak mendapatkan kabar apapun tentang mereka selama ini.
__ADS_1
“Begitulah. Bahkan dia sekarang lebih lembut dibandingka dengan apa yang kau lihat selama ini.” Jawab Max.
“Jadi siapakah wanita itu?” tanya Black penasaran.
“Wanita Indonesia yang cukup baik.” Jawab Max.
Black menginginkan informasi lebih banyak tentang Jack dan Max menceritakan semuanya dengan detail kepada Black. Mereka menikmati obrolan itu sambil menikmati makanan dan minuman, mereka tertawa bersama.
“Baiklah itu saja. Aku ingin segera kerumah Katie dan Andrew.” Jawab Max.
“Jadi kau dari bandara langsung kesini?” tanya Black.
“Begitulah, jadi seharusnya kau merasa bangga karena kau menjadi orang pertama yang aku temui di tiongkok.” Jawab Max.
“Hahaha. Baiklah, sebagai ucapan terimakasihku. Maka aku segera mencari semua bahan-bahan yang kau butuhkan.” Jawab Black.
“Oke.” Jawab Max.
Max keluar dari toko tersebut dan berjalan menelusuri jalan hingga menemukan jalan raya yang bisa memanggil taksi. Pelan-pelan dia berjalan menuju jalan raya dan menggil taksi untuk dinaiki. Max langsung mengatakan kepada supir taksi untuk menuju alamat Katie dan Andrew.
Billy yang masih nyeyak dalam tidurnya dan masih terlena dalam bunga mimpimu. Katie dan Lauren masih di mall, setelah pergi ke toko butik mereka pergi menikmati makan siang di restoran terdekat. Mereka benar-benar menghabiskan waktu dari pagi hingga sore hari. Akhirnya mereka kembali ke rumah.
“Masuklah, aku akan memerintah Billy untuk mengantarkanmu ke kembali ke hotel.” Jawab Katie.
“Iya ibu.” Jawab Lauren yang duduk di sofa ruangan.
“Billy bangunlah!” ucap Katie yang menarik jempol kaki Billy.
Katie mengetahui bahwa kebiasan Billy yang tidak akan menyerang siapapun jika jempol kakinya di tarik. Billy langsung terbangun tanpa harus mengeluarkan pistolnya ke arah yang membangunkannya.
“Pergilah membersihakn diri, segera temui kami di ruang tamu.” Jawab Katie.
“Ibu sudah pulang dari shopping?” tanya Billy yang mengkucek matanya.
“Iya. Sudahlah, pergi ke kamar mandi dan bersihkan dirimu.” Jawab Katie.
“Baiklah,” Jawab Billy.
Katie keluar dari kamar Billy dan duduk kembali bersama Lauren. Katie memerintah pelayannya untuk menyediakan minum dan makanan yang akan dihidangkan. Katie dan Lauren mengobrol kembali di ruang tamu sambil menunggu Billy tiba.
“Sepertinya sudah ada yang akur ini?” tanya Billy yang tiba-tiba datang.
“Tentu saja.” Jawab Katie.
“Ini semua adalah ide mu.” Jawab Lauren.
__ADS_1
“Hahahhaa. Maaf-maaf, aku terlalu lelah dan butuh istirahat. Jadi aku merencanakan hal ini, jadi bagaimana dengan belanjanya? Menyenangkan?” tanya Billy.
“Tentu saja, kami menghabiskan beberapa uangmu.” Jawab Lauren tertawa.
“Apakah limite yang ada di dalamnya sudah habis?” tanya Billy menggoda.
“Lauren tidak ingin membuatmu miskin.” Jawab Katie.
“Benarkah begitu?” tanya Billy.
“Aku memiliki uang sendiri.” Jawab Lauren.
“Hmmm baiklah wanita mandiri. Begitulah dia bu, tidak ingin seorang membantunya.” Jawab Billy.
“Tapi aku menyukainnya. Jangan kau sakiti dia, sekarang dia adalah putri ibu.” Jawab Katie yang memperingati Billy.
“Apa? Benarkah? Aku cemburu.” Jawab Billy yang menggodalagi.
“Billy berhenti seperti itu, kau sedang mengerjai kami berduakan? Lihatlah bu?” rengek Lauren.
Billy tertawa keras diikuti oleh Katie yang juga ikut tertawa. Lauren yang merasa di kerjai merubah mukanya menjadi cemburut.
“Maafkan kami berdua sayang.” Jawab Katie yang memeluk Lauren di samping ia duduk.
Dan tiba-tiba suara pintu terbuka, Max datang.
“Akhirnya sampai.” Jawab Max yang langsung duduk di samping Billy dan membaringkan dirinya di sofa dengan posisi duduk.
“Kau datang kemari? Bukanya harus ke Kanada saja.” Jawab Katie.
“Oh ya, besok kita akan langsung pergi ke Kanada karena pernikahan Jimmy dan Siska akan dipercepat.” Jawab Max.
“Apa?” Katie dan Billy yang terkejut.
“Aku sudah memesankan tiket untuk kita semua.” Jawab Max.
“Bisa di tambah satu orang lagi?” tanya Katie.
“Aku membeli lebih karena aku kira Richard akan ikut.” Jawab Max.
“Sepertinya Richard harus tetap tinggal disini.” Jawab Billy.
“Baiklah. Aku pergi, kalian bersiaplah.” Jawab Max yang ingin membersihkan dirinya.
Katie memerintahkan Lauren untuk mengambil barang-barangnya dari hotel dan menginap di rumah. Billy menyetujuinya dan mengantar Lauren tanpa harus mendengarkan pendapat Lauren. Lauren juga tidak bisa menolak permintaan Katie.
__ADS_1
...----------------...
Mohon dukungan like di karya Sky Blue Love 💙 yah readers🙏🙏🙏🙏