I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Villa


__ADS_3


Jack melepaskan ciumannya dari Caca. Caca hanya tersenyum kemudian, Jack memeluk Caca dalam pelukkannya sambil menikmati senja yang akan berakhir.


“Senja yang datang membawa keindahan dan pergi meninggalkan kerinduan.” Ucap Jack sambil memeluk tubuh Caca yang mungil itu.


“Kau sedang berpuisi? Puisi yang indah namun menyakitkan.” Jawab Caca.


“Kenapa?” tanya Jack.


“Setiap yang pergi akan meninggalkan kenangan. Setiap yang indah akan meninggalkan kerinduan. Dan setiap waktu yang berjalan akan memberikanmu pengalaman.” Jawab Caca dalam balasan puisinya.


“Hahahha, ternyata istriku pandai membuat sajak dengan cepat.” Jawab Jack yang tertawa sambil melepaskan pelukkannya dan menatap Caca kembali.


Caca tersenyum kemudian kembali menyandarkan dirinya dalam pelukkan Jack.


“Terimakasih sudah mengajakku untuk menikmati suasa ini.” Ucap Caca kepada Jack.


“Tentu, aku akan selalu membawamu ke tempat-tempat di mana orangtuaku pernah berkencan. Aku ingin orang yang aku cintai merasakan hal yang sama bahwa aku selalu ada untuk kalian.” Jawab Jack.


“Tentu, aku menantikan semua itu.” Jawab Caca.


“Mylotus lihat gambar awan itu?” ucap Jack yang menunjukan sebuah awan yang berbentuk bunga.


“Bunga?” tanya Caca.


“Iya.” Jawab Jack.


“Kenapa kau memanggilku dengan panggilan sayang mylotus?” tanya Caca yang sejak dulu penasaran.


“Jack mengatakan bahwa kau seperti bunga lotus yang indah di sebuah lumpur yang kotor. Kami ini hanyalah sebuah lumpur yang kotor dan kau adalah bunga yang cantik memberikan kami kehidupan yang lebih berarti.” Jawab Jack.


“Hmmm,” jawab Caca yang mencerna maksud dari perkataan Jack itu.


“Dan menurutku kau itu membawakan sebuah kehidupan bagiku, Kenzo dan Bella. Sejak dulu kami hanya melihat dua warna saja, hitam dan putih. Namun, saat kedatanganmu semua itu berubah dan kami bisa melihat semua warna kehidupan.” Jawab Jack.


“Dasar gombal,” ucap Caca yang mencubit Jack dalam pelukkan itu.

__ADS_1


“Aku berkata jujur.” Jawab Jack yang mencium kepala Caca.


“Baiklah aku percaya. Aku juga berterimakasih telah menjadi suami yang baik untukku sampai saat ini dan menerima segela kekuranganku.” Jawab Caca.


“Tentu sayang.” Jawab Jack kembali memeluk Caca.


“Setelah ini kita akan ke mana? Hari sudah mulai gelap.” Tanya Caca.


“Kita akan kembali,” ucap Jack.


“Oke,” jawab Caca.


“Ayo aku bantu!” Ucap Jack yang yang mengulurkan tangannya untuk membantu Caca berdiri dari rerumputan itu.


Caca tersenyum dan menerima uluran tangan Jack. Caca memeluk tangan kiri Jack dengan tangan kanannya berjalan menuju sepeda motor mereka. Saat mereka ingin berangkat untuk pulang tiba-tiba sebuah guntur terdengar jelas sehingga membuat Caca semakin kuat memeluk Jack.


“Kau tidak apa-apa mylotus?” tanya Jack.


“Ayo segera pulang. Aku takut.” Jawab Caca.


“Oke pegangan yang kuat.” Jawab Jack.


Jack merasa perjalanan ini tidak bisa di lanjutkan hingga ke mansion. Jika ke kota sekitar setengah jam lagi, dan jika ke mansion sekitar satu jam lagi. Sementara keadaan Caca yang sudah menggigil kedinginan dan rasa ketakutannya terhadap guntur. Jack memutuskan untuk ke villa miliknya yang berada di bawah bukit di pinggir sungai.


“Kita mau ke mana?” tanya Caca dengan suara kuat karena jika volumenya kuat pasti Jack tidk akan mendengarnya.


“Pegangan yang kuat kita akan ke villa ku.” Jawab Jack dengan suara yang kuat juga.


Lima menit kemudian mereka tiba di villa Jack yang di pinggir sungai itu. Caca turun dari sepeda motor dan Jack menarik Caca untuk memasuki villa yang di maksud olehnya. Jack mengambil menakan password di villa itu sehingga terbuka. Jack segera membawa Caca masuk kedalam kamar villa itu untuk mandi namun keadaan Caca sangat menggigil.


“Jack dingin banget.” Ucap Caca.


“Mandilah dengan air hangat. Nanti aku akan membawakan baju gantimu.” Ucap Jack.


Caca mengaggukkan kepalanya dan memasuki kamar mandi dan menghangatkan dirinya dengan air hangat. Jack datang memasuki kamar mandi dan membawakan pakaian ganti dan handuk untuk Caca.


“Kau juga mandilah di sini, kau juga sudah basah kuyup.” Ucap Caca.

__ADS_1


“Tidak apa-apa aku tidak kedinginan sepertimu.” Ucap Jack yang menggosokkan tangan Caca dengan kedua tangannya.


“Sudah mendingan?” tanya Jack yang berusaha menghangatkan Caca.


Caca menggelengkan kepalanya. Jack langsung mengambil inisiatif membuka semua bajunya dan mengunakan handuk. Mengambil wudhu untuk dirinya dan Caca. Mengangkat Caca dari bak mandi itu kemudian membalutkan handuk ke badan Caca menuju tempat tidur. Jack dengan lembut mengeringkan tubuh Caca dan memberikan pakaian dalam dan semuanya.


“Ini milik siapa?” tanya Caca dalam keadaan menggigil.


“Milih mom dulu. Pakailah.” Jawab Jack.


Caca menggunakannya, kemudian Jack menggosokkan lagi ke tangan Caca. Dan cara itu masih tidak berguna.


“Masih dingin?” tanya Jack.


Caca mengaggukkan kepalanya.


“Bagaimana dengan cara itu?” tanya Jack.


Caca mengerti maksud dari Jack dan mengaggukkan kepalanya. Jack membuka handuknya dan membuka baju Caca kembali. Berbaring di atas kasur dengan Caca kemudian memeluknya dan menutupi tubuh mereka dengan selimut tebal.


Beberapa menit setelah menggunakan cara itu Caca mulai merasakan hangat pada tubuhnya. Dan tanpa di sadarinya dirinya tertidur dalam pelukkan Jack di dalam selimut itu.


“Dia tertidur dengan pulasnya dalam pelukkanku.” Ucap Jack melihat Caca yang sudah tertidur.


Jack mulai memejamkan matanya untuk tidur juga. Namun Jack tidak bisa tertidur karena sedang berperang dengan dirinya. Kegelisahan ini membuat Caca terbangun.


“Lakukanlah.” Ucap Caca yang tersenyum mengetahui bagaimana keadaan suaminya itu.


“Benarkah dalam keadaan seperti ini?” tanya Jack kepada Caca.


“Iya,” jawab Caca.


Jack mengikuti lampu hijau yang di berikan oleh Caca dan melakukannya sesuai dengan aturan. Setelah selesai beberapa kali, Caca tertidur kembali dan Jack juga sudah lelah dan tertidur juga.


Matahari terbit menyinari seluruh alam. Di sebuah tempat villa yang memiliki sebuah kamar mewah dengan satu buah ayunan di depannya dan dinding kaca dimana dapat melihat keindahan sungai yang ada di sekitar. Cahaya matahari itu memasuki dinding kaca tersebut sehingga membuat sepasang kekasih yang tertidur terbangun.


Caca membuka matanya karena silau dan segera membangunkan Jack. Mereka terburu-buru untuk segera mandi mensucikan diri kemudian melaksanakan ibadah subuh dengan sangat telat.

__ADS_1


Setelah itu, mereka bersiap-siap untuk kembali ke mansion. Jack menggunakan pakaian James sedangkan Caca menggunakan pakaian ibu mertuanya. Mereka keluar dari villa dengan meninggalkan kamar yang berantakan. Caca tidak sempat untuk merapikannya karena Jack sudah menyuruhnya membiarkannya saja.


Caca mengikuti perkataan Jack karena Jack harus segera kembali ke mansion untuk segera ke kantor. Pukul 10 nanti Jack ada rapat penting di kantornya mengenai beberapa perusahaan cabang yang ada di seluruh dunia.


__ADS_2