I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Sahabat Terbaik.


__ADS_3

Nama : Chen Meriska


Umur :  25tahun


Tinggi: 168cm


Sifat : Homoris dan baik hati


Status : Sahabat Kuliah Caca


Chen Meriska, seorang mahasiswa jurusan desainer di perancis. Ia memiliki kepintaran yang hampir sama dengan Caca. Ia juga menerima beasiswa ke prancis sehingga berpisah dengan Caca. Mereka sudah berteman sejak mereka masih pertama kali kuliah di Jakarta.


Mereka yang sama-sama anak perantauan, berjuang bersama dalam menggampai mimpi. Meriska merupakan anak pengusaha di daerahnya, itu saja yang berbeda dari Caca. Memiliki keluarga yang memiliki segalanya bukan berarti membuat Meriska tumbuh menjadi anak yang manja dan sombong. Namun dia selalu merendahkan dirinya dan lebih suka tidak menonjolkan status keluarganya.


Caca dan Jack duduk di atas plaminan megah itu, setelah lamanya berdiri karena harus menyalami tamu undangan. Sementara Joko dan Aisyah duduk di depan pintu masuk pesta untuk menyambut para tamu yang hadir di acara pernikahan anaknya.


Waktu semakin sore sehingga tamu yang datang berkunjung sudah mulai berkurang. Tidak sepadat dan seramai ketika siang hari. Jack dan Caca memutuskan untuk turun dari pelaminan agar bisa melaksanakan sholat karena waktu matahari terbenam tinggal setengah jam lagi. Pelaminan menjadi kosong tanpa peran utama pesta tersebut.


Namun akan di langsungkan waktu resepsi di malam hari nanti setelah magrib. Sebelum Caca dan Jack turun ternyata ada tamu yang sudah di tunggu-tunggu sejak tadi. Billy, Max, Kazumi, Katie dan Andrew sampai di sana.


Mereka langsung di perintahkan oleh Jack dan Caca untuk berphoto bersama, setelah itu baru istirahat.


Baru saja 3 kali pemotretan, tiba-tiba seorang wanita cantik berkulit putih seperti keturunan tionghoa itu datang menghampiri Caca dan memeluknya sambil berekspresi haru.


“Terimakasih telah datang.” Ucap Caca yang menerima pelukkannya dan membuat semua orang heran.


“Siapakah wanita ini yang berani memberhentikan pemotretan di tengah jalan?” tanya photographer dalam hatinya.


“Wah inikah suami mu?” tanyanya Meriska.


Caca mengaggukkan kepalanya.


“Kau berhutang cerita padaku.” Ucap Meriska.


“Sekarang kita photo dulu.” Jawab Caca.


“Baiklah.” Jawab Meriska.


Mereka melanjutkan pemotretan kemudian bersama-sama turun dari pelaminan itu menuju rumah Caca.


“Jack kau urus keluargamu dulu dan biarkan aku di kamar dengan Meriska.” Bisik Caca.


Jack menyetujuinya walaupun belum mendapatkan penjelasan siapa sebenarnya wanita ini. Caca dan Meriska masuk kedalam kamar pengantin sementara Jack mempersilahkan keluarganya untuk menikmati makan malam dulu.


“Aku ingin dengar penjelasanmu.” Ucap Meriska yang duduk di tempat tidur dan melipatkan tangannya.


“Ceritanya panjang maka aku akan bercerita dengan singkat…..” ucap Caca yang sedang membuka baju adatnya.

__ADS_1


“Jadi, waktu kau menyuruhku untuk datang ke Kanada dua bulan lalu itu adalah karena hal ini?” tanya Meriska.


“Tentu, tapi kenapa kau tidak datang?” tanya Caca.


“Aku datang tapi ada insiden saat itu, jadi aku buru-buru kembali. Sudahlah jangan bahas itu lagi. Tapi aku benar-benar senang melihat mu, aku rindu.” Jawab Meriska.


“Aku juga, bermalam saja di rumah ini besok baru kembali.” Jawab Caca.


“Baiklah.” Jawab Meriska.


“Kau makanlah dulu dan aku minta tolong panggilkan Jack, karena kami belum sholat.” Ucap Caca saat Meriska ingin meninggalkan kamar.


“Baiklah. Aku juga sudah lama tidak bertemu bunda Aisyah dan Ayah Joko.” Jawab Meriska yang keluar dari kamar.


Meriska keluar dari kamar dan memanggil Jack sesuai perintah Caca. Kemudian, Meriska keluar dari rumah mencari keberadaan bunda Aisyah dan Ayah Joko.


“Siapa dia?” tanya Jack yang masuk dalam kamar pengantin mereka.


“Sahabatku saat kuliah di Jakarta.” Jawab Caca.


“O pantas saja.” Jawab Jack.


“Kenapa kau juga cemburu dengan seorang wanita?” ucap Caca tertawa.


“Sedikit, tiba-tiba datang langsung memelukmu di saat kita sedang pengambilan gambar.” Jawab Jack jujur.


“Baiklah.” Jawab Jack.


“Dia itu adalah teman sekamarku ketika di Jakarta. Kami berbeda jurusan, dia mengambil jurusan desainer sedangkan aku kau tau sendiri.” Jawab Caca.


“Ya sudah. Kita sholat dulu baru nanti di lanjut


mengobrolnya.” Jawab Jack.


“Oke. Aku sudah berwudhu. Tinggal kau.” Jawab Caca.


Caca dan Jack melaksanakan sholat. Max, Katie, Billy, Kazumi dan Andrew sedang menikmati hidangan makan malam di meja tamu yang sudah di sediakan oleh Bagas. Mereka bersama-sama makan malam dengan Aisyah dan Joko. Meriska juga ikut bersama dengan mereka.


“Bunda, ayah.” Ucap Meriska memberikan salam tangan kepada keduannya.


“Wah ternyata kau ingat juga ke sini Meriska. Ketika tiba langsung menemui Caca.” Jawab Aisyah yang mengetahui bagaimana dekatnya dia dengan anaknya.


“Hahahaha, iya bunda. Aku rindu sekali kesini, rindu orang-orang yang ada di sini apalagi rindu pada sahabatku itu.” Jawab Meriska.


“Hahahaa, kalian ini. Sudahlah duduk sini kita makan malam bersama.” Jawab Aisyah.


Keluarga Jack datang untuk duduk bersama.

__ADS_1


“Silahkan menikmati.” Ucap Aisyah.


“Terimakasih Aisyah. Ini siapa?” tanya Katie menunjuk Meriska.


“Dia sahabatnya Caca ketika kuliah di Jakarta.” Jawab Aisyah.


“Oh pantas saja. O ya Bagas, di mana Jimmy dan Deni?” tanya Katie.


“Mereka sedang di villa dekat sini bersama dengan Siska juga. Setelah makan nanti akan saya antarkan Ibu dan lainnya.” Jawab Bagas.


“Iya, saya sudah menyewakan tempat tinggal kalian selama di sini.” Jawab Aisyah.


“Maaf merepotkan.” Jawab Katie.


“Tidak apa-apa. Sudah sewajarnya. Kami juga tidak memiliki rumah seperti mansion Jack. Jadi hanya ini yang bisa kami lakukan.” Jawab Aisyah.


“Tidak apa-apa Aisyah. Ini sudah lebih dari cukup.” Jawab Katie.


“O ya, nanti aku titip Meriska bersama dengan kalian ya.” Jawab Aisyah.


“Tentu.” Jawab Katie.


“Bunda mereka siapa?” bisik Meriska.


“Keluarga Jack.” Jawab Aisyah.


“Meriska! Ini Katie ibu Jack, Ini Andrew Ayah Jack, ini Billy dan Max dan ini…” ucap Caca yang tiba-tiba datang dengan Jack.


“Ini Kazumi, temanku.” Jawab Max.


“Selamat datang Kazumi. Dan ini adalah Meriska sahabat terbaikku.” Jawab Caca.


“Salam kenal semuanya.” Jawab Meriska yang tersenyum.


“Nanti kau bisa istirahat di kamar yang sama dengan Kazumi. Bagas kau atur ya.” Ucap Caca.


“Siap bos.” Jawab Bagas.


“Ayo lanjutkan makannya.” Jawab Caca.


Mereka semua menikmati makan malamnya walaupu saat itu masih dalam keadaan sore hari yaitu pukul 18.00 WIT. Caca menikmati makanannya sambil bercerita dengan Meriska dan tidak memperdulikan Jack di sampingnya. Seperti melupakan Jack karena kedatangan Meriska, sahabat yang sudah lama tidak bertemu itu.


Mereka menceritakan banyak hal, tentang perjalanan mereka menempuh pendidikan selama berpisah. Menceritakan keseruhan di masing-masing tepat mereka tinggal hingga membahas masa lalu mereka.


Kazumi benar-benar canggung di antara mereka namun di tenangkan oleh Max.


“Bersikap seperti biasa saja, mereka semua baik.” Ucap Max.

__ADS_1


Kazumi mengaggukkan kepalanya dan tersenyum. Karena awalnya dia memang sedikit canggung namun lama kelamaan orang-orang yang baru ia temui ini tidak seperti yang ada dalam fikirannya.


__ADS_2