
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah
membaca.🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Happy Reading guys❤️❤️❤️
Cacapun masuk kedalam kamar Bella kemudian menurunkan Kenzo di atas kasur Bella dari gendongannya.
“Kenzo turun dulu ya,” ucap Caca pada Kenzo.
“Iya Bunda.”
Cacapun kemudian mengeluskan tangannya di atas kepala Bella dan mengambil handuk yang berada di atas kepala Bella.
“Handuk ini sudah dingin dan airnya juga, bisakah aku meminta air hangat lagi?” ucap Caca pada Jack.
“Biarkan saya ambilkan nyoya,” ucap Selly.
“Terimakasih Bi, tolong ya!” ucap Caca pada Selly.
Setelah Selly mengambil air hangat yang di minta oleh Caca, Cacapun memasukkan handuknya kedalam tempat air hangat itu lalu memerasnya dan meletakkan di atas kening kepala Bella. Caca memegang tangan kiri Bella dengan tangan kirinya Caca yang tiba-tiba Bella memanggil nama Caca namun matanya masih tertutup tertutup.
“Bunda!”
“Bunda!”
“Bunda!” panggil Bella.
“Sayang, Bunda sini.” Ucap Caca sambil memegang tangan Bella dan mengelus kepala Bella.
Bella yang terus memanggil Caca dan Caca juga terus mengelus kepala Bella hingga Bella akhirnya membuka matanya setelah setengah jam berlangsung.
“Bunda!” panggil Bella yang melihat kehadiran Caca di hadapannya.
“Benarkah ini Bunda?” ucap Bella lagi.
“Iya sayang, ini Bunda.” Jawab Caca.
“Bunda!” ucap Bella sambil berusaha bangkit dari tidurnya untuk memeluk Caca.
“Iya sayang,” jawab Caca yang langsung membantu Bella memeluk dirinya.
“Bella rindu Bunda,” ucap Bella yang sedang memeluk Caca.
“Bunda juga merindukan Bella,” jawab Caca.
Sementara Jack dan Kenzo yang saling memandang memberikan kode bahwa kehadiran Caca akan berhasil membuat kesembuhan bagi Bella. Kemudian Kenzo memberikan kode pada Bella bahwa rencana mereka berhasil, dan bisa melanjutkan rencana selanjutnya.
“Bella sudah sarapan?” tanya Caca.
Yah karena perbedaan waktu antara negara Kannada dan Indoenesia. Maka di mansion tempat tinggal Jack saat ini pukul 08.15 pagi.
__ADS_1
“Belum Bun, bolehkah Bella meminta Bunda membuat makanan untuk Bella.” mohon Bella.
“Tentu sayang, tapi sekarang tetaplah berbaring dan tetap menggunakan handuk hangat ini di kepalamu agar panasnya segera turun. Dan Bunda akan memasakkan bubur ayam untuk mu lalu minum obat ya sayang? Biar cepat sembuh.” Ucap Caca pada Bella.
“Bunda tenang saja, Bella akan segera sembuh. Karena pelukkan hangat Bunda itu seperti handuk hangat ini yang akan menurunkan panas di badan Bella. Dan masakkan Bunda sebagai obat bagi tubuh Bella.” ucap Bella menjelaskan pada Caca.
“Hahahah, ada-ada saja kamu.” Tawa kecil Caca yang membuat Jack memandang dirinya juga ikut tersenyum.
“Bella tidak berbohong Bunda.”
“Oke baiklah sayang, tapi sekarang berbaring lah. Biar Bunda memasakkan bubur mu.”
“Tapi Bella ingin melihat Bunda memasak, boleh ya Bun?” mohon Bella pada Caca.
“Dasar anak ini, ya sudah ayo sekarang kita ke dapur!” ucap Caca yang kemudian menggendong Bella dari kasur untuk menuju dapur.
Caca memberhentikan langkahnya etika keluar dari pintu kamar Bella dan kembali masuk bertanya pada Jack bahwa dirinya tidak mengetahui di mana keberadaan dapur di dalam mansion Jack. Jack dan Kenzo melihat kelakuan Caca tertawa bersama-sama.
“O iya, aku lupa ini bukan rumah ku. Aku harus kembali dan bertanya pada Jack di mana dapurnya.” Ucap Caca dalam hati.
“Jack, bisa tunjukkan di mana dapurnya?” tanya Caca yang kembali masuk ke kamar Bella.
“Ayo aku tunjukan,” jawab Jack yang kemudian menggendong Kenzo keluar dari kamar Bella.
“Daddy tertawa juga,” ucap Kenzo yang berbisik pada Jack.
“Htssss, diamlah. Dia terlalu lucu.” Jawab Jack.
“Sudahlah jangan sampai dia mendengarnya, ayo kita ke dapur.”
Mereka pun menuju kedapur dari kamar Bella yang menurunin tangga menuju lantai 1 di mana keberadaan dapur tersebut. Kenzo yang di gendong oleh Jack dan Bella yang di gendong oleh Caca memperlihatkan pemandangan keluarga yang sangat harmonis. Pemandangan ini di nikmati oleh Deni, Jimmy, Selly, Son dan pelayan lainnya yang melihat mereka menuju ke dapur.
“Terlihat seperi keluarga yang harmonis,” ucap Deni yang sedang duduk di ruang tamu lantai 1 bersama Jimmy.
“Aku juga berfikiran yang sama.” Ucap Jimmy.
“Sungguh pemandangan yang indah,” ucap Son.
“Ya sayang, sudah lama tidak melihat senyum bahagia tuan Jack dalam dirinya.” Jawab Selly yang sedang berdiri bersama Son di bawah
tangga.
“Semoga kehadiran nona Caca akan melengkapi keluarga kecil tuan Jack.” Jawab Son pada istrinya.
“Bener sayang, semoga.” Ucap Selly.
“Mau kemana mereka?” tanya Jimmy pada Deni.
“Mana aku tau? Kan dari tadi loe sama gue disini duduk.”
“Hahahha, iya juga. Gimana kalau kita ikut ke sana dan menayakan langsung?” ucap Jimmy yang mengaja Deni untuk ke tempat Jack.
“Ayo,” jawab Deni.
__ADS_1
Mereka berdua pun berjalan mendatangi Jack, kemudian Jack memerintahkan Selly untuk membantu Caca memasak di dapur.
“Selly ayo ikut ke dapur dan bantu Caca untuk memasak.” Perintah Jack pada Selly.
“Baik tuan,” jawab Selly.
“Kau mau kemana Jack?” tanya Jimmy yang tiba-tiba datang.
“Kedapur,” jawab Jack dengan singkat lalu berjalan menuju
kedapur.
“Mau apa?” tanya Deni sambil mengikuti langkah Jack.
“Bella ingin makan masakan Caca.” Jawabnya.
“O...” jawab Jimmy dan Deni bersamaan.
Mereka pun semua duduk di meja makan sedangkan Caca dan Selly menuju kedapur.
“Bunda, Ken juga mau bubur boleh?” ucap Kenzo.
“Baiklah sayang, tunggu di sini ya.” Jawab Caca.
“Kami juga ingin mencoba masakkan mu nona Caca, yakan Den?” ucap Jimmy pada Caca.
Jack langsung memasang tatapan aurah membunuh pada Jimmy dan Deni.
“Ha? Baiklah aku juga akan membuatkannya untuk kalian.” Jawab Caca lalu pergi meninggalkan mereka menuju dapur.
Saat Caca dan Selly meninggalkan mereka, Jack yang masih melihat Deni dan Jimmy dengan tatapan membunuh membuat Deni dan Jimmy takut.
“Ayolah Jack, wajah mu itu biasa saja terhadap kami.” Ucap Jimmy yang melihat tatapan Jack pada mereka berdua.
“Apa maksud kalian tadi?” tanya Jack pada Jimmy dan Deni.
“Kami hanya ingin mencoba masakkan Caca, apa salah?” goda Jimmy.
Sedangkan Deni sudah tidak berani untuk menatap wajah Jack namun berbeda dengan Jimmy yang suka jail terhadap Jack.
“Dia datang kemari agar Bella sembuh, bukan untuk menjadi koki kalian?” jawab Jack dengan nada sinisnya.
“Kami kan juga ingin mencicipin masakannya yang selalu kalian bilang enak. Lagian Caca aja gak marah kami memintanya, kenapa kau yang marah Jack?” jawab Jimmy dengan santai.
“Kau....” Jack mengepalkan tangannya dan akan berdiri menonjok Jimmy namun tercegah karena kalimat Kenzo.
“Daddy jangan terlalu emosi, biarkan uncle Jimmy dan uncle Deni merasakan masakkan Bunda Caca. Betul apa yang di bilang uncle Jimmy bahwa Bunda saja tidak marah kenapa Daddy yang marah?” ucap Kenzo yang membantu Jimmy menggoda Jack.
Jangan Lupa Like + Votenya Teman-teman❤️🙏🏻🙏🏻
Salam Manis dari W😉😊
***Jangan Lupa Senyum Hari ini ***😊😊😊😉
__ADS_1