I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Cinta Pertama Untuk yang Pertama part 2


__ADS_3

Caca yang tidak sadar memeluk Jack dan mengelus punggung Jack dengan kedua tangannya. Menyandarkan dirinya di dada Jack sambil berkata seperti itu tanpa sadar. Dan untuk memberanikan dirinya karena sudah terlanjur memeluk Jack dengan sendirinya Caca mengatakan hal yang selama ini ingin Jack dengar.


“Ku serahkan segala jiwa dan ragaku untuk menjadi istri yang sempurna untuk mu Jack.” Ucap Caca pada Jack namun belum bisa mengatakan bahwa dia mencintai Jack.


“Maksdumu?” tanya Jack yang melepaskan pelukkan Caca pada dirinya untuk mencari penjelasan yang pasti tentang apa yang sudah ia dengar.


“Aku siap untuk memenuhi kebutuhan biologismu.” Jawab Caca menundukkan kepalanya.


“Kau serius Ca?” tanya Jack.


“Tentu, insyallah aku siap jika kau memintanya sekarang.” Ucap Caca.


Jack yang senang mendengar Caca memberikan lampu hijau pada dirinya dengan memeluk Caca sambil mengeluskan kepala Caca.


“Bagaimana jika kita melakukannya sesuai sunnah dan adab terlebih dahulu.” Ucap Caca dalam pelukkannnya.


“Kau serius siap melakukannya malam ini juga?” tanya Jack memastikannya.


Caca mengaggukkan kepalanya dalam pelukkan Jack.


“Kau yakin aku tidak memaksa batinmu?” tanya Jack.


“Insyallah tidak. Aku sudah iklas dan mempercayaimu sepenuhnya walaupun aku belum bisa mengatakan aku mencintaimu. Tapi aku yakin kau adalah cinta pertama untuk yang pertama dan terakhirku.” Jawab Caca.


“Kau juga adalah cinta pertama untuk yang pertama untukku.” Jawab Jack kemudian melepaskan pelukkannya dan mencium kening Caca.


“Baiklah ayo kita mensucikan diri setelah itu sholat sunnah sebelum memulainnya.” Ucap Jack dengan senyuman nakal.


Caca mengaggukkan kepalanya.


“Aku tidak ingin memaksamu, jika kau belum siap kita batalkan saja.” Ucap Jack lagi.


Caca berdiri dari posisi duduknya kemudian menggenggam tangan Jack menariknya ke dalam kamar mandi.


“Aku benar-benar beruntung mendapatkanmu Caca. Mencari seorang wanita sepertimu itu sangat langka.” Ucap Jack dalam hatinya sambil tersenyum melihat Caca menariknya.

__ADS_1


Mereka berdua melakukannya sesuai dengan sunnah dan adab sebagai seorang muslim. Jack melakukannya dengan lembut dan membuat Caca senyaman mungkin untuk melakukannya. Malam itu menjadi saksi bisu bagi penyatuan cinta mereka berdua.


(Mohon maaf author tidak mau mendeskripsikannya lebih detail karena gak tau dan takut mencari tau. Dan lagi harus mengikuti sesuai dengan kontrak, hehehe jadi pembaca bayangin aja sendiri ya.)


Ini bukanlah akhir dari kisah perjalanan mereka namun awal dari kisah cinta yang sesungguhnya dari mereka. Di mana kedua jiwa di persatukan dalam ikatan batin jiwa dan raga sehidup semati. Caca mengakui bahwa dirinya sudah benar-benar mempercayai Jack sebagai suaminya. Walaupun belum bisa mengatakan mencintai Jack.


Mungkin saja dia sudah mencintai Jack namun dia belum mengetahui bahwa setiap prilakunya pada Jack menggambarkan dirinya mencintai Jack. Ini adalah pertama kali bagi dirinya mencintai seseorang dan langsung mengaplikasikannya kepada suaminya sendiri. Hal ini adalah hal yang wajar bagi wanita yang tidak pernah mengenal arti cinta.


Mereka berdua sangat kelelahan hingga tertidur dalam pelukkan yang di tutupi balutan selimut. Dan bangun kembali saat waktu subuh sudah menunjukkan. Jack yang terlebih dahulu bangun kemudian menatap wajah Caca yang masih tertidur pulas.


“Terimakasih untuk segalanya. Aku tidak menyangka secepat itu aku menghancurkan tembok kepercayaanmu kepada seorang laki-laki. Aku pasti akan selalu menjaga, melindungi dan membimbingmu sebagai seorang suami untuk mu.” Ucap Jack dalm hatinya sambil membelai wajah Caca yang tertidur.


Karena sentuhan tangan Jack di wajah Caca, dirinya terbangun.


“Apa aku mengganggu tidurmu?” tanya Jack yang melihat Caca sudah terbangun.


“Pukul berapa sekarang Jack?” tanya Caca.


“05.30,” jawab Jack.


“Au…” ucap Caca yang terasa perih pada bagian tubuhnya……………


“Kau lupa apa yang terjadi tadi malam?” tanya Jack.


“O iya tadi malam……” ingat Caca dalam hatinya.


Caca kemudian tersenyum lalu menarik selimutnya untuk menutupi dirinya.


“Apa lagi yang ingin kau tutupi, aku sudah melihat semuanya tadi malam.” Ucap Jack yang menggoda Caca.


“Jack!” panggil Caca.


“Hahahaha, baiklah. Hal yang wajar untuk kita yang pertama kalinya.” Jawab Jack sambil tertawa.


Caca melihat ada bercak darah di separai putihnya yang menandakan semua hal sudah ia serahkan sepenuhnya dengan Jack.

__ADS_1


“Sudah jangan di fikirkan, kau akan terbiasa dengan hal itu nanti. Sekarang kita mandi dulu untuk bisa sholat subuh.” Ucap Jack yang kemudian menggendong Caca menuju kamar mandi.


Jack menggendong Caca menuju kamar mandi, dan membantunya untuk mandi. Jack mengetahui bahwa ini adalah yang pertama kalinya bagi istrinya dan pastinya sakit. Oleh karena itu dirinya menggendong Caca dan membantunya mensucikan diri.


Mereka berdua mandi wajib sesuai dengan aturannya kemudian melaksanakan sholat subuh bersama. Sedangkan Kenzo dan Bella belum bangun, kemungkinan lelah akibat kegiatan liburan di taman hiburan.


“Bolehkah aku sekarang memanggilmu hubby?” tanya Caca yang bersalaman dengan Jack setelah sholat subuh.


“Hahahha, jadi sekarang aku memiliki julukkan?” tanya Jack.


“Kalau boleh,” ucap Caca yang menundukkan kepalanya karena malu.


“Boleh mylotus. Aku sangat senang sekarang kau sudah menjadi milikku seutuhnya.” jawab Jack kemudian mencium kening Caca.


Caca tersenyum.


“Untuk hari ini jangan ke kampus dulu, besok saja meminta tanda tangan dia. Istirahatlah dulu di rumah.” Ucap Jack kepada Caca.


“Baiklah.” Jawab Caca.


Caca berjalan menuju lemari pakaian Jack untuk memilih baju kerja yang akan digunakan Jack seperti biasanya. Setelah menikah saat itu Caca selalu menjadi istri yang baik bagi Jack namun baru malam itu Caca memenuhi kebutuhan biologis Jack.


“Mylotus!” panggil Jack.


“Ada apa hubby?” tanya Caca dari dalam ruangan pakaian.


“Hari ini akan ada rapat bulanan jadi ambilkan jas hitam dan dasi hitam.” Ucap Jack yang meminta Caca untuk mengambilkan hal tersebut di sebuah lemari yang khusus warna tersebut.


Jack sejak dulu memang menyukai warna hitam, sehingga ada satu lemari pakaian yang dia miliki semuanya adalah koleksi pakaian warna hitam. Baginya hitam adalah bagian dari dirinya. Itulah yang membuatnya nyaman menggunakan itu. Dan semua rancanganya itu adalah milik sahabatnya sebagai disainer terkenal dan professional.


Caca membuka lemari pakaian itu kemudian berfikir mana yang harus ia ambil baju dari banyaknya baju yang tergantung di lemari.


“Lagi-lagi aku bingung memilih yang mana, padahal sudah setiap hari melakukan ini untuk menyiapkan pakaian kerja dia.” Ucap Caca dalam hatinya.


Caca memilih pakaian yang sesuai dengan matanya, mengambil jas hitam, dasi hitam, celana hitam dan kemeja putih. Kemudian dirinya kembali lagi mengambil kaos kaki hitam, sepatu hitam dan jam tangan yang berwarna emas untuk style yang akan digunakan oleh Jack.

__ADS_1


__ADS_2