
Dont Forget Like guys
Dengan kecepatan helikopter yang di gunakan oleh Max, Deni dan Jack, mereka sampai di tempat tidak membutuhkan waktu satu jam. Jack langsung bertemu dengan Billy di sebuah hotel milik Jack di negara itu.
Sedangkan Max dan Deni telah sampai suatu pinggir laut, mereka langsung menaiki speedboat untuk sampai ke pulau terpencil yang di kelilingi oleh laut itu. Membutuhkan waktu 10 menit mereka sudah sampai.
“Are you ready?” ucap Max.
“Tentu, ayo bertaruh siapa yang paling banyak membunuh akan menjadi pemenangnya dan yang kalah harus mentraktir ke bar selama 1
bulan!”
“Haahahhaha, oke aku terima tantangan mu bro. Ayo pergi!”
Saat mereka sampai di pulau itu mereka sudah di tunggu oleh beberapa mafioso lain. Sekitar 50 mafioso yang menunggu mereka dan sekitar 20 mafioso yang sudah berada di markas geng Lionsen menyamar menjadi anggota mereka.
“Bagaimana dengan keadaan saat ini?” ucap Max.
“Orang-orang kita yang berada di markas mereka berjumlah 20 orang. Mereka sudah memasang bom peledak di berbagai sudut ruangan dan di tanah. Hanya tinggal mengaktifkannya bos. Dan keadaan yang ada di markas musuh berjumlah kurang lebih 200 orang. Bagian utara di pulau ini sudah kita kuasai, di sisi lainnya ada sekitar 50 orang yang menjaga pulau ini, ada 50 pekerja di kebun mereka dan ada 80 orang di dalam pabrik mereka. Sisanya sudah kami bereskan sedikit tadi bos.” Ucap salah satu mafioso yang memimpin mafioso lainnya sebelum Max dan Deni datang.
“Kerja yang bagus. Sekarang kalian sudah siap?” ucap Max.
“Siap bos.” Ucap mafioso-mafioso.
“Baiklah aku mau 15 orang bereskan musuh di penjagaan pulau ini, 20 orang ikut aku dan sisanya pergi ke kebun. Jangan tinggalkan satu pun musuh yang hidup. Aku mau semua mati tanpa terkecuali bahkan jika anak-anak dan perempuan.”
“Siap bos!”
“Aku lebih baik ikut mereka dari luar Max dan membantu yang di kebun. Kau pergilah dulu ke dalam markas, aku akan menyusul,” ucap
Deni.
__ADS_1
“Aku mau kau lakukan itu dalam waktu 20 menit Den,”
“Hahhaha, selow lah bro.”
Mereka pun berpisah setelah menyusun rencana itu, Deni yang pergi membasmi penjaga pulau sementara Max pergi masuk ke dalam pabrik kecil musuh. Max dan mafioso lainnya berhati-hati masuk kedalam pabrik karena ada beberapa jebakan ranjau yang di pasang di tanah sekitar menuju ke pabrik. Sedangkan Deni yang memiliki keahlian dalam penembakan jitu maka ia memilih mengamankan penjagaan.
“20 orang di bagian selatan, 10 orang bagian barat dan 20 orang arah timur.” Ucap Deni yang menerbangkan sebuah burung robot yang berfungsi merekam keadaan sekitar.
“Jadi bagaimana tuan?” tanya salah satu mafioso yang mengikuti Deni.
“Bagi dua kelompok, 1 kelompok ke arah selatan dan 1 kelompok lagi ke arah timur. Aku sendiri yang akan ke bagian barat. Aku mau kalian menyelesaikan secepat mungkin paling lama 10 menit. Setelah selesai kalian pergi ke pabrik bantu yang lain.”
“Dan untuk yang menyerang di daerah kebun pergilah terlebih dahulu, aku akan menyelesaikan dengan cepat dan menyusul kalian. Apakah kalian sudah mengerti?” sambung ucap Deni pada mafioso.
“Baik tuan!”
Mereka pun pergi pada arah yang menjadi tujuan tugas mereka. Deni pergi sendiri dengan membawa senjata sniper M21 dengan jarak tembak 700m sebagai senjata jarak jauh dan 2 buah pistol yang berada di sisi kanan kiri pinggangnya.
“Dor.........” Deni terus berjalan menelusuri tempat bagian barat. Ketika menemukan penjaga ia langsung tembak.
“Kenapa cuman ada 3 orang, yang lainnya pada kemana?” ucap Deni yang heran.
“Dor....” arah tembakan ke Deni.
“Sial, aku baru ingat ada 4 orang yang sembunyi di atas pohon. Pantas dari tadi tidak melihatnya.”
“Dor...Dor...Dor....” suara tembakan dari musuh yang memancing lainnya muncul mengarahkan ke arah Deni.
Deni yang langsung bersembunyi di sebuah batu besar kemudian mengintip ke arah tembakan yang menembaknya dari mana saja.
“Dor....” satu orang mati di sebelah kanan Deni dengan tembakan di arah kepala musuh yang berada di atas pohon.
__ADS_1
Deni yang terus maju ke arah mereka dengan menggunakan perlindungan dari satu batu ke batu lainnya. Karena memang di sana banyak batu besar. Dengan sangat cepat Deni yang tanpa terluka sudah melenyapkan 7 orang musuh. Sementara ada 3 lagi musuh yang berada di dalam tenda. 3 orang musuh yang berada di dalam tenda sedang minum-minum dan bermain dengan wanita. Mendengar suara tembakan itu mereka keluar dari tenda. Belum sempat mereka mengambil persiapan senjata, peluru telah datang tepat di dada, kepala dan mata mereka yang berasal dari tembakan jitu Deni.
Melihat semua musuh telah mati, wanita-wanita yang berada di dalam tenda itu pun keluar dengan menjerit meliat keadaan para laki-laki yang tertembak.
“Maaf baby, memang bukan salah kalian tapi lebih salah lagi jika aku membiarkan kalian tetap hidup. Dor...Dor..Dor...” ucap Deni.
Deni yang menembak wanita-wanita itu dengan mudah tanpa bersalah kemudian membakar tenda mereka dan pergi meninggalkan tempat menuju kebun untuk membantu mafioso lainnya. Sementara di tempat Max mereka berhasil melewati jebakan ranjau yang di pasang di sekitar pabrik.
“Aku mau hubungi mafioso kita di dalam untuk segera mengaktifkan bom dengan waktu satu jam dari sekarang” ucap Max.
“Baik bos!” mafioso itu langsung melaksanakan perintah Max.
“......” tangan yang di mainkan oleh Max memberikan kode kepada mafioso yang sudah siap-siap menembak jitu musuh yang ada berada di depan pabrik.
“Dor...Dor..Dor...” sekitar 10 musuh tertembak tepat di kepalanya. Max dan mafioso lainnya segera berpencar untuk masuk ke dalam pabrik.
“....” Max memberikan arahan ke kanan dan kiri menggunakan tangannya kepada mafioso agar menyerang di bagian kanan dan kiri. Sementara dirinya dan beberapa mafioso lainnya masuk ke dalam pabrik.
“Bos aman,” ucap salah satu mafioso yang memeriksa keadaan sebelum masuk kedalam pabrik.
Ketika mereka masuk kedalam pabrik ternyata ada beberapa orang berbadan besar. Terlihat otot yang begitu besar, kepala botak, ada yang berambut panjang, berkumis tebal. Wajah-wajah yang sungguh menyeramkan namun mereka tidak membawa senjata. Mereka sedang duduk santai di meja sambil bermain kartu joker.
“Bunuh tepat di kepalanya,” ucap Max.
“Baik bos,” ucap mafioso.
“Dor....Dor....Dor....” mafioso Max menembak mereka dengan tepat di kepala sehingga badan mereka semua ada yang terjatuh ke lantai, ada yang jatuh di meja dan ada yang hanya terduduk di kursi.
Jangan Lupa Kritik dan Sarannya untuk pengembangan episode selanjutnya
Salam Manis dari W😉
__ADS_1
Jangan lupa Senyum hari ini😊