
Jack keluar dari mobil langsung berlari masuk kedalam mansion.
“Dimana Deni?” tanya Jack.
“Jack tenanglah. Aku akan mengatakan semuanya.” Jawab Lauren.
“Apa maksudmu?” tanya Billy yang mendekati Lauren.
“Deni sedang mengecek CCTV tempat dimana Caca aku turunkan. Aku minta maaf, semua ini karena salahku.” Jawab Lauren.
“Katakan denganku dengan cepat, singkat dan jelas tanpa bertele-tele.” Jawab Jack dengan emosi.
“Jack tenanglah, biarkan istriku menjelaskan semuanya dulu kau baru berbicara.” Jawab Billy yang juga emosi.
“Bagaimana aku bisa tenang? Dia sedang hami tua. Dia sedang mengandung anakku. Bagaimana jika itu terjadi pada istrimu?” tanya Jack membentak Billy.
“Aku paham. Maka dengakan dulu istriku bicara!” jawab Billy yang juga membentak Jack.
“Billy! Jack! Tenanglah, jangan emosi. Sekarang situasinya bukan itu harus kalian debatkan. Keselamatan Caca menjadi prioritas.” Jawab Max.
Mereka sedikit tenang dan berusaha untuk meredakan emosinya. Jack yang sudah mengencangkn kepalan tangannya untuk menonjok Billy saja, sedangkan Billy menenangkan Lauren untuk tidak takut menghadapi Jack. Max memerintah Lauren untuk menceritakannya dan Lauren menceritakan semuanya dari awal hingga akhir.
“Ini orang yang ditemui oleh Caca dan ini adalah ponselnya. Semua bukti yang aku katakan itu ada di ponsel itu.” Jawab Lauren.
Billy menerima ponsel itu yang langsung direbut lagi dengan Jack.
“Henry!” panggil Jack.
“Henry kakak tiri Richard?” tanya Max, Billy dan Jimmy bersamaan.
“Iya.” Jawab Jack yang kemudian memeriksa email masuk Caca.
“Brengsek! Berani sekali melakukan hal ini kepada istriku.” Jawab Jack.
“Ada apa?” tanya Billy, Max dan Jimmy yang mengambil ponsel Caca dan melihat semua isi pesan tersebut.
__ADS_1
“Billy kau lakukan hacker semua CCTV untuk mencari keberadaan Caca di seluruh bandara, stasiun dan juga semua alat transportasi.
“Jimmy pergi ke daerah transportasi darat.” Ucap Jack.
“Max pergilah ke transportasi laut.” Jawab Jack.
“Aku akan pergi ke transportasi udara.” Jawab Jack.
“Kita akan mencari Caca secepatnya. Kerahkan semua anggota kita untuk mencari keberadaan Caca. Aku tidak ingin tahu, satu jam dari sekarang harus menemukannya.” Jawab Jack.
“Baik.” Jawab mereka semua.
“Aku juga akan membantu kalian untuk mencari keberadaannya dari sini.” Jawab Lauren.
“Iya.” Jawab mereka semua kompak dan meninggalkan mansion dan pergi ke masing-masing arah.
Semua orang sibuk memanggil anggota yang lain melalui ponsel mereka. Pergi masing-masing ke dalam mobil dan bergegas ke tempat tujuan untuk mencari keberadaan Caca. Dan saat mereka semua sudah pergi ke tujuan
masing-masing, Siska dan Kazumi tiba di dalam mansion.
“Apa yang terjadi?” tanya Kazumi dan Siska yang duduk di sofa.
“Caca menghilang.” Jawab Selly dan Lauren.
“Apa?” tanya Siska dan Kazumi yang kaget.
Lauren menceritakan semua kejadian kepada Siska dan Kazumi. Siska dan Kazumi menjadi bingung dan juga khawatir tentang keberadaan Caca. Mereka semua menjadi kosong dalam fikirannya. Tidak ada lagi yang bisa mereka fikirkan kecuali dengan nasib Caca yang sedang hamil besar. Dan hanya bisa melakukan dengan berdoa atas keselamatan mereka.
Max, Jimmy dan Jack mendatangi satu persatu bandara, pelabuhan dan stasiun. Mereka berpindah dari satu tempat ketempat lainnya untuk mempertanyakan keberadaan Caca. Tapi tidak menemukan titik juga. Tidak ada dari mereka bertiga yang menemukan jejak Caca.
“Kau dimana mylotus?” tanya Jack dalam hatinya yang sejak tadi sudah berlari dan berjalan kesana kemari.
Jack benar-benar seperti sedang putus asa untuk menemukan Caca. Caca yang sedang hamil tua dan juga tidak membawa ponselnya. Dia sangat bingung dan sangat khawatir terhadap keberadaan Caca.
“Mylotus!” Jack yang menjerit di bandara itu dengan menjatuhkan badannya yang terduduk lemas sambil memanggil istrinya.
__ADS_1
Jack menghapus wajahnya yang sudah kacau dengan mimik wajah yang dia tampilkan. Semua orang melihat Jack dengan sangat heran dan iba.
“Ganteng-gentang kok kasihan banget si.” Jawab seseorang yang melihatnya.
“Dia sedang mencari istrinya.” Jawab seseorang yang ditanyai olehnya.
Ponsel Jack berdering dan Jack menghentikan dirinya untuk terduduk di lantai bandara. Jack berdiri dan menerima panggilan itu dengan penuh harapan mendapat kabar baik tentang keberadaan Caca.
Deni menelpon Lauren untuk memberitahu situasi yang sudah dia dapatkan. Di dalam CCTV yang didapatkan adalah Caca dari halte menaiki sebuah taksi. Deni memberitahkan nomor plat taksi tersebut untuk dilacak oleh Billy. Lauren memberitahukan kepada Billy apa yang sudah dia dapatkan dari informasi Deni.
Billy dengan cepat melacak perusahaan taksi itu dan juga menghacker CCTV jalanan yang sudah dilewati oleh taksi tersebut. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melacaknya sekitar satu jam. Dan akhirinya Billy menemukan dimana titik lokasi taksi tersebut berhenti mengantarkan Caca. Mobil taksi yang membawa Caca berhenti di bandara.
Billy yang sudah mendapatkan titik lokasi dari komputernya langsung memerintah Lauren untuk menyambungkan pangilan kepada Max, Jimmy, Deni dan Jack.
“Caca menaiki taksi dan turun di bandara H. Pergi kesana untuk mengeceknya sekarang juga. Aku juga sedang mencoba menghacker server penumpang di bandara itu.” Jawab Billy.
“Baiklah.” Jawab Mereka bersama.
Jimmy, Deni, Max dan Jack langsung berlari menuju mobil dan segera menuju bandara H untuk menemukan Caca. Billy masih mencoba dengan komputernya untuk menghacker nama-nama penumpang yang ada di badara H tersebut atas nama Wika Chalista namun belum berhasil. Seperti sebelumnya, membutuhkan waktu untuk menghacker tersebut.
Sebenarnya hal itu adalah tindakan illegal namun semua dilakukan untuk mendapatkan informasi Caca. Billy berusaha untuk diketahui oleh pihak hukum. Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, Billy akan meninggalkan jejak tersebut agar tidak mudah di lacak oleh orang lain.
Kenzo dan Bella yang baru saja bangun tidur dan melihat tidak ada orang yang berada di lantai atas bahkan penjaga yang selalu ada di blakon. Kenzo dan Bella turun ke bawah dan melihat hal yang sama seperti Kazumi dan Siska tadinya.
“Ada apa?” tanya Kenzo.
“Bunda Caca menghilang.” Jawab Selly.
“Apa?” tanya Kenzo dan Bella yang terkejut dengan semua ini.
Lauren kembali menceritakan apa yang terjadi kepada Kenzo dan Bella. Kenzo yang sudah mendengarkan semua keterangan dari Lauren langsung berlari menuju tempat belajarnya. Kenzo langsung membuka komputernya dan melakukan sesuatu.
Sedangkan Jack dan lainnya sudah berada di bandara. Mereka berpencar di bandara H untuk mencari nama Caca di berbagai tujuan yang menurut mereka akan di ambil oleh Caca yaitu Indonesia, Jepang, Paris dan Italia. Karena keempat tempat tersebut yang memungkinkan Caca berkunjung. Terdapat saudara dan sahabatnya.
Tapi mereka tidak juga menemukannya karena informasi penumpang tidak boleh bocor. Dan hal itu membuat Jack ingin melakukan kekerasan yang dicegah oleh Max yang pergi bersama denganya.
__ADS_1