
Langkah kaki terdengar di lorong jalan lantai atas menuju kamar Jack. Di waktu matahari belum muncul dan ayam belum berkokok. Langkah kaki Jimmy berhenti ketika sampai di depan pintu kamar Jack.
“Tok…tok…tok.” Ketukkan pintu yang terdengar membuat Jack terbangun.
Jack mengusap kedua matanya, membuka selimutnya dan memakai sandal tidurnya berjalan menuju pintu. Membuka pintu kamarnya dan melihat siapa yang sedang membangunkan tidurnya.
“Kita harus berangkat sekarang!” ucap Jimmy.
“Kenapa?” tanya Jack.
“Bukankah kau harus menyelesaikan semua urusan kantor hari ini untuk bisa berangkat ke Indonesia nanti malam?” tanya Jimmy yang mengingatkannya.
“Baiklah. Tunggu aku.” Jawab Jack kemudian menutup pintunya.
“Siapa?” tanya Caca yang terbangun melihat Jack berjalan dari pintu kamar.
“Jimmy. Ini masih terlalu pagi. Tidur lagi saja. Aku ada urusan mendesak di kantor.” Jawab Jack.
“Aku bantu menyiapkan pakaianmu.” Ucap Caca.
Jack berjalan menuju tempat tidur dan mencegah Caca untuk membantunya.
“Tidak perlu, tidurlah. Aku bisa sendiri, kau juga sudah lelah seharian mengikutin event di sekolah anak-anak. Dan hari ini akan mengambil hasil ujian mereka.” Jawab Jack dengan penuh perhatian.
“Ehmmmm, baiklah. Hati-hati ketika pergi ke kantor. Kabarin aku seperti biasa jika sudah sampai di kantor.” Jawab Caca.
“Tentu mylotus.” Jawab Jack.
Jack menuju toilet untuk membersihkan dirinya sedangkan Caca melanjutkan tidurnya.
Beberapa saat setelahnya, Jack sudah siap untuk pergi ke kantor. Sebelum keluar dari kamar Jack mencium kening Caca untuk berpamitan.
“Mylotus, hubby pergi bekerja.” Ucap Jack setelah mencium kening Caca dan saat itu Caca tidak menyadarinya karena masih dalam keadaan tidur.
Jack dan Jimmy pergi ke kantor pusat Sandreas di waktu yang sangat pagi sekali. Mengerjakan beberapa dokumen yang harus di periksa dan di tanda tangani. Rapat dengan berbagai ketua bidang dan pemegang saham. Setelah itu, mengecek beberapa proyek property yang sedang di kerjakan. Itulah jadwal padat Jack dan Jimmy hari ini.
Caca bangun dari tidurnya kemudian membersihkan diri dan menunaikan ibadah subuh. Setelah selesai Caca masuk ke dalam kamar Kenzo dan Bella untuk membangunkan mereka. Kenzo dan Caca bersiap untuk pergi ke sekolah. Mereka bertiga masuk ke lift menuju meja makan utama.
Deni yang sudah duduk di meja makan utama dengan santai menikmati hidangan yang sudah di sediakan.
“Kalian baru turun?” tanya Deni.
“Uncle mengapa cepat sekali sudah di sini?” tanya Kenzo.
“Hari ini aku ingin melihat nilai kalian seperti
semester-semeter yang lalu.” Jawab Deni.
__ADS_1
“Tapi kali ini biarkan bunda Caca yang mengambilnya.” Jawab Kenzo.
“Jadi kalian melupakan uncle kalian ini?” tanya Deni.
“Hehehhe, bukan seperti itu uncle.” Jawab Bella.
“Lihatlah kak Ipar, kau sudah merebut dua malaikat kecilku.” Ucap Deni yang merengek.
“Hahaha. Kau bisa bersama denganku mengambil hasil nilai mereka.” Jawab Caca.
“Benarkah?” tanya Deni.
“Tentu.” Jawab Caca.
“Yes. Aku bisa bangga menerima nilai kalian.” Jawab Deni.
“Emang kenapa kau ingin sekali?” tanya Caca yang penasaran.
“Kau akan terkejut melihat nilai mereka berdua.” Bisik Deni kepada Caca.
“Benarkah?” tanya Caca lagi.
Deni mengaggukkan kepalanya.
“Apa yang sedang uncle Deni bicarakan kepada bunda?” tanya Bella.
Caca benar-benar penasaran dengan apa yang di maksud dengan Deni. Namun ia tahan hingga nanti di sekolah dan melihat pembuktian dari perkataan Deni. Mereka sarapan terlebih dulu sebelum berangkat ke sekolah.
Saat tiba di sekolah, seluruh orangtua murid atau walinya datang bersama dengan anak-anak mereka. Mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan oleh sekolah di dalam ruang kelas. Menunggu sang wali kelas datang untuk mengumumkan siapa peringkat sepuluh pertama yang tertinggi nilai
ujiannya.
Ruang kelas itu sudah di penuhi dengan seluruh murid kelas dan juga orangtua atau walinya. Wali kelas memasuki ruangan dan semua orang saling memberi salam kepada wali kelas. Wali kelas memberikan sepata dua kata untuk awalan pembicaraan kemudian membacakan beberapa nama yang mendapatkan nilai tertinggi.
Semua nama sudah di bacakan dan tinggal nama posisi pertama yang belum di bacakan, namun semua orangtua murid dan murid sudah menebaknya dan mereka tidak akan heran lagi siapa yang akan mendapatkan posisi pertama itu.
“Kenzo Sandreas dan Bella Sandreas. Selamat kalian mendapatkan nilai sempurna lagi.” Jawab sang wali kelas.
Caca dan Deni berjalan mengambil hasil nilai ujian Kenzo dan Bella. Sang wali kelas mengumumkan bahwa semua murid lulus dan dapat melanjutkan ke tingkat selanjutnya. Kemudian, sang wali kelas memberikan informasi tentang jadwal libur hingga masuk kembali.
Semua orangtua murid meninggalkan tempat dengan banyak terdengar gossip tentang Kenzo dan Bella. Caca benar-benar heran dengan apa yang dia dengar. Dia mengetahui bahwa Kenzo dan Bella bukanlah anak biasa yang seperti seusianya. Namun tidak menyangka bahwa Kenzo dan Bella secerdas ini setelah Caca melihat hasil ujiannya. Semua nilainya adalah nilai sempurna.
“Apa yang aku bilang. Kakak ipar pasti akan terkejut.” Jawab Deni kemudian Caca mengaggukkan kepalanya.
“Jangan heran, semua ini karena gen mereka memang sudah bagus. Mungkin kalau kakak ipar hamil juga akan melahirkan anak yang cerdas seperti mereka.” Jawab Deni.
Caca memberikan ekspresi mata melotot mendengar pernyataan Deni lalu menggandeng Bella dan Kenzo menuju mobil.
__ADS_1
“Hoho, kakak ipar malu.” Goda Deni.
“Dennn! Jangan sampai kau aku aduhkan ke Jack.” Jawab Caca yang tersipu malu.
“Hahaha, baiklah-baiklah aku hanya bercanda.” Jawab Deni.
Deni mengendarai mobil tersebut sedangkan Caca, Kenzo dan Bella duduk di belakang.
“Boleh bunda bertanya?” tanya Caca.
“Ada apa bunda?” tanya Kenzo.
“Kenapa kalian bisa sepintar ini?” tanya Caca.
“Tidak tahu.” Jawab Kenzo dan Bella dengan menggelengkan kepalanya.
“Ya sudahlah, mungkin ini factor keturunan.” Jawab Caca sendiri.
“Dulu mereka jarang ingin ke sekolah dan Jack pasti akan mengancam mereka untk sekolah di rumah saja. Tapi mereka tetap mendapatkan nilai yang bagus.” Jawab Deni.
“Benarkah?” tanya Caca.
Kenzo dan Bella mengaggukkan kepalanya.
“Kami malas ke sekolah karena semua pelajaran di sekolah sudah kami ketahui.” Jawab Kenzo.
“Kami ke sekolah hanya ingin mencari teman dan bermain.” Jawab Bella.
Caca menghembuskan napasnya mendengar pernyataan mereka.
“Mereka sejak kecil sudah di ajarkan oleh Jack untuk membaca banyak buku setiap harinya di khususkan sebelum tidur.” Jawab Deni.
“Pantas saja.” Ucap Caca dalam hatinya.
Caca masih memandangi hasil nilai ujian Kenzo dan Bella di tangannya.
“Bunda kenapa begitu serius melihat nilai kami?” tanya Kenzo.
“Tidak apa-apa. Kalian jangan terlalu serius belajar sehingga kehilangan masa kecil kalian.” Jawab Caca tiba-tiba.
“Tenang saja bun, kami tidak akan kehilangan masa-masa kecil kami untuk menikmati bermain.” Jawab Bella.
“Benar. Terkadang belajar itu lebih menyenangkan daripada harus bermain dengan mereka yang terlalu bodoh.” Jawab Kenzo.
“Sayang, ingat tidak ada orang yang bodoh tapi malas. Jadi jangan sombong dengan anugerah yang sudah kalian dapatkan.” Ucap Caca.
“Baik bunda.” Jawab mereka berdua.
__ADS_1