I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Bentakan Jack


__ADS_3

“Apa kau bilang? Orang asing? Jadi selama ini kau menganggap kami orang asing?” bentak Jack d meja makan sambil memukul meja sampai tangannya berdarah terkena kaca meja yang retak.


“Apa salahku kenapa membentak ku?” jawab Caca tidak mau kalah.


“Karena kau salah?” tunjuk Jack dengan tangannya yang berdarah hingga memercikkan darah itu ke wajah Caca.


“Kau?” ucap Caca dengan badan yang sedang bergetar melihat darah segar di pipinya dari tangan Jack.


Perdebatan mereka berdua di saksikan oleh Max, Deni, Kenzo dan Bella. Jack melihat raut wajah Caca yang gemetaran langsung pergi memanggil Selly untuk mengantarnya ke dalam kamarnya.


“Ah sudah lah! Selly! Kau antarkan dia ke dalam kamarnya,” perintah Jack lalu pergi meninggalkan meja makan setelah menghapus darah di pipi Caca menggunakan tisu.


“Kau ikut aku, aku akan mengobati luka mu.” Ucap Max yang langsung menarik tangan Jack untuk mengikuti dia.


Mereka pun pergi sedangan Caca masih terduduk lemas di meja makan.


“Bunda tidak apa-apa?” tanya Bella.


“Bunda tidak apa-apa?” peluk Kenzo di paha Caca.


“Iya sayang Bunda tidak apa-apa.”


“Nona, lebih baik istirahat di dalam kamar?” ucap Selly.


“Tidak perlu Bi, bisa aku meminta tolong untuk membuatkan ku teh hijau hangat?” ucap Caca.


“Baik Nona.”


Selly pun pergi kedapur untuk membuatkan teh hijau untuk Caca. Sedangkan Kenzo dan Bella sibuk menenangkan Caca.


“Maafkan Jack yang tidak mengetahui bagaimana caranya menunjukkan kasih sayang, dia seperti itu karena kau spesial baginya. Dan ketika kau menganggap kami orang lain dia sangat marah pada mu itu adalah hal yang wajar karena baginya kau sudah menjadi bagian dari kami semua.” Ucap Deni.


“Kenapa dia harus membentak ku seperti itu?” tanya Caca pada Deni.


“Kau sudah menyakiti hatinya.” Jawab Deni.


“Bahkan orang tua ku tidak pernah membentak ku bagaimana pun salah ku di hadapan mereka dan ini pertama kalinya aku di bentak orang!” ucap Caca.


“Sudah aku katakan bahwa dia tidak tau bagaimana caranya bersikap lembut pada wanita, maklumi saja setiap sifatnya semua itu dia lakukan karena dia sayang pada mu.” Jawab Deni.


“Sayang?” jawab Caca.


“Terserah percaya atau tidak, kau akan melihatnya nanti. Mungkin seperti itulah caranya dia mengungkapkannya.” Jawab Deni pada Caca.


Bibi Selly datang membawa teh hijau hangat untuk Caca.


“Nona ini di minum dulu!” ucap Selly.


“Terimakasih Bi.” Jawab Caca.


“Kau tenangkanlah dulu diri mu dari phobia darah mu. Aku akan pergi melihat tangan Jack yang terluka.” Jawab Deni yang pergi dari meja makan menuju ruangan Jack yang di obati oleh Max.

__ADS_1


Caca menenangkan dirinya meminun teh hijau yang sudah di buatkan bibi Selly. Kenzo dan Bella yang masih memeluk paha Caca menenangkan Caca.


“Bunda sudah baikkan?” tanya Kenzo.


“Sudah lumayan sayang.” Ucap Caca.


“Alhamdulilah Bun,” jawab Bella.


“Bunda sudah bisa berdiri untuk berjalan?” tanya Kenzo.


“Sepertinya gemetaran Bunda sudah hilang sayang.” Ucap Caca.


“Bunda mau pergi ke taman untuk melihat bunga yang sedang bermekaran untuk menenangkan fikiran?” tanya Kenzo.


“Hmmm, ide yang bagus.”


“Ayo Bun, “ ucap Bella sambil menarik tangan Caca.


Mereka pun pergi ke taman mansion untuk melihat bunga-bunga yang bermekaran.


“Bunda duduk di ayunan ini saja” ucap Kenzo ketika sampai di taman mansion.


“Baiklah,” ucap Caca.


“Bunda kan lelah, jadi biar Kenzo yang mendorong ayunan ini.” Ucap Kenzo.


“Bunda! Bunda! Ini bunga mawar merah untuk Bunda,” ucap Bella.


“Terimakasih sayang, apa tangan mu terluka? Mawar ini kan berduri?” tanya Caca.


“Kenapa kalian bisa sepintar ini si?” ucap Caca yang gemas melihat tingkahlaku Kenzo dan Bella.


“Karena kami anak Daddy dan Bunda,” ucap Kenzo dan Bella bersamaan.


“Kenapa anak Bunda?” ucap Caca yang heran.


“Bun, cobalah untuk mengerti Daddy. Kami hanya mau Bunda Caca yang akan menjadi ibu kami.” Ucap Bella.


“Daddy seperti itu karena dia tidak pernah mencintai wanita manapun selama hidupnya kecuali Bella.” ucap Kenzo.


“Tapi Daddy kalian pasti mencintai istrinya yang dulukan, Ibu kalian?” tanya Caca yang heran dengan penjelasan Kenzo.


“Tentu saja Daddy kandung kami mencintai Ibu kami, tapi Daddy Jack bukanlah ayah kami yang sebenarnya.” Ucap Bella keceplosan.


“Maksudnya?” tanya Caca yang semakin heran dengan penjelasan Kenzo dan Bella.


“Bella!” Bentak Kenzo.


“Maaf Kak, Bella keceplosan,” ucap Bella.


“Bunda akan mengetahuinya suatu saat nanti,” jawab Kenzo.

__ADS_1


“Bunda masih tidak paham dengan apa yang kalian katakan.” jawab Caca.


“Sudahlah Bun, intinya maafkanlah Daddy Jack dan cobalah untuk menyukai dirinya. Karena kami hanya mau Bunda Caca sebagai Ibu kami.” Jawab Kenzo sambil memeluk Caca di ayunan itu dan di ikuti juga oleh Bella yang memeluknya.


“.....” Caca hanya diam membalas pelukkan mereka berdua saja.


“ Kenapa harus aku, apa yang di lihat dari diri ku? Dan apa maksud dari ucapan kedua anak ini?” ucap Caca dalam hatinya.


“Sayang bisakah kalian tinggalkan Bunda dulu di sini? Bunda ingin sendiri.” Ucap Caca.


“Baiklah, kami Akan meninggalkan Bunda. Tapi Bunda di sini saja ya jangan kemana-mana dan jika sudah merasa lebih baik silahkan masuk kembali ke mansion.” Ucap Kenzo.


“Iya sayang, terimakasih.” Ucap Caca.


Bella dan Kenzo pun meninggalkan Caca di taman mansion yang dekat dengan belakang hutan tempat hewan peliharaan Jack. Sedangkan di tempat Jack, Max masih mengobati tangan Jack yang terluka.


“Kau kenapa memukul meja itu?” ucap Max yang sudah selesai memperban tangan Jack.


“Aku kesal,” jawab Jack dengan singkat.


“Ubahlah paranoid mu yang tidak bisa mengkontrol emosi itu?” ucap Max pada Jack.


“Aku tidak tau harus seperti apa menghadapinya?” jawab Jack.


“Kau seharusnya lebih lembut lagi kepada seorang wanita Jack, jangan membentaknya seenak itu?” ucap Deni yang datang melihat mereka.


“Maksud mu?” tanya Jack.


“Hati perempuan itu terlalu unik untuk di tebak dan terlalu lembut. Jadi bersikaplah lembut pada mereka!” jawab Deni.


“Aku setuju dengan Deni, walaupun aku belum pernah mencintai orang lain tapi aku sudah banyak bermain dengan perempuan.” Ucap Max.


“Aku tidak mengerti apa yang kalian katakan!” ucap Jack.


“Suatu saat kau akan mengerti semua itu karena ini untuk pertama kalinya kau mencintai seorang wanita.” Ucap Max.


“Tinggalkan aku sendiri,” ucap Jack yang mengusir mereka berdua.


“Baiklah,” ucap Deni.


Saat mereka mau pergi meninggalkan kamar Jack, Bella dan Kenzo datang menghampiri Jack.


“Kenapa kalian ada di sini? Di mana Caca?” tanya Deni pada Kenzo dan Bella.


“Bunda mengatakan ingin sendiri, jadi kami tinggalkan di taman mansion.” Jawab Bella.


“Kenapa kalian tinggalkan dia di situ?” ucap Jack bernada keras lalu pergi terburu-buru menuju lift.


Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.❤️


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah

__ADS_1


membaca.🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Happy Reading guys🤗


__ADS_2