
Katie dan Lauren yang sejak awal masuk mobil hingga sampai di pusat berbelanjaan masih saja bercerita banyak hal. Seluruh cerintanya tidak jauh-jauh tentang Billy. Lauren juga sudah terbiasa kepada Katie sehingga sudah mengeluarkan sifat aslinya tanpa harus malu-malu. Mereka menjadi sangat dekat seperti seorang teman.
Saat berjalan memasuki mall mereka sudah bergandengan tangan seperti layakanya teman atau anak dan ibu. Wajah Katie yang tidak terlalu terlihat tua bisa menyusaikan dengan wajah Lauren. Katie sudah mengatakan bahwa Lauren boleh mengaggapnya sebagai ibu. Dan Lauren sangat berterimakasih kepada Katie karena dia memang sangat membutuhkan kasihsayang seorang ibu yang sudah lama
tidak ia dapatkan.
“Wah begilah sejak pertemuan tadi.” Jawab Katie kepada Lauren yang sedikit manja kepadanya dengan menggandeng tangannya seperti seorang putri.
“Heheh, ibu bisa saja. Tadi hanya sedikit kikuk takut melakukan kesalahan.” Jawab Lauren.
“Tidak apa-apa. Lupakan yang lalu. Sekarang ayo kita kesana!” Katie menunjukan ke arah kanan.
Mereka berjalan menuju arah jalan yang sudah diberi tahukan oleh Katie.
“Aku seperti melihat sosok putriku lagi pada dirinya.” Ucap Katie dalam hatinya yang mengingat putrinya sendiri yang begitu manja kepadanya.
“Bu kita akan kemana?” tanya Lauren yang menghentikan lamunan Katie sejak berjalan tadi.
“Oh. Kita akan ke butik khusus keluarga Sandreas.” Jawab Katie.
Lauren mengaggukkan kepalanya dan mengikuti semua petunjuk arah jalan dari Katie. Mereka tiba di sebuah butih kelas tinggi. Dan karyawan yang ada di sana semuanya mengenal Katie. Katie adalah bos mereka, sehingga melayaninnya dengan baik. Katie tidak mempermasalahan orang lain yang juga berkunjung di butik mereka. Katie juga tidak ingin Lauren mengetahui tentang dirinya yang sebagai bos. Karyawanya mengetahui itu dan berpura-pura bersikap
biasa.
Katie meminta membawakan baju yang sudah di pesan olehnya. Jas dan gaun pasangan untuk Katie dan Andrew yang akan di pakai di acara pernikahan Jimmy dan Siska. Katie juga sudah memesan satu set baju kerja untuk Andrew sebagai kado pernikahan mereka berdua. Katie melihat baju Andrew dan langsung menyuruh karyawan untuk membungkusnya.
Sedangkan untuk milikinya sendiri, Katie mencobanya di ruang ganti pakaianya. Lauren yang menunggu di sofa dan memberikan penilain kepada Katie tentang apa yang digunakannya setelah keluar dari ruang ganti. Gaun yang digunakan Katie sangat simple namun elegan. Dan itulah yang diberitahukan Lauren dalam komentarnya saat melihat Katie memakai gaun tersebut.
Gaun berwarna biru langit yang menjulur ke bawah hingga mata kaki Katie. Dengan lengan dibahu dan membelah di area pinggir dari paha hingga mata kaki. Mutiara yang mengelilingi area leher pada baju dan pinggang pada baju. Mutiara berwarna putih yang ada pada gaun tersebut. Sangat simple namun sangat elegan jika di pakai dengan orang yang tepat.
__ADS_1
“Bu itu terlihat sangat simple namun elegan. Bu benar-benar cantik menggunakan itu. Sangat cocok dengan ibu yang memiliki postur tubuh seperti seorang anak gadis.” Ucap Lauren.
“Hahaha kau bisa saja Lauren.” Jawab Katie yang melihat dirinya di cermin.
“Tentu saja yang aku katakan benar. Tapi ibu mau kemana menggunakan gaun itu?” tanya Lauren.
“Acara pernikahan salah satu anak asuhku juga.Kau juga pilihlah beberapa gaun, kau harus ikut dengan kami hari ini.” Jawab Katie.
“Apa? Hari ini?” tanya Lauren yang terkejut.
“Tentu saja. Tidak boleh menolaknya karena kau sudah menjadi putriku sekarang.” Jawab Katie memaksa.
“Tapi bu besok aku harus kembali ke Italia.” Jawab Lauren.
“Batalkan itu. Kau ikut denganku dan aku pastikan kau akan kembali ke Italia dengan Billy yang akan mengantarkanmu.” Jawab Katie.
“Uhhh, baiklah. Aku juga tidak menolak permintaan seorang Ibu.” Jawab Lauren yang mengalah.
“Kenapa masih saja duduk disini. Ayo ibu bantu mencari beberapa gaun untukmu yang cocok.” Jawab Katie yang mendatangi Lauren yang masih duduk di sofa karena masih bingung dengan ajakan yang tiba-tiba datang
pada dirinya.
“Iya bu.” Jawab Lauren yang sadar.
Mereka berdua berjalan menuju tempat jajaran gaun mewah yang terpampang di patung boneka. Luasnya butik itu memang cukup luas sekitar 50meter untuk tempatnya tokonya. Katie dengan antusias memilih beberapa gaun yang ada di patung dan gantungan pakaian yang terdapat di ruangn itu. Lauren hanya mengikuti saran yang diberikan oleh Katie.
Setelah memilih beberapa baju, mereka bergegas menuju ruang ganti. Lauren diperintahkan untuk mencoba semua gaun yang sudah dipilih tadi. Lauren masuk ke ruang ganti dan mencoba gaun tersebut satu persatu. Katie bertugas melihatnya untuk menilai manakah yang cocok untuk digunakan oleh Katie.
Beberapa gaun yang sudah dicoba oleh Lauren masih saja belum memusakan pandangan Katie untuk melihat Lauren mencoba semuanya. Lauren benar-benar lelah mencoba semuanya namun tidak ada satupun yang pas di mata Katie.
__ADS_1
“Ibu ini adalah gaun terakhir yang kita ambil tadi.” Jawab Lauren yang keluar dari ruang ganti menunjukkan ia memakai gaun terakhir dari semua gaun yang sudah dicobanya.
“Tentu saja belum karen aku belum mencoba semua gaun yang ada disini.” Jawab Katie.
“Ibu!” panggil Lauren pelan berjalan ke arah Katie yang duduk di sofa.
Lauren merengek karena lelah mencoba semuanya kepada Katie. Katie tertawa puas melihat dirinya yang mengerjain Lauren sejak tadi. Katie melihat kelelah yang ada di wajah Lauren mencoba semua gaun yang di ambil olehnya. Lauren yang sudah duduk di samping Katie karena kelelahan, dan pelayan memberikan minuman dingin kepada Lauren dan Katie. Lauren langsung segera meminumnya dan merasa lega karena dehidrasi menurutnya walaupun sebenarnya tidak.
“Hahahaha. Maafkan ibu karena terlalu bersemangat denganmu.” Jawab Katie yang tertawa melihat Lauren berbaring duduk di sofa di sampingnya.
“Ibu benar-benar jahil terhadapku.” Jawab Lauren dengan suara kelelahan.
“Semua gaun yang kau gunakan itu semua cocok. Jadi pilih saja, apapun yang kau pilih tetap akan bagus.” Jawab Katie.
“Ibu!” panggil Lauren.
“Haahaha. Baiklah aku yang pilihkan, kau istirahat dulu disini.” Jawab Katie tertawa dan mengelus kepala Lauren yang sudah kelelahan.
Lauren tersenyum kepada Katie atas belaian tangan Katie kepadanya. Katie bergegas ke gaun-gaun yang sudah dicoba oleh Lauren. Katie dengan sangat antusias memilihkan gaun yang paling pas digunakan untuk acara pernikahan Jimmy dan Siska. Katie memilih
3 gaun yang menurutnya bagus dan membeli ketiganya.
“Ibu kenapa membeli ketiganya? Bukannya satu saja cukup?” tanya Lauren.
“Tidak apa-apa. Bisa kau gunakan saat berkencan dengan Billy.” Goda Katie.
“Ibu bisa saja.” Jawab Lauren.
Mereka benar-benar menikmati shopping dengan sangat seru. Katie menyuruh para pelayan untuk membungkus semua barang belanjaan mereka. Katie tetap membayarnya walaupun itu adalah butik miliknya. Katie membayarnya menggunakan kartu kredit yang sudah diberikan oleh Billy.
__ADS_1
“Apakah tidak akan habis kartu kredit dia?” tanya Lauren.
“Tenang saja. Ada sebelas angka dalam kartu kredit ini. Bahkan untuk membeli butik ini juga masih bisa.” Jawab Katie.