I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Asumsi Jack


__ADS_3

*********Terimakasih sudah berkunjung ke story saya. 😉


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca🙏🙏🙏*******


Jimmy belum tertidur setelah masuk kedalam kamarnya namun ia masih mengkhawatirkan keadaan Caca di villa hutan bersama Jack. Jimmy yang takut akan terjadi hal-hal yang tidak diingkan terjadi. Namun semua pemikiran negatifnya ia singkirkan karena Jack sudah mengambil ahli tubuhnya buka lagi Jacob.


Namun dirinya tetap mengkhawatirkan keadaan Caca, mereka semua tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi saat ini. Terlalu banyak pertanyaan yang tidak bisa mereka jawab.


Mengapa Jacob mencium Caca?


Mengapa Jacob bisa tertidur bersama Caca di kasur yang sama?


Mengapa Jacob tiba-tiba muncul untuk mengambil ahli tubuh Jack?


Mengapa Jacob bisa sedekat itu dengan Caca?


Mengapa perlakuan Jacob kepada Caca tidak seperti perlakuannya pada perempuan lain?


Pertanyaan-pertanyaan itulah yang terus di fikirkan oleh Jimmy, Billy, Max dan Deni. Dengan kejadian malam ini mereka semua telah melupakan jadwal rapat yang telah mereka rencanakan untuk membahas tentang informasi yang telah di dapatkan oleh Billy.


“Ah sudahlah, semakin aku fikirkan semakin membuatku penasaran. Besok saja aku dan yang lainnya akan membahas tentang tertundanya rapat kami malam ini.” Ucap Billy yang berada di atas ranjang kamarnya.


“Sungguh aneh,” ucap Deni yang memikirkan kejadian hari ini di atas ranjang kamarnya.


“Apakah kemunculan Jacob kali ini karena pengaruh perubahan perasaan Jack yang terlalu sedih?” ucap Max yang menduga factor kemunculan Jacob.


Mereka semua yang terus memikirkan kejadian hari ini hingga larut malam dan akhirnya tertidur atas pertanyaan-pertanyaan yang sedang mereka cari jawabannya. Sedangkan Jack yang masih di villa hutan juga sedang memikirkan hal yang sama.

__ADS_1


Jack pergi ke toilet dapur yang ada di villa untuk mencuci muka. Dan di depan cermin dia mempertanyakan pada dirinya sendiri.


“Mengapa kau muncul di saat yang tidak tepat Jacob?” Tanya Jack pada dirinya sendiri di depan cermin sambil menghapus embun di cermin tersebut menggunakan tangan kanannya.


Kemudian Jack mengambil handuk putih yang berada di samping cermin. Setelah ia mengeringkan air di wajahnya menggunakan handuk tersebut, Jack berjalan menuju ke kamar di mana Caca berada.


“Kenapa kau muncul saat ini Jacob?” Tanya Jack lagi pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju ke tempat Caca tertidur.


Jack yang masuk kedalam kamar kemudian duduk di samping Caca tertidur. Jack yang memperhatikan Caca tertidur sambil mengeluskan kepala Caca menggunakan tangan  kirinya. Jack juga sambil berfikir tentang apa yang sebenarnya terjadi hari ini..


“Apa yang sudah dilakukan oleh Jacob pada dirimu Ca?” Tanya Jack pada Caca yang tertidur sambil mengeluskan tangan kirinya dikepala Caca.


“Dan kau tertidur di sini tanpa penutup kepala,


bahkan aku baru sekali melihat mu tanpa jilbab mu?” ucap Jack lagi yang menciumi rambut Caca.


*Saat Jack berumur 17 tahun, Jack dan Jacob sudah berdamai dengan dirinya masing-masing. Bahwa Jack adalah Jacob dan Jacob adalah Jack. Mereka sudah menerima dirinya mereka masing-masing yang berbeda di dalam satu tubuh.


Altar ego yang berada pada satu tubuh itu sudah bisa saling memahami, menerima dan berteman satu sama lain. Walaupun mereka memiliki sifat yang tidak jauh beda satu sama lain namun masih tetap ada perbedaan jauh pada diri mereka masing-masing*.


Mereka akan berbagi ingatan masing-masing ketika mereka mengendalikan tubuh. Dan selalu menolong satu sama lain ketika membutuhkan namun tetap menjaga privasi masing-masing. Mereka sudah saling mengerti satu sama lain. Seperti 2 jiwa yang hidup di 1 tubuh. Begitulah altar ego yang di miliki oleh tubuh Jack.


 “Kenapa ingatanmu kali ini tidak dapat aku lihat Jacob? Apa yang sebenarnya terjadi?” pertanyaan yang terus terfikirkan oleh Jack.


“Bahkan aku sudah melihat buku catatan di ruangamu yang biasa kau tulis saat mengendalikan tubuh ini. Dan biasanya kau akan muncul ketika aku memohon kau hadir atau saat aku dalam bahaya hampir mati. Apakah perubahan perasaan kekecewaan cinta yang juga termasuk factor kau muncul?” Ucap Jack yang berasumsi menjawab pertanyaan kemunculan Jacob di dalam hatinya.


Asumsi Jack mengatakan kemunculan Jacob yang menguasai tubuhnya karena kekecewaan perasaan Jack terhadap Caca. Selama ini Jack yang tidak pernah mengenal cinta begitu pula dengan Jacob. Namun bedanya Jacob dan Jack soal percintaan adalah Jacob memiliki wanita yang ia cintai.

__ADS_1


“Kau pernah mengatakan padaku di buku catatan mu dan lukisan mu bahwa kau memiliki wanita masa kecil yang selalu kau cari keberadaannya dan akan selalu jadi cinta sejatimu.” Ucap Jack dalam fikirannya lagi sambil selalu melihat wajah Caca yang tertidur.


“Lalu apakah wanita itu ada hubungan dengan Caca?” Asumsi Jack dalam hatinya.


“Tapi apa mungkin Caca ada hubungan dengan wanita masa kecil mu?” Tanya Jack lagi.


“Saat tubuhku mendekati wanita selalu menolak bahkan perasaan jijik selalu menguasaiku, dan semua itu adalah pertahan yang sudah kau tanamkan pada tubuh ini. Dan aku juga sempat berfikir saat pertama kali bertemu dengan Caca mengapa aku tidak memiliki perasaan itu.” Asumsi Jack lagi yang menyambungkan segala bentuk petunjuk yang mengarahkan kejadian hari ini.


“Jika memang Caca adalah wanita masa kecil mu itu adalah hal yang masuk akal untuk menjawab semua pertanyaan ku tentang kejadian hari ini. Kau bahkan mencium dan memeluk Caca secara terang-terangan yang di lihat oleh Billy dan Max. Dan bahkan kau mengajak Caca ke Villa ini, tempat persembunyian kita yang tidak boleh di masuki orang lain.” Jack yang menyimpulkan asumsi jawaban dari kejadian hari ini.


“Aku harus mencari informasi lebih banyak tentang wanita masa kecil mu dan Caca. Apakah benar-benar ada hubungannya?” ucap Jack dalam hatinya.


Pukul sudah menunjukan dini hari yaitu pukul 02.00 Am. Jack yang duduk mulai lelah dan mengantuk karena pertanyaan dan jawaban yang dia cari dengan cara berasumsi sendiri. Lalu Jack membaringkan dirinya ke dalam selimut di samping Caca tertidur. Jack menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Caca.


“Aku berharap kau akan memberitahuku tentang apa yang terjadi malam ini tanpa aku harus mengatakan tentang kehadiran Jacob yang menggantikan diriku.” Ucap Jack yang memiringkan dirinya menghadap Caca sambil mencium bibir Caca.


Saat Jack mencium bibir Caca, Caca memiringkan dirinya kearah Jack dan kemudian memeluk Jack.


 “Tidak buruk,” ucap Jack yang kemudian memeluk Caca kembali.


Caca yang mengeratkan pelukkannya pada Jack saat Jack memelukknya kembali.


“Jangan salahkan aku jika aku tidak bisa


mengendalikan diri karenamu? Ingin sekali aku memakan dirimu saat ini, namun


aku harus tahan diri.” Ucap Jack sambil tersenyum jahat yang memeluk Caca.

__ADS_1


__ADS_2