
Happy Reading guys
Nama : Budi Satria/ Naruto
Umur : 52 tahun
Tinggi: 175 cm
Sifat : Tegas dan penyayang
Status : Adik dari Ayah Kandung Wika Chalista
Bagas, Joko dan Aisyah merasa bersalah mempertanyakan hal itu. Karena mereka melihat aura kesedihan yang muncul dari wajah Jack. Bagas juga merasakan aura dendam yang terpancar di mata Jack bukan hanya sebuah kesedihan saja. Namun Bagas tidak ingin mempertanyakan hal tersebut.
“Sekali lagi kami minta maaf,” ucap Joko.
“Tidak apa-apa Pak, tapi saya harap jangan beritahu Caca tentang kebenaran ini. Biarkan Caca mengetahui bahwa Kenzo dan Bella adalah anak dari saya dan ibunya sudah meninggal ketika melahirkannya.” Jawab Jack dengan memohon menyembunyikan kebenaran ini.
“Kenapa harus di sembunyikan?” tanya Aisyah.
“Bu juga sudah mengetahui tentang kedekatan Kenzo dan Bella dengan Caca?” tanya Jack.
“Iya, lalu?” jawab Aisyah.
“Biarkan hal itu seperti itu, karena aku tidak menginginkan mengingat kebenarnya. Kenzo dan Bella selamanya akan menjadi anak-anak ku dan anak Caca saat ini dan selamanya.” Jawab Jack.
“Tapi tidak baik jika kebenaran ini di sembunyikan oleh Caca, Caca juga berhak untuk mengetahuinya.” Ucap Aisyah.
“Iya, pasti akan aku katakan suatu saat nanti tapi tidak sekarang. Aku mohon pada Tuan dan Nyoya untuk merahasiakannya.” Ucap Jack dengan memohon.
“Baiklah kami akan menutupinya, dan menyerahan hal ini pada mu.” Jawab
Aisyah.
“Terimakasih,” jawab Jack.
“Jack juga memiliki penyakit OCD yaitu penyakit kebersihan akut terhadap
kuman. Namun penyakit ini bukan kepada virus atau bakteri namun penyakit OCD
terhadap perempuan.” Ucap Jimmy.
“Maksudnya tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita bahkan takut
bersentuhan?” tanya Bagas yang mengerti maksud dari Jimmy.
“Iya, Jack tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun. Dan hanya
ada 3 orang wanita yang selama ini pernah menyentuhnya. Almarhum Ibu
kandungnya, ibu angkatnya dan Bella. Tapi sekarang Caca juga termasuk dari
wanita-wanita itu.” Jawab Jimmy.
“Hahahahha, Kak Caca bisa membuat manusia ini takluk.” Ucap Bagas yang
tertawa.
“Huss, Bagas yang sopan.” Ucap Aisyah.
“Oke Bun, Bagas hanya merasa lucu.” Jawab Bagas.
“Bagaimana kami bisa mempercayai tentang niat baik mu ini? Sementara kau
dan anak kami jauh berbeda?” ucap Joko yang khawatir tentang putrinya jika
menikah dengan Jack.
__ADS_1
“Jika memang tentang harta saya bisa membuat sebuah perjanjian di surat
bahwa seluruh harta saya akan menjadi miliki Caca sepenuhnya jika aku
meninggalkan Caca bahkan jika aku selingkuh.” Jawab Jack.
“Apa?” ucap Jimmy, Joko, Aisyah dan Bagas yang bersamaan terkejut dengan
pernyataan Jack.
“Dan jika tentang keyakinan, saya akan berusaha menjadi imam yang lebih
baik lagi buat Caca kedepannya. Saat ini saya juga sedang proses terus belajar.”
Jawab Jack.
“Bukan seperti itu nak Jack, tapi kau dan anak kami memang berbeda jauh?”
ucap Aisyah.
“Lalu ini tentang apa?” tanya Jack.
“Kami hanya khawatir tentang putri kami satu-satunya. Hal itu sudah
merupakan hal yang wajar bagi orangtua.” Jawab Aisyah.
“Kami hanya berharap yang terbaik buat Caca,” ucap Joko.
“Jadi ini tentang apa tuan? Saya bisa memberikan apapun pada Caca, karena
niat saya memang ingin menjadikkan dia satu-satunya wanita saya. Dialah dunia
saya dan hidup saya.” Jawab Jack dengan memelas.
Bagas, Joko dan Aisyah melihat kesungguhan yang terpancar dari kta-kata dan
wajah Jack. Mereka pun mendiskusikan suatu hal untuk di beritahukan oleh Jack.
“Ada satu hal yang harus kau ketahui tentang Caca yang mungkin selama ini
hanya keluarga kami saja yang tau.”
“Apa itu?” tanya Jack.
“Karena kau akan menjadi suami Caca, jadi kau juga harus mengetahui masa
lalunya. Setelah mendengar cerita ini terserah pada mu untuk tetap melanjutkan
niat baik mu atau tidak.” Jawab Joko.
“Tentu,” jawab Jack.
“.....” Joko pun bercerita tentang kisah trauma Caca mengenai laki-laki.
***Flashback***
Saat Caca berumur hampir 7 tahun, Caca pernah mengalami sebuah penculikan
hampir membahayakan nyawanya. Penculikan yang terjadi di negara Jepang ketika kami
berlibur kesana.
Caca dan keluarganya berlibur ke Jepang di rumah adiknya Joko yaitu Budi.
Caca biasanya menyebut paman Budi dengan sebutan paman Naruto (lihat episode
60). Saat itu istri paman Budi baru saja melahirkan seorang putri. Jadi
__ADS_1
keluarga Caca berkunjung kesana sekalian berlibur.
Rumah paman Budi dekat dengan hutan, sehingga Caca sering bermain dengan anak paman Budi di dalam hutan. Roy
Kato adalah nama anak paman Budi yang mengikuti marga ibunya. Yah istri paman
Budi merupakan keturunan asli orang jepang.
Saat itu Caca bermain dengan Roy hingga ketengah hutan. Roy dan Caca
bermain persembunyian, Roy bertugas mencari Caca dengan menutup mata lalu
menghitung hingga angka 100. Caca bertugas untuk bersembunyi, Caca pun melihat sebuah
villa kecil di tengah hutan. Lalu Caca bersembunyi di dalam villa itu.
Ketika Caca bersembunyi di villa kecil itu tiba-tiba beberapa orang
berbadan besar membawa seorang anak laki-laki yang pingsan. Anak laki-laki yang
hampir sama usiannya dengan Roy. Anak laki-laki itu di kurung di ruang di mana
Caca bersembunyi.
Karena ketakutan Caca bersembunyi di bawah tempat tidur dan keluar hingga para
penjahat yang menculik anak laki-laki itu keluar dari ruangan tersebut. Saat
keluar Caca membangunkan anak laki-laki itu.
Entah apa yang terjadi ketika itu, Caca di temukan di dalam villa itu
dengan keadaan pingsan dengan luka lebam di beberapa bagian tubuhnya dan luka di
kepala yang mengeluarkan banyak darah. Saat di temukan Caca tidak sadarkan
diri.
Roy yang merasa Caca tidak di temukan ia meminta bantuan oleh aku dan Budi.
Kami berdua mencarinya hingga menemukannya di villa itu. Yang membuat kami
heran dan tidak pernah tau atas apa yang terjadi saat itu adalah ketika apa
yang kami lihat di villa itu.
Sekitar beberapa orang lelaki yang berbadan besar mati mengenaskan di
sekitar villa. Dan seorang wanita sekitar berumur 30tahunan dan empat orang
laki-laki juga mati di ruangan yang sama di mana kami menemukan Caca. Kodisi
saat itu sangat membuat kami syok, dan kami bersyukur bahwa Caca masih hidup.
Ketika itu kami sudah memeriksa semua area di sana dan orang-orang itu
tidak bernyawa. Saat itu kami panik sehingga aku memutuskan untuk membawa Caca
ke rumah sakit sedangkan Budi membereskan semua masalah itu.
Dan kami juga mendapatkan kabar dari kepolisian bahwa hal itu hanya sebuah
kejadian penculikan biasa. Namun kami tetap tidak percaya dengan apa yang di
katakan polisi. Pihak polisi hanya membantu biaya perawatan Caca hingga sembuh.
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
__ADS_1
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah
membaca.