
Happy Reading guys***
***Flashback***
Kami juga merasakan ada hal yang ditutupin atas kejadian itu. Namun kami di minta untuk pihak polisi tutup mulut. Kami hanya menerima hal itu saja daripada akan membawa bencana yang lebih mengerikan lagi.
Selama 3 hari Caca tidak sadarkan diri di rumah sakit dan hari keempat dia dirawat dia sadar. Ketika Caca sadar, pihak polisi mempertanyakan beberapa hal yang tidak kami paham, namun jawaban Caca adalah tidak mengingat semua itu. Dokter juga mengatakan bahwa Caca mengalami amnesia ringan, yaitu kehilangan memori tentang kejadian itu.
Namun beberapa hari setelah perawatan Caca di rumah sakit dna kondisinya mulai membaik Caca keluar dari rumah sakit. Setelah sampai di rumah Budi Caca menceritakan detail kejadian saat itu. Caca mengatakan :
“ Aku datang ke villa itu dengan tidak sengaja, lalu ada penculikan yang terjadi di villa itu. Aku berusaha keluar dari villa itu bersama seorang anak laki-laki yang usiannya seperti Kak Roy. Ketika kami berusaha kabur, kami ketahuan.”
“Kami di pukul dan juga menyaksikan perempuan yang di perkosa oleh 4 orang
laki-laki berbadan besar itu. Dan anak laki-laki yang bersama ku terlihat marah besar. Aku ketakutan namun ia memelukku dan menghapus air mata ku. Namun seseorang ingin membunuh ku, namun di tolong oleh perempuan itu.”
“Aku di dorong oleh perempuan itu hingga kepala ku terluka namun perempuan itu tertusuk pisau dari laki-laki yang ingin membunuh ku. Perempuan itu mati karena aku, aku sangat ketakutan. Tapi anak laki-laki itu tiba-tiba menjadi seseorang yang berbeda dengan membunuh semua laki-laki berbadan besar.”
“Ketika aku setengah sadar karena kehilangan banyak darah, aku melihat semua laki-laki berbadan besar di ruang itu mati di bunuh oleh anak laki-laki
itu. Anak laki-laki itu memelukku dengan erat namun tiba-tiba datang beberapa orang yang membawa anak laki-laki itu. Setelah itu aku tidak sadarkan diri.”
***Off FlashBack***
“Saat Caca bercerita tentang hal itu dia seperti ketakutan. Dia trauma dengan kejadian itu. Dan selalu menanyakan prihal tentang anak laki-laki itu kepada kami. Dan memohon untuk menemukannya.” Ucap Joko.
“Kenapa tuan menceritakan hal ini kepada kami?” ucap Jimmy.
“Karena Caca mengalami trauma tentang kejadian itu mengakibatkan dia takut terhadap sentuhan laki-laki. Dia melihat pemerkosaan itu membuat dirinya takut hingga sampai besar seperti ini. Dia juga mengatakan untuk tidak ingin menikah. Namun pada akhirnya dia tidak mungkin tidak akan menikah. Dia hanya takut untuk menyerahkan dirinya pada suaminya suatu saat nanti.” Jawab Joko.
“Jadi maksud anda adalah Caca tidak ingin menikah?” tanya Jack.
“Lebih tepatnya dia berusaha untuk menikah namun sulit untuk di lakukan. Selama ini dia mengikuti pelatihan bela diri dan memenangkan beberapa olimpiade tersebut hingga SMA untuk menjaga dirinya terhadap laki-laki hidung belang. Dia juga sudah melakukan konsultasi terhadap traumanya di psiketer.” Jawab Joko.
“Jadi maksud anda, jika saya menginginkan Caca saya harus lebih berusaha untuk mendapatkan kepercayaannya.” Jawab Jack.
__ADS_1
“Yah seperti itulah, aku berharap jika memang kalian berjodoh. Kau harus sabar menunggu kesiapan dirinya untuk melayani mu sebagaimana mestinya seorang istri melayani suaminya.” Jawab Joko.
“Seperti itulah Kak ku, apalagi dulu ketika SMA dia pernah hampir di perkosa oleh Kak seniornya sendiri. Dan hal itu membuat dirinya lebih tidak menyukai laki-laki. Dia beranggapan semua lelaki brengsek kecuali aku dan ayah.” Ucap Bagas.
“Jadi itulah alasanya mengapa ketika aku memegang tangannya dia sangat
marah?” ucap Jack.
“Hahahaha, apakah kau kenak tonjok oleh Kak ku?” ucap Bagas namun di transletkan oleh translator maksud perkataan Bagas.
“Tidak, dia tidak memukul ku.” Jawab Jack.
“Apa?” ucap Bagas dengan terkejut.
“Kenapa?” tanya Jack.
“Karena biasanya laki-laki manapun yang berusaha untuk memegang dirinya akan selalu kenak pukulannya. Bahkan jika aku mengkagetkannya dia akan membanting ku.” Jawab Bagas.
“Berarti aku orang pertama yang tidak di pukulnya,” jawab Jack sambil tersenyum.
“Mungkin,” jawab Bagas.
Jack.
“Itu juga merupakan alasan yang kuat, namun alasan lainnya yang seperti aku katakan tadi.” jawab Bagas.
“Baiklah nak, bagaimana dengan pendapatmu tentang Caca setelah mendengar cerita tentangnya?” tanya Joko pada Jack.
“Keputusan ku tetap sama. Aku akan mencintai Caca selamanya dan menjadikannya istri ku satu-satunya.” Jawab Jack.
“Alhamdulilah jika seperti itu, aku akan merestui hubungan kalian. Tapi berjanjilah padaku untuk tidak membuatnya menangis dan selalu jaga dia.” Ucap Joko.
“Dan berjanjilah untuk sabar menahan nafsu mu ketika kau sudah menikah dengannya. Bersabarlah sampai dia siap memberikan dirikan padamu. Dan berjanjilah untuk tetap menjaga putri kami dengan baik.” Ucap Aisyah.
“Jadilah suami yang bertanggung jawab, setia dan sholeh. Kak ku itu memang cerewet dan bandal tapi percayalah sebenarnya dia baik. Aku titip Kak ku pada mu, dan ingat jika kau menyakitinya maka Aku orang pertama yang akan memukulmu.” Ucap Bagas.
“Jadi kalian benar-benar akan merestui ku?” tanya Jack.
__ADS_1
“Iya kami merestui hubungan kalian,” jawab Aisyah, Joko dan Bagas.
“Terimakasih tuan, nyoya dan kamu.” Jawab Jack.
“Panggil saja saya Bunda Aisyah, ini Ayah Joko dan dia Bagas. Karena kau sebentar lagi akan menjadi menantu kami.” Jawab Aisyah.
“Iya Bunda, ayah dan Bagas.” Jawab Jack yang terlihat bahagia.
“Jadi kapan kau akan menikahinya?” tanya Joko.
“Secepatnya. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa Caca tidak mengetahui tentang kedatangan ku kesini dan niat baik ku terhadapnya. Aku berharap dengan restu dari keluarganya dapat mempermudah diriku mendapatkan Caca.” Jawab Jack.
“Jadi Caca belum mengetahuinya sama sekali tentang hal ini?” tanya Joko.
“Belum. Tapi aku sudah berniat setelah aku pulang nanti aku akan melamarnya. Dan setelah sebulan dari lamaran aku akan menikahinya di Mekkah. Aku berharap kalian semua akan datang di hari pertunangan ku dan pernikahan ku.” Ucap Jack.
“Kenapa tidak di sini saja?” tanya Joko.
“Karena aku mau yang terbaik di hari pernikahanku, soal biaya Ayah dan keluarga jangan takut, aku sudah mempersiapkan semuanya.” Jawab Jack.
“Tapi,” ucap Joko.
“Tidak apa-apa Ayah. Jangan sungkan dengan diriku.” Jawab Jack.
“Jimmy mana tiket yang ku minta,” tanya Jack.
“Ini,” Jimmy menyerahkan 3 lembar tiket.
“Ayah, Ibu dan Bagas ini adalah 3 tiket umroh untuk kalian untuk bulan depan. Masalah persiapan hal yang diperlukan nanti orangku akan datang mengurusnya. Anggap saja ini adalah hadiah dari ku untuk kalian karena telah merestui niat baik ku. Awalnya aku ingin memberikan tiket haji namun di negara ini urusannya terlalu ribet karena harus menunggu lagi.” Jawab Jack.
“Masyaallah, kau serius dengan ini?” tanya Aisyah.
“Iya Bun, jangan sungkan terimalah tiket ini.” Jawab Jack sambil menyerahkan tiket umroh.
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah
__ADS_1
membaca.