I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Richard Kembali


__ADS_3

Jangan lupa like dulu sebelum baca dan komentar setelah membaca. Hehehehee


Mobil yang membawa Richard dan lainnya tiba di depan istana. Untuk acara malam ini harus adanya pemeriksaan undangan jika ingin masuk ke halaman istana dan juga masuk ke aula istana. Hal ini dilakukan untuk tidak sebarangan orang keluar masuk ke dalam istana. Richard berhenti dan menunjukkan identitasnya.


“Kalian sudah tidak lagi mengenali siapa pangeran kalian?” tanya Richard kepada petugas istana.


“Pangen Richard? Aku tidak salah melihatnya?” tanya mereka bertiga.


“Tentu saja tidak. Jangan beritahu orang lain. Cukup kalian melaksanakan tugas kalian.” Jawab Richard.


Richard sebenarnya sudah mengantongi beberapa nama yang menjadi penghianat bagi dirinya. Tiga di antara penjaga itu, ada satu orang yang menjadi pihak Henry. Dan masih banyak lagi dari daftar list yang sudah di kantongi oleh Richard. Semua identitas itu sudah diberikan oleh Max dan Billy.


Sebab itu, Max dan Billy membereskan beberapa hal itu dan tidak masuk bersama dengan Richard ke aula istana. Mereka membunuh semua orang-orang yang berada di pihak Henry. Sementara orang yang tidak memiliki dosa, mereka hanya di bius oleh Max untuk tidak sadarkan diri sementara waktu.


Mereka berdua membuat kekacaua di dalam istana seperti sebuah serangan mendadak secara diam-diam tanpa sepengetahuan. Richard juga sudah memberikan denah lokasi pada setiap penjaga istana. Richard juga sudah memberitahukan di mana kamar Henry. Richard menyuruh Max dan Billy setelah menyelesaikan pembunuhan itu, mereka melihat isi kamar Hendry. Kemungkinan ada sebuah petunjuk yang bisa di dapatkan.


Billy dan Max keluar dari mobil dan memulai aksinya, sedangkan Richard dan anak buahnya masuk kedalam istana. Mereka datang tepat waktu di saat Raja Leasse akan mengumumkan penobatan kepada Henry setelah acara pertunangan.


“Hormat kepada Raja Leasse.” Ucap Richard dengan suara yang lantang terdengar di seluruh isi aula istana.


Semua orang memalingkan pandangannya ke arah yang berasal dari Richard. Mereka semua yang mengenal Richard benar-benar terkejut. Kemunculan Richard seperti sebuah kemunculan mayat yang hidup kembali. Begitu pula dengan Henry dan Jenni yang tidak menyangka yang dilihat mereka adalah orang yang sudah mereka bunuh.


“Richard!” panggil semua orang dalam hati dan juga secara spontan.


Dan tiba-tiba media massa datang dan meliput semua itu, bahkan tamu-tamu yang sedang berdiri melihat Richard mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan moment ini. Richard berjalan bersama dengan anak buahnya ke arah Raja Leasse dan juga Hendry.


Dengan penuh kebanggaan Richar berjalan dengan elegan menuju ayahnya, sedangkan Raja Leasse sudah tidak memikirkan kehormatan, dia melewati Henry dan berjalan menuju Richard yang ada di depan matanya. Tanpa sadar Raja Leasse memberikan pelukan hangat kepada Richard.


“Kau kembali Richard?” tanya Raja Leasse dalam pelukkannya.


“Iya ayah, aku kembali.” Jawab Richard yang memeluk ayahnya kembali.

__ADS_1


“Kemana saja kau selama ini?” tanya Raja Leasse melepaskan pelukkannya dan mencubit dirinya bahwa ini bukanlah mimpi.


“Ayah tenang saja ini bukan mimpi, ini aku anakmu sudah kembali.” Jawab Richard.


“Jadi selama ini kau dimana?” tanya Raja Leasse lagi.


“Aku hanya bersembunyi dari seorang pembunuh yang menginginkan nyawaku.” Jawab Richard dengan menatap Henry dan Jenni di depan matanya.


“Apa? Siapa yang ingin membunuhmu?” tanya Raja Leasse.


“Itu tidak penting ayah, sekarang aku sudah baik-baik saja. Aku sudah kembali. Apakah tidak sebaiknya kita harus merayakan pesta malam ini?” tanya Richard yang menyadarkan Raja Leasse untuk mengembalikan identitasnya sebagai Raja yang harus tegas dan tidak terlihat lemah.


“Aku mengerti.” Jawab Raja Leasse.


“Bukanya kau sudah meninggal? Bagaimana kau bisa hidup kembali?” tanya Henry.


“Jadi kakakku tidak menyukai jika aku masih hidup?” tanya Richard.


“Itu bisa kita bicarakan nanti, tapi sekarang aku ingin memelukmu dan mengucapkan hari istimewamu.” Ucap Richard yang memeluk Henry.


“Bagaimana rencana pembunuhanmu selanjutnya aku tunggu.” Bisik Richard kepada Henry dalam pelukkan itu.


“Sial, jadi dia sudah mengetahuinya.” Ucap Henry dalam hatinya.


Richard melepaskan pelukkannya kemudian mendekati Jenni dan memberikan salam kepada Jenni.


“Selamat atas pertunanganmu dengan kakak tiriku.” Ucap Richard.


Akira membisikkan Jenni dan mempertanyakan beberapa hal tentang apa yang terjadi, Jenni menjawabnya dengan singkat dan Akira sudah memahami hal ini dengan jelas. Dan Raja Leasse memutuskan beberapa hal yang akan di umumkan olehnya.


“Para hadirin mohon perhatiannya.” Ucap Raja Leasse.

__ADS_1


“Karena anak saya Richard telah kembali. Maka, tahta kerajaan ini aku putuskan akan di berikan kepada pewaris sah dari almarhum Ratu Ellena istri sahku yaitu Pangeran  Richard Leasse sebagai pewaris tunggal putra mahkota kerajaan Leasse. Dan akan menjadi Raja Leasse ke delapan setelah menikah.” Lanjut Raja Leasse.


Semua orang terkejut dengan pengumuman itu termasuk dengan Henry yang benar-benar marah dan emosi tidak menerima hal ini. Impian dia untuk mendapatkan hal itu hancur akibat kemunculan Richard kembali di istana. Jenni menahan emosi Henry dengan merangkul tangannya.


“Tenanglah. Kita akan melanjutkannya setelah ini.” Ucap Jenni.


“Rencana apa lagi?” tanya Henry.


“Kau tenanglah sedikit. Setelah pertunangan ini, aku mau ikut denganku bersama ayah. Setelah tiba waktunya, kita akan kembali ke sini untuk merebutnya.” Jawab Jenni dengan tersenyum licik.


Semua orang bertepuk tangan dan juga media sudah melakukan siaran langsung. Setelah pengumuman itu, Richard memberikan sebuah klarifikasi tentang kematian dirinya. Membuat conference pers pada saat itu. Sedangkan Max dan Billy yang berada di kamar Henry sedang menggeleda semua hal yang ada di ruangan itu.


Mereka berdua sambil mencari sesuatu juga mencoba menanamkan alat gprs ke beberapa barang yang mungkin akan digunakan oleh Henry. Dan memasang beberapa alat penyadap suara. Terutama di sebuah pena yang ada pada laci koleksi Henry.


Mereka berdua melakukan hal itu di berbagai tempat dan tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Namun Billy, dia mencoba membuka laptop Henry yang berpassword. Billy menghacking laptop itu sehingga dapat membuka. Mengcopy semua isi data pada laptop itu, dan menanamkan alat pelacak copy kepada emailnya. Sehingga ketika ada email masuk maupun email keluar, Billy


bisa melihatnya.


“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Max.


“Tentu saja mencari bukti atau informasi.” Jawab Billy.


“Hahaha, aku lupa kau seorang hacker. Lakukanlah, aku akan memeriksa sudut lainnya.” Jawab Max.


“Iya.” Jawab Billy yang masih mengotak atik laptopnya kemudian memasukkan flasdisk ke laptop untuk mengcopynya.


Max datang kembali ke Billy.


“Apakah kau bisa membuka brankas yang ada di lemari itu? Aku ingin mengetahui isinya.” Jawab Max.


“Oke, sebentar.” Jawab Billy meletakkan laptopnya untuk bekerja mentransfer semua data.

__ADS_1


Billy berjalan bersama Max untuk membuka brankas yang ada di lemari Henry. Dan mereka menemukan sesuatu yang tidak asing baginya.


__ADS_2