I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Panggil Aku Jacob


__ADS_3

Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.


Jacob yang membawa Caca ke sebuah rumah pohon namun tidak seperti rumah pohon yang kecil, ini lebih cocok di sebut sebagai villa di atas pohon.


“Kau mau membawaku kemana?” ucap Caca.


Tidak di jawab oleh Jacob.


“Kita mau kemana? Bukankah arah ke mansion ada di belakang mu?” tanya Caca.


“Bruk....” Jacob menendang pintu kayu Villa pohon itu hingga terbuka.


“Ini di mana?” tanya Caca lagi.


Jacob masuk kedalam villa itu kemudian pergi ke arah sebuah kamar. Jacob membaringkan Caca di sebuah tempat tidur lalu pergi mengambil minyak oles. Jacob yang mengurut kaki Caca yang keseleo. Caca yang menjerit kesakitan, lalu Jacob selesai dengan kaki Caca.


“My lotus berdirilah?” ucap Jacob yang membantu Caca untuk berdiri.


“Sudah tidak terlalu sakit seperti tadi, terimakasih.” Ucap Caca.


“Jangan pergi lagi dan jangan terluka lagi di depanku.” Ucap Jacob sambil memeluk Caca.


“Loe kenapa si Jack  dari tadi bertingkah aneh Dan sedikit-sedikit memeluk dan mencium gue?” ucap Caca yang sedang memukul pundak Jacob dengan tangannya untuk lepas dari pelukkannya.


“Kenapa perasaan ini sangat familiar,” ucap Caca dalam hati.


Caca baru menyadari pelukan Jack yang begitu nyaman. Namun ia tidak mengerti bahwa yang memeluknya saat ini adalah Jacob. Caca berhenti memukuli Jack karena sudah kehabis tenaga untuk melepaskan pelukkannya dari Jacob.


Saat Caca telah pasrah di peluk oleh Jacob, Jacob mulai berbicara dan melepaskan pelukkannya.


“Aku rindu my lotus, kemana saja kau selama ini?” tanya Jacob.


“Ku mohon jangan pergi lagi, berjanjilah untuk tetap bersama denganku.” Ucap Jacob yang melepaskan pelukkannya dan menatap wajah Caca dengan ekspresi sendu.


“Kau kenapa si Jack?” tanya Caca dengan heran.

__ADS_1


“Panggil aku Jacob. Bersihkan diri mu, gunakan saja piama ku di lemari itu. Aku akan menunggumu di ruang tamu.” Ucap Jacob pada Caca.


Caca yang masih heran dengan tingkah laku Jack saat ini dia hanya mengikuti saja perkatannya. Jacob pun keluar dari kamar itu menuju dapur.


“Itu orang kesambet apa si? Kenapa aku harus memanggilnya Jacob?” ucap Caca sambil menuju kamar mandi setelah melepaskan gaunnya.


Caca yang masih bingung dengan Jack yang selalu memanggil dirinya dengan sebutan my lotus dan sikit-sikit memeluk bahkan mencium dirinya. Caca yang mandi menyabuni dirinya dan membersihkan bibirnya sambil mengingat saat Jack mencium dirinya.


“Apa seperti ini rasanya di cium? Ini untuk pertama kalinya.” Ucap Caca dalam hatinya.


Caca yang merasakan perasaan yang heran dan marah atas tingkah laku Jack. Namun bersamaan ia merasa ada perasaan bahagia yang timbul pada dirinya tanpa tau apa sebabnya. Seluruh perasaan dan fikiran Caca campur aduk tentang Jack. Caca yang sudah selesai mandi lalu melihat isi lemari Jack.


“Banyak banget baju dia,” ucap Caca.


Caca yang mencari pakaian yang mungkin bisa digunakannya di lemari yang luas itu. Kemudian Caca menemukan sebuah piama yang sesuai dengan ukuran Caca. Piama polos berwarna hitam dengan celana panjang dan baju panjang.


“Kenapa semua baju yang di gantung oleh mu besar-besar, mana mungkin aku menggunakan baju-baju yang besar ini.” Ucap Caca yang mencari ukuran baju terkecil namun belum mendapatkannya.


Saat Caca melihat ada sebuah baju yang terjatuh di bawah lemari itu, ia pun mengambilnya ternyata baju ini sangat cocok size tubuhnya.


“Mungkin saja ini adalah baju dia saat dia umur 15 tahun.” Ucap Caca.


Jacob yang sedang memasak pasta instan untuk Caca di dapur. Setelah selesai Jacob menatanya di ruang tamu untuk makan bersama Caca. Namun Caca yang masih ada di kamar tidak berani untuk keluar.


“Bagaimana cara ku untuk keluar dengan penampilan seperti ini. Aku tidak memiliki jilbab yang bersih untuk menutupi kepala ku?” ucap Caca.


Jacob yang sudah menunggu lama Caca datang di ruang tamu namun tidak kunjung datang. Jacob berjalan membawa piring yang berisi pasta menuju kamar tersebut. Pintu yang tidak di kunci oleh Caca membuat Jacob langsung saja masuk kedalam kamar.


“Ah......” teriak Caca yang melihat Jack masuk ke dalam kamarnya dengan berbalik badan.


“Kenapa my lotus?” tanya Jacob.


“Kenapa kau berada disini Jack, pergilah aku tidak menggunakan jilbab.” Ucap Caca.


Jacob yang meletakkan piring pasta ke atas meja kecil yang berada di dalam kamar itu. Yah ada sebuah sofa berwarna hitam lengkap dengan mejanya. Kemudian Jacob berjalan menuju Caca.


“Kenapa kau harus malu pada ku,” ucap Jacob sambil meletakkan kedua tangannya di kepala Caca.

__ADS_1


“Satu hal lagi aku bukan Jack melainkan Jacob. Panggil aku Jacob,” ucap Jacob sambil membisikkan di telinga Caca.


“Maksudnya?” tanya Caca yang tidak mengerti.


“Seperti yang aku katakan panggil aku Jacob, kau mengerti!” ucap Jacob pada Caca yang menarik tangannya menuju sofa.


Caca yang hanya terdiam dengan semua tanda tanya di kepalanya. Jacob menyuapi pasta kepada Caca yang melamun namun diterima suapan Jacob. Setelah beberapa kali suapa yang di terima oleh Caca, Caca baru sadar bahwa dia sedang di suapin Jacob.


“Ukh..Ukh..Ukh” Caca yang tersedak.


“Minumlah,” ucap Jacob yang memberikan air kepada Caca.


“Aku sudah kenyang Jac...ob,” ucap Caca menolak pada Jacob yang mencoba memberikan suapan pasta lagi .


Caca yang dari awal memang sudah merasa ada yang beda dengan Jack, ia mengikuti saja perintahnya. Aura yang di pancarkan oleh Jack sungguh mengerikan. Dia juga takut Jack akan memeluk dan menciumnya lagi. Maka dari itu pilihan terbaik adalah mengikutinya.


“Okelah,” ucap Jacob yang meletakkan piringnya.


Jacob yang kemudian membaringkan dirinya di sofa dan meletakkan kepalanya di atas pangkuan Caca.


“Kau apa-apaan si?” tanya Caca yang menggeserkan kepala Jacob dari pangkuannya.


“Tidak, pergilah keluar aku ingin istirahat. Lama-lama aku bisa gila dengan kelakuan mu, ini tidak lucu Jack.” ucap Caca yang marah.


“Sudah aku katakan panggil aku Jacob!” ucap Jacob dengan nada tinggi.


Bentakkan Jacob membuat Caca terdiam.


“Apakah aku membuat mu takut my lotus?” ucap Jacob yang sadar dengan tindakkannya.


“Bisakah kau tinggalkan aku, aku ingin istirahat,” ucap Caca memelas.


“Baiklah, istirahatlah.” Ucap Jacob.


Jacob keluar kemudian menutup pintu kamar. Jacob mengalah pada Caca untuk pergi ke luar kamar. Padahal sebenarnya dirinya tidak ingin berpisah dengan Caca walaupun hanya di depan pintu kamar.


Jacob yang tetap berdiri di depan pintu kamar menunggu Caca tertidur. Caca yang kemudian merebahkan dirinya ke tempat tidur.

__ADS_1


~***Cie-cie pembaca penasaran ya karena di episode ini dan semalam terlalu banyak teka-teki. Pasti pembaca banyak bertanya-tanya dnegan banyak pertanyaan. Jacob kenapa seperti mengenal Caca????~


Terus ikutin episode berikutnya teman-teman. Jangan lupa dukugannya yah***.


__ADS_2