I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Finish : Pemusnahan Pabrik Geng Lionsen


__ADS_3

Dont Forget Like guys sebelum membaca, hehehhe


Seluruh cerita hanyalah imajinasi Author tidak ada unsur apapun yang menimbulkan kerugian dari berbagai pihak.


“Selamat tinggal wahai obat-obatan yang di salah gunakan. Kalau aja kamu milik Jack pasti bakalan di pergunakannya untuk bahan dasar obat bius di kedokteran. Hahah tapi sayang, pemilik mu hanya menggunakanmu sebagai perusak generasi dunia.” Deni yang berbicara sendiri ketika melihat suasana


lahan penuh dengan api dan tanah yang rata akibat bom yang di aktifkannya. Seluruh pekerja tidak ada satu pun yang selamat atas kejadian itu.


Deni dan mafioso lainnya pergi meninggalkan lahan itu kemudian menyusul Max yang sedang berada di dalam pabrik pembuatan narkoba. Ketika di perjalanan Deni bertemu dengan mafioso yang terluka dan mafioso yang membawa peti.


“Apa yang kau baik-baik saja?” tanya Deni pada mafioso yang terluka.


“Tidak apa-apa tuan hanya luka tembak kecil saja,” jawabnya.


“Segera obati luka mu di markas kita, dan apa isi peti yang kau bawa itu?” tanya Deni pada mafioso yang membawa peti berlian.


“Berlian tuan, kami di perintahkan bos untuk membawa peti ini ke kapal dan membawa peti yang berisi uang dollar di ruang rahasia pabrik jika sempat tuan.” Jawabnya.


“Kalian, bantu mereka untuk membawa peti-peti itu ke kapal kita. Langsung bawa saja ke helikopter kami peti yang berisi berlian itu dan bawa juga ke helikopter kalian seberapa cukupnya peti yang berisi uang dollar itu, sisanya berikan pada mafioso yang ada di negera ini untuk anggota kita. Sebelum itu hubungi yang berada di luar pulau ini untuk segera mengirimkan helikopter kita.” Ucap Deni.


“Baik tuan.”


Semua anggota mafioso yang ikut dengan Deni pergi ke ruang rahasia yang sudah di beritahukan mafioso lainnya. Sedangkan Deni masuk ke dalam pabrik untuk bertemu dengan Max. Max yang sedang asyik mengiris-iris paha dokter itu di kejutkan oleh Deni.


“Wah wah wah, loe lagi gak enak hati bro?” goda Deni dengan naik di atas meja di samping kursi sang dokter.


“Diam loe, gue lagi introgasi ini dokter sialan.”


“Hahaha oke, gue gak ganggu. Cuman mau jadi penonton saja, selow.”


“Bagus, duduk dan saksikan saja.”


Max pun memulai mengiris kembali paha sebelah kiri sang dokter yang belum terluka.


“Aku tanya sekali lagi pada mu, siapa yang punya ide untuk memasukkan barang itu kedalam tubuh manusia?” sambil menancapkan pisau kecil ke paha sang dokter.


“Auuu....Semua itu ide ku, benar itu ideku. Ka-rena bos menyuruh untuk mencari cara agar lolos dari mata-mata hukum.” Ucapnya sambil terbata-bata karena menahan sakit.


“Lalu bagaimana cara kalian bisa memasukkan itu ketubuh manusia. Siapakah manusia-manusia itu! Apa kalian punya hati?” ucap Max yang sangat emosi.

__ADS_1


“Mereka hanya para pengemis jalanan yang kami janjikan uang banyak.”


“O jadi begitu rencana kalian? Karena mereka adalah pengemis jalanan maka jika mereka hilang orang-orang tidak akan tau bahkan negera?”


“Iya begitulah perintah bos. Bukan hanya sebagai tempat pengiriman yang aman namun juga organnya bisa kami jual kembali.”


“Hebat sekali bos mu itu, katakan dimana saja tempat yang berkaitan itu.” Ucap Deni yang juga ikut emosi dengan menjambak rambut sang dokter dengan keras.


“Aku tidak tau, benar-benar tidak tau. Aku hanya sebagai dokter pengembangan narkoba di pulau ini. Bos hanya datang sebulan sekali ke pulau ini untuk mengecek perkembangan pabrik. Hanya itu saja.”


“Maksudmu Leon dari geng Lionsen?” ucap Max.


“Iya.”


“Terimakasih atas informasi mu,” ucap Deni lalu turun dari meja dan menepuk pundak Max yang mengartikan segera habisi dan pergi dari pulau ini.


“Kau tidak akan membunuhku kan tuan, karena aku sudah memberikan informasi yang kau inginkan.” Mohon snag dokter pada Max.


“Tentu. Dor...Dor...Dor...” satu tembakan di kepala, satu tembakan di jantung dan satu tembakan di mulut.


“Sudah puas menyalurkan amarah mu kawan?” ucap Deni.


“Hahahhaa, apa yang membuat mu sampai begitu marah.”


“Si botak itu melukai wajah ganteng ku.” Sambil menunjuk bodyguard yang berkapala botak tergeletak di lantai dengan kondisi yang mengenaskan di bunuh oleh Max.


“Coba aku lihat? Hahahah, sudahlah ayo kita obati.” Ucap Deni sambil merangkul Max berjalan keluar dari pabrik.


Sekitar 20 meter jauh dari pabrik, Max memberikan kode untuk mengaktifkan bom di dalam pabrik. ( tangannya Max di angkat ke atas ).


“Boom!!!!💥💥💥” runtuh seketika.


Merekapun pergi meninggalkan pulau itu dengan kemenangan atas pemusnahan pabrik milik geng Lionsen. Ada satu orang musuh yang selamat dari kejadian itu, ternyata ada satu musuh yang bersembunyi di dalam laut. Setelah dia memberitahuan ke markas, keberadaannya di ketahui oleh mafioso


anggota Max lalu ia pun di tembak mati sehingga tidak ada sisa satu pun musuh


yang hidup.


“Hallo bos, pabrik narkoba telah lenyap.”

__ADS_1


“Siapa pelakunya?”


“Aku tidak mengetahuinya bos, tapi mereka sunggu hebat.”


“Cari tau tentang mereka brengsek!!!”


“Dor...” satu tembakan di kepala.


“Hallo, hallo, hallo.....” telepon yang masih tersambung.


***Kanada***


Sementara di negera ini, Caca yang masih tertidur di atas kasur dengan kedua anak kembar itu terlihat sangat serasi. Seperti anak dan ibu yang sedang istirahat di siang hari. Sementara Jimmy Jimmy dan mafioso lainnya sudah berhasil untuk menghancurkan rumah sakit geng Lionsen. Dan setelah keberhasilan itu Jimmy segera kembali ke kota S di Kanada untuk melihat keadaan Kenzo dan Bella yang bersama dengan Caca sesuai dengan perintah Jack.


Charles dan Shinta yang hampir seharian telah beres-beres berpindah rumah itu mendapat telepon kembali dari Jimmy.


“Apa kalian di rumah ?” tanya Jimmy pada Charles.


“Di rumah tuan, kami baru saja selesai beres-beres barang di rumah ini.” Jawab Charles.


“Baguslah, sekitar satu jam lagi aku akan segera ke sana untuk berkunjung di rumah baru kalian?’ ucap Jimmy yang membuat Charles heran.


“Ada rangka apa tuan mau berkunjung di rumah baru kami?” tanya Charles dengan penasaran.


“Tidak ada, aku hanya ingin datang sekalian mengantarkan baju Kenzo dan Bella ke rumah Caca sambil mampir berkunjung di rumah kalian. Itu saja,” ucap Jimmy.


“Baiklah tuan, tuan mau di masakkan apa?” ucap Charles.


“Tidak usah repot-repot, aku hanya sebentar saja berkunjung.”


“Baiklah tuan, kami tunggu kedatangannya.”


Setelah menerima telepon dari Jimmy, Charles memberitahukan kepada sang istri bahwa yang baru saja menelphone adalah tuan Jimmy. Shinta pun terkejut dengan kehadiran Jimmy yang mau datang berkunjung ke rumah mereka, karena selama Shinta bekerja mengatur makanan di rumah Jack ia tidak terlalu dekat dengan penghuni yang ada di kediaman mansion milik Jack. Sementara itu setelah Jimmy menelpon Charles, ia kemudian menelpon Selly untuk menyiapkan beberapa baju Bella dan Kenzo untuk diberikan kepada Riki lalu mengantarkannya ke rumah Shinta.


Jangan lupa kritik dan sarannya guys. 🙏🏻


Salam manis dari W.😉


Jangan lupa senyum hari ini😊.

__ADS_1


__ADS_2