
Nama : Siti Aisyah
Umur : 55 tahun
Tinggi: 150cm
Sifat : penyabar, baik, ramah dan penyayang.
Status : Ibu dari Wika Chalista
Caca keluar dari kamar menuju dapur untuk mempersiapkan makan malam. Kenzo dan Bella yang sedang duduk tenang menonton TV hanya melirik Caca yang keluar dari kamar menuju dapur. Lalu mereka berdua pergi mengikuti Caca ke dapur.
“Hai, duduk saja kalian berdua.” Ucap Caca pada Kenzo dan Bella.
“Tidak apa-apa Bunda, kami ingin membantu.” Ucap Bella.
“Apa yang bisa kami bantu Bunda?” ucap Kenzo.
“Tidak ada, Bunda hanya akan memanaskan masakkan tadi siang saja. Atau kalian mau yang lain?”
“Bella mau nasi goreng seperti yang Bunda buatkan untuk Daddy.”
“Aku juga,” sambung Kenzo.
“Hahahaha, baiklah. Mau pedas kali, sedang atau tidak pedas tuan dan nona?” goda Caca.
“Seperti buatan Bunda ketika memasak nasi goreng buat Daddy, kami suka itu. Iyakan Kak Ken?”
“Setuju.”
“Hahahhaa, oke-oke tapi anak-anak cukup duduk manis di sana saja ya.” Ucap Caca sambil menarik tangan keduanya kembali duduk di sofa.
“Tapi kami ingin membantu.”
“Sudah duduk manis saja di sini?”
“Baiklah,” ucap Bella.
“Bunda, bolehkah aku membaca buku-buku Bunda yang berada di kamar?” ucap Kenzo.
“Boleh, silahkan.”
“Yes, ayo Bel kita di kamar saja menunggu Bunda Caca memasak sambil membaca.”
“Ide bagus. Ayo!
Caca mulai memasak nasi goreng sesuai dengan permintaan Bella dan Kenzo di dapur. Sementara Kenzo dan Bella sedang memilih-milih buku yang berada di dalam kamar Caca untuk di Baca. Kenzo memilih sebuah buku yang berjudul Sharlock Holmes. Sedangkan Bella memilih sebuah buku yang bersubjek sebuah novel romance action. Mereka berdua pun sibuk membaca di tempat tidur, sementara Caca sibuk menyiapkan makan malam mereka.
Beberapa menit kemudian Caca selesai memasak, lalu menata makanan di meja sofa ruang tamu. Saat Caca meletakkan lemon tea di meja, handpone Caca yang berada di dalam kamar berdering. Ada panggilan masuk dari nomor sang Bunda, Ibu dari Caca.
“Tuttttttttttttt...............” suara panggilan telephone milik Caca.
“Bunda, teleponenya berdering,” ucap Bella yang pada saat itu dekat dengan handpone Caca.
__ADS_1
“Tolong ambilkan sayang dan bawa kemari,” ucap Caca yang masih meletakkan minum lemon tea di meja.
“Ini,” ucap Bella yang memberikan handpone Caca.
“Kalian makan duluan, Bunda akan menerima panggilan ini.”
“Oke bunda.”
Bella dan Kenzo yang makan terlebih dahulu sementara Caca menerima panggilan sang Bunda.
“Assalamualaikum Bunda,” ucap salam Caca pada Bunda Aisyah.
“Wa’alaikumusalam Ca, Ca bagaimana kabar mu di sana mengapa jarang menelpon?” jawab Bunda Aisyah.
“Alhamdulilah Caca sehat dan baik-baik saja Bun, jangan khawatir. Bunda, Ayah dan adik bagaimana?”
“Alhamdulilah semuanya sehat. Ca jangan lupa besok adalah hari pertama puasa di tempat mu tinggal.”
“O iya Bun, Caca hampir lupa. Makasih Bun sudah mengingatkan.”
“Kebiasaan kamu yang selalu lupa dengan hal-hal kecil. O ya Bunda tidak bisa banyak bicara karena adik mu ini sudah ingin meminta teleponnya.”
“Berikan padanya Bunda.”
“Kak kapan kau pulang? Surat riset penelitian mu sudah mendapat balasan. Jadi kamu bisa penelitian di kampung.”
“Serius? Kak akan segera mengurusnya dengan cepat.”
“Bagus deh, jangan lupa oleh-oleh yang sudah kau janjikan untuk ku karena sudah membantu mengantarkan surat riset mu.”
“Hahaha, cepatlah pulang. Penelitian sekaligus bisa lebaran di kampung halaman.”
“Baiklah, ya sudah ya.”
“Oke. Asalamualaikum Kak.”
“Waalaikumusalam.”
Caca pun mengakhiri panggilan telepon itu lalu bergabung makan bersama Kenzo dan Bella.
“Apakah nasi gorengnya enak anak-anak?” tanya Caca yang melihat Kenzo dan Bella memakan nasi goreng di piring mereka yang tinggal sedikit.
“....” mereka berdua hanya tersenyum dan menunjukkan ibu jari pada Caca yang menunjukkan lezat.
“Hahahha, tambah lagi jika masih kurang.” Ucap Caca.
“Bolehkah Bunda?” tanya Bella.
“Boleh sayang.”
Mereka pun menikmati makan malam yang sudah di sediakan oleh Caca. Setelah selesai Kenzo dan Bella membantu Caca mengangkat piring kotornya. Kenzo dan Bella ingin membantu Caca menyuci piring namun sulit karena wastapel dengan tinggi mereka berdua belum sesuai. Lalu Caca menyuruh mereka berdua kembali untuk duduk di sofa ruang tamu. Setelah Caca selesai mencuci piring, ia bergabung dengan Kenzo dan Bella yang sedang menonton siaran TV.
“Bunda, siapakah yang menelpon tadi ?” tanya Kenzo yang penasaran.
__ADS_1
“O itu, Bunda Aisyah dan Agung. Ibu dari Bunda Caca. Kalian bisa memanggilnya Nenek Aisyah.”
“Nenek itu Grandmother yah Bunda? Lalu Agung itu siapa?”tanya Kenzo lagi.
“Iya sayang, Agung itu adiknya Bunda. Kalian bisa panggil uncle Bagas.”
“O,” ucap Kenzo dan Bella bersamaan sambil menanggukkan kepalanya.
Waktu sudah menunjukan pukul sembilan, Caca menyuruh Kenzo dan Bella untuk kekamar mandi.
“Sayang, sudah malam. Gimana kalau kita tidur, karena Bunda besok harus bangun cepat untuk sahur.” Ucap Caca.
“Sahur itu apa Bunda?” tanya Caca dengan polosnya.
“Nanti Bunda jelaskan, sekarang masuk ke kamar mandi cuci kaki dan sikat gigi ya.”
“Oke, Bun.”
“Kenzo juga ya, Bunda mau sholat Isya dulu. Nanti kalian langsung masuk kamar saja dan naik tempat tidur ya.”
“Iya Bun,” jawab Kenzo.
Caca pun langsung melaksanakan sholat Isya. Bella dan Kenzo yang sudah selesai dari kamar mandi langsung naik ke atas tempat tidur dan menunggu Caca selesai Sholat. Beberapa menit kemudian Caca selesai menunaikan ibadah sholat langsung bergabung dengan Kenzo dan Bella.
“Kenapa masih menunggu Bunda? Kenapa tidak tidur duluan saja.” Tanya Caca.
“Sahur itu apa Bun?” tanya Bella.
“Hahahha, Bunda lupa untuk menjelaskan hal itu. Oke sekarang berbaring tidurlah Bunda akan menjelaskannya.” Ucap Caca yang tidur di tengah tempat tidur, Kenzo berada di sebelah kanan Caca sedangkan Bella di sebelah kiri Caca.
“Oke,” ucap Bella dan Kenzo bersamaan.
“Sahur itu seperti makan pagi untuk puasa yang di mulai dari waktu subuh hingga waktu magrib tiba. Nah puasa itu adalah salah satu rukun islam. Besok merupakan hari pertama puasa di bulan ramadhan untuk agama yang Bunda anut. Puasa itu....” Caca pun cukup panjang menjelaskan tentang puasa.
“Apakah kami boleh ikut berpuasa seperti Bunda?” tanya Kenzo.
“Hmmm, boleh kalau kalian bisa tahan sesuai dengan apa yang Bunda jelaskan tadi.” Ucap Caca.
“Besok pagi juga bangunkan kami Bun, kami mau ikut sahur dan berpuasa. Menahan lapar, haus dan gak boleh nakal, gak boleh marah dan semua yang tadi Bunda jelaskan. Kami siap Bun.” Ucap Kenzo yang semangat.
“Bella setuju,” ucap Bella.
“Hahaha, baiklah. Sekarang tidur ya, ikutin Bunda untuk membaca doa tidur.” Caca yang mengajarkan mereka berdoa sebelum tidur.
“Bunda makasih sudah mau memberitahu kami tentang agama islam.” Ucap Kenzo yang sudah dari pertama jumpa dengan Caca ingin belajar islam.
“Iya sayang,” ucap Caca sambil mengeluskan kepala Bella dan Kenzo dengan kedua tangannya masing-masing.
Mereka bertiga pun akhirnya tertidur pada pukul sepuluh malam.
***Jangan lupa kritik dan sarannya guys 😊
Salam manis dari W😉
__ADS_1
Jangan lupa senyum hari ini😊😊***