I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Back To Home


__ADS_3

“Abang kau sangat pilih kasih. Kau memberikan Kenzo dan Bella barang mewah. Memberikan tiket honeymoon buat kakak? Tapi aku?” Tanya Bagas.


“Bukankah kau sudah aku tawari untuk ke sini dan menjadi CEO?” tanya Bagas.


“Tapi aku tidak menginginkan sebuah pekerjaan.” Jawab Bagas.


“Jadi apa yang kau mau?” tanya Brian.


“Apapun boleh?” tanya Bagas.


“Selagi aku bisa.” Jawab Brian.


“Baiklah. Jika ada sesuatu yang aku inginkan aku katakana.” Jawab Bagas.


“Iya.” Jawab Bagas.


“Paman Brian. Bella juga mengucapkan terimakasih.” Jawab Bella yang baru saja tiba.


“Iya sayang. Sudah dulu aku masih banyak pekerjaan kantor.” Jawab Brian.


“Semangat bekerja paman Brian.” Jawab Bella.


“Titip salam dengan paman abang.” Jawab Bagas.


“Ok.” Jawab Brian.


Telepon itu terputus. Mereka sangat senang mendapatkan semua hadiah yang berada di paket itu.


...***Jepang***...


Seluruh pakaian yang digunakan di badan Caca dan Jack, basah. Kulit mereka juga sudah berkerut karena dinginnya udara setelah naik kepermukaan dari wadah danau kecil itu.


“Dari mana saja kau Jack?” tanya istri Kagami.


“Kami hanya mandi di tempat biasa aku bermain.” Jawab Jack.


“Jack! Kenapa kau membawa menantuku ke sana, kemarilah Caca. Segera mandi air panas, aku akan membuatkanmu teh dan sup ayam gingseng.” Jawab istri Kagami.


“Terimakasih bu.” Jawab Caca.


“Biar aku dan Caca mandi dulu bu.” Jawab Jack.


“Iya cepatlah, sudah kedinginan dia.” Jawabnya.


Mereka mandi bersama di kolam air panas yang berada di kuil itu. Setelah itu menyantap masakan yang di buat oleh istri Kagami.


“Setelah ini istrirahatlah. Badan mu akan enakan setelah berendam di air panas dan makan sup gingseng ini.” Ucap istri Kagami.


Max dan Akashi sudah pulang terlebih dahulu. Jadi di kuil itu hanya tinggal Kagami dan istrinya selain Jack dan Caca. Anak perempuan mereka sedang berada di asrama sekolah tingkat menengah di kota.

__ADS_1


“Mylotus tidurlah terlebih dahulu, aku ingin berbicara dulu dengan paman Kagami.” Jawab Jack.


“Baiklah.” Jawab Caca yang masuk ke dalam kamar setelah selesai makan.


Caca tidak di perbolehkan membantu istri Kagami dalam hal apapun karena mereka adalah tamu.


“Akshi sudah menceritakan semuanya.” Ucap Kagami.


“Begitulah paman. Paman juga sudah lama tidak berada di dunia gelap?” tanya Jack.


“Iya tapi aku pernah melihat symbol itu. Kalau aku tidak salah namanya adalah Akira. Tapi aku benar-benar lupa seperti apa wajahnya dan namanya juga kemungkinan salah. Dia pernah muncul pada saat acara lelang obat


langka cina.” Jawab Kagami.


“Lalu paman?” tanya Jack.


“Aku sudah memberitahukan itu kepada Max dan Akashi. Mereka mengkatakan akan mencari tahu daftar tamu yang ada pada saat acara pelelangan itu di rumah bordir bersejarah itu.” Jawab Kagami.


“Terimakasih atas informasinya. Aku benar-benar taku akan keselamatan Caca. Walaupun tidak ada yang mengetahui siapa aku sebenarnya. Tapi tidak bisa di katakana seperti itu juga, beberapa mengenalku dan identitasku.” Jawab Jack.


“Kau harus tetap berhati-hati.” Jawab Kagami.


“Jack. Jagalah dia baik-baik, ibu lihat dia adalah wanita yang baik dan lembut. Aku yakin dia akan menjadi kekuatanmu bukan kelemahanmu. Dan aku akan membawakan beberapa obat tradisonal yang bisa membantu proses kehamilan istrimu nantinya. Ibu lihat sepertinya dia sudah mengandung dua bulan melalui denyut nadinya.” Jawab istri Kagami.


“Benarkah?” tanya Jack.


“Untuk saat ini aku lihat dia tidak menunjukan gejala apapun. Jadi kamu bersiap-siaplah menjadi suami yang siaga 24 jam selama kehamilannya. Dan kalian akan mengetahuinya kurang lebih saat usia kehamilannya sudah sebulan.” Jawabnya.


“Kau harus benar-benar menjaga dirinya dari hal apapun.” Jawab Kagami.


“Pasti akan aku lakukan.” Jawab Jack.


Mereka cukup lama berbincang di ruang tamu. Setelah itu pergi beristirahat.


Keesokkan paginya, Jack dan Caca sudah memutuskan akan pergi berangkat di malam hari, jadi mereka akan pergi jalan-jalan melihat gedung-gedung yang ada di jepang.


“Paman, Bibi terimakasih menerima kami menginap di sini.” Jawab Caca sebelum berpisah.


“Caca aku sudah memberikan beberapa obat herbal yang bisa kau racik sendiri. Aku sudah memberikanmu bahan dan resepnya di buku itu.” Ucap Istri Kagami.


“Benar-benar terimakasih.” Jawab Caca.


“Berhati-hatilah di masa kehamilanmu hingga tujuh bulan.” Jawabnya.


“Tapi aku belum hamil.” Jawab Caca.


“Sebentar lagi. Maka konsumsi resep yang sudah aku berikan. Jangan menunda-nunda seperti yang aku katakana.” Jawabnya.


“Baiklah bibi. Aku juga ingin sekali segera memiliki keturunan.” Jawab Caca tersenyum.

__ADS_1


“Baguslah.” Jawabnya.


Mereka berpelukkan satu sama lain untuk berpisah. Akashi menjemput Caca dan Jack di kuil itu untuk menjadi supir pribadi mereka berkeliling di kota Jepang.


“Jadi kalian ingin aku antar kemana tuan dan nyoya?” Tanya Akashi bercanda.


“Silahkan antar kami berkeliling di rumah sakitmu tuan.” Jawab Caca tertawa.


“Wah, istrimu ternyata bisa membalas candaanku Jack.” Jawab Akashi.


“Terimakasih atas pujiannya.” Jawab Caca.


Jack hanya tersenyum melihat candaan mereka berdua.


“Aku ingin makan es cream di kota ini. Kira-kira di mana aku bisa mendapatkannya?” tanya Caca.


“Baik nona, akan saya antarkan ke tempat Ice cream cinta.” Jawab Akashi.


“Benarkah? Asyik.” Jawab Caca.


Akashi mengantarkan mereka ke sebuah Cafe pasangan di mana semua menunya adalah es cream.


“Pergilah masuk. Aku tidak mungkin ikut.” Jawab Akashi ketika sudah sampai.


Jack dan Caca keluar dari mobil dan menikmati suasa di sana. Mereka menjadi pelanggan yang ke 100 selama buka hari ini. Karena hal itu mereka mendapatkan hadiah jam tangan couple dan juga photo yang akan di tempelkan di madding café.


Benar-benar sebuah keberuntungan, selain menikmati tambahan es cream. Mereka juga mendapatkan hadiah. Caca benar-benar sangat senang dan bahagia saat itu. Jack lagi-lagi tersenyum melihat kebahagian yang di pancarkan oleh Caca.


“Selama ini aku sudah mampu membuatmu bahagia seperti ini sepanjang waktu. Aku berharap aku akan selalu bisa mempertahankan senyumanmu mylotus.”  Jawab Jack dalam hatinya.


“Kenapa melihatku seperti itu?” tanya Caca yang sedang mengambil mangkok es cream kedua untuknya.


“Tidak apa-apa. Makanlah sepuasmu.” Jawab Jack yang mengeluskan kepala Caca.


“Oke hubby.” Jawab Caca.


Selesai mereka menikmati suasa romantic itu, mereka pergi untuk berbelanjar di mall terbesar dikota mencari oleh-oleh untuk kedua anaknya itu. Caca hanya membeli beberapa pakaian adat cople untuk keluarga mereka. Dan juga beberapa buku komik sesuai permintaan Kenzo dan Bella.


“Kenapa membeli ini?” tanya Jack.


“Mereka yang memesannya. Lihat ini?” ucap Caca memberikan bentuk sampul yang harus dia temukan untuk kedua anaknya itu.


“Dasar bocah-bocah itu.” Jawab Jack.


“Tidak apa-apa. Lagian ini adalah hal yang sangat mudah dan tidak mahal.” Jawab Caca.


“Jangan terlalu memanjakan mereka, mereka harus mandiri sejak dini.” Jawab Jack.


“Baiklah.” Jawab Caca.

__ADS_1


Setelah selesai membeli beberapa oleh-oleh, mereka pergi ke rumah sakit Akashi yaitu ke apartemennya untuk bersiap-siap kembali menuju bandara. Caca sudah tidak sabar back to home mansion Jack.


__ADS_2