I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
My Queen


__ADS_3

***Terimakasih sudah berkunjung ke story saya. 😉


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca🙏🙏***


Jack kembali bergegas untuk kembali ke villa. Caca yang masih hanyut dalam pemikirannya tentang apa yang terjadi tadi malam. Dan Caca juga sedang memikirkan mengapa dia memberi kesempatan Jack untuk melamarnya.


“Kenapa aku bisa mengatakan akan menjawab lamaranya setelah berfikir 1 minggu?” Tanya Caca pada dirinya sendiri.


“Kau benar-benar bodoh Ca, bisa-bisanya kau mempercayainya.” Pemikiran Caca.


“Tapi kau tidak bisa berbohong bahwa kau merasa nyaman dan tenang saat di dekat Jack. Dan mungkin kau sudah mencintai Jack.” Pemikiran lainnya pada Caca.


“Kau lihat Ca, belum saja halal dia sudah berani mencuri-curi kesempatan mencium mu diam-diam tanpa sepengetahuanmu. Dan juga kau ingat tadi malam dia dengan berutal mencium dan memelukmu.” Pemikiran Caca


lagi.


“Tapi kau merasa baik-baik saja dan tak ingin


menolaknya seperti biasanya jika kau di sentuh laki-laki lain jiwa berontakmu


akan muncul.” Pemikiran lainnya pada Caca.


“Ahhh, pusing aku memikirkannya. Sisi satu dengan lainnya berbeda. Sepertinya aku harus sholat istiqroh untuk menentukan pilihan ini.” Ucap Caca dan bergegas keluar dari bak mandi.


Di kamar mandi lainnya Jack sudah selesai mandi dan menggunakan balutan handuk putih saja untuk menutupi bagian bawahnya. Jack yang keluar dari kamar mandi menuju kamar mandi Caca untuk memberikan baju ganti.


Caca yang sudah selesai mandi keluar dari pintu kamar mandi dan terkejut melihat Jack yang bertelanjang dada menuju dirinya.


Caca tidak sempat lagi untuk masuk ke dalam kamar mandi karena di tahan oleh


Jack.


“Kenapa kau mau kembali ke dalam? Mau mengajak ku mandi bersama ?” goda Jack yang sambil menahan tangan Caca dalam genggamannya.


“Lepaskan atau aku akan benar-benar marah,” ancam Caca.


“Sorry my queen. Begitu saja sudah marah” Ucap Jack sambil melepaskan tangannya dari tangan Caca.


“Kenapa kau selalu muncul di saat seperti ini?” Tanya Caca.


“Muncul dengan sexy seperti ini maksud mu? Kau juga sudah menyentuhnya tadi malam dengan sangat menikmatinya. Kenapa harus malu-mau?” goda Jack kembali.


“Kau…” ucap Caca yang ingin menampar Jack.


“Ayolah tenang,” ucap Jack yang menahan tangan Caca untuk menampar wajahnya.


“Dasar mesum,” ucap Caca.


 “Oke aku minta maaf, aku cuman mau mengantar pakaian mu,” ucap Jack lalu menunjukkan jari telunjuk kearah tempat tidur.


Caca melirik ke arah Jack memberikan petunjuk menggunakan tangannya.


“Pakailah, kita akan segera kembali ke mansion untuk sarapan pagi.” Ucap Jack yang kemudian membalikkan badan untuk meninggalkan kamar tersebut.


“Jack!” panggil Caca.

__ADS_1


“Iya,” jawab Jack yang memberhentikan langkahnya kemudian membalikkan badan ke arah Caca.


“Terimakasih,” ucap Caca.


“Tentu,” jawab Jack.


Mereka berdua memakai pakaiannya masing-masing di kamar yang berbeda. Jack memakai pakainya di ruang sebelah kamar yang Caca tempati. Setelah selesai Jack menunggu Caca siap di ruang tamu.


“Ayo!” ajak Caca yang sudah selesai memakai pakaian dan keluar dari kamar.


“Oke,” jawab Jack yang berdiri dari sofa dan


melangkah menuju tempat Caca.


Jack dan Caca keluar dari vila menuju mansion untuk sarapan pagi seperti biasanya bersama yang lainnya.


Sementara di mansion semua orang sudah berkumpul di meja makan kecuali Jack dan Caca. Dan mereka belum memulai makan sebelum Jack datang. Kenzo dan Bella baru saja sampai di tempat duduk mulai berbicara.


“Di mana daddy?” Tanya Bella pada semua orang yang ada di meja makan.


“Masih di villa mungkin,” jawab Max.


“Apa yang mereka lakukan semalaman di vila ya?” Tanya Deni keceplosan.


“Htssss,” lirik Jimmy yang melototi Deni.


“Maaf,” ucap Deni.


“Tuan akan segera datang,” jawab Selly yang memotong pembicaraan mereka.


“Iya nona muda,” jawab Selly.


“Di mana mereka?” Tanya Kenzo.


“Di vila hutan tuan muda,” jawab Selly.


Tak lama Selly menjawab pertanyaan Kenzo, Jack dan Caca sampai di meja makan.


“Jangan khawatir semuanya baik-baik saja,” ucap Billy yang kemudian Jack dan Caca duduk di kursi.


“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Jack yang


mengejutkan mereka.


“Kau sejak kapan datang?” Tanya Jimmy.


“Baru saja,” jawab Jack.


Mereka semua masih melamun memikirkan tentang kejadian tadi malam sehingga kehadiran Jack dan Caca tidak di ketahui.


“Makanlah!” ucap Jack.


Semua orang mulai sarapan pagi, sementara Jimmy memindahkan dirinya untuk duduk di samping Caca.


“Kau baik-baik saja?” Tanya Jimmy.

__ADS_1


“Tentu,” jawab Caca.


“Syukurlah, jika terjadi hal buruk padamu tadi malam orang pertama yang akan menghajar Jack adalah aku.” Ucap Jimmy yang berbisik pada Caca.


“Memangnya kau berani melakukannya?” Tanya Caca.


“Tidak tapi harus,” jawab Jimmy yang tidak


konsisten.


“Hahaha,” tawa Caca yang membuat perhatian orang-orang ke arahnya.


“Kau kenapa?” Tanya Jack.


“Tidak apa-apa, lajutkan saja makannya kenapa kalian semua menatapku. Aku hanya tertawa saja apakah salah?” Tanya Caca.


Semua orang menggelengkan kepalanya dan kembali menyantap sarapan pagi. Jack yang masih memperhatikan Jimmy dan Caca berdekatan membuatnya kesal.


“Kenapa kau duduk di situ?” Tanya Jack pada Jimmy yang menunjuknya menggunakan sendok makan.


“Hanya ingin dekat dengan adik ku, kenapa?” Tanya Jimmy.


“Kau!” ucap Jack yang mulai memanas


“Sudahlah, biarkan Jimmy duduk di dekat ku. Kau lanjutkan saja makannya.” Ucap Caca.


Tlak…( suara hentakkan sendok yang di letakkan oleh Jack)


Suasana jadi dingin dengan suara hentakkan sendok dari Jack. Lalu Bella memecahkan keheningan itu.


“Bunda! Bella ingin di suapi,” ucap Bella.


“Sini sayang,” jawab Caca yang kemudian menyuapi Bella makan.


“Daddy jangan terlalu cemburu, uncle Jimmy tidak akan merebut bunda Caca dari mu jadi bersikaplah lebih baik.” Ucap Kenzo yang berbisik dengan Jack.


Jack hanya melirik Kenzo dan mengaggukkan kepalanya.


“Baiklah aku tidak boleh cemburu dan harus sabar. Karena aku sudah di beri waktu seminggu untuk mendapatkan jawaban yang ku harapkan dari Caca.” Ucap Jack dalam hatinya.


Mereka semua menikmati makanan sarapan paginya. Setelah selesai Caca mulai berbicara pada Jack.


“Jack karena kau sudah kembali, aku juga harus kembali ke rumah kostku.” Ucap Caca.


“Tidak bisakah bunda tetap tinggal di sini,” ucap Bella.


“Iya bun, lebih baik di sini saja.” Ucap Kenzo.


“Maaf sayang, bunda masih banya pekerjaan lainnya.” Jawab Caca.


“Kau akan tetap bisa kuliah dan bekerja jika tinggal disini, apa salahnya?” jawab Jack.


“Tapi aku harus kembali ke rumah kost ku Jack.” Jawab Caca.


“Baiklah jika itu memang yang kau inginkan. Tapi mansion ini selalu terbuka untuk mu, dan lagi aku menunggu jawaban mu seminggu lagi my queen.” Ucap Jack yang mengingatkan Caca.

__ADS_1


Semua orang kaget dengan ucapan Jack yang memanggil Caca my queen.


__ADS_2