I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Rencana Max Berhasil


__ADS_3

Mobil mewah berwarna hitam mengikuti sebuah Mobil Ambulance dengan tertera nama milik fasilitas rumah sakit J. Supir yang mengendarai mobil Ambulance tersebut adalah seorang mafioso yang bekerja dengan Max. Max memerintahkannya menyamar sebagai supir Ambulance rumah sakit yang akan membawa mayat seseorang.


Suara sirene dan lampu Ambulance terus di hidupkan sepanjang jalan hingga menjauh dari rumah sakit J. Mayat yang berada di dalam Mobil Ambulance itu adalah Richard. Dan mobil mewah hitam yang mengikuti Ambulance itu adalah para anak buahnya Richard.


Mobil Ambulance dan mobil mewah itu berhenti di sebuah tebing yang memiliki kecuramaan jurang yang cukup dalam. Richard di pindahkan kedalam mobil mewah tersebut. Kemudian mobil Ambulance itu sengaja di jatuhkan ke jurang dari tebing jalan yang sunyi itu.


Supir yang membawa Mobil Ambulance itu segera mengganti pakaiannya dan melanjutkan rencana. Sedangkan mobil mewah itu sudah pergi menjauh menuju rumah sakit Akashi. Mobil Ambulance itu sengaja di jatuhkan untuk merekayasa kematian Richard baik dari kemauan musuh maupun untuk melabui musuh.


Supir itu memberikan informasi kepada Max bahwa rencananya telah berhasil di laksanakan.


"Bos, semua sudah beres. Tugasku selesai👏🏻dengan sempurna." Supir itu memberikan Isi pesan chat kepada Max.


Setelah itu dia menyamar sebagai reporter berita dan memanggil media menyaksikan kejadian ini. Dia sudah menyewa saksi. Dan musuh mempercayai berita itu dengan rasa senang karena berhasil menyingkirkan Richard tanpa menyelesaikan mayatnya. Jika mayat Richard di kembalikan ke rumahnya dan di autopsi maka akan terbongkar bahwa Richard telah dibunuh menggunakan obat mati.


Begitulah pemikiran musuh terutama Hanz yang merasa senang dengan tugas yang di lakukannya sudah berhasil dan akan mendapatkan bayaran dari sang bos.


Max yang membaca pesan dari anggota mafiosonya merasa lega bahwa rencananya telah berhasil. Kemudian dirinya kembali lagi ke ruangan Hanz untuk menemuin sesuai permintaan Hanz pada malam itu.


Max mengketuk pintu ruangan Hanz sebanyak 3 ketukkan kemudian mengucapkan kata sopan sebelum di persilahkan masuk. Setelah itu Max memasuki ruang Hanz. Hanz yang saat ini sedang dalam keadaan suasana yang senang semakin ramah kepada Max.


"Tuan bagaimana dengan pergantian tugasku?" Tanya Max.


"Silahkan di Baca, setelah kau sudah memahaminya kau boleh mentanda tanganinya." Jawab Hanz memberikan satu map kontrak kerja perpindahannya selama sebulan.


"Saya baca dulu," ucap Max kemudian menerima berkas yang ada di dalam map tersebut kemudian membacanya dengan teliti.

__ADS_1


"Bagaimana?" Tanya Hanz.


"Saya tidak ingin dengan dokter lain, saya hanya mau dengan Kazumi alasanya karena mungkin dia bisa belajar dengan saya selama sebulan setelah itu rumah sakit bisa terus untung dengan anggota yang masih terikat kontrak dengan kalian." Jawab Max.


"Baik. Anda memang paham dengan business." Ucap Hanz yang jujur tanpa berfikir hal lain karena di dalam otaknya hanya memikirkan keuntungan uang yang besar Saja.


Jika Kazumi dapat ilmu yang banyak dari Max itu akan berguna bagi rumah sakit karena Kazumi memiliki kontrak lima tahun di rumah sakit ini dan masih tersisa tigatahun lagi.


"Aku ingin jadwal pagi di hari senin, selasa, rabu. Dan jadwal malam di hari Kamis jumat sabtu. Dan minggu aku ingin libur." Ucap Max lagi yang mau mengubah jadwal yang tidak sesuai dengannya dari kontrak tertulis tersebut.


"Baik. Ada lagi Max? " tanya Hanz.


"Semua keputusan pasien di bidang ini di serahkan padaku. Itu saja cukup" Jawab Max.


"Baiklah aku akan mengubahnya sesuai dengan yang kau mau." Jawab Hanz.


Setelah mereka berbincang tentang kontrak tersebut Max keluar dari ruangan tersebut kemudian pergi makan siang dan lanjut memeriksa pasien sebelum jadwal shiff pekerjannya selesai.


Max masuk kedalam ruangannya dan langsung membuka jazz dokternya yang berwarna putih itu. Kemudian menggantungnya di tempat penggantungan kayu jati yang ada di samping kursi kerjannya. Max bersiap-siap akan meninggalkan rumah sakit setelah tugasnya selesai. Dan bergerak menuju rumah sakit Akashi.


***Rumah Sakit Akashi***


Mobil mewah yang membawa Richard di dalam sudah sampai di rumah sakit Akashi. Dan saat itu Akashi sendiri menjemput mereka di depan pintu UGD. Richard di angkat kemudian di baringkan ke tempat tidur pasien kemudian di dorong oleh Akashi menuju ruangan yang sudah dia sediakan.


Richard sudah sadar setelah 5 menit kejadian penyuntikan Max kepadanya. Namun keadaannya masih lemah karena effect dari suntikan itu. Sementara satu orang lain mengambil kursi roda dan mengangkat seseorang dan di letakkan di kursi roda terebut. Yah seseorang itu adalah pembunuh bayaran yang sudah mereka tangkap dan belum sadarkan diri sejak Max memukul kepalanya dengan keras.

__ADS_1


"Ini di bawa kemana?" Tanya yang mendorong kursi roda.


"Kalian Naik ke lantai paling atas, aku sudah memberitahukan anak buahku. Dia Akan menunjukkan kepada kalian ruangan untuk dia." Jawab Akashi.


"Baik tuan,"


Akashi berpisah dengan beberapa mereka sebagai pengawal Richard. Sementara tiga orang ikut mengawal Richard ke ruangan bos nya.


Akashi telah menyediakan sebuah kamar VIP di dalam rumah sakitnya untuk Richard sesuai dengan permintaan Max.


Ruangan yang cukup besar dengan fasiltas tempat tidur kualitas canggih untuk seorang pasien, sofa, TV, kulkas dan lemari pakaian yang semua fasilitasnya mewah. Dekorasi warna putih biru menjadi ketenangan tersendiri oleh pasien. Dan ruangan ini pas untuk Richard beserta para pengawalnya yang bisa istirahat juga dengan Richard saat menjaganya.


Akashi memasukkan mereka kedalam ruangan itu. Richard yang di pindahkan di tempat tidur khusus pasien tersebut dengan kualitas kenyamanan untuk pasien.


Mengambil peralatan medis yang di perlukan oleh Richard untuk kesembuhannya. Max memasangkan inplus kepada Richard kemudian membuka baju Richard untuk melihat luka di dalam perutnya.


"Kau jangan banyak gerak dan berbicara. Serahkan kepadaku semuanya." Ucap Akashi ketika membuka baju Richard dan Richard ingin berbicara.


"Kau istirahatlah, aku akan memperban ulang lukamu karena sedikit terbuka dan mengakibatkan sedikit keluar darah lagi." Ucap Akashi.


Akashi dengan perlahan mengganti perban yang menutupi luka Richard. Dan setelah selesai Richard tertidur dan Akashi mencuci tangannya yang kotor dan kembali untuk mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Akashi bertanya kepada pengawal Richard di dalam ruangan itu. Akashi sangat heran dengan keadaan juniornya itu. Dia pernah bertemu dengan Richard sekali ketika penjamuan keluarga besar Richard yang mengundang dirinya dan keluarganya.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada Richard. Mengapa kalian bisa bertemu dengan Max?" Tanya Akashi Yang penasaran dengan semua detail kejadian.

__ADS_1


Pengawal Richard menceritakan seluruh kejadian ini dengan sepengetahuannya saja. Dan saat itu Akashi sedikit mengerti dari cerita pengawal Richard.


__ADS_2